Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ANALISIS EFISIENSI PRODUKSI PERAKITAN MEDIUM TANK DEPARTEMEN INOVASI PADA PT PINDAD (PERSERO) MENGGUNAKAN METODE 5S DAN PDCA Rizki Nirwana, Novia; Royke Deksino, George; Sudiarso, Aries; Hafidz Fauzan, Fadhil
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 3 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i3.2024.954-959

Abstract

Efisiensi produksi merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan suatu perusahaan. PT. PINDAD (Persero) merupakan salah satu perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang bergeral di bidang industri pertahanan. Salah satu produk unggulan PT PINDAD adalah Medium Tank. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi produksi perakitan Medium Tank di Departemen Inovasi PT PINDAD (Persero) menggunakan metode 5S (Seiri, Seiton, Seiketsu, Shitsuke) dan PDCA (Plan, Do, Check, Act). Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan identifikasi masalah pada kemampuan operator dalam membaca gambar dan analisis permasalahan pada sistem inventori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi produksi perakitan Medium Tank di Departemen Inovasi PT PINDAD (Persero) masih rendah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya kemampuan operator dalam membaca gambar masih belum optimal dan sistem inventori yang belum efektif. Implemntasi metode 5S dan PDCA dapat meningkatkan efisiensi produksi perakitan Medium Tank di Departemen Inovasi PT PINDAD (Persero). Metode 5S dapat meningkatkan efisiensi produksi dengan beberapa langkah yang dilakukan, merapikan dan membuang hal-hal yang tidak diperlukan, menempatkan barang-barang di tempat yang seharusnya, membersihkan tempat kerja secara menyeluruh, menstandarisasi langkah-langkah kerja yang sudah baik dan menjaga keteraturan dan kebersihan secara berkelanjutan. Metode PDCA ini dapat meningkatkan efisiensi produksi dengan merencanakan perbaikan yang akan dilakukan secara setail dan realistis, mengimplementasikan rencana perbaikan secara bertahap, memeriksan hasil perbaikan secara berkala, serta melakukan Tindakan perbaikan berdasarkan hasil pemeriksaan. Dengan menerapkan metode 5S dan PDCA secara konsisten dan berkelanjutan, PT PINDAD dapat meningkatkan efisiensi produksi perakitan Medium Tank dan meningkatkan daya saingnya.
POTENSI STRATEGI PENGEMBANGAN PESAWAT TANPA AWAK OLEH PT.DIRGANTARA INDONESIA (DI) UNTUK MENDUKUNG SEKTOR PERTAHANAN YANG STRATEGIS. Fatmawati, Fatmawati; Sudiarso, Aries; Juprianto, Juprianto; Khaerudin, Khaerudin
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 7 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i7.2023.3286-3293

Abstract

Strategi pengembangan pesawat tanpa awak oleh PT. Dirgantara Indonesia (DI) untuk mendukung sektor pertahanan yang strategis. PT. DI iyalah perusahaan manufaktur pesawat terbang terkemuka di Indonesia, yang telah memproduksi berbagai jenis pesawat dan komponen dirgantara. Sebagai perusahaan dirgantara nasional, PT. DI pun berperan dalam membangun kapabilitas industri dirgantara di Indonesia melalui kerja sama dengan mitra internasional dalam hal pengembangan produk dan transfer teknologi. Artikel ini menampilkan beberapa studi dan penelitian terkait pengembangan pesawat tanpa awak. Salah satunya membahas analisis yuridis pengoperasian pesawat tanpa awak untuk kargo di wilayah Indonesia Timur oleh PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Studi ini membahas aspek hukum dan tanggung jawab penggunaan pesawat tanpa awak untuk angkutan kargo. Selain itu, terdapat studi yang membahas pengembangan sistem informasi pesawat tanpa awak berbasis aplikasi Android, pengembangan sistem penghitung jumlah kendaraan menggunakan citra aerial dari pesawat tanpa awak, dan pengembangan sistem pendaratan otomatis pada pesawat tanpa awak. Beberapa studi juga berfokus pada pelayanan penumpang pada pesawat tanpa awak dan pengembangan wahana pesawat tanpa awak untuk berbagai aplikasi. Pada artikel ini, disarankan beberapa strategi yang dapat dipertimbangkan oleh PT. DI guna mengembangkan pesawat tanpa awak yang efektif dan aman, termasuk menambahkan kontrol surface ketiga, mengembangkan sistem kontrol otomatis, menggunakan UAV untuk pemetaan konflik, dan memperhatikan faktor sosial dan budaya. Upaya penyelesaian meliputi riset dan inovasi, kemitraan dan kolaborasi, pemenuhan regulasi, analisis pasar, keamanan dan privasi, serta edukasi dan kesadaran publik.
PENGGUNAAN NANOMATERIAL DALAM TEKNOLOGI PERTAHANAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN DAYA SAING INDUSTRI PERTAHANAN INDONESIA Ferdiyasto, Andy; Sudiarso, Aries; Putera Jandhana, I. B.; Aritonang, Sovian; Afpriyanto, Afpriyanto
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 7 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i7.2023.3199-3206

Abstract

Penggunaan nanomaterial dalam teknologi pertahanan negara menawarkan peluang besar bagi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan populasi besar dan wilayah luas. Keunggulan nanomaterial, seperti berat ringan dan kekuatan tinggi, sensorik sensitif, dan efisiensi konversi energi, dapat meningkatkan efektivitas pertahanan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur untuk mengeksplorasi penggunaan nanomaterial dalam berbagai bidang pertahanan, termasuk alat pelindung diri, sistem sensor dan deteksi, material amunisi, serta pelapis dan pelindung kapal. Namun, pengembangan nanomaterial juga dihadapkan pada tantangan, seperti masalah keamanan, regulasi, dampak lingkungan, dan kerjasama antarlembaga. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat, termasuk penelitian komprehensif, regulasi yang jelas, mitigasi dampak lingkungan, dan kolaborasi yang kuat, untuk memastikan penggunaan nanomaterial yang aman dan berkelanjutan. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan daya saing industri pertahanan, memperkuat kemampuan pertahanan, dan menjaga kedaulatan serta keamanan negara di tengah perkembangan teknologi yang cepat.
STRATEGI JOINT DEVELOPMENT BADAN USAHA MILIK NEGARA INDUSTRI PERTAHANAN PROGRAM ALUTSISTA YANG EFEKTIF DAN EFISIEN Amelion Wihyawari, Sailenius; Sudiarso, Aries; Jandhana, I. B Putra
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 7 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i7.2023.3228-3238

Abstract

Implementasi strategi Joint Development BUMNIP dalam sektor industri pertahanan melibatkan kolaborasi beberapa BUMN. Namun, perbedaan dalam kepentingan dan struktur organisasi setiap BUMN menyulitkan penyelarasan tujuan, strategi, dan keputusan bersama yang efektif dan efisien. Untuk mengatasi hal ini, BUMN industri pertahanan perlu menerapkan prinsip-prinsip GCG, memperkuat industri pertahanan nasional, dan mempertimbangkan kebijakan negara serta revitalisasi industri pertahanan. Selain itu, kerjasama pertahanan dan joint development dengan mitra dalam­ dan luar negeri, serta perkembangan kebijakan industri pertahanan juga perlu dipertimbangkan. Penggunaan drone dalam industri pertahanan, kemandirian alutsista, dan peran holding company juga menjadi faktor penting. Implementasi kebijakan pengadaan alutsista dalam kerangka MEF, strategi government relations, serta pembentukan kerjasama industri pertahanan dan pemberdayaan industri mikro dan kecil juga relevan. Konsep kerjasama industri pertahanan mitra laut, revitalisasi industri pertahanan melalui alih teknologi, dan pengembangan industri pertahanan mandiri juga diperlukan. Kerjasama dengan mitra seperti Korea Selatan, peningkatan kemampuan industri pertahanan untuk kemandirian, dan kerjasama Indonesia-Turki dalam pembuatan medium tank juga menjadi strategi penting bagi BUMN industri pertahanan
STRATEGI GELAR OPERASI TNI DI ALKI II BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 2022 TENTANG IBU KOTA NEGARA DALAM RANGKA PERTAHANAN MARITIM GUNA MENEGAKKAN KEDAULATAN NKRI Sry Mutia, Andike; Sudiarso, Aries; Harsono, Gentio
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 3 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i3.2024.1250-1265

Abstract

Undang-Undang Nomor 3 tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara mengesahkan rencana pemindahan Ibukota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Salah satu implikasinya adalah diperlukan strategi pertahanan dalam rangka melindungi Ibu Kota Nusantara tersebut. Mengingat adanya pemindahan Centre of Gravity, potensi ancaman di IKN, serta kondisi kemampuan kekuatan TNI itu sendiri. Rumusan masalah yang dirumuskan dalam peneitian ini adalah bagaimana strategi gelar operasi TNI di ALKI II berdasarkan UU IKN No.3 tahun 2022 dalam rangka pertahanan maritim guna menegakkan kedaulatan NKRI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian terkait kondisi gelar TNI AL di wilayah ALKI II adalah Doktrin yang digunakan adalah landasan Doktrin Pertahanan Negara; UU Nomor 3 Tahun 2022 memperkenalkan gerbang maritim virtual yang akan diletakkan di Selat Makassar; perlu melaksanakan latihan Rutin bersama unsur terkait; perlu upgrade alutsista yang ada, dukungan infrastruktur ground data terminal, serta peralatan sensor kemaritiman; belum adanya personel yang kompeten untuk mengawaki organisasi dan konsep Latihan berbasis Network Centric Warfare; dan dibutuhkan ketersediaan sarana-prasarana untuk mendukung gelar operasi TNI AL di ALKI II. Kesimpulan penelitian adalah Konsep pembangunan gelar operasi TNI di ALKI II guna mendukung pertahanan maritim Ibu Kota Nusantara yang salah satunya pembangunan gerbang virtual maritim di ALKI II. Strategi yang dirumuskan adalah Mewujudkan keamanan data yang terintegrasi dengan dukungan satelit pertahanan dan gelar fiber optic; Mewujudkan pembangunan infrastruktur TNI di wilayah ALKI II; Mewujudkan Personel yang kompeten untuk mengawaki organisasi latihan berbasis Network Centric Warfare; Mewujudkan Integrasi Sistem Pertahanan terhadap sistem gerbang virtual maritim di ALKI II