Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Strategies for Increasing the Competitiveness of the National Defense Industry in the Digital Age Haryadi, Airwan; Sulistyadi, Edy; Asmoro, Novky
Formosa Journal of Applied Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjas.v4i1.13304

Abstract

The defense industry is one of the strategic sectors that has an important role in maintaining the sovereignty and security of a country. In the digital era, the industry faces significant challenges and opportunities, especially in integrating cutting-edge technology to improve its competitiveness. This research analyzes strategies to improve the competitiveness of the national defense industry in the digital era. The method used is a qualitative approach with secondary data from literature, policies and case studies. The results show that digitalization, technological innovation, triple helix collaboration, and technology transfer are the main factors in the development of the defense industry. However, challenges such as cyber threats, limited infrastructure and funding are still an obstacle. This research recommends strengthening government policies, investing in research and development, and developing human resources to support defense equipment independence and global competitiveness.
Strategi Pengelolaan Konflik Dan Kolaborasi Maritim : Perspektif Indonesia Dalam Menghadapi Ketegangan Laut Dengan China Bahri Wahidun, Samsul; Sulistyadi, Edy; Suseto, Buddy
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25310

Abstract

Ketegangan di perbatasan wilayah maritime Indonesia telah meningkat pada bulan Oktober 2024 setelah kapal China Coast Guard (CCG) memasuki wilayah yurisdiksi Indonesia, akibat dari adanya kapal tersebut dapat mengganggu aktivitas eksplorasi minyak dan gas oleh PT Pertamina East Natuna. Indonesia merespons dengan langkah tegas, termasuk patroli Bakamla dan protes diplomatik berbasis UNCLOS 1982. Di sisi lain pada bulan November 2024, kedua negara menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk pengembangan maritim bersama sebagai upaya meredakan ketegangan sekaligus menciptakan peluang ekonomi strategis. Adapun penulisan jurnal ini untuk menganalisa pengelolaan konflik dan kolaborasi di perbatasan Laut Natuna Utara antara Indonesia dengan China. Hasil penulisan jurnal menunjukkan bahwa pengelolaan konflik memerlukan keseimbangan antara pendekatan realisme untuk mempertahankan kedaulatan dan pendekatan liberal institusionalisme untuk memanfaatkan peluang kerja sama. Sehingga dengan demikian rekomendasi diberikan untuk meningkatkan kapasitas pertahanan, menyelaraskan kebijakan lintas sector dan memperkuat hubungan bilateral serta regional guna menciptakan stabilitas di kawasan Laut Natuna Utara.
Kesenjangan Keamanan Maritim: Kontribusi Industri Pertahanan pada keamanan Maritim Putro, Tri Guntoro Sukarno; Putra, I Nengah; Sulistyadi, Edy; Sholihah, Tyan Hidayatus
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5116

Abstract

Isu keamanan maritim menjadi isu yang sangat strategis untuk diperhatikan saat ini Indonesia sedang menghadapi permasalahan keamanan maritim yang mengancam sumber daya maritim kita dan kedaulatan negara, Indonesia memiliki kepentingan yang besar dikawasan Asean sebagai pemimpin dalam mewujudkan keamanan maritim dikawasan, mengingat potensi maritim kita karena diperkirakan sekitar 90% perdagangan global diangkut melalui laut, di mana 40% di antaranya melewati perairan Indonesia, akan tetapi Indonesia memiliki kesenjangan dalam melaksanakan kegiatan pengamanan wilayah maritim kita, kesenjangan itu timbul akibat tidak terpenuhinya referensi armada patroli baik udara maupun laut sehingga berdampakan pada cakupan area patroli diwilayah perairan Indonesia. Patroli yang dilakukan oleh unsur udara (pesawat) dan laut (kapal) bertujuan untuk mendukung pengawasan dan pengamanan Wilayah Perairan Indonesia dan Wilayah Yurisdiksi Indonesia dari pelanggaran dan kejahatan hukum di wilayah laut, rata – rata cakupan area patroli udara berkisar 62% sedangkan patroli laut di angka 60% dari total wilayah maritim dan yurisdikasi pada semua instansi yang berwewenang, kondisi ini diakibatkan dari tidak terpenuhinya referensi kebutuhan armada patroli dibeberapa instansi.
Kesenjangan Keamanan Maritim: Kontribusi Industri Pertahanan pada keamanan Maritim Putro, Tri Guntoro Sukarno; Putra, I Nengah; Sulistyadi, Edy; Sholihah, Tyan Hidayatus
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5116

Abstract

Isu keamanan maritim menjadi isu yang sangat strategis untuk diperhatikan saat ini Indonesia sedang menghadapi permasalahan keamanan maritim yang mengancam sumber daya maritim kita dan kedaulatan negara, Indonesia memiliki kepentingan yang besar dikawasan Asean sebagai pemimpin dalam mewujudkan keamanan maritim dikawasan, mengingat potensi maritim kita karena diperkirakan sekitar 90% perdagangan global diangkut melalui laut, di mana 40% di antaranya melewati perairan Indonesia, akan tetapi Indonesia memiliki kesenjangan dalam melaksanakan kegiatan pengamanan wilayah maritim kita, kesenjangan itu timbul akibat tidak terpenuhinya referensi armada patroli baik udara maupun laut sehingga berdampakan pada cakupan area patroli diwilayah perairan Indonesia. Patroli yang dilakukan oleh unsur udara (pesawat) dan laut (kapal) bertujuan untuk mendukung pengawasan dan pengamanan Wilayah Perairan Indonesia dan Wilayah Yurisdiksi Indonesia dari pelanggaran dan kejahatan hukum di wilayah laut, rata – rata cakupan area patroli udara berkisar 62% sedangkan patroli laut di angka 60% dari total wilayah maritim dan yurisdikasi pada semua instansi yang berwewenang, kondisi ini diakibatkan dari tidak terpenuhinya referensi kebutuhan armada patroli dibeberapa instansi.
Memberdayakan Pertahanan Indonesia: Evolusi Masyarakat Militer Cerdas dalam Sistem Perang Rakyat Semesta Nugraha, Ridwan Akhmad; Sulistyadi, Edy; Suseto, Buddy
Policy and Maritime Review VOLUME 3 NO 1
Publisher : Faculty of Social and Political Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/pmr.v3i1.70

Abstract

In the context of Indonesia's Total People’s War, the concept of a Smart Military Society emerges as a pivotal element in modern defense practices. This study aims to explore the integration of information technology, artificial intelligence, connectivity, and collaboration within military operations to construct an efficacious Smart Military Society. By harnessing the potential of ICT and smart technology, the Indonesian defense sector can effectively enhance situational awareness, decision-making processes, and response capabilities to address evolving threats. The collaboration with societal stakeholders, academia, and industries fosters innovation, adaptability, and the development of a technologically advanced defense industry. Through joint exercises and information sharing, the interoperability of defense forces improves, leading to coordinated efforts across different military components. Challenges such as cybersecurity measures must be addressed to safeguard sensitive information and critical infrastructure. The implementation of a Smart Military Society not only strengthens Indonesia's defense capabilities but also stimulates economic growth, promotes self-reliance, and enhances national security. This research contributes profound insights into the potential and challenges associated with Smart Military Society, offering valuable implications for adaptive defense strategies in the complexities of modern warfare.
The War of Diponegoro: Causes, Strategies, and Impact on Indonesian Politics, Socio-Culture, and Economy Isnaeniah, Risma Wati; Sulistyadi, Edy; Prasetyo, Heru
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 4 No. 1 (2024): January, 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v4i1.7780

Abstract

The Diponegoro War is one of the most important events in Indonesian history as it marked the beginning of the increasingly strong Dutch colonization of Indonesia. Various general and specific factors between Prince Diponegoro and the Dutch triggered this conflict. Although this war lasted a very short period of 5 years (1825-1830), it caused enormous losses, namely around 200,000 Javanese people lost their lives, almost a quarter of the island of Java was badly damaged, 8,000 European troops were killed, 7,000 Indonesian troops were killed and the costs of the war incurred by the Dutch reached around 20 million guilders. In Addition, the impact of the Diponegoro War was very significant for the people of Central Java, especially in social, economic, and political terms. This research aims to dig deeper into the history of The Diponegoro War and review various aspects related to this war, including the background, tactics, and strategies of the war, as well as the impact of the war on politics, social and economy on the people of Jawa and Indonesian. This research uses a historical approach that focuses on past events. Although the Dutch won the Diponegoro War, it marked the beginning of Indonesia's independence struggle against Dutch colonialism. It showed that the Indonesian people had the spirit and determination to gain independence from foreign colonialism
TANTANGAN PENGEMBANGAN INDUSTRI PERTAHANAN MARITIM INDONESIA DITENGAH REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Purja, Aggria; Sulistyadi, Edy; Sudiarso, Aries; Asvial, Muhamad; AG Gultom, Rudy; Afpriyanto, Afpriyanto
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 6 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i6.2023.3062-3069

Abstract

Revolusi Industri 4.0 adalah suatu fenomena yang menggabungkan teknologi siber dan teknologi otomatisasi. Fokus utamanya adalah pada otomatisasi, dengan memanfaatkan teknologi seperti Internet of Things (IoT), big data, augmented reality, keamanan siber, dan kecerdasan buatan (AI). Dengan memanfaatkan teknologi informasi selama proses aplikasi, tingkat keterlibatan manusia dapat dikurangi, sehingga produktivitas dan efisiensi di tempat kerja meningkat. Salah satu aspek penting dari Revolusi Industri 4.0 adalah munculnya berbagai inovasi teknologi baru di berbagai bidang, termasuk industri pertahanan maritim di Indonesia. Revolusi ini membawa perubahan signifikan di berbagai sektor, mengubah industri, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan peluang kerja baru. Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan integrasi sistem fisik dan digital, memungkinkan mesin dan komputer berkomunikasi dan membuat keputusan tanpa campur tangan manusia. Di Indonesia, pengembangan Industri 4.0 sedang aktif dipromosikan oleh Kementerian Perindustrian dengan tujuan meningkatkan daya saing industri Indonesia secara global. Namun, pengembangan industri pertahanan di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam mewujudkan sistem pertahanan yang maju, dan pemanfaatan optimal teknologi Industri 4.0 masih harus dicapai. Secara keseluruhan, Revolusi Industri 4.0 menandai era transformasi di mana otomatisasi dan kemajuan teknologi memainkan peran penting. Ini memiliki potensi untuk mengubah industri, meningkatkan produktivitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, juga menimbulkan tantangan dalam beradaptasi dengan perubahan dan memastikan kesiapan sumber daya manusia untuk memenuhi tuntutan revolusi tersebut.
PEMANFAATAN PRODUKSI KAPAS DALAM NEGERI SEBAGAI BAHAN BAKU NITROSELULOSA UNTUK INDUSTRI PROPELAN Arman Rizzy, Al-Fadel; Sulistyadi, Edy; Khaerudin, Khaerudin; Asvial, Muhamad; AG Gultom, Rudy; Jupriyanto, Jupriyanto; Ario Seno Sudiro, Pratondo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 7 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i7.2023.3207-3213

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan kekayaan sumber daya alam. Salah satu hasil sumber daya alam Indonesia adalah tanaman kapas yang buahnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku nitroselulosa. Pengembangan nitroselulosa dengan bahan baku kapas bertujuan untuk memproduksi propelan dalam rangka kemandirian industri pertahanan. Akan tetapi, saat ini penggunaan nitroselulosa beserta kapas sebagai bahan baku untuk pengembangan propelan sangat terbatas dan belum mampu memenuhi industri propelan dalam negeri. Pengadaan nitroselulosa dapat dilakukan menggunakan prinsip kemandirian dengan cara memanfaatkan hasil produksi kapas dalam negeri. Hal tersebut dilakukan berdasarkan salah satu asas dan tujuan Kementerian Pertahanan dalam pembangunan Industri Pertahanan yaitu mewujudkan kemandirian dalam pemenuhan bahan baku industri propelan guna meningkatkan Minimum Essential Force (MEF). Dengan mengandalkan produksi kapas dalam negeri, industri pertahanan dalam negeri telah mampu menghasilkan nitroselulosa sebanyak 20,6% dari total kebutuhan untuk single-base propellant dan 44% dari total kebutuhan untuk double-base propellant (dikombinasikan dengan nitrogliserin).