Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH KNOWLEDGE MANAGEMENT DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA ASN DI KABUPATEN SOLOK Hanifah Afdisya; Elfiswandi; Yulasmi
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana pengaruh knowledge management dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai dengan komitmen organisasi sebagai variabel intervening pada ASN di Kabupaten Solok. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai ASN yang ada di Kabupaten Solok yang berjumlah 4832 pegawai. Metode pemilihan sampel menggunakan sampel probability sampling dan mendapatkan sampel sebanyak 100 sampel. Teknik analisis data menggunakan structural equation model (SEM) dengan bantuan aplikasi smartPLS 3. Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan, maka hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Knowledge Management berpengaruh positif dan signifikan terhadap Komitmen Organisasi pada ASN di Kabupaten Solok. Gaya Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Komitmen Organisasi pada ASN di Kabupaten Solok. Knowledge Management berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai pada ASN di Kabupaten Solok. Gaya Kepemimpinan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada ASN di Kabupaten Solok. Komitmen Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada ASN di Kabupaten Solok. Knowledge Management berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai melalui Komitmen Organisasi sebagai intervening pada ASN di Kabupaten Solok. Gaya Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai melalui Komitmen Organisasi sebagai intervening pada ASN di Kabupaten Solok.
PENGARUH LOCUS OF CONTROL DAN PELATIHAN TERHADAP KEPUASAN KERJA DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA SOLOK Fahrel Alfais A.; Elfiswandi; Yulasmi
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh locus of control dan pelatihan terhadap kepuasan kerja dengan motivasi kerja sebagai variabel intervening pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dan analisis jalur, dengan mengedarkan kuesioner sebanyak 103 dan kuesioner yang kembali 100. Hasil penelitian terdapat pengaruh positif dan signifikan locus of control terhadap motivasi kerja pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok. Terdapat pengaruh positif dan signifikan pelatihan terhadap motivasi kerja pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok. Terdapat pengaruh positif dan signifikan locus of control terhadap kepuasan kerja pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok. Terdapat pengaruh positif dan tidak signifikan pelatihan terhadap kepuasan kerja pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok. Terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok. Motivasi kerja mampu memediasi pengaruh locus of control terhadap kepuasan kerja pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok. Motivasi kerja mampu memediasi pengaruh pelatihan terhadap kepuasan kerja pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok. Akhirnya penulis menyarankan kepada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok untuk lebih meningkatkan motivasi kerja karena memiliki nilai paling dominan pengaruhnya terhadap kepuasan kerja pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok.
PENGARUH PENGAWASAN, KOMUNIKASI DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA ORMAS MELALUI OCB (ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR) SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DI KABUPATEN SOLOK Donly Wance Lubis; Elfiswandi; Yulasmi
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1038

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi Pengaruh Pengawasan, Komunikasi Dan Motivasi Terhadap Kinerja Ormas Melalui OCB (Organizational Citizenship Behavior) Sebagai Variabel Intervening Di Kabupaten Solok. Populasi dalam penelitian ini adalah Ormas di Kabupaten Solok dengan populasi seluruh Ormas di Kabupaten Solok dan sampel yang di ambil pada penelitian ini adalah 100 orang dengan teknik Purposive Sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SmartPLS Versi 3 dengan metode Structural Evaluation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian ini adalah: (1). Pengawasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB (organizational citizenship behavior) pada Ormas di Kabupaten Solok. (2). Komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB (organizational citizenship behavior) pada Ormas di Kabupaten Solok. (3). Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB (organizational citizenship behavior) pada Ormas di Kabupaten Solok. (4). Pengawasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ormas pada Ormas di Kabupaten Solok. (5). Komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ormas pada Ormas di Kabupaten Solok. (6). Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ormas pada Ormas di Kabupaten Solok. (7). OCB (organizational citizenship behavior) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ormas pada Ormas di Kabupaten Solok. (8). Pengawasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ormas melalui OCB (organizational citizenship behavior) pada Ormas di Kabupaten Solok. (9). Komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja ormas melalui OCB (organizational citizenship behavior) pada Ormas di Kabupaten Solok. (10). Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ormas melalui OCB (organizational citizenship behavior) pada Ormas di Kabupaten Solok.
PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI MELALUI MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA DINAS PERHUBUNGAN KOTA SOLOK Arif Yuswardi; Elfiswandi; Lusiana
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1043

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan dan komunikasi terhadap kinerja pegawai melalui motivasi kerja sebagai variabel intervening pada Dinas Perhubungan Kota Solok. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dan analisis jalur, dengan mengedarkan kuesioner sebanyak 51 responden PNS pada pegawai Dinas Perhubungan Kota Solok, kuesioner yang kembali 51 responden. Hasil diperoleh bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan kepemimpinan terhadap motivasi kerja pada Pegawai Dinas Perhubungan Kota Solok. Terdapat pengaruh positif dan tidak signifikan komunikasi terhadap motivasi kerja pada Pegawai Dinas Perhubungan Kota Solok. Terdapat pengaruh positif dan signifikan kepemimpinan terhadap kinerja pegawai pada Pegawai Dinas Perhubungan Kota Solok. Terdapat pengaruh positif dan tidak signifikan komunikasi terhadap kinerja pegawai pada Pegawai Dinas Perhubungan Kota Solok. Terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pada Pegawai Dinas Perhubungan Kota Solok. Motivasi kerja mampu memediasi pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja pegawai pada Pegawai Dinas Perhubungan Kota Solok. Motivasi kerja belum mampu memediasi pengaruh komunikasi terhadap kinerja pegawai pada Pegawai Dinas Perhubungan Kota Solok. Akhirnya penulis menyarankan kepada Dinas Perhubungan Kota Solok untuk lebih meningkatkan kepemimpinan karena memiliki nilai paling dominan pengaruhnya terhadap kinerja pegawai sehingga diharapkan kinerja pegawai dapat meningkat.
PENGARUH TUNJANGAN KERJA, TUNJANGAN KINERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP KINERJA PNS DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN SOLOK Fahrurrozi Al-Ambari; Elfiswandi; Yulasmi
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1044

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi pengaruh tunjangan kerja, tunjangan kinerja, dan kepemimpinan transformasional terhadap kinerja PNS dengan motivasi kerja sebagai variabel intervening pada Sekretariat Daerah Kabupaten Solok. Latar belakang riset mencakup penurunan capaian kinerja 2024 dibanding 2023, ketidaksesuaian pembayaran tunjangan bagi pejabat terdampak penataan birokrasi, serta kesenjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang memunculkan persepsi ketidakadilan. Pendekatan kuantitatif diterapkan melalui survei sampel jenuh terhadap 82 PNS, menggunakan kuesioner skala Likert 5 poin dan analisis PLS-SEM (evaluasi outer model: validitas konvergen AVE>0,5 dan reliabilitas; inner model: R-square; uji bootstrap untuk pengujian hipotesis) dengan perangkat lunak SmartPLS 3. Hasil menunjukkan seluruh pengaruh langsung signifikan positif: tunjangan kerja→kinerja (β=0,198; p=0,025), tunjangan kinerja→kinerja (β=0,299; p=0,001), kepemimpinan transformasional→kinerja (β=0,272; p=0,022), dan motivasi→kinerja (β=0,165; p=0,047). Selain itu, seluruh prediktor berpengaruh positif signifikan terhadap motivasi: tunjangan kerja→motivasi (β=0,198; p=0,026), tunjangan kinerja→motivasi (β=0,302; p=0,004), dan kepemimpinan transformasional→motivasi (β=0,306; p=0,009), dengan daya jelaskan model sebesar motivasi=0,447 dan kinerja=0,570. Namun, efek mediasi motivasi kerja pada hubungan tunjangan kerja/kinerja, tunjangan kinerja/kinerja, dan kepemimpinan transformasional/ kinerja tidak signifikan (p>0,05), menandakan jalur langsung kebijakan tunjangan dan praktik kepemimpinan lebih menentukan peningkatan kinerja dalam konteks ini. Implikasi praktis menekankan penataan TPP yang objektif-transparan sesuai prinsip equal pay for equal work dan penguatan praktik kepemimpinan transformasional untuk mendorong perilaku kerja positif.
PENGARUH KNOWLEDGE MANAGEMENT DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA ASN DI KABUPATEN SOLOK Hanifah Afdisya; Elfiswandi; Yulasmi
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana pengaruh knowledge management dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai dengan komitmen organisasi sebagai variabel intervening pada ASN di Kabupaten Solok. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai ASN yang ada di Kabupaten Solok yang berjumlah 4832 pegawai. Metode pemilihan sampel menggunakan sampel probability sampling dan mendapatkan sampel sebanyak 100 sampel. Teknik analisis data menggunakan structural equation model (SEM) dengan bantuan aplikasi smartPLS 3. Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan, maka hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Knowledge Management berpengaruh positif dan signifikan terhadap Komitmen Organisasi pada ASN di Kabupaten Solok. Gaya Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Komitmen Organisasi pada ASN di Kabupaten Solok. Knowledge Management berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai pada ASN di Kabupaten Solok. Gaya Kepemimpinan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada ASN di Kabupaten Solok. Komitmen Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada ASN di Kabupaten Solok. Knowledge Management berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai melalui Komitmen Organisasi sebagai intervening pada ASN di Kabupaten Solok. Gaya Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai melalui Komitmen Organisasi sebagai intervening pada ASN di Kabupaten Solok.
PENGARUH LOCUS OF CONTROL DAN PELATIHAN TERHADAP KEPUASAN KERJA DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA SOLOK Fahrel Alfais A.; Elfiswandi; Yulasmi
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh locus of control dan pelatihan terhadap kepuasan kerja dengan motivasi kerja sebagai variabel intervening pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dan analisis jalur, dengan mengedarkan kuesioner sebanyak 103 dan kuesioner yang kembali 100. Hasil penelitian terdapat pengaruh positif dan signifikan locus of control terhadap motivasi kerja pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok. Terdapat pengaruh positif dan signifikan pelatihan terhadap motivasi kerja pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok. Terdapat pengaruh positif dan signifikan locus of control terhadap kepuasan kerja pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok. Terdapat pengaruh positif dan tidak signifikan pelatihan terhadap kepuasan kerja pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok. Terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok. Motivasi kerja mampu memediasi pengaruh locus of control terhadap kepuasan kerja pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok. Motivasi kerja mampu memediasi pengaruh pelatihan terhadap kepuasan kerja pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok. Akhirnya penulis menyarankan kepada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok untuk lebih meningkatkan motivasi kerja karena memiliki nilai paling dominan pengaruhnya terhadap kepuasan kerja pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok.
PENGARUH PENGAWASAN, KOMUNIKASI DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA ORMAS MELALUI OCB (ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR) SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DI KABUPATEN SOLOK Donly Wance Lubis; Elfiswandi; Yulasmi
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1038

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi Pengaruh Pengawasan, Komunikasi Dan Motivasi Terhadap Kinerja Ormas Melalui OCB (Organizational Citizenship Behavior) Sebagai Variabel Intervening Di Kabupaten Solok. Populasi dalam penelitian ini adalah Ormas di Kabupaten Solok dengan populasi seluruh Ormas di Kabupaten Solok dan sampel yang di ambil pada penelitian ini adalah 100 orang dengan teknik Purposive Sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SmartPLS Versi 3 dengan metode Structural Evaluation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian ini adalah: (1). Pengawasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB (organizational citizenship behavior) pada Ormas di Kabupaten Solok. (2). Komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB (organizational citizenship behavior) pada Ormas di Kabupaten Solok. (3). Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB (organizational citizenship behavior) pada Ormas di Kabupaten Solok. (4). Pengawasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ormas pada Ormas di Kabupaten Solok. (5). Komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ormas pada Ormas di Kabupaten Solok. (6). Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ormas pada Ormas di Kabupaten Solok. (7). OCB (organizational citizenship behavior) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ormas pada Ormas di Kabupaten Solok. (8). Pengawasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ormas melalui OCB (organizational citizenship behavior) pada Ormas di Kabupaten Solok. (9). Komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja ormas melalui OCB (organizational citizenship behavior) pada Ormas di Kabupaten Solok. (10). Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ormas melalui OCB (organizational citizenship behavior) pada Ormas di Kabupaten Solok.
PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI MELALUI MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA DINAS PERHUBUNGAN KOTA SOLOK Arif Yuswardi; Elfiswandi; Lusiana
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1043

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan dan komunikasi terhadap kinerja pegawai melalui motivasi kerja sebagai variabel intervening pada Dinas Perhubungan Kota Solok. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dan analisis jalur, dengan mengedarkan kuesioner sebanyak 51 responden PNS pada pegawai Dinas Perhubungan Kota Solok, kuesioner yang kembali 51 responden. Hasil diperoleh bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan kepemimpinan terhadap motivasi kerja pada Pegawai Dinas Perhubungan Kota Solok. Terdapat pengaruh positif dan tidak signifikan komunikasi terhadap motivasi kerja pada Pegawai Dinas Perhubungan Kota Solok. Terdapat pengaruh positif dan signifikan kepemimpinan terhadap kinerja pegawai pada Pegawai Dinas Perhubungan Kota Solok. Terdapat pengaruh positif dan tidak signifikan komunikasi terhadap kinerja pegawai pada Pegawai Dinas Perhubungan Kota Solok. Terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pada Pegawai Dinas Perhubungan Kota Solok. Motivasi kerja mampu memediasi pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja pegawai pada Pegawai Dinas Perhubungan Kota Solok. Motivasi kerja belum mampu memediasi pengaruh komunikasi terhadap kinerja pegawai pada Pegawai Dinas Perhubungan Kota Solok. Akhirnya penulis menyarankan kepada Dinas Perhubungan Kota Solok untuk lebih meningkatkan kepemimpinan karena memiliki nilai paling dominan pengaruhnya terhadap kinerja pegawai sehingga diharapkan kinerja pegawai dapat meningkat.
PENGARUH TUNJANGAN KERJA, TUNJANGAN KINERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP KINERJA PNS DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN SOLOK Fahrurrozi Al-Ambari; Elfiswandi; Yulasmi
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1044

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi pengaruh tunjangan kerja, tunjangan kinerja, dan kepemimpinan transformasional terhadap kinerja PNS dengan motivasi kerja sebagai variabel intervening pada Sekretariat Daerah Kabupaten Solok. Latar belakang riset mencakup penurunan capaian kinerja 2024 dibanding 2023, ketidaksesuaian pembayaran tunjangan bagi pejabat terdampak penataan birokrasi, serta kesenjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang memunculkan persepsi ketidakadilan. Pendekatan kuantitatif diterapkan melalui survei sampel jenuh terhadap 82 PNS, menggunakan kuesioner skala Likert 5 poin dan analisis PLS-SEM (evaluasi outer model: validitas konvergen AVE>0,5 dan reliabilitas; inner model: R-square; uji bootstrap untuk pengujian hipotesis) dengan perangkat lunak SmartPLS 3. Hasil menunjukkan seluruh pengaruh langsung signifikan positif: tunjangan kerja→kinerja (β=0,198; p=0,025), tunjangan kinerja→kinerja (β=0,299; p=0,001), kepemimpinan transformasional→kinerja (β=0,272; p=0,022), dan motivasi→kinerja (β=0,165; p=0,047). Selain itu, seluruh prediktor berpengaruh positif signifikan terhadap motivasi: tunjangan kerja→motivasi (β=0,198; p=0,026), tunjangan kinerja→motivasi (β=0,302; p=0,004), dan kepemimpinan transformasional→motivasi (β=0,306; p=0,009), dengan daya jelaskan model sebesar motivasi=0,447 dan kinerja=0,570. Namun, efek mediasi motivasi kerja pada hubungan tunjangan kerja/kinerja, tunjangan kinerja/kinerja, dan kepemimpinan transformasional/ kinerja tidak signifikan (p>0,05), menandakan jalur langsung kebijakan tunjangan dan praktik kepemimpinan lebih menentukan peningkatan kinerja dalam konteks ini. Implikasi praktis menekankan penataan TPP yang objektif-transparan sesuai prinsip equal pay for equal work dan penguatan praktik kepemimpinan transformasional untuk mendorong perilaku kerja positif.