Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH ARUS KAS OPERASI, TINGKAT HUTANG, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PERSISTENSI LABA Anggra Kusuma, Fadilah; Lasmana, Andy; Magdalena Melani, Maria
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 12 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i12.2024.5240-5248

Abstract

Ukuran perusahaan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kelangsungan laba. Ukuran perusahaan yang tercermin pada kinerja perusahaan merupakan salah satu ukuran untuk menilai besar kecilnya suatu perusahaan. Beberapa proksi yang sering digunakan untuk merepresentasikan ukuran perusahaan termasuk jumlah pegawai dan keseluruhan aset serta jumlah penjualan dan rata-rata tingkat penjualannya, dan kapitalisasi pasar. Ukuran suatu perusahaan dapat diukur dari jumlah keseluruhan aset dan total penjualannya. Semakin besar perusahaan, semakin tinggi pula ekspektasi pertumbuhan labanya. Penelitian ini menerapkan desain kausalitas, yang dirancang khusus untuk mengeksplorasi hubungan antara variabel-variabel dan menganalisis potensi hubungan sebab-akibat antara variabel. Dalam penelitian ini hubungan yang dimaksud yakni pengaruh dari adanya arus kas dari operasi, rasio utang, dan akurasi akrual terkait dengan entri laba. Arus Kas Operasi dan Tingkat Hutang secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Persistensi Laba. Sedangkan Ukuran Perusahaan secara parsial berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap Persistensi Laba. Arus Kas Operasi, Tingkat Hutang, dan Ukuran Perusahaan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Persistensi Laba. Variabel yang paling dominan mempengaruhi Persistensi Laba adalah Tingkat Hutang.
Pengaruh Literasi Keuangan, Strategi Budgeting, dan Artificial Intelligence Terhadap Minat Investasi Pasar Modal Pada Mahasiswa Prodi Akuntansi Universitas Djuanda Bogor Anisa, Siti Nurul; Lasmana, Andy; Anwar, Saepul
JURNAL AKUNTANSI AUDIT DAN PERPAJAKAN INDONESIA (JAAPI) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Akuntansi Audit dan Perpajakan Indonesia (JAAPI)
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi UMN AL Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jaapi.v6i2.5130

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh Literasi Keuangan, Strategi Budgeting, dan Artificial Intelligence terhadap Minat Investasi Pasar Modal, pada Mahasiswa Prodi Akuntansi Universitas Djuanda Bogor. Populasi penelitian mencakup 213 mahasiswa aktif Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Djuanda. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, menghasilkan 172 mahasiswa yang memenuhi kriteria tertentu. Pengambilan data menggunakan metode kuesioner. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda dengan bantuan software SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi diperoleh nilai R square sebesar 41%, sedangkan sisanya sebesar 59% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil uji parsial variabel literasi keuangan, variabel strategi budgeting dan variabel artificial intelligence memiliki pengaruh terhadap minat investasi di pasar modal.
Pengaruh Sosialisasi Perpajakan, Sanksi Perpajakan, Dan Pendapatan Wajib Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Bumi Dan Bangunan Andy Lasmana; Khaerul Rofik; Yoyok Priyo Hutomo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sosialisasi perpajakan, sanksi perpajakan, dan pendapatan wajib pajak terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kecamatan Jonggol. Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei dan analisis regresi linear berganda, data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada wajib pajak di wilayah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen memiliki pengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan intensitas sosialisasi dan penerapan sanksi yang tegas serta pertimbangan aspek kemampuan ekonomi wajib pajak.
ANALISIS PERHITUNGAN PENYUSUTAN ASET TETAP MENURUT PSAK NO. 216 (REVISI 2024) DAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN SERTA DAMPAKNYA TERHADAP LAPORAN LABA RUGI PADA PT. XYZ KABUPATEN SUKABUMI TAHUN 2024 Syabilla, Vina; Lasmana, Andy; Didi, Didi
Investama : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 12 No 1 (2026): Investama : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Investama : Jurnal Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/investama.v12i1.2870

Abstract

 This study aims to analyze the calculation of fixed asset depreciation at PT. XYZ based on PSAK No. 216 (Revised 2024) and tax regulations stipulated in the Minister of Finance Regulation No. 72 of 2023, as well as to examine its impact on the company’s income statement and fiscal corrections. Fixed assets are a crucial component of manufacturing companies’ operational activities, as they have material value and long-term useful lives. Therefore, depreciation calculations significantly affect financial performance and corporate income tax obligations. This research employs a descriptive qualitative approach with a comparative analysis method by comparing fixed asset depreciation calculations based on company policies, PSAK No. 216 (Revised 2024), and PMK No. 72 of 2023. The data used are secondary data obtained from the company’s financial statements, fixed asset registers, and other supporting documents. The results indicate that, in general, the classification of fixed assets implemented by PT. XYZ complies with the provisions of PMK No. 72 of 2023. However, discrepancies were found in depreciation calculations, particularly for assets whose useful lives had expired but were still depreciated, as well as assets that were depreciated before being put into use. These differences led to variations in depreciation expense recognition between commercial and fiscal depreciation, affecting reported profit and resulting in positive fiscal corrections. Therefore, the company is required to improve the accuracy of its fixed asset depreciation calculations to ensure reliable and accurate financial reporting in accordance with applicable accounting standards and tax regulations.
Pengaruh Financial Distress, Risiko Litigasi, Growth Opportunity, Leverage Dan Intensitas Modal Terhadap Konservatisme Akuntansi (Studi Pada Perusahaan Jasa Sub Sektor Property dan Real Estate yang Terdaftar di BEI Periode 2019-2023) Irham Maolana; Andy Lasmana; Maria Melani
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 6 No. 4 (2025): Oktober
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v6i4.2626

Abstract

Penerapan konservatisme merupakan bagian daripertimbangan yang dibuat perusahaan agar penyajian laporankeuangan berkualitas. Peneitian ini bertujuan untuk mengevaluasipengaruh financial distress, risiko litigasi, growth pportunity,leverage dan intensitas modal terhadap konservatisme akuntansikhususnya pada sub sektor property dan real estate yang terdaftardi Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2019 sampai 2023. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 18 perusahaan yang dipilihdengan menggunakan metode purposive sampling dengan kriteriatertentu. Metode analisis regresi dilakukan pada penelitian ini, serta teknik analisis data menggunakan perangkat lunak Eviews12. Temuan penelitian menunjukkan bahwa financial distress,risiko litigasi, dan growth opportunity secara parsial tidakberpengaruh signifikan terhadap konservatisme akuntansi. Sedangkan, secara simultan financial distress, risiko litigasi, growth opportunity, leverage, dan intensitas modal berpengaruhsignifikan terhadap konservatisme akuntansi.
PENGARUH KOMITE AUDIT TERHADAP NILAI PERUSAHAAN BUMN DENGAN KINERJA KEUANGAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI Andy Lasmana; Hari Gursida; Yohanes Indrayono
Jurnal Visionida Vol. 12 No. 1 (2026): Vol. 12 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jvs.v12i1.24954

Abstract

ABSTRACT Good Corporate Governance (GCG) practices, exemplified in part by the Audit Committee, are a key strategic issue in maintaining a company’s sustainability and competitiveness; furthermore, financial performance plays a crucial role in determining a company’s value, including in state-owned enterprises; therefore, this study aims to analyse and obtain empirical evidence regarding the influence of Good Corporate Governance, proxied by the Audit Committee, on corporate value with financial performance as a mediating variable, thereby contributing theoretically and empirically to the development of corporate governance literature. The methodology employed in this study is causal research or explanatory research, utilising secondary data and focusing on the empirical testing of theory through the examination of the relationships between variables, as well as measurement and analysis techniques using statistical procedures for hypothesis testing, The results of this study indicate that the Audit Committee has a positive influence on firm value, suggesting that the existence of an audit committee in state-owned enterprises plays a significant role in building market confidence and contributes to an increase in firm value. Furthermore, financial performance, proxied by Return on Equity (ROE), was found to mediate the influence of the audit committee on firm value; however, the direction of this mediation does not fully align with the hypothesis   ABSTRAK Praktik Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG), yang sebagian dicontohkan oleh Komite Audit, merupakan isu strategis utama dalam menjaga keberlanjutan dan daya saing perusahaan; lebih lanjut, kinerja keuangan memainkan peran penting dalam menentukan nilai perusahaan, termasuk di perusahaan milik negara; oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh Tata Kelola Perusahaan yang Baik, yang diwakili oleh Komite Audit, terhadap nilai perusahaan dengan kinerja keuangan sebagai variabel mediasi, sehingga memberikan kontribusi secara teoritis dan empiris terhadap pengembangan literatur tata kelola perusahaan. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kausal atau penelitian penjelasan, menggunakan data sekunder dan berfokus pada pengujian empiris teori melalui pemeriksaan hubungan antar variabel, serta teknik pengukuran dan analisis menggunakan prosedur statistik untuk pengujian hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Komite Audit memiliki pengaruh positif terhadap nilai perusahaan, menunjukkan bahwa keberadaan komite audit di perusahaan milik negara memainkan peran penting dalam membangun kepercayaan pasar dan berkontribusi pada peningkatan nilai perusahaan. Selain itu, kinerja keuangan, yang diwakili oleh Return on Equity (ROE), ditemukan memediasi pengaruh komite audit terhadap nilai perusahaan; namun, arah mediasi ini tidak sepenuhnya sesuai dengan hipotesis
PENGARUH PERPUTARAN PIUTANG DAN PERPUTARAN PERSEDIAAN TERHADAP PROFITABILITAS PERUSAHAAN RITEL SUB-SEKTOR DEPARTMENT STORE/FASHION YANG TERDAFTAR PADA BURSA EFEK INDONESIA (BEI) Ayu Lestari; Andy Lasmana; Maria Magdalena Melani
Jurnal Akuntansi Kompetif Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Akuntansi Kompetif (JAK)
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/akuntansikompetif.v9i2.2938

Abstract

This study aims to examine the effect of receivable turnover and inventory turnover on profitability in retail companies within the department store/fashion sub-sector listed on Indonesia Stock Exchange during 2020-2025 period. This research employed a quantitative method with descriptive and verification approaches. Secondary data obtained from companies’ financial statement were analyzed using multiple linear regression, supported by the coefficient of determination (R2), F-test, and t-test. The result indicate that receivables turnover and inventory turnover simultaneously have a significant effect on profitability. The coefficient on determination (R2) of 32,2% indicates that variation in profitability can be explained by receivables turn over, while the remaining 67,8% is influenced by other factor outside the research model. These findings suggest that effective receivable management play an important role in improving the profitability of retail companies in the department store/fashion sub-sector whereas inventory management does not necessarily contribute significantly to profitability.
ANALISIS PERHITUNGAN PENYUSUTAN ASET TETAP MENURUT PSAK NO. 216 (REVISI 2024) DAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN SERTA DAMPAKNYA TERHADAP LAPORAN LABA RUGI PADA PT. XYZ KABUPATEN SUKABUMI TAHUN 2024 Vina Syabilla; Andy Lasmana; Didi Didi
Investama : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 12 No 1 (2026): Investama : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Investama : Jurnal Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/investama.v12i1.2870

Abstract

 This study aims to analyze the calculation of fixed asset depreciation at PT. XYZ based on PSAK No. 216 (Revised 2024) and tax regulations stipulated in the Minister of Finance Regulation No. 72 of 2023, as well as to examine its impact on the company’s income statement and fiscal corrections. Fixed assets are a crucial component of manufacturing companies’ operational activities, as they have material value and long-term useful lives. Therefore, depreciation calculations significantly affect financial performance and corporate income tax obligations. This research employs a descriptive qualitative approach with a comparative analysis method by comparing fixed asset depreciation calculations based on company policies, PSAK No. 216 (Revised 2024), and PMK No. 72 of 2023. The data used are secondary data obtained from the company’s financial statements, fixed asset registers, and other supporting documents. The results indicate that, in general, the classification of fixed assets implemented by PT. XYZ complies with the provisions of PMK No. 72 of 2023. However, discrepancies were found in depreciation calculations, particularly for assets whose useful lives had expired but were still depreciated, as well as assets that were depreciated before being put into use. These differences led to variations in depreciation expense recognition between commercial and fiscal depreciation, affecting reported profit and resulting in positive fiscal corrections. Therefore, the company is required to improve the accuracy of its fixed asset depreciation calculations to ensure reliable and accurate financial reporting in accordance with applicable accounting standards and tax regulations.
Faktor Profitabilitas, Pertumbuhan Penjualan dan Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Nai Wise Hulmun; Andy Lasmana; Ayi Jamaludin Aziz
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11494

Abstract

Industri makanan dan minuman merupakan salah satu subsektor strategis yang memiliki peran penting dalam perekonomian, namun kinerja keuangannya tetap menghadapi tekanan akibat persaingan, perubahan biaya operasional, dan dinamika permintaan pasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh profitabilitas, pertumbuhan penjualan, dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Populasi penelitian mencakup 94 perusahaan, sedangkan sampel sebanyak 58 perusahaan ditentukan melalui teknik purposive sampling berdasarkan kelengkapan laporan keuangan dan penggunaan mata uang rupiah. Data sekunder berupa laporan keuangan tahunan dianalisis menggunakan regresi data panel dengan bantuan EViews 12. Berdasarkan uji Chow dan uji Hausman, Fixed Effect Model dipilih sebagai model estimasi terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas yang diproksikan dengan Net Profit Margin berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan yang diproksikan dengan Return on Assets. Pertumbuhan penjualan berpengaruh positif, tetapi tidak signifikan terhadap kinerja keuangan. Sementara itu, ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Secara simultan, profitabilitas, pertumbuhan penjualan, dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan dengan nilai koefisien determinasi sebesar 50,85%. Temuan ini menegaskan bahwa kemampuan menghasilkan laba dan efisiensi pengelolaan aset lebih menentukan kinerja keuangan dibandingkan peningkatan penjualan semata.