Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH)

URBAN FARMING SAYUR DI PKK RW 04 KELURAHAN BUNULREJO, KECAMATAN BLIMBING, KOTA MALANG Wardhani, Tri; Pratamaningtyas, Suslam
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2020 "Peranan Strategis Teknologi Dalam Kehidupan di Era New Normal"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Kelurahan Bunulrejo rumah warganya berhalaman sempit, kadang sudah disemen atau dikeramik. Dalam era pandemi Covid 19 ini, warga RW 04 Kelurahan Bunulrejo Kecamatan Blimbing Kota Malang memiliki keinginan untuk mendiversifikasi lahan sempitnyanya dengan tanaman sayur, sehingga menjadi lebih produktif. Warga RW 04 pernah menanam sayur tetapi kurang menguasai teknik budidaya sayur. Oleh karena itu program yang tepat adalah penyuluhan dan demostrasi penanaman sayur sistem urban farming. Jenis sayur yang ditanam meliputi kangkung, pakchoy hijau, pakchoy merah, salad hijau dan salad merah. Setelah program pengabdian masyarakat, pengetahuan dan kemampuan mitra dalam hal bertanam sayur sistem urban farming meningkat dari 60% menjadi 100%.
SEBUAH LESSON LEARNING PROGRAM PERTUKARAN MAHASISWA MBKM PRODI AGROTEKNOLOGI UNIVERSITAS WIDYAGAMA DAN PERGURUAN TINGGI MITRA Wardhani, Tri
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2021 "Kesiapan Indonesia Dalam Menghadapi Krisis Energi Global"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bentuk kegiatan pembelajaran MBKM di luar program studi adalah program pertukaran mahasiswa.  Program pertukaran mahasiswa MBKM pada Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Widyagama Malang yang dilakukan adalah pertukaran mahasiswa antar program studi di dalam Universitas Widyagama, yaitu dengan program studi Ilmu Hukum dan Teknologi Hasil Pertanian, maupun pertukaran mahasiswa dengan program studi perguruan tinggi lain, yaitu dengan Program Studi Agroteknologi Universitas Nusa Bangsa dan Program Studi Agroteknologi Universitas Merdeka Madiun. Penelitian dilakukan terhadap mahasiswa Program Studi Agroteknologi Universitas Widyagama yang telah berada pada semester 3, 5 dan 7, dan mahasiswa inbound pada Program Studi Agroteknologi Universitas Widyagama, yaitu mahasiswa yang memprogram mata kuliah pada Program Studi Agroteknologi yang berasal dari Program Studi Ilmu Hukum Universitas Widyagama Malang,  Agroteknologi Universitas Nusa Bangsa dan Agroteknologi Universitas Merdeka Madiun. Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuisioner. Data yang diperoleh ditabulasikan, dinyatakan dalam bentuk grafik dan dibahas. Program pertukaran mahasiswa yang dibahas pada penelitian ini adalah program yang dilaksanakan pada Semester Genap tahun ajaran 2020/2021 dan Semester Gasal tahun ajaran 2021/2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa peserta program pertukaran mahasiswa MBKM semuanya mendukung dan menyetujui program pertukaran mahasiswa. Jika program pertukaran mahasiswa dilakukan secara tatap muka, hanya 50% mahasiswa bersedia mengikuti dengan alasan jauh dari rumah dan finansial. Semua mahasiswa bersedia memotivasi rekan atau adik kelas supaya mengikuti program pertukaran mahasiswa MBKM. Lesson learning yang diperoleh para mahasiswa yang mengikuti program pertukaran mahasiswa MBKM di antaranya adalah wawasan kelimuan yang semakin meningkat, menjadi lebih kreatif, sebagai refreshing dan memperluas jejaring.
UJI VIGOR BENIH PADA BEBERAPA WAKTU POLINASI TANAMAN LABU KUNING (Cucurbita pepo, L.) Ningsih, Elik Murni Ningtias; Wardhani, Tri
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2020 "Peranan Strategis Teknologi Dalam Kehidupan di Era New Normal"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mutu benih mempunyai peran penting dalam budidaya tanaman labu kuning.  Benih bermutu mengandung embrio yang tumbuh sebagai bibit dan berkembang menjadi tanaman dewasa.  Mutu benih terdiri dari mutu fisik dan mutu fisiologis yang ditampilkan oleh vigor kecambah.  Pencegahan terjadinya kontaminasi oleh serbuk sari asing maka polinasi dilakukan secara manual oleh manusia.  Polinasi paling baik dilakukan pada saat bunga betina dalam periode mekar penuh. Oleh karena itu perlu memperhatikan waktu yang tepat untuk polinasi agar tercapai proses penyerbukan saat yang tepat.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan diulang 5 kali.  Perlakuan terdiri :  W1 = polinasi pada rentang waktu 06.00 – 07.00, W2 = polinasi pada rentang waktu 07.00 – 08.00, W3 = polinasi pada rentang waktu 08.00 – 09.00, W4 = polinasi pada rentang waktu 09.00 – 10.00. Uji vigor benih menggunakan metode UKDdp (Uji Kertas Digulung dalam plastik). Pengamatan dilakukan pada parameter jumlah Kecambah vigor, jumlah kecambah less vigor persenatse kecambah vigor dan less vigor, berat basah dan berat kering kecambah.  Hasil penelitian menunjukkan perlakuan waktu polinasi  berpengaruh pada jumlah kecambah vigor, persentase kecambah vigor, jumlah kecambah less vigor dan persentase kecambah less vigor.  Waktu polinasi tidak pengaruh nyata pada berat basah dan berat kering kecambah labu kuning.
PEMANFAATAN KOTORAN KAMBING, KOMPOS DAN BIOFERTILIZER UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN STROBERI DI BUMIAJI BATU Prihandani, Ririen; Wardhani, Tri; Hakim, M. Ari A
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) Vol. 7 No. 1 (2024): CIASTECH 2024 Potensi dan Dampak Artificial Intelligence (AI) di Era Society 5.
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ciastech.v7i1.6925

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemanfaatan kotoran kambing, kompos, dan biofertilizer terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman stroberi di Bumiaji, Batu. Stroberi merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun produktivitasnya dipengaruhi oleh kondisi kesuburan tanah. Penerapan pupuk organik seperti kotoran kambing, kompos, serta biofertilizer diharapkan mampu memperbaiki kualitas tanah dan meningkatkan hasil panen. Penelitian Faktorial yang disusun dengan Rancangan Acak Kelompok ini terdiri dari 2 Faktor , yaitu Pupuk Organik (P) dan Biofertilizer (B). Penelitian ini terdiri dari P0 (tanpa Pupuk Organik),, P1 (pupuk organik dari kompos) dan P2 (Pupuk Organik dari kotoran kambing). Faktor 2 adalah Bioferlizar (B) terdiri dari B0 tanpa Biofertilizer, B1 : dengan Bioferlizer RIM. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan vegetatif (panjang tanaman, jumlah daun) dan produksi (jumlah dan berat buah serta brix (tingkat kemanisan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang nyata antara kotoran kambing, kompos, dan biofertilizer memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan panjang tanaman, jumlah daun, dan produksi buah stroberi dibandingkan perlakuan lainnya. Penggunaan pupuk organik baik dari kompos maupun kotoran kambing dan biofertilizer dapat menjadi alternatif pertanian ramah lingkungan dalam meningkatkan produktivitas tanaman stroberi di Bumiaji, Batu. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkaji aplikasi dalam skala yang lebih besar dan jangka waktu yang lebih panjang.
MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL STROBERI (Fragaria ananassa) DENGAN PUPUK ORGANIK CAIR CANGKANG TELUR AYAM Wardhani, Tri; Prihandarini, Ririen; Reza, Syahrul Ahmad
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) Vol. 7 No. 1 (2024): CIASTECH 2024 Potensi dan Dampak Artificial Intelligence (AI) di Era Society 5.
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ciastech.v7i1.6929

Abstract

Upaya meningkatkan hasil stroberi dilakukan secara intensifikasi melalui pemupukan. Harga pupuk mahal dan seringkali sulit diperoleh sehingga perlu mencari pupuk alternatif. Cangkang telur mengandung kalsium yang mendukung tumbuhnya akar, batang dan merangsang pembungaan dan buah. Pupuk cair lebih mudah diserap akar tanaman, yang selanjutnya dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Tujuan penelitian adalah: 1) Mengkaji pengaruh konsentrasi POC cangkang telur ayam terhadap pertumbuhan dan hasil stroberi dan 2) Mencermati konsentrasi POC cangkang telur ayam yang memberikan pertumbuhan dan hasil stroberi paling baik. Penelitian merupakan percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 kelompok. Perlakuan adalah konsentrasi POC cangkang telur, terdiri dari P1: 50 ml/l air; P2: 75 ml/l air; P3: 100 ml/l air; P4: 125 ml/l air; P5: 150 ml/l air dan P6: 175 ml/l air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi POC cangkang telur berpengaruh terhadap semua parameter yang diamati, yaitu panjang tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, jumlah buah dan bobot/buah. Perlakuan P4, P5 dan P6 memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap semua parameter yang diamati dibanding P1, P2 dan P3. Akan tetapi antar perlakuan P4, P5 & P6 sama baiknya. Begitu juga dengan antar perlakuan P1, P2 dan P3, memberikan pengaruh yang sama baiknya terhadap semua parameter yang diamati.
PENGOLAHAN LIMBAH SABUT KELAPA MENJADI COCOPEAT DI DUSUN UMBULREJO, DESA SIDODADI, KECAMATAN GEDANGAN, KABUPATEN MALANG Wardhani, Tri; Negara, Purnawan D.; Hakim, Lukman; Rusyad, Zahir; Solehoddin
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) Vol. 7 No. 1 (2024): CIASTECH 2024 Potensi dan Dampak Artificial Intelligence (AI) di Era Society 5.
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ciastech.v7i1.6967

Abstract

Di Dusun Umbulrejo terdapat sekitar 2000 pohon kelapa dengan luas lahan sekitar 4 hektar. Limbah sabut kelapa di Dusun Umbulrejo selama ini tidak dikelola, hanya dibiarkan bertumpuk di gudang dan tegalan hingga membusuk. Hal ini mengakibatkan pemandangan yang kurang estetika, mengakibatkan aroma yang kurang sedap, menjadi tempat bersarangnya nyamuk dan tikus. Padahal sabut kelapa masih memiliki potensi besar. Permasalahan prioritas pada mitra yaitu Komunitas Tegalsari Maritim (KTM) yang ditangani adalah: 1) Limbah sabut kelapa diolah menjadi cocopeat dan aplikasinya sebagai campuran media tanaman sayuran; 2) Mitra tidak memiliki peralatan untuk mengolah limbah sabut kelapa; dan 3) Mitra belum memiliki misi ke depan mengenai pentingnya memiliki merek untuk cocopeat dan perlindungannya. Solusi yang ditawarkan kepada mitra di KTM untuk mengatasi limbah sabut kelapa adalah dengan: 1) Menyelenggarakan sosialisasi & diskusi, demo pengolahan sabut kelapa menjadi cocopeat dan aplikasi sebagai campuran media tanam; 2) Menyelenggarakan sosialisasi & diskusi mengenai merek dan perlindungannya. Acara sosialisasi dan diskusi meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para anggota KTM mengenai pembuatan cocopeat dan manfaatnya, pentingnya legalitas usaha yaitu merek dan perlindungannya dari 20.0%-33.3% menjadi 100%. Sabut kelapa telah diolah menjadi cocopeat dan telah diaplikasikan sebagai campuran media tanam untuk tanaman sayuran kangkung, pakchoy, tomat dan ketimun.