Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analysis Of The Number Of Bacteria In Baby Bottles And The Incidence Of Diarrhea In Toddlers Nurhasanah, Nurhasanah; Nurjanah, Nunung; Ratnasari, Eka; Azlillah, Azlillah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i10.23177

Abstract

Latar Belakang Diare merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas pada balita di seluruh dunia. Data World Health Organization (2023) kejadian diare mencapai 10% dari seluruh kematian anak dibawah lima tahun. Kasus diare Indonesia 2022 prevalensi mencapai 10,2% (Kemenkes RI, 2023). Menurut Survey Kesehatan Indonesia (2023) prevalensi diare pada bayi ≤ 1 tahun 6,4% dan pada Balita 1-4 tahun mencapai 7,4% pada kelompok usia 12-59 bulan terdapat 5,8% kasus. Kota Cirebon mendapatkan 8.563 kasus diare dan 30.706 kasus diare di Kabupaten Cirebon (2021). Tingginya angka ini menjadikan diare sebagai salah satu penyebab kematian balita setelah pneumonia. Salah satu penyebab utama penularan agen penyebab diare adalah melalui kontaminasi botol susu yang dapat menyebabkan infeksi gastrointestinal.Tujuan Penelitian menganalisis hubungan bakteri pada botol susu dengan kejadian diare pada balita. Metode penelitian ini merupakan Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observassional analitik dengan pendekatan cross sectional. Tahapan penelitian ini dilakukan mulai dari uji laboratorium swab botol susu, dan pengumpulan data kejadian diare pada balita dalam 2 bulan terakhir. Populasi adalah seluruh Ibu Balita (8-24 bulan) Sampel menggunakan Acidental Sampling dengan pengambilan sampel dibatasi pada sampel minimal korelasi sebanyak 30 ibu balita. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariate dengan bantuan SPSS.Hasil penelitian menunjukkan jumlah bakteri dengan kejadian diare diperoleh p-value = 0,200 (≥ 0,05). Kesimpulan tidak terdapat hubungan antara jumlah bakteri botol susu dengan kejadian diare. Saran menjaga kebersihan botol susu dengan mencuci dan mensterilkan secara benar serta tetap memberikan ASI eksklusif untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak. Kata kunci: Bakteri, Balita, Bayi,  Botol Susu, Diare ABSTRACT Background Diarrhea is one of the causes of morbidity and mortality in toddlers worldwide. Data from the World Health Organization (2023) shows that diarrhea accounts for 10% of all deaths in children under five years of age. The prevalence of diarrhea cases in Indonesia in 2022 reached 10.2% (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2023). According to the Indonesian Health Survey (2023), the prevalence of diarrhea in infants ≤ 1 year was 6.4% and in toddlers 1-4 years old reached 7.4%, with 5.8% of cases in the 12-59 month age group. Cirebon City experienced 8,563 cases of diarrhea and Cirebon Regency 30,706 cases (2021). These high numbers make diarrhea one of the leading causes of infant mortality after pneumonia. One of the main causes of transmission of diarrhea-causing agents is through contaminated milk bottles, which can cause gastrointestinal infections.The purpose of this study was to analyze the relationship between bacteria in baby bottles and diarrhea in toddlers. This study used a quantitative, observational, and analytical cross-sectional approach. The research phase began with laboratory testing of baby bottle swabs and data collection on diarrhea in toddlers over the past two months. The population was all mothers of toddlers (8-24 months). The sample used acid-identical sampling, with a minimum sample size of 30 mothers. Univariate and bivariate analyses were used using SPSS.The results showed that the number of bacteria in baby bottles correlated with diarrhea, with a p-value of 0.200 (≥ 0.05). Conclusion: There is no relationship between the number of bacteria in baby bottles and diarrhea. Suggestions include maintaining bottle hygiene by washing and sterilizing them properly, and continuing to provide exclusive breastfeeding to boost children's immune systems. Keywords: Bacteria, Toddler, Baby, Milk Bottle, Diarrhea
Knowledge Of Balanced Nutrition And Nutritional Status Of Pregnant Women In Efforts To Prevent Stunting Aliah, Nur; Ratnasari, Eka; Nurhasanah, Nurhasanah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i8.17183

Abstract

Latar Belakang : Gizi ibu waktu hamil sangat penting untuk pertumbuhan janin yang dikandungnya. Pada umumnya, ibu hamil dengan kondisi kesehatan yang baik yang tidak ada gangguan gizi pada masa pra-hamil maupun saat hamil, akan menghasilkan bayi yang lebih besar dan lebih sehat daripada ibu hamil yang kondisinya memiliki gangguan gizi. Kurang energi kronis akan menyebabkan lahirnya anak dengan bentuk tubuh stunting. Peningkatan pengetahuan dan kesadaran akan sikap dan tindakan seorang ibu dalam pemilihan makanan yang sehat bagi balita dapat dilakukan dengan program kesehatan masyarakat salah satunya dengan memberikan pendidikan kesehatan yaitu melalui penyuluhan kesehatan ataupun edukasi.Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil tentang gizi seimbang dan menganalisia hubungan antara pengetahuan tentang gizi seimbang dengan status gizi ibu hamil. Penelitian dilakukan di wilayah Kampung Adat Argasunya Kota Cirebon selama bulan Januari-Agustus 2024.Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini akan melihat masing-masing variabel dan selanjutnya dilakukan uji Pearson Chi-Square untuk menjawab hipotesis penelitian, ada hubungan antara pengetahuan tentang gizi seimbang dengan status gizi. Penelitian ini dilakukan pada ibu hamil trimester I-III di wilayah Kampung Adat Argasunya Kota Cirebon. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan bantuan SPSS.Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan tentang gizi seimbang dengan status gizi ibu hamil diperoleh p-value = 0,500 (≥ 0,05).Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara pengetahuan tentang gizi seimbang dengan status gizi ibu hamil.Saran: Gizi ibu pada saat hamil sangat penting untuk menunjang pertumbuhan dan perkembnagan janin selama di dalam kandungan. Status gizi ibu hamil dipengaruhi oleh asupan makanan yang dikonsumsi. Perilaku ibu dalam pemilihan bahan makanan yang benar dapat diperoleh dari pengetahuan. Peningkatan pengetahuan dan kesadaran akan sikap dan tindakan seorang ibu dalam pemilihan makanan yang sehat dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan yaitu melalui penyuluhan kesehatan ataupun edukasi. Akan tetapi di berbagai tempat tertentu perilaku ibu hamil juga dipengaruhi oleh adat istiadat serta keyakinan akan mitos yang masih kental di wilayah tersebut. Oleh karena itu, penting kiranya agar tenaga kesehatan dapat bersinergi dengan tokoh masyarakat untuk meluruskan mitos yang dapat merugikan bagi kesehatan ibu hamil dan janinnya. Kata kunci: Gizi seimbang, Kehamilan, Pengetahuan, Status gizi ABSTRACT Background: Maternal nutrition during pregnancy is very important for the growth of the fetus she is carrying. In general, pregnant women with good health conditions who do not have nutritional disorders during pre-pregnancy or during pregnancy will produce bigger and healthier babies than pregnant women who have nutritional disorders. Chronic energy deficiency will cause the birth of children with stunted body shapes. Increasing knowledge and awareness of a mother's attitude and actions in choosing healthy food for toddlers can be done through public health programs, one of which is by providing health education, namely through health counseling or education.Research Objectives: This research aims to determine the knowledge of pregnant women about balanced nutrition and analyze the relationship between knowledge about balanced nutrition and the nutritional status of pregnant women. The research was conducted in the Argasunya Traditional Village area, Cirebon City during January-August 2024.This research method is analytical research with a cross sectional approach. This research will look at each variable and then carry out the Pearson Chi-Square test to answer the research hypothesis, that there is a relationship between knowledge about balanced nutrition and nutritional status. This research was conducted on pregnant women in the I-III trimester in the Argasunya Traditional Village area, Cirebon City. The sampling technique used was Accidental Sampling. The data analysis technique used is univariate and bivariate analysis with the help of SPSS. The research results showed that knowledge about balanced nutrition and the nutritional status of pregnant women obtained p-value = 0.500 (≥ 0.05).The conclusion of this study is that there is no relationship between knowledge about balanced nutrition and the nutritional status of pregnant women. Kata kunci: balanced nutrition, pregnancy, knowledge, nutritional status
E-MONITORING INTERAKTIF MENINGKATKAN REFLEKSI DIRI, MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA DIII KEBIDANAN Ratnasari, Eka; Permadi, Wiryawan; Hilmanto, Dany
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 7, No 3 (2019): EDITION NOVEMBER 2019
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.174 KB) | DOI: 10.33366/jc.v7i3.1398

Abstract

The proportion of practice in Midwifery education has 60% of capacity, more than the proportion of theories which is only 40%. The biggest proportion of practice makes the Clinical Advisor and Academic Advisor try to provide immediate feedback to students in every skill learned in the practice field. Interactive, effective and corrective feedback can help students to do self-reflection so while in the practice field students expected to be motivated to improve learning outcomes. The purpose of this study was to define the effect of Interactive E-Monitoring implementation on self-reflection, motivation and learning outcomes of the student.A research population of this study is students of midwifery diploma program in thirdh semester of 2018/2019 Akademic year who take part in second Laboratory Learning Practices, which are spread over in 13 of independent midwife practice fields (PMB). Samples were taken in based on inclusion criteria, students who were guided by PK that included in the criteria and in aged 19-20 years were 56 students. Data analyzed, if the data is normally distributed then it uses paired t test and if the data is not normally distributed then it uses the Wilcoxon Test.The results showed that students self-reflection increased from 74.9 to 80.5 (p
Factors Related To The Incidence Of Anemia Among Pregnant Women In The Working Area Of Kedokanbunder Public Health Center, Indramayu Regency Fitriyani, Wisni; Ratnasari, Eka; Rahmatika, Siti Difta; Nurjanah, Nunung
Jurnal Medisci Vol 3 No 3 (2025): Vol 3 No 3 December 2025
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/medisci.v3i3.1011

Abstract

Background. The global prevalence of anemia. According to estimates from the World Health Organization (WHO), around 40% of children aged 6-59 months, 37% of pregnant women, and 30% of women aged 15-49 worldwide experience anemia. In Indonesia, the prevalence of iron deficiency anemia among pregnant women was 37.1% in 2020 and 24.5% in 2021. The impact of anemia on pregnant women includes significant complications for both the mother and the fetus. Based on this data, Kedokanbunder Health Center is among the health centers with the highest anemia rates in Indramayu district, affecting 104 pregnant women. Aims. This study aims to determine the relationship between the factors associated with anemia. Methods: The research design is quantitative, correlational. The population consists of pregnant women in the working area of the Kedokanbunder Community Health Center, totaling 88 individuals, and the sampling method used is Accidental Sampling. The instrument used is a questionnaire, and the data analysis techniques are univariate and bivariate, with the Chi-square test used to analyze the data. Result. The research results showed that among pregnant women, the majority (53, 60.2%) had no anemia. The Chi-square test results indicated a p-value of 0.978 for age (p > 0.05), a p-value of 0.006 for education (p < 0.05), a p-value of 0.019 for parity (p < 0.05), a p-value of 0.008 for knowledge (p < 0.05), and a p-value of 0.202 for economic status (p < 0.05). Conclusion. Based on the results, it can be concluded that there is a relationship between education, knowledge, parity, and the occurrence of anemia. There is no relationship between age and economic status with the occurrence of anemia. Implementation. It is recommended for health workers to carry out preventive measures by providing education about pregnant women through maternal classes and performing early detection of risk factors for anemia in pregnant women at Puskesmas Kedokanbunder, Indramayu regency, at 2025
The Effect Of The Mahira Method (Maryam, Aromatherapy, Hypnotherapy, Immersion/Hydrotherapy, Relaxation, And Acupressure) On Pain In The First Stage Of Normal Labor: Quasi-Experimental Study At The Arsy Medika Clinic, Cirebon Nurjanah, Nunung; Ratnasari, Eka; Nurhasanah, Nurhasanah; Wahyu, Pesona Riyanti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 3 (2026): Volume 12 No 3 Maret 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i3.24068

Abstract

Latar Belakang: Nyeri persalinan merupakan salah satu tantangan utama dalam proses persalinan normal yang dapat memengaruhi kondisi fisik, emosional dan psikologis Ibu. Pengelolaan nyeri yang tidak efektif dapat memperpanjang durasi persalinan, meningkatkan resiko intervensi medis, serta menurunkan kualitas pengalaman melahirkan. Sementara itu, intervensi farmakologis tidak selalu tersedia di fasilitas kesehatan tingkat pertama dan memiliki potensi efek samping terhadap Ibu dan Janin. Sebagai alternatif, pendekatan nonfarmakologis yang aman, efektif, dan sesuai dengan nilai budaya serta spiritual masyarakat Indonesia menjadi sangat penting untuk dikembangkan. Metode MAHIRA merupakan inovasi pelayanan kebidanan di Klinik Arsy Medika Cirebon yang mengintegrasikan enam teknik nonfarmakologis: Maryam (terapi Qur’ani dengan pembacaan murottal surat Maryam dan dzikir), Aromaterapi, Hipnoterapi, Imersi air hangat, Relaksasi dan Akupresur. Masing-masing komponen telah terbukti bermanfaat secara ilmiah dalam manajemen nyeri, namun belum pernah dikaji secara terpadu dalam satu paket intervensi.Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh metode MAHIRA terhadap intensitas nyeri kala I persalinan normal.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experiment pretest-post test tanpa kelompok kontrol dengan menggunakan Uji Wilcoxon, dengan pengukuran skala nyeri NRS (Numeric Rating Scale) dan VRS (Verbal Rating Scale) sebelum dan sesudah intervensi. Subjek penelitian adalah 28 Ibu bersalin  kala I normal yang memenuhi kriteria inklusi dan menjalani Metode MAHIRA secara menyeluruh.Hasil: Sebelum diberikan intervensi (pre-test), sebagian responden mengalami nyeri berat yakni sebanyak 20 orang (71,4%), dan 8 orang (28,6%) mengalami nyeri sedang, tidak ada responden yang berada pada kategori tidak nyeri maupun nyeri ringan.  Setelah diberikan intervensi Metode MAHIRA (post-test), terjadi perubahan tingkat nyeri yang cukup signifikan dengan responden yang memiliki keluhan nyeri berat menurun menjadi 6 orang (21,4%), sedangkan jumlah responden dengan nyeri sedang sebanyak 11 orang (39,3%), dan nyeri ringan meningkat menjadi 11 orang (39,3%), tidak ada responden yang melaporkan tidak nyeri sama sekali.  Hasil uji statistik menggunakan Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p 0,001, ini berarti bahwa terdapat perbedaan signifikan/bermakna secara statistik antara tingkat nyeri sebelum dan sesudah diberikan intervensi Metode MAHIRA.Kesimpulan: Intervensi Metode MAHIRA terbukti efektif dalam menurunkan nyeri kala I persalinan normal secara signifikan.Saran: Metode MAHIRA dapat direkomendasikan sebagai strategi nonfarmakologis yang efektif dan aman untuk membantu Ibu dalam mengurangi nyeri persalinan kala I. Kata Kunci : Metode MAHIRA, Nyeri persalinan, Kala I persalinan normal, Terapi nonfarmakologis, Terapi islami