Latar Belakang: Nyeri persalinan merupakan salah satu tantangan utama dalam proses persalinan normal yang dapat memengaruhi kondisi fisik, emosional dan psikologis Ibu. Pengelolaan nyeri yang tidak efektif dapat memperpanjang durasi persalinan, meningkatkan resiko intervensi medis, serta menurunkan kualitas pengalaman melahirkan. Sementara itu, intervensi farmakologis tidak selalu tersedia di fasilitas kesehatan tingkat pertama dan memiliki potensi efek samping terhadap Ibu dan Janin. Sebagai alternatif, pendekatan nonfarmakologis yang aman, efektif, dan sesuai dengan nilai budaya serta spiritual masyarakat Indonesia menjadi sangat penting untuk dikembangkan. Metode MAHIRA merupakan inovasi pelayanan kebidanan di Klinik Arsy Medika Cirebon yang mengintegrasikan enam teknik nonfarmakologis: Maryam (terapi Qur’ani dengan pembacaan murottal surat Maryam dan dzikir), Aromaterapi, Hipnoterapi, Imersi air hangat, Relaksasi dan Akupresur. Masing-masing komponen telah terbukti bermanfaat secara ilmiah dalam manajemen nyeri, namun belum pernah dikaji secara terpadu dalam satu paket intervensi.Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh metode MAHIRA terhadap intensitas nyeri kala I persalinan normal.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experiment pretest-post test tanpa kelompok kontrol dengan menggunakan Uji Wilcoxon, dengan pengukuran skala nyeri NRS (Numeric Rating Scale) dan VRS (Verbal Rating Scale) sebelum dan sesudah intervensi. Subjek penelitian adalah 28 Ibu bersalin kala I normal yang memenuhi kriteria inklusi dan menjalani Metode MAHIRA secara menyeluruh.Hasil: Sebelum diberikan intervensi (pre-test), sebagian responden mengalami nyeri berat yakni sebanyak 20 orang (71,4%), dan 8 orang (28,6%) mengalami nyeri sedang, tidak ada responden yang berada pada kategori tidak nyeri maupun nyeri ringan. Setelah diberikan intervensi Metode MAHIRA (post-test), terjadi perubahan tingkat nyeri yang cukup signifikan dengan responden yang memiliki keluhan nyeri berat menurun menjadi 6 orang (21,4%), sedangkan jumlah responden dengan nyeri sedang sebanyak 11 orang (39,3%), dan nyeri ringan meningkat menjadi 11 orang (39,3%), tidak ada responden yang melaporkan tidak nyeri sama sekali. Hasil uji statistik menggunakan Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p 0,001, ini berarti bahwa terdapat perbedaan signifikan/bermakna secara statistik antara tingkat nyeri sebelum dan sesudah diberikan intervensi Metode MAHIRA.Kesimpulan: Intervensi Metode MAHIRA terbukti efektif dalam menurunkan nyeri kala I persalinan normal secara signifikan.Saran: Metode MAHIRA dapat direkomendasikan sebagai strategi nonfarmakologis yang efektif dan aman untuk membantu Ibu dalam mengurangi nyeri persalinan kala I. Kata Kunci : Metode MAHIRA, Nyeri persalinan, Kala I persalinan normal, Terapi nonfarmakologis, Terapi islami