Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Penerapan Sistem Olah Tanah dan Jarak Tanam Pada Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis: Application Of Tillage Systems And Plant Spacing On The Growth Anda Production Of Sweet Corn Rasyid, Asmuliani; Pertiwi, Erse Drawana
Jurnal : Agricultural Review Vol. 2 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/arview.v2i2.361

Abstract

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh pengolahan tanah dan jarak tanam pada hasil tanaman jagung manis. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan faktorial dua faktor (F2F) dalam RAK. Faktor pertama adalah pengolahan tanah yaitu olah tanah minimum (T1) dan olah tanah maksimum (T2). Faktor kedua adalah jarak tanam yaitu jarak tanam 50 x 40 cmJ1) ; jarak tanam 70 x 40 cm (J2) ; dan jarak tanam 70 x 20 cmJ3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan T1 (olah tanah minimum) berpengaruh sangat nyata terhadap parameter pengamatan tinggi tanaman (173,3319 cm) dan jumlah daun (11,297 helai. Perlakuan J3 (jarak tanam 70 x 20 cm) memberikan pengaruh sangat nyata terhadap parameter pengamatan bobot tongkol (8,525 kg).
Penambahan Media Pasir Dan Pengaturan Jarak Tanam Pada Pertumbuhan Dan Hasil Kacang Tanah (Arachis Hypogeae L.): Addition Of Sand Media And Addition Of Planting Distance On The Growth And Yield Of Peanuts (Arachis Hypogeae L.) Rasyid, Asmuliani; nooyo, irwan; Ibrahim, Wilanda
Jurnal : Agricultural Review Vol. 3 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/arview.v3i1.813

Abstract

Kacang tanah selain sebagai bahan makanan, juga memiliki fungsi yang lain, seperti bahan industri kuliner, kosmetik, bungkil dan lain sebagainya. Produksi kacang tanah di Kabupaten Pohuwato masi sangat rendah sehingga perlu adanya upaya yang dilakukan agar produksi bisa meningkat dan mampu mencukupi kebutuhan yang diinginkan oleh masyarakat, maka hal yang harus dilakukan adalah penambahan media pasir dan pengaturan jarak tanam tepat dalam budidaya kacanag tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan pasir dan pengaturan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri atas 6 taraf perlakuan yaitu tanpa pasir dengan jarak tanam 40 cm x 15 cm (PJ01) ; tanpa pasir dengan jarak tanam 40 cm x 30 cm (PJ02) ; tanpa pasir dengan jarak tanam 40 cm x 45 cm (PJ03) ; pasir dengan jarak tanam 40 cm x 15 cm (PJ11) ; pasir dengan jarak tanam 40 cm x 30 cm (PJ12) ; dan pasir dengan jarak tanam 40 cm x 45 cm (PJ13). Perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa Pelakuan tanpa pasir dengan jarak tanam 40 cm x 30 cm (PJ02) menunjukkan hasil terbaik untuk variabel pengamatan fase vegetatif yaitu tinggi tanaman (57,987 cm), jumlah tangkai daun (9,744 tangkai) dan jumlah cabang (69,111 cabang) ; dan variabel pengamatan fase generatif yaitu bobot polong segar (373,333 gram), bobot polong kering (206,667 gram), jumlah polong (185,000 polong), jumlah biji (343,000 butir biji), bobot biji (162,667 gram), dan bobot 100 biji (58,333 gram).
Teknik Pengambilan Ubinan dalam Rangka Meningkatkan Hasil Produksi Pertanian di Kecamatan Panca Rijang: Technique Tiles Taken in the Frame Work of Increasing Agricultural Production in Panca Rijang District Astrina Nur Inayah; Mudasirah, Mudasirah; Salfiana, Salfiana; Asmuliani R
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 3 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i3.2747

Abstract

Peningkatan produksi pertanian di kawasan Panca Rijang lebih difokuskan pada peningkatan produktivitas dibandingkan peningkatan luas lahan. Pemerintah daerah menggunakan metode yang disebut ubinan saat menghitung hasil panen padi. Output ubinan menentukan produktivitas keseluruhan. Pemahaman tentang variabel-variabel yang mempengaruhi hasil padi dapat digunakan dalam perencanaan dan evaluasi program pembangunan pertanian daerah untuk lebih meningkatkan produksi pertanian. Pelaksanaan teknik ubinan ini dilakukan di Desa Bulo Kecamatan Panca Rijang, pada bulan Maret - April 2023. Luas panen penghitungannya menggunakan metode Survei Kerangka Sampel Area (KSA) yang akurasi data dan ketepatannya teruji. Sedangkan produktivitas diperoleh dari survey ubinan. Dimana metode pengukuran perkiraan hasil padi melalui petak berukuran 2,5x2,5m2, dilanjutkan dengan pengukuran dan penimbangan. Hasil ini dapat digunakan sebagai dasar penentuan rendemen 1 Ha. Pengambilan ubinan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran perkiraan hasil produksi tanaman di areal 1 Ha. Memuat data hasil pengambilan ubinan padi menunjukkan berat ubinan tertinggi di Desa Bulo dengan berat ubinan 5,625kg. Rata-rata produktivitas hasil ubinan sebesar 4,827 kg. Komposisi faktor produksi yang menjadi obyek pengambilan ubinan diatas perlu dilakukan perubahan agar terjadi peningkatan hasil. Beberapa faktor yang diamati dalam pengambilan ubinan ini yang mempengaruhi hasil padi adalah jumlah rumpun, jumlah bibit, jumlah pupuk kimia, pestisida, dan ada tidaknya serangan hama atau penyakit. Increasing agricultural production in the Panca Rijang Region is more focused on increasing productivity than increasing land area. Local governments in calculating rice crop production use a method known as ubinan. They yield of rice crop determines the overall level of production. An understanding of the variables that affect rice yields can be used in planning and evaluating regional agricultural development programs to further increase agricultural production. The implementation of this technique was carried out in Bulo Village, Panca Rijang District, in March-April 2023. The harvested area is calculated using the Area Sampling Survey (KSA) method whose data accuracy and precision are tested. While productivity is obtained from tile surveys. Where is the method of measuring estimated rice yields through plots measuring 2.5x2.5m2, followed by measurement and weighing. These results can be used as a basis for determining the yield of 1 Ha. The purpose of this yam sampling is to determine the estimated yield of crop production in an area of I Ha. Loading data from rice crop collection shows the highest yam weight in Bulo Village with a yam weight of 5.625 kg. The average productivity of rice crop yield is 4,827 kg. The composition of the production factors that are the object of taking rice crop above needs to be changed so that there is an increase in yield. Some of the factors observed in the intake of rice crop that affect rice yield are the number of clumps, the number of seedlings, the amount of chemical fertilizers, pesticides, and the presence or absence of pest ordisease attacks.
Pengaplikasian Jarak Tanam dan Waktu Penyiangan Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung (Solanum melongena L.): Application of Plant Spacing and Weeding Time on Growth and Yield of Eggplant (Solanum melongena L.) Asmuliani R.
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 3 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i3.2965

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi jarak tanam dengan waktu penyiangan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung. Penelitian ini berlangsung dari September 2020 sampai Februari 2021 di Desa Palopo Kecamatan Marisa Kabupaten Pohuwato. Penelitian ini menggunakan Faktorial Dua Faktor dalam Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari faktor pertama berupa jarak tanam terdiri dari dua taraf yaitu jarak tanam 60 x 70 cm (J1) dan jarak tanam 60 x 80 cm (J2) dan faktor kedua berupa penyiangan terdiri dari tiga taraf yaitu tanpa penyiangan (Y0), penyiangan setiap dua minggu (Y1), dan penyiangan setiap empat minggu (Y2) diulang sebanyak tiga kali. Perlakuan J1 memberikan hasil terbaik pada parameter jumlah buah terung (1,898 buah) dan berat buah (202,019 gr). Sedangkan perlakuan Y1 memberikan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman (56,250 cm), jumlah buah (2,139 buah), dan berat buah (193,425 gr). The research aims to determine the effect of the combination of plant spacingand weeding time on the growth and yield of eggplants. This research took place from September 2020 to February 2021 in Palopo Village, Marisa District, Pohuwato Regency. This research used a two-factorial factor in randomized block design consisting of the first factor in the form of plant distance consisting of two levels, namely plant distance of 60 x 70 cm (J1) and plant spacing of 60 x 80 cm (J2) and the second factor, which was weeding with three levels, namely no weeding (Y0), weeding every two weeks (Y1), and weeding every four weeks (Y2) repeated three times. The treatment J1produced the best results on the parameters of number of eggplant fruit (1,898 fruit) and fruit weight (202,019 gr). Meanwhile, the Y1 treatment produced the best results on the parameters of plant height (56,250 cm), number of fruit (2,139 fruit) and fruit weight (194,425 gr).
Respon Baby Corn Jagung Manis (Zea mays L. Saccharata Strut) pada Berbagai Jarak Tanam dengan Waktu Penyiangan: Response of Baby Corn Sweet Corn (Zea mays L. Saccharata Strut) at Various Planting Distance With Weeding Time Asmuliani R.; Fatmawati, Fatmawati
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 2 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i2.3358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman baby corn jagung manis terhadap berbagai jarak tanam dengan waktu penyiangan. Penelitian ini berlangsung dari Oktober 2022 sampai April 2023 di Desa Palopo Kecamatan Marisa Kabupaten Pohuwato. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari perlakuan jarak tanam (70x20) cm disiangi setiap minggu (JW11); (70x20) cm disiangi setiap dua minggu (JW12); (70x30) cm disiangi setiap minggu (JW21); (70x30) cm disiangi setiap dua minggu (JW22); (70x40) cm disiangi setiap minggu (JW31); dan (70x40) cm disiangi setiap dua minggu, diulang sebanyak tiga kali sehingga menghasilkan 18 bedengan pengamatan. Perlakuan JW22 memberikan respon terbaik pada variabel pengamatan tinggi tanaman (197,667 cm); jumlah daun (9,259 helai); panjang tongkol dengan kelobot (28,181 cm); panjang tongkol tanpa kelobot (18,410 cm); diameter tongkol dengan kelobot (26,619 cm); diameter tongkol tanpa kelobot (19,371 cm); berat tongkol dengan kelobot per petak (1.451 g); dan berat tongkol tanpa kelobot per petak (847,667 g). Perlakuan JW22 memberikan pengaruh nyata untuk parameter pengamatan berat tongkol per petak baik dengan kelobot maupun tanpa kelobot. The research aims to determine the response of baby corn sweet corn plants to various planting distances and weeding times. This research took place from October 2020 to Apri 2023 in Palopo Village, Marisa District, Pohuwato Regency. This research used a Randomized Block Design consisting of treatment with plant spacing (70x20) cm weeded every week (JW11) ; (70x20) cm weeded every two weeks (JW12) ; (70x30) cm weeded every week (JW21) ; (70x30) cm weeded every two weeks (JW22) ; (70x40) cm weeded every week (JW31) ; and (70x40) cm weeded every two weeks, repeated three times to produce 18 observation beds. The JW22 treatment gave the best response to the observation variable plant height (197.667 cm) ; number of leaves (9,259 pieces) ; cob length with husk (28.181 cm); cob length without husks (18.410 cm); cob diameter with husk (26.619 cm); cob diameter without husks (19.371 cm); weight of cobs with husks per plot (1,451 g); and weight of cobs without husks per plot (847.667 g). The JW22 treatment had a real influence on the parameters for observing cob weight per plot both with and without husks.
PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS JAGUNG KETAN DENGAN JUMLAH BENIH PER LUBANG TANAM Fatmawati, Fatmawati; R., Asmuliani; Arisanto, Afif
PLANTKLOPEDIA: Jurnal Sains dan Teknologi Pertanian Vol 4 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Siddenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/plantklopedia.v4i2.1653

Abstract

This research aims to determine the growth and yield two varieties of waxy maize with number of seeds per planting hole. This research took place from December 2023 to Mei 2024 at Palopo Village, Marisa District, Pohuwato Regency, Gorontalo Province. This research used randomized block design consisting of one seed of kumala F1 variety waxy maize per planting hole (VB11) ; two seed of kumala F1 variety waxy maize per planting hole (VB12) ; one seed of rasanya F1 variety waxy maize per planting hole (VB21) ; and two seed of rasanya F1 variety waxy maize per planting hole (VB22). The treatment was repeated four time. Based on the results of the research, it was obtained that VB11 gave the best results in the observation plant height, number of leaves, and cob diameter without cornhusk. VB12 gave the best results on cob weight per plot and cob weight without cornhusk per sample. VB21 gave the best results on cob length with and without cornhusk, and cob diameter with cornhusk. VB22 gave the best results on number of cubs per plot and cob weight with cornhusk per sample.
UJI VIABILITAS BENIH PADA BEBERAPA VARIETAS PADI LOKAL GORONTALO Megasari, Ria; Rasyid, Asmuliani; Darmawan, M.; Mutia, A. Khairun
PLANTKLOPEDIA: Jurnal Sains dan Teknologi Pertanian Vol 4 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Siddenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/plantklopedia.v4i2.1662

Abstract

Paddy is the main food crop in Indonesia, including in Gorontalo Province, which has various local varieties. These varieties generally have the advantage of adapting to local environmental conditions, but sometimes they have not been scientifically tested regarding the quality of their seeds. This research aims to determine the level of seed viability of several local Gorontalo paddy varieties. This research was structured in a completely randomized design consisting of 6 treatments, namely the temo variety, maraya variety, pulo kuku variety, red pulo variety, sonu variety and ponda variety. Each treatment was repeated 3 times to obtain 18 treatment combinations. The research data were then analyzed statistically using analysis of variance (ANOVA). The results showed that the Temo variety gave the best results on seed viability in terms of germination parameters (100%) and a growth speed index of 50. Meanwhile, the Sonu variety gave the best results in terms of germination rate (1.97 days) and radicle length (9.23 cm ). And overall the local Gorontalo variety rice seeds have very good quality as seen from the seed germination capacity reaching 95 – 100%.
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) PADA BERBAGAI KOMBINASI MEDIA TANAM DAN PEMANFAATAN LIMBAH AIR TAHU R., Asmuliani; Megasari, Ria
PLANTKLOPEDIA: Jurnal Sains dan Teknologi Pertanian Vol 1 No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Siddenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/plantklopedia.v1i2.462

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh berbagai kombinasi media tanam terhadap pertumbuhan selada, untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan limbah air tahu terhadap pertumbuhan selada, dan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara berbagai kombinasi media tanam dengan pemanfaatan limbah air tahu terhadap pertumbuhan selada. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT). Faktor pertama sebagai petak utama adalah media tanam yang terdiri dari 4 taraf yaitu tanah + pupuk kandang + arang sekam (M1) ; tanah + pupuk kandang + serbuk gergaji (M2) ; tanah + pupuk kandang + cocopeat (M3) ; dan tanah + pupuk kandang + pasir (M4). Faktor kedua sebagai anak petak adalah limbah air tahu yang terdiri dari tiga taraf yaitu 0% (T0) ; 50% (T1) ; dan 100% (T2). Setiap perlakuan diulang 4 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan M3 dan memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar, dan M4 memberikan hasil terbaik pada luas daun. Perlakuan T2 memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman, berat segar dan luas daun, T0 memberikan hasil terbaik pada jumlah daun. Tidak terjadi interaksi antara media tanam dengan limbah air tahu. Kata Kunci : Limbah Air Tahu, Media Tanam, Selada ASTRACT The research aims at finding the effect of a number of growing medium combinations and the utilization of liquid waste of tofu on the growth the lettuce plants and understanding the influence of interaction among several combinations of growing mediums with the liquid waste of tofu to the growth of lettuce plants. The research employs the split-plot design (RPT). The first factor as the main plot is the growing medium consisting of four combinations of soils + manure + husk charcoal (M1) ; soil + manure + sawdust (M2) ; soil + manure + cocopeat (M3) ; and soil + manure + sand (M4). The second factor as the subplot is the liquid waste of tofu consisting of three combinations of 0% (T0) ; 50% (T1) ; dan 100% (T2). Every treatment is repeated four times. The findings of the research indicate that the M3 gives the best result to the height of the plants, the number of leaves, and the fresh weight, and the M4 gives the best result to width of the leaves. The T2 treatment gives the best result to the height of the plants, fresh weight, and the width of the leaves. The T0 gives the best result to the number of leaves. There is no interaction between the growing medium and the liquid waste of tofu. Keywords : liquid waste of tofu, growing medium, lettuce.
APLIKASI MOL BONGGOL PISANG DAN SISTEM PEMANGKASAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TOMAT (Solanum lycopersicum L.) R., Asmuliani; Megasar, Ria; Pertiwi, Erse Drawana
PLANTKLOPEDIA: Jurnal Sains dan Teknologi Pertanian Vol 2 No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Siddenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/plantklopedia.v2i1.638

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menguji respon pertumbuhan dan produksi tomat terhadap aplikasi MOL bonggol pisang dan pemangkasan. Penelitian ini berlangsung dari Oktober 2017 sampai Februari 2018 di Kebun Percobaan Universitas Pohuwato. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan faktorial dua faktor dalam rancangan acak kelompok. Faktor pertama adalah pemberian MOL bonggol pisang terdiri dari tiga taraf yaitu tanpa MOL bonggol pisang (B0), MOL bonggol pisang 50 ml/l air (B1), dan MOL bonggol pisang 100 ml/L air (B2). Faktor kedua adalah sistem pemangkasan terdiri dari tiga taraf percobaan yaitu tanpa pemangkasan (P0), pemeliharaan 1 batang (P1), dan pemeliharaan 2 batang (P2), diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan B2 memberikan hasil yang berbaik terhadap tinggi tanaman, berat buah, dan jumlah buah. Perlakuan P2 memberikan hasil yang berbaik terhadap tinggi tanaman dan berat buah. Tidak terdapat interaksi antara aplikasi MOL bonggol pisang dan sistem pemangkasan yang memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman tomat.
HUBUNGAN PEMANGKASAN DAUN DENGAN VARIETAS PADA PRODUKSI TANAMAN JAGUNG PULUT MANIS (Zea mays Ceritina Kulesh) R., Asmuliani; Pertiwi, Erse Drawana; Megasari, Ria
PLANTKLOPEDIA: Jurnal Sains dan Teknologi Pertanian Vol 2 No 2 (2022): September
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Siddenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/plantklopedia.v2i2.755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemangkasan daun dengan varietas pada pertumbuhan dan produksi tanaman jagung pulut manis. Penelitian ini berlangsung dari November 2019 sampai Februari 2020 bertempat di Desa Palopo Kecamatan Marisa Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari tanpa pemangkasan dengan varietas Kumala F1 (PV01) ; tanpa pemangkasan dengan varietas Rasanya F1 (PV02) ; pemangkasan satu helai daun dengan varietas Kumala F1 (PV11) ; pemangkasan satu helai daun dengan varietas Rasanya F1 (PV12) ; pemangkasan dua helai daun dengan varietas Kumala F1 (PV21) ; pemangkasan dua helai daun dengan varietas Rasanya F1 (PV22) ; pemangkasan tiga helai daun dengan varietas Kumala F1 (PV31) ; dan pemangkasan tiga helai daun dengan varietas Rasanya F1 (PV32), perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan PV22 memberikan hasil terbaik pada jumlah daun, panjang tongkol dan bobot per petak. Perlakuan PV22 berpengaruh nyata pada parameter panjang tongkol.