Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

HASIL TANAMAN KACANG PANJANG DENGAN PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM R., Asmuliani
PLANTKLOPEDIA: Jurnal Sains dan Teknologi Pertanian Vol 3 No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Siddenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/plantklopedia.v3i1.889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil tanaman kacang panjang pada pemberian berbagai dosis pupuk kandang ayam. Penelitian ini berlangsung dari November 2021 sampai Februari 2022 bertempat di Desa Palopo Kecamatan Marisa Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari tanpa pupuk kandang ayam (A0) ; pupuk kandang ayam 10 ton/ha atau 4 kg/bedengan (A1) ; dan pupuk kandang ayam 20 ton/ha atau 8 kg/bedengan (A2), perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan A2 memberikan rata-rata panjang tanaman tertinggi, jumlah polong terbanyak dan bobot polong tertinggi.
PUPUK KANDANG AYAM DAN JARAK TANAM UNTUK PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH R., Asmuliani; Nooyo, Irwan
PLANTKLOPEDIA: Jurnal Sains dan Teknologi Pertanian Vol 3 No 2 (2023): September
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Siddenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/plantklopedia.v3i2.1168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman kacang pada penggunaan pupuk kandang ayam dan jarak tanam. Penelitian ini berlangsung dari Januari sampai April 2020 bertempat di Desa Palopo Kecamatan Marisa Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo. Penelitian ini menggunakan factorial dua faktor dalam bentuk rancangan acak kelompok. Faktor pertama adalah pupuk kandang ayam, yang terdiri dari tanpa pupuk kandang ayam (A0) ; pupuk kandang ayam 5 ton/ha (A1) ; dan pupuk kandang ayam 10 ton/ha (A2). Faktor kedua adalah jarak tanam, yang terdiri dari jarak tanam 20 x 20 cm (J1) dan jarak tanam 30 x 20 cm (J2). Perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan A2 dan J2 memberikan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman, jumlah tangkai daun, jumlah polong, berat polong basah, dan berat 100 biji kering. Tidak terjadi interaksi antara pupuk kandang ayam dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah. This research aims to determine the growth and yield of peanut plants when using chicken manure and planting distance. This research took place from Januari to April 2020 at Palopo Village, Marisa District, Pohuwato Regency, Gorontalo Province. This reserach used a two factor factorial design in the form of randomized block design. The first factor is chiken manure, which consists of no chicken manure (A0) ; chicken manure 5 tons/ha (A1); and chicken manure 10 tons/ha (A2). The second factor is the plant distance, which consists of a plant distance of 20 x 20 cm (J1) and a plant distance of 30 x 20 cm (J2). The treatment was repeated three times. The results showed that the A2 and J2 gave the best result in terms of plant height, number of leaf stalks, number of pods, wet pod weight and dry weight of 100 seeds. There was no interaction between chicken manure and planting distance on the growth and yield of peanut plants.
Uji Invigorasi Benih Terung (Solanum melongena L.) yang Sudah dan Belum Kadaluarsa: Invigoration Test of Expired and Unexpired Eggplant Seeds (Solanum melongena L.) Fatmawati, Fatmawati; Asmuliani R
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 2 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i2.6075

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh invigorasi benih terung yang sudah dan belum kadaluarsa. Penelitian berlangsung dari Agustus sampai Desember 2024 di Laboratorium Terpadu FPIP UNIPO. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok terdiri dari sepuluh taraf yaitu benih kadaluarsa direndam akuades (BK0), benih kadaluarsa direndam auksin 2 ml per 1000 ml air (BK1), benih kadaluarsa direndam auksin 4 ml per 1000 ml air (BK2), benih kadaluarsa direndam giberelin 2 ml per 1000 ml air (BK3), benih kadaluarsa direndam giberelin 4 ml per 1000 ml air (BK4), benih baru direndam akuades (BB0), benih baru direndam auksin 2 ml per 1000 ml air (BB1), benih baru direndam auksin 4 ml per 1000 ml air (BB2), benih baru direndam giberelin 2 ml per 1000 ml air (BB3), dan benih baru direndam giberelin 4 ml per 1000 ml air (BB4). Diulang sebanyak tiga kali. Perlakuan BK1 memberikan hasil terbaik pada parameter pengamatan daya kecambah 100%, indeks kecepatan pertumbuhan 4,603, kecepatan tumbuh 1,786%, keserempakan tumbuh 100%. Perlakuan BK2 memberikan hasil terbaik pada parameter pengamatan panjang plumula 3,270 cm dan panjang kecambah 9,587 cm. Perlakuan BB1 memberikan hasil terbaik pada parameter pengamatan laju perkecambahan 8,240 hari. Perlakuan BB3 memberikan hasil terbaik pada parameter pengamatan indeks vigor 17,453%. Perlakuan BB2 memberikan hasil terbaik pada parameter pengamatan panjang radikula 9,287 cm. This research aimed to determine the effect of seed invigoration of eggplant seeds, both expired and unexpired seeds. This research used a randomized block design consisting of ten treatment levels, namely expired seeds soaked in distilled water (BK0), expired seeds soaked in 2 ml auxin per 1000 ml water (BK1), expired seeds soaked in 4 ml auxin per 1000 ml water (BK2,, expired seeds soaked in 2 ml gibberellin per 1000 ml water (BK3), expired seeds soaked in 4 ml gibberellin per 1000 ml water (BK4), new seeds soaked in distilled water (BB0), new seeds are soaked in 2 ml auxin per 1000 ml water (BB1), new seeds soaked in 4 ml auxin (BB2), new seeds soaked in 2 ml gibberellin per 1000 ml water (BB3), and new seeds are soaked in 4 ml gibberellin per 1000 ml water (BB4). Repeated three times. BK1 treatment gave the best results on the observation variable 100% germination, growth speed index 4.603, growth speed 1,786%, and simultaneity grows 100%. The BK2 treatment gave the best results for the observed variable plumule length of 3,270 cm and sprout length of 9,587 cm. BB1 treatment gave the best results on the germination rate observation variable of 8,240 days. BB3 treatment gave the best results on the vigor index observation variable of 17,453%. BB2 treatment gave the best results on the observation variable of radicle length of 9,287 cm.
Respon Baby Corn Jagung Manis (Zea mays L. Saccharata Strut) pada Berbagai Jarak Tanam dengan Waktu Penyiangan: Response of Baby Corn Sweet Corn (Zea mays L. Saccharata Strut) at Various Planting Distance With Weeding Time Asmuliani R.; Fatmawati, Fatmawati
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 2 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i2.3358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman baby corn jagung manis terhadap berbagai jarak tanam dengan waktu penyiangan. Penelitian ini berlangsung dari Oktober 2022 sampai April 2023 di Desa Palopo Kecamatan Marisa Kabupaten Pohuwato. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari perlakuan jarak tanam (70x20) cm disiangi setiap minggu (JW11); (70x20) cm disiangi setiap dua minggu (JW12); (70x30) cm disiangi setiap minggu (JW21); (70x30) cm disiangi setiap dua minggu (JW22); (70x40) cm disiangi setiap minggu (JW31); dan (70x40) cm disiangi setiap dua minggu, diulang sebanyak tiga kali sehingga menghasilkan 18 bedengan pengamatan. Perlakuan JW22 memberikan respon terbaik pada variabel pengamatan tinggi tanaman (197,667 cm); jumlah daun (9,259 helai); panjang tongkol dengan kelobot (28,181 cm); panjang tongkol tanpa kelobot (18,410 cm); diameter tongkol dengan kelobot (26,619 cm); diameter tongkol tanpa kelobot (19,371 cm); berat tongkol dengan kelobot per petak (1.451 g); dan berat tongkol tanpa kelobot per petak (847,667 g). Perlakuan JW22 memberikan pengaruh nyata untuk parameter pengamatan berat tongkol per petak baik dengan kelobot maupun tanpa kelobot. The research aims to determine the response of baby corn sweet corn plants to various planting distances and weeding times. This research took place from October 2020 to Apri 2023 in Palopo Village, Marisa District, Pohuwato Regency. This research used a Randomized Block Design consisting of treatment with plant spacing (70x20) cm weeded every week (JW11) ; (70x20) cm weeded every two weeks (JW12) ; (70x30) cm weeded every week (JW21) ; (70x30) cm weeded every two weeks (JW22) ; (70x40) cm weeded every week (JW31) ; and (70x40) cm weeded every two weeks, repeated three times to produce 18 observation beds. The JW22 treatment gave the best response to the observation variable plant height (197.667 cm) ; number of leaves (9,259 pieces) ; cob length with husk (28.181 cm); cob length without husks (18.410 cm); cob diameter with husk (26.619 cm); cob diameter without husks (19.371 cm); weight of cobs with husks per plot (1,451 g); and weight of cobs without husks per plot (847.667 g). The JW22 treatment had a real influence on the parameters for observing cob weight per plot both with and without husks.
Respon Tiga Varietas Kacang Panjang Terhadap Pemberian Pupuk Kandang Ayam dan Burung Walet: Response of Three Yardlong Bean Varieties to the Application of Chicken Manure and Swiftlet Droppings Asmuliani R; Yulan Ismail
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 3 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i3.6715

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan pemberian pupuk organik pada berbagai varietas kacang panjang. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan rancangan acak kelompok terdiri atas enam taraf perlakuan yaitu pupuk kandang ayam dan varietas kanton tavi (V11) ; pupuk kandang burung walet dan varietas kanton tavi (V12) ; pupuk kandang ayam dan varietas pertiwi (V21) ; pupuk kandang burung walet dan varietas pertiwi (V22) ; pupuk kandang ayam dan varietas persada (V31) ; dan pupuk kandang burung walet dan varietas persada (V32). Perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan 5 unit sehingga menghasilkan 90 polybag pengamatan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa perlakuan V31 memberikan hasil terbaik pada parameter pengamatan panjang tanaman (206,381 cm), jumlah daun (2,685 helai pada umur 14 HST dan 5,683 helai pada umur 21 HST), dan panjang buah kacang panjang (56,207 cm). Perlakuan V12 memberikan hasil terbaik pada parameter pengamatan jumlah daun 28 HST (8,529 helai), jumlah buah (6,889 buah per polybag) dan berat buah kacang panjang (180,804 g per polybag). This study aims to determine the utilization of organic fertilizer application on various yardlong bean varieties. The experiment was designed using a randomized complete block design consisting of six treatment levels: chicken manure with the Kanton Tavi variety (V11); swiftlet droppings with the Kanton Tavi variety (V12); chicken manure with the Pertiwi variety (V21); swiftlet droppings with the Pertiwi variety (V22); chicken manure with the Persada variety (V31); and swiftlet droppings with the Persada variety (V32). Each treatment was replicated three times with five units per replication, resulting in a total of 90 observation polybags. Based on the results, the V31 treatment produced the best outcomes in the parameters of plant height (206,382 cm), number of leaves (2,685 leaves at 14 days after planting (DAP) and 5,683 leaves at 21 DAP), and pod length (56,207 cm). The V12 treatment yielded the best results in the number of leaves at 28 DAP (8,529 leaves), number of pods (6,889 pods), and pod weight (180,804 g).
Hasil Tanaman Seledri (Apium graveolens L.) dengan Kombinasi Media Tanam dan Pupuk Organik Cair: Results of Celery (Apium graveolens L.) with Combination of Planting Media And Organic Liquid Fertilizer Erse Drawana P; R., Asmuliani
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 10 No. 1 (2022): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v10i1.1640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil tanaman seledri dengan kombinasi media tanam dan pupuk organik cair. Penelitian ini dilaksanakan ±4 bulan mulai dari bulan September sampai Desember 2021 bertempat di Desa Palopo Kecamatan Marisa Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo. Penelitian ini menggunakan Rancangan Faktorial Dua Faktor dalam Rancangan Acak Kelompok dengan faktor pertama kombinasi media tanam terdiri dari dua taraf yaitu tanah + pupuk kandang + sekam bakar (m1) dan tanah + pupuk kandang + pasir (m2) dan faktor kedua pupuk organik cair (POC) terdiri dari empat taraf yaitu kontrol (p0); konsentrasi POC 3 ml / 1 liter air (p1); konsentrasi POC 5 ml / 1 liter air (p2) dan konsentrasi POC 7 ml / 1 liter air (p3). Perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 24 unit polibag pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan m2 memberikan hasil terbaik pada rata-rata tinggi tanaman yaitu 24,50 cm dan bobot segar dengan nilai rata-rata 53,83 gram/tanaman. This study aims to determine the yield of celery with a combination of planting media and liquid organic fertilizer. This research was carried out for ± 4 months starting from September to December 2021 at Palopo Village, Marisa District, Pohuwato Regency, Gorontalo Province. This study used a two-factor factorial design in a randomized block design with the first factor being a combination of planting media consisting of two levels, namely soil + manure + burnt husk (m1) and soil + manure + sand (m2) and the second factor was liquid organic fertilizer (POC). ) consists of four levels, namely control (p0); POC concentration 3 ml/1 liter of water (p1); POC concentration of 5 ml/1 liter of water (p2) and POC concentration of 7 ml/1 liter of water (p3). The treatment was repeated three times so that there were 24 observation polybag units. The results showed that the m2 treatment gave the best results at an average plant height of 24.50 cm and fresh weight with an average value of 53.83 grams/plant.