Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Action on health screening and education to disseminate and improve the health status of the elderly Widiyanti, Septi; Fibrila, Firda; Herlina, Herlina; Ridwan, M; Lestari, Gangsar Indah; Puspitaningrum, Elisa Murti
Indonesian Journal of Community Services Cel Vol. 3 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Services Cel
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70110/ijcsc.v3i1.57

Abstract

Indonesia has an alarming trend where from year to year the prevalence of degenerative diseases continues to increase, especially in the elderly. This condition is further exacerbated by the number of elderly people in Indonesia reaching 10.48% in proportion to 1 elderly person supported by the productive age population. In addition, there are still many elderly people who are vulnerable due to a lack of preparation both financially and non-financially. The implementation of this health screening action aims to stimulate the growth of disease prevention behavior in old age through education and disease screening activities. The methods used are counseling and health checks. As a result of this activity, 24 elderly people voluntarily participated in health screening. The health condition of the elderly in neighborhood V of Margodadi Village, South Metro District was identified. As many as 95.8% of the elderly are in an unhealthy condition. At least they have 1 problematic health indicator including BMI status, blood pressure, temporary blood glucose value, and uric acid. With details: hypertension 75% (18 elderly), high uric acid levels, 41.6% (10 elderly), and there is 1 elderly who has a malnutrition status based on BMI. It is important to provide assistance, especially for the elderly who are malnourished, to pay attention to food consumption that meets balanced nutritional standards. If possible, provide additional food such as mung bean porridge or other types and do physical activity to increase the metabolism of the elderly body which can support to improve the quality of life.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN STATUS GIZI IBU HAMIL DI PUSKESMAS TANJUNG PINANG KOTA JAMBI Puspitaningrum, Elisa Murti
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 1 No. 1 (2017): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v1i1.53

Abstract

AbstrakKekurangan energi kronik (KEK) merupakan salah satu masalah status gizi pada ibu hamil. Jumlah ibu hamil yang menderita KEK di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun 2007 sampai 2013, yaitu sebesar 15,7%. Data di Puskesmas Tanjung Pinang pada tahun 2015 terdapat 6,60% ibu hamil yang menderita KEK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan status gizi pada ibu hamil di Puskesmas Tanjung Pinang Kota Jambi tahun 2016. Penelitian ini bersifat deskriptif korelasi dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang memeriksakan kehamilan di Puskesmas Tanjung Pinang tahun 2016. Sampel berjumlah 62 responden dengan teknik Quota sampling. Pengumpulan data menggunakan data primer dan analisis data menggunakan Chi Square dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki status gizi baik yaitu 51 ibu hamil (82,3%) dan minoritas responden yang memiliki status gizi kurang yaitu 11 ibu hamil. Pengetahuan tentang gizi pada ibu hamil, 31 responden (50%) memiliki pengetahuan baik. Berdasarkan uji Chi Square, ada hubungan pengetahuan dengan status gizi ibu hamil di Puskesmas Tanjung Pinang Kota Jambi. (p = 0,00). Kata kunci : status gizi, pengetahuan, kekurangan energi kronik, gizi ibu hamil  AbstractChronic energy deficiency is one of the problem of nutrition status in pregnant women. The number of pregnant women who suffered from chronic energy deficiency in Indonesia had increased from 2007 until 2013, that amounted to 15,7%. Data of Tanjung Pinang Health Center 2015 showed that there are 6,60% of pregnant women suffering from chronic energy deficiency. The purpose of this study was to determine the correlation between knowledge and nutrition statusof pregnant woman in Tanjung Pinang Primary Health Center by 2016. This reseach used descriptive correlation study with cross sectional design. The population of study was pregnant women who visited Tanjung Pinang Health Center during 2016. There were 62 respondents employed as the sample with Quota Sampling technique. This study used primary data in data collection and Chi Square Test in data analysis with the result α = 0.05. The results of study indicated that 51 respondents (82,3%) having good nutrition status while the other 11 respondents were in contrast. In accordance with knowledge level, 31 respondents (50%) having good knowledge. Based on Chi Square test there was a correlation between knowledge and pregnant women’s nutrition status in Tanjung Pinang Health Center of Jambi City (p = 0,00).  Keywords: nutrition status, knowledge, chronic energy deficiency, nutrition of pregnant women
Karakteristik Ibu Bersalin dengan Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RSIA Annisa Kota Jambi Tahun 2022 Elisa Murti Puspitaningrum; Putri, Kristy Mellya Putri; Putri Dewi Anggraini
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan bayi risiko tinggi karena mempunyai kesakitan dan kematian lebih besar yang dikaitkan dengan kelahiran dan penyesuaian setelah lahir. Penyebab BBLR yaitu kurang gizi saat hamil, riwayat melahirkan prematur, usia kehamilan yang belum cukup bulan. Berdasarkan survey awal diperoleh bahwa 5 ibu yang melahirkan BBLR diperoleh 2 orang yang memiliki anak <3, 1 orang memiliki jarak kehamilan <2th, 2 orang lahir dengan umur kehamilan <37 minggu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik ibu bersalin dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di RSIA Annisa Kota Jambi bula. Jenis penelitian bersifat retrospektif. Jumlah sampel 31 responden, dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar ceklis dan dianalisis secara univariat. Sebagian besar usia responden resiko tinggi, yaitu 19 (54.3%), paritas responden resiko rendah, yaitu 24 (68.6%), jarak kehamilan responden resiko rendah, yaitu 21 (60%), usia kehamilan responden resiko tinggi, yaitu 25 (71,4%) dan sebagian besar mengalami BBLR, yaitu 30 (85,7%). Diharapkan RSIA Annisa untuk lebih meningkatkan kegiatan promosi sejak awal kehamilan untuk mencegah ternjadinya BBLR dan mengajarkan perawatan bayi BBLR di rumah.
ANALISIS FAKTOR RISIKO INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BAYI USIA 6–12 BULAN DI PUSKESMAS KARANGREJO KOTA METRO Puspitaningrum, Elisa Murti; Aghniya, Rofana; Lestari, Gangsar Indah
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v5i1.1966

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada bayi, khususnya pada kelompok usia 6–12 bulan. Kejadian ISPA dipengaruhi oleh berbagai faktor individu dan lingkungan, antara lain riwayat imunisasi, status gizi, dan paparan asap rokok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan riwayat imunisasi, status gizi, dan paparan asap rokok dengan kejadian ISPA pada bayi usia 6–12 bulan di Puskesmas Karangrejo. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Populasi penelitian meliputi seluruh bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Karangrejo sebanyak 66 responden, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juli–Agustus 2025 menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat imunisasi dan kejadian ISPA (p-value = 0,023), serta antara paparan asap rokok dan kejadian ISPA (p-value = 0,04). Sebaliknya, status gizi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian ISPA (p-value = 0,44). Dapat disimpulkan bahwa riwayat imunisasi dan paparan asap rokok merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada bayi usia 6–12 bulan, sementara status gizi tidak berhubungan secara bermakna. Oleh karena itu, penguatan cakupan imunisasi dasar lengkap dan upaya pencegahan paparan asap rokok di lingkungan rumah perlu ditingkatkan sebagai strategi pencegahan ISPA pada bayi.