Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Mining Insight

Analisis Kualitas Air Terkait Potensi Air Asam Tambang pada Bekas Pit Penambangan Batubara Kabupaten Barru Yusuf, Firman Nullah; Budiman, Agus Ardianto; Urfiana, Iftah
Jurnal of Mining Insight Vol 3 No 2 (2025): Journal of Mining Insight
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jmi.v3i2.295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air pada bekas pit tambang batubara di Desa Jangan-Jangan, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, guna mengidentifikasi potensi terbentuknya air asam tambang (AAT). Pengujian dilakukan terhadap parameter pH, TSS, TDS, DO, BOD, COD, serta kandungan logam Fe, Mn, dan Al menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai TSS, TDS, DO, Fe, Mn, dan Al masih berada di bawah ambang batas baku mutu sesuai PP RI No. 22 Tahun 2021. Namun, parameter BOD, COD, dan pH melebihi batas yang ditentukan. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya potensi sedang terbentuknya AAT, karena tingginya nilai BOD dan COD mencerminkan kebutuhan oksigen yang besar untuk menguraikan zat organik yang pada prosesnya menghasilkan asam sulfat dan senyawa asam lainnya yang dapat menurunkan pH air. Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan berkala dan upaya pengelolaan kualitas air pada kolam bekas tambang batubara untuk mencegah dampak lingkungan yang lebih serius
Studi Perbandingan Bahan Penetral Air Asam Tambang pada PT Pasir Walannae Desa Massenrengpulu Kecamatan Lamuru Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan Nurwaskito, Arif; Budiman, Agus Ardianto; Triono, Laode Muhammad Agus
Jurnal of Mining Insight Vol 3 No 3 (2025): Journal of Mining Insight
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jmi.v3i3.305

Abstract

Air asam tambang (AAT) merupakan permasalahan utama pada kegiatan pertambangan batubara yang ditandai dengan nilai pH rendah dan kandungan logam berat tinggi, seperti Fe, Mn, dan Al, yang berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dua bahan penetral, yaitu kapur tohor (CaO) dan abu soda (Na₂CO₃), dalam menetralkan air asam tambang pada skala laboratorium. Sampel air diambil dari tiga titik settling pond di area tambang PT Pasir Walannae, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Pengujian dilakukan dengan variasi dosis bahan penetral sebesar 0,5 g, 1 g, dan 1,5 g per 500 ml air asam tambang, kemudian diukur perubahan pH setiap hari selama lima hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua bahan mampu menaikkan pH air hingga mencapai kisaran 6–7 yang sesuai dengan baku mutu lingkungan (pH 6–9). Namun, kapur tohor menghasilkan kenaikan pH rata-rata yang lebih tinggi (4,73; 4,63; dan 4,65) dibandingkan abu soda (4,61; 4,61; dan 4,61). Dengan demikian, kapur tohor dinyatakan lebih efektif dibandingkan abu soda dalam menetralkan air asam tambang. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengelolaan lingkungan tambang dengan pendekatan kimiawi yang efisien, ekonomis, dan sesuai dengan standar nasional pengolahan limbah tambang.