Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH

MODAL SOSIAL SEBAGAI PENDUKUNG PROSES INTEGRASI SOSIAL MASYARAKAT MULTIKULTURAL DI DESA SURO BALI KECAMATAN UJAN MAS KABUPATEN KEPAHIANG puspitasari, ni made anggraeni; yunilisiah, yunilisiah; permata, sri putri; bangsu, tamrin; adhrianti, lisa
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.3459

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Modal Sosial Sebagai Pendukung Proses Integrasi Sosial Masyarakat Multikultural di Desa Suro Bali Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang. Kuatnya peran modal sosial melalui kepercayaan, nilai dan norma sosial serta jaringan ini tentu sangat penting dalam berkembangnya hubungan sosial untuk proses penyesuaian dan penyatuan unsur kebudayaan berbeda masyarakat multikultural, sehingga terciptanya kehidupan masyarakat harmonis. Metode penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif, informan pada penelitian terdiri dari perangkat desa, masyarakat desa, sesepuh/tokoh masyarakat dan tokoh agama. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa social bounding (perekat sosial), social bridging (jembatan sosial), dan social linking (hubungan/jaringan sosial) merupakan aspek modal sosial untuk mendukung proses integrasi sosial di Desa Suro Bali agar terjalannya nilai dan norma sosial secara konsisten, membangun kekuatan atas kelemahan dengan memperkaya kepercayaan serta terjalinnya jaringan dan relasi sehingga terciptanya kesepakatan disetiap masyarakatnya. Adanya proses integrasi sosial atau penyatuan dan penyesuaian unsur berbeda diantara masyarakat multikultural dan didukung oleh modal sosial membuat desa ini memiliki masyarakat yang saling menjaga, melindungi, menghargai dan menghormati serta memiliki rasa toleransi tinggi antara satu dengan lainnya, membuat proses penyatuan dan penyesuaian unsur ini berjalan dengan baik tanpa adanya paksaan dari pihak manapun
BENTUK INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT MULTIKULTURAL DALAM MENINGKATKAN KEBERFUNGSIAN SOSIAL DI DESA RAMA AGUNG KABUPATEN BENGKULU UTARA Anggreani, Rita; Yunilisiah, Yunilisiah; Suminar, Panji; Permata, Sri Putri; Munandar, Aries
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4177

Abstract

Harmonisasi yang ada di Desa Rama Agung tidak lepas dari kuatnya rasa toleransi, saling mendukung dan tidak mengganggu agama atau budaya yang dimiliki masyarakat lain. Hal ini terjadi karena terciptanya interaksi sosial positif didalamnya yang meliputi asosiatif atau bentuk penyatuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Bentuk Interaksi Sosial Masyarakat Multikultural dalam Meningkatkan Keberfungsian Sosial di Desa Rama Agung Kabupaten Bengkulu Utara. Terciptanya harmonisasi sosial di desa ini karena adanya interaksi sosial yang saling menguntungkan antar masyarakatnya mulai dari sikap toleransi, saling mendukung, dan saling menjaga di tengah keberagaman. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan informan yang terdiri dari kepala desa, kepala dusun, tokoh agama, tokoh masyarakat serta masyarakat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk interaksi sosial asosiatif (penyatuan) yakni kerjasama berupa tolong menolong dalam suka maupun duka, akulturasi (percampuran budaya) berupa kuliner dan bahasa, asimilasi (percampuran budaya yang membentuk kebudayaan baru) berupa pernikahan beda agama dalam satu keluarga, serta akomodasi (penyesuaian diri) yang sudah berjalan dengan baik. Bentuk interaksi sosial disosiatif (pemisahan) berupa persaingan terjadi dalam bentuk positif berupa kompetisi, kontravensi (ketidaksepakatan) terjadi hanya dalam forum diskusi yang tidak menimbulkan perpecahan serta konflik yang tidak pernah terjadi di desa ini. Hal ini dikarenakan pemerintah desa mempunyai wadah dalam memediasi konflik yakni FPUB (Forum Perwakilan Umat Beragama).