Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Tanaman Obat Sebagai Feed Additive Dalam Ransum Terhadap Performa dan Organ Pencernaan Ayam Pedaging Amir, Yurni Sari; Noor, Prima Silvia; Sujatmiko; Fati, Nelzi; Malvin, Toni
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 3 No. 2 (2020): August
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.319 KB) | DOI: 10.32530/jlah.v3i2.272

Abstract

Penelitian broiler dengan pemberian tanaman obat sebagai feed additive dalam ransum berupa tepung daun salam, daun pepaya, daun jambu biji dan tepung daun miana untuk melihat pengaruhnya terhadap performa broiler. Penelitian dilakukan selama 2 bulan yang dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Pakan Ternak dan di kandang broiler Laboratorium Produksi Ternak. Broiler yang digunakan 100 ekor umur satu hari. Pakan yang diberikan ransum adukan yang terdiri dari jagung, bungkil kedele, tepung ikan, tepung mie, minyak, top mix. Perlakuan yang diberikan adalah daun salam (Eugenia polyantha Wight), daun pepaya (Carica papaya Linn), daun jambu biji (Psidium Guava L)  dan  daun miana (Coleus scutellarioides) yang dijadikan tepung. Rancangan yang digunakan adalah  RAL, dengan  5 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu ransum adukan 100% sebagai kontrol (A), penambahan 0,5% tepung daun salam pada ransum adukan (B), penambahan 0,5% tepung daun pepaya pada ransum adukan (C), penambahan 0,5% tepung daun jambu biji pada ransum adukan (D) dan penambahan 0,5% tepung daun miana pada ransum adukan (E). Parameter penelitian adalah menghitung konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Hasil penelitian didapatkan bahwa tanaman obat sebagai feed additive dalam ransum memberikan pengaruh yang  tidak berbeda nyata (P besar dari 0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum.
Identifikasi Ancylostoma spp., dan Trichuris spp. pada Anjing Pemburu di Kenagarian Sungai Kamuyang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Limapuluh Kota, Sumatra Barat Putri, Ilviga Anggraini; Noor, Prima Silvia; Zelpina, Engki; Sujatmiko, Sujatmiko
Media Kedokteran Hewan Vol. 32 No. 3 (2021): Media Kedokteran Hewan
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mkh.v32i3.2021.131-136

Abstract

Anjing (Canis familiaris) adalah hewan yang sangat dekat berinteraksi dengan manusia.  Selain sebagai hewan kesayangan anjing juga sering dimanfaatkan sebagai hewan pemburu. Salah satu penyakit parasitik yang sering menjadi permasalahan pada anjing pemburu adalah penyakit cacingan yang disebabkan oleh nematoda saluran pencernaan (gastrointestinal nematodes) yaitu Ancylostoma spp. dan Trichuris spp. yang dapat menyebabkan ancylostomiasis dan trichuriasis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui infeksi Ancylostoma spp. dan Trichuris spp. serta prevalensi pada anjing pemburu. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang dilakukan secara cross sectional. Sampel yang diambil sebanyak 50 feses anjing pemburu dan diperiksa menggunakan metode uji apung. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa 31 sampel feses anjing pemburu  positif terinfeksi oleh nematoda dengan prevalensi 62% yang terdiri dari Ancylostoma spp. 52%,  Trichuris spp. 6% dan infeksi ganda (Ancylostoma spp. dan Trichuris spp) sebesar 2%. 
Introduction of Forage Feed Processing Technology for Cows in the Damang Saiyo Farmer Group Amir, Yurni Sari; Zelpina, Engki; Lefiana, Delli; Noor, Prima Silvia; Sujatmiko, Sujatmiko; Siregar, Ramond; Lutfi, Ulva Mohtar; Syamil, Muhammad; Rahim, Alhafid Septia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 3 No. 11 (2024): November 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v3i11.11586

Abstract

The Damang Saiyo Farmer Group is one of the farmer groups located in Batu Balang Village, Harau District, Lima Puluh Kota Regency. This group is quite active, especially in the agricultural sector. Most of the group members are active in agriculture, such as planting rice and gardening. However, there are also group members who raise livestock such as cows. Raising cattle for group members is a side activity and as family savings. Supporting natural resources such as empty land, fertile soil and easy access to green fodder in the form of grass and agricultural waste are supporting factors for raising cattle. The problems found in the Damang Saiyo Farmer Group are the lack of community knowledge about green fodder and never having processed green fodder from agricultural waste such as straw. So far, straw has not been optimally utilized as cattle feed.
Kualitas Telur Ayam yang Diberi Imbuhan Infusa Daun Tapak Liman dan Daun Sirsak dalam Air Minumnya Amir, Yurni Sari; Zelpina, Engki; Sujatmiko, Sujatmiko; Lefiana, Delli; Noor, Prima Silvia; Siregar, Ramond; Lutvi, Ulva Mohtar; Gelagar, Ario Ridho; Yuska, Dian Aulia Tri
Jurnal Veteriner Vol. 27 No. 1 (2026)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/

Abstract

Telur merupakan salah satu pangan sumber protein hewani yang disukai masyarakat pada semua kalangan usia. Produksi telur ini akan selalu meningkat untuk memenuhi kebutuhan manusia. Pemberian pakan tambahan (feed supplement) dan pakan imbuhan (feed additive) pada pakan ayam dilakukan untuk meningkatkan produksi telur. Hal yang perlu diperhatikan pada produksi telur adalah kualitas telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas telur ayam dengan suplementasi infusa daun tapak (Elepanthopus scaber L) dan daun sirsak (Annona muricata L) dalam air minum. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan dan Penyakit Hewan, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, dengan telur ayam yang digunakan sebanyak 36 butir, diproduksi dari ayam petelur berumur 80 minggu.Umur telur yang digunakan adalah berkisar antara ayam 1-7 hari. Perlakuan pada ayam petelur adalah penambahan infusa daun tapak liman, infusa daun sirsak dan keduanya ke dalam air minum. Ransum yang diberikan terdiri atas dedak padi, jagung giling, bungkil kedelai, kosentrat untuk ayam petelur (layer) dan mineral. Rancangan yang digunakan adalah RAL dengan enam perlakuan dan enam ulangan. Perlakuannya antara lain: A = infusa tapak liman 2% dalam air minum, B = infusa daun sirsak 2% dalam air minum, C = infusa daun sirsak 1% dan tapak liman 1% dalam air minum, D = infusa daun sirsak 1% dalam air minum, E = infusa tapak liman 1% dalam air minum dan F = kontrol (tanpa pemberian infusa pada air minum. Hasil penelitian didapatkan suplementasi infusa daun tapak liman (E. scaber L) dan daun sirsak (A. muricata L) dalam air minum sampai dengan kadar 2% tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P>0,05) terhadap indeks putih telur, indeks kuning telur, haugh unit dan warna kuning telur, dan suplementasi ini kurang memengaruhi kualitas telur ayam.