Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KAJIAN PENYUSUNAN UKL/UPL PEMATANGAN BUKIT/PENGERUKAN WILAYAH UNTUK PENATAAN KAWASAN SIAP BANGUN (KASIBA) DI WILAYAH I (KEC. PANGURURAN, KEC. SIMANINDO, KEC. RONGGUR NIHUTA) Sinurat, Windo; Sitohang, Andar; Silitonga, Manaor
ATDS Saintech Journal of Engineering Vol. 4 No. 1 (2023): Edisi Juni
Publisher : Akademi Teknik Deli Serdang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Kabupaten Samosir yang terdiri dari dataran dan perbukitan, dimana sumber mata pencaharian sebagian besar penduduk adalah sector pertanian. Dengan kondisi tersebut di lakukan pematangan lahan atau pengerukan di wilayah sirundi kecamatan simanindo. Dikarenakan pematangan lahan akan berdampak pada lingkungan hidup maka perlu di buat Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL UPL). Metode penelitian di lakukan dengan observasi dan evaluasi yang kemudian menganalisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah Dampak yg muncul akibat pematangan lahan yaitu kesempatan kerja, Penurunan kualitas hidup yaitu polusi, kebisingan, kepadatan lalu lintas dan limbah air maupun sampah dan akan di tangani dengan penyiraman berkala, pemantaun lalu lintas dan mobilisasi alat berat akan di lakukan di saat lalu lintas tidak sibuk dan akan di lakukan pemantaun pembuangan limba secara berkala. Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi rencana Pematangan lahan atau pengerukan di Sirundi Desa Maduma Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir. Pematangan lahan berada di Sirundi Desa Maduma Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir Luas lahan : 745 m2 Volume kerukan : 1.290 m3
ANALISIS KUALITAS PULP DENGAN EMPAT METODE TERHADAP JUMLAH PRODUK CACAT PT. QMX Siahaan, Eka Febriyanti; Silitonga, Manaor; Gultom, Josua Alexander; Sinurat, Windo
ATDS Saintech Journal of Engineering Vol. 6 No. 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Akademi Teknik Deli Serdang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki sumber kecacatan produk di PT. QMX dengan tujuan meningkatkan produktivitas dengan mengurangi produk cacat dengan menerapkan prosedur produksi standar (SOP) yang ketat. Produk cacat berulang menyebabkan pemborosan biaya dan penurunan efisiensi produksi. Analisis kuantitatif deskriptif digunakan sebagai alat bantu Check Sheet, Diagram Pareto, Diagram Kendali p (p-chart), dan Diagram Fishbone. Tingkat kecacatan masih di luar batas kendali, dengan 131.811 ton produk yang rusak berjumlah 2.758 ton dari Januari hingga Oktober 2023, menurut hasil analisis p-chart. Menurut Diagram Fishbone, dua penyebab utama kecacatan yang berdampak pada gangguan mesin adalah kurangnya komunikasi dan kejenuhan kerja. Check Sheet mencatat pola kecacatan tiap bulan, sementara Diagram Pareto mengungkap bahwa 20% faktor dominan menyumbang 80% total kecacatan. Dengan Identifikasi faktor utama ini memungkinkan perusahaan untuk segera mengambil langkah perbaikan guna meningkatkan kualitas produksi.
EVALUASI STABILITAS PROSES PRODUKSI GLISERIN BERBASIS STATISTICAL PROCESS CONTROL MENGGUNAKAN PETA KENDALI X̄ DAN R Gultom, Josua Alexander; Sinurat, Windo; Silitonga, Manaor
ATDS Saintech Journal of Engineering Vol. 6 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Akademi Teknik Deli Serdang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengevaluasi stabilitas proses produksi gliserin secara statistik menggunakan pendekatan Statistical Process Control (SPC) dengan fokus pada tiga karakteristik kualitas kritis (CTQ), yaitu kadar kemurnian gliserin, viskositas, dan kandungan air. Method: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif–deskriptif analitik berbasis SPC. Data sekunder berupa hasil pengujian laboratorium harian selama 30 hari operasional dianalisis dengan pengelompokan subgrup rasional berukuran lima sampel (n = 5). Evaluasi kestabilan proses dilakukan menggunakan peta kendali X̄ dan R dengan batas kendali ±3 standar deviasi. Result: Hasil analisis menunjukkan bahwa proses produksi gliserin belum terkendali secara statistik. Peta kendali X̄ pada seluruh parameter CTQ mengindikasikan keberadaan variasi penyebab khusus, dengan kandungan air sebagai parameter yang paling tidak stabil dan berdampak pada fluktuasi kemurnian serta viskositas. Peta kendali R menunjukkan bahwa variabilitas dalam subgrup relatif stabil, sehingga permasalahan utama terletak pada pergeseran rata-rata proses antar waktu. Pengendalian kualitas berbasis inspeksi akhir produk tidak cukup untuk menjamin konsistensi kualitas gliserin. Penerapan SPC terbukti efektif sebagai alat evaluasi stabilitas proses dan berpotensi digunakan sebagai sistem peringatan dini untuk mendukung peningkatan kualitas dan efisiensi proses produksi secara berkelanjutan.