Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENCEGAHAN DAN PENANGANAN ANTI KEKERASAN SEKSUAL DI KALANGAN SISWA SMA Lestarini, Niken; Hujiono, Singkir; Mufanti, Restu; Mustikawati, Diyah Atiek
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v9i1.9888

Abstract

Kekerasan seksual adalah salah satu masalah serius yang mempengaruhi banyak remaja diseluruh dunia, termasuk di Indonesia. Remaja SMA adalah kelompok yang rentan terhadap jeniskekerasan ini karena sedang mengalami masa transisi ke dewasa, di mana pengetahuan merekatentang seksualitas dan hak mereka seringkali masih terbatas. Pencegahan kekerasan seksualmerupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, termasukpemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, dan individu. Kasus-kasus kekerasan seksual dikalangan pelajar menjadi permasalahan utama terutama ketika hal itu terjadi di lingkungansekolah, keluarga, dan lainnya, tidak jarang kasus kekerasan seksual yang terjadi menyebabkantrauma bagi yang mengalaminya. metode yang akan digunakan meliputi: tahap Persiapan, tahapini merupakan tahap awal yaitu sosialisasi awal tentang pemahaman kekerasan seksual dandampaknya pada siswa, tahap Pelaksanaan kegiatan dengan menggunakan metode ceramah dandiskusi serta simulasi penanganan kekerasan seksual, dan tahap evaluasi dan feedback bertujuanuntuk mengetahu hasil pendampingan dan masukan serta saran untuk perbaikan yangberkelanjutan. 
An Analysis of the Factors of Student Interest in English Language Sanggar Bimbingan Sentul Malaysia Mustikawati, Diyah Atiek; Syafii, Muhammad Lukman
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 1 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i1.186

Abstract

Minat merupakan salah satu faktor utama yang mendorong siswa untuk mempelajari bahasa Inggris, khususnya dalam konteks pendidikan informal yang melibatkan anak-anak imigran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat siswa dalam mempelajari bahasa Inggris di Sanggar Bimbingan Sentul, sebuah pusat pembelajaran informal yang berlokasi di Kuala Lumpur, Malaysia. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur terhadap lima siswa yang dipilih secara purposif berdasarkan keaktifan mereka dalam menggunakan bahasa Inggris. Wawancara dilakukan di luar kelas dalam suasana santai untuk mengeksplorasi pengalaman, motivasi, serta konteks sosial siswa terkait pembelajaran bahasa Inggris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat siswa terhadap bahasa Inggris dibentuk oleh kombinasi faktor intrinsik dan ekstrinsik. Secara intrinsik, siswa terdorong oleh aspirasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta rasa senang yang tulus dalam menggunakan bahasa Inggris, terutama saat berinteraksi dengan teman sebaya. Secara ekstrinsik, tuntutan dari lingkungan sekolah untuk menggunakan bahasa Inggris dalam aktivitas harian memperkuat kebiasaan yang secara bertahap meningkatkan minat. Selain itu, interaksi sosial dengan teman yang juga berbicara dalam bahasa Inggris memperkuat motivasi dan meningkatkan kepercayaan diri. Studi ini berkontribusi pada semakin banyaknya penelitian tentang motivasi belajar bahasa dengan memberikan wawasan empiris dari siswa imigran terpinggirkan di lingkungan pendidikan informal. Temuan ini menekankan pentingnya mengintegrasikan pendekatan yang responsif terhadap budaya, kolaborasi antarteman, dan media digital ke dalam pengajaran bahasa Inggris. Implikasi ini dapat memandu guru, penyedia pendidikan informal, dan pembuat kebijakan dalam merancang lingkungan belajar yang lebih inklusif, memotivasi, dan berkelanjutan bagi pelajar yang rentan. ______________________________________________________________________________________ Interest is one of the key factors that motivates students to learn English, particularly in informal educational contexts involving immigrant children. This study aims to analyze the factors that influence students' interest in learning English at Sanggar Bimbingan Sentul, an informal learning center in Kuala Lumpur, Malaysia. Using a qualitative descriptive design, data were collected through semi-structured interviews with five students selected purposively based on their active use of English. The interviews, conducted in a relaxed setting outside the classroom, explored students' experiences, motivations, and social contexts related to English learning. The findings reveal that students' interest in English is shaped by a combination of intrinsic and extrinsic factors. Intrinsically, students are driven by aspirations to pursue higher education and a genuine enjoyment of the language, particularly when engaging with peers. Extrinsically, the demand from the school environment to use English in daily activities reinforces habitual use, which gradually enhances interest. Additionally, social interactions with friends who speak English further strengthen motivation and increase confidence. The study contributes to the growing body of research on language learning motivation by providing empirical insights from marginalized immigrant students in informal educational settings. The findings emphasize the importance of integrating culturally responsive approaches, peer collaboration, and digital media into English language instruction. These implications may guide teachers, informal education providers, and policymakers in designing more inclusive, motivating, and sustainable learning environments for vulnerable learners.    
Students’ English Learning Strategies Assisted with e-Resources in Blended Learning Maghfiroh, Ana; Unaiziah, Elfina Anggi Nafisatul; Mustikawati, Diyah Atiek; Susilowati, Tintin
Journal of Languages and Language Teaching Vol. 12 No. 1 (2024): January
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jollt.v12i1.9530

Abstract

Blended learning yields some challenges and difficulties for learners, and they should have an appropriate strategy to deal with the use of e-resources. This research aimed at: (1) explaining the various learning strategies used by students to learn English using e-resources in blended learning, and (2) determining the factors that influence their choice of these strategies. The researcher used descriptive-quantitative methods in this study, with the participants involving 2 universities. The SILL questionnaire and interviews were used to collect the data. The results showed that the participants mostly used the metacognitive method, with an average of 3.86. The study also revealed that students used five other methods, including cognitive (M = 3.35), compensation (M = 3.34), affective (M = 3.20), social (M = 3.16), and memory (M = 3.14). Moreover, students’ use of these strategies was influenced by some factors, including motivation to learn English, learning style, and ease of learning. In conclusion, the various strategies employed for learning English were different, as were the factors influencing strategy selection by each participant. This research provides meaningful insights into how the blended learning can be boosted through the implementation of appropriate learning strategies, particularly related to the use of e-resources, so that it will increase students' comprehension and achievement during the learning process.
PENDAMPINGAN PENCEGAHAN DAN PENANGANAN ANTI KEKERASAN SEKSUAL DI KALANGAN SISWA SMA Lestarini, Niken; Hujiono, Singkir; Mufanti, Restu; Mustikawati, Diyah Atiek
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v9i1.9888

Abstract

Kekerasan seksual adalah salah satu masalah serius yang mempengaruhi banyak remaja diseluruh dunia, termasuk di Indonesia. Remaja SMA adalah kelompok yang rentan terhadap jeniskekerasan ini karena sedang mengalami masa transisi ke dewasa, di mana pengetahuan merekatentang seksualitas dan hak mereka seringkali masih terbatas. Pencegahan kekerasan seksualmerupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, termasukpemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, dan individu. Kasus-kasus kekerasan seksual dikalangan pelajar menjadi permasalahan utama terutama ketika hal itu terjadi di lingkungansekolah, keluarga, dan lainnya, tidak jarang kasus kekerasan seksual yang terjadi menyebabkantrauma bagi yang mengalaminya. metode yang akan digunakan meliputi: tahap Persiapan, tahapini merupakan tahap awal yaitu sosialisasi awal tentang pemahaman kekerasan seksual dandampaknya pada siswa, tahap Pelaksanaan kegiatan dengan menggunakan metode ceramah dandiskusi serta simulasi penanganan kekerasan seksual, dan tahap evaluasi dan feedback bertujuanuntuk mengetahu hasil pendampingan dan masukan serta saran untuk perbaikan yangberkelanjutan. 
POBALIS LIDI Media Integrated with a Digital Interactive Guide for Batik Learning Mastery Sugiantoro, Erfan; Sugianto, Alip; Mustikawati, Diyah Atiek
Journal of Innovation in Educational and Cultural Research Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Yayasan Keluarga Guru Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46843/jiecr.v7i1.2724

Abstract

Batik learning faces persistent challenges, particularly the scarcity of alternative instructional media and limited student engagement in the digital era. This study developed POBALIS LIDI, a hybrid media that integrates physical and digital elements to support students’ batik-making achievement in a valid, practical, and effective manner. The research employed a design-based research approach using the ADDIE model, involving fifth-grade students from a primary school in Indonesia. Data were collected through interviews, observations, questionnaires, and tests. The validity tests demonstrated that the media was highly valid, with material validation at 91.66%, media validation at 97.50%, and instructional validation at 93.75%. The media’s practicality was also rated highly, with a score of 90.33% based on positive user feedback. Implementation proved effective, as indicated by a one-sample t-test yielding p 0.001 and a Cohen’s d value of 1.687, indicating a large effect size. The average student learning outcome was 81.91, exceeding the minimum mastery criteria. This study concludes that the developed hybrid media successfully integrates authentic and digital learning experiences. The research contributes to educational technology by developing culturally grounded hybrid media that enhance adaptive learning in the digital era.