Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PROSES BERKARYA SENI KALIGRAFI ARAB DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN CAT POSTER PADA PESERTA DIDIK KELAS X MAS UMINDA TANAKARAENG KABUPATEN GOWA Ikbal; Ahmad Muhdy, Ali; Faisal, Muh
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 1 No 2 (2011): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/heznmv02

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan secara jelas tentang proses berkarya seni kaligrafi Arab peserta didik kelas X MAS Uminda Tanahkaraeng Kabupaten Gowa yang jelas, terperinci, dan terpercaya dan untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses berkarya seni kaligrafi Arab, mengetahui tingkat kesulitan dan nilai estetika dalam proses berkarya seni kaligrafi Arab. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif merupakan penelitian yang termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap fakta, keadaan, fenomena, variabel dan keadaan yang terjadi saat penelitian berjalan dan menyuguhkan apa adanya. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X (MAS) Uminda Tanahkaraeng Kabupaten Gowa. sebanyak 25 dan sampel 25 orang tahun ajaran 2021/2022. Teknik pengumpulan data melalui teknik observasi (pengamatan), tes praktik dan dokumentasi (foto) dikumpulkan lalu diadakan kategorisasi data dengan merangkum data-data yang dianggap penting, kemudian disusun menjadi bagianbagian untuk diperiksa kebenarannya dan selanjutnya diadakan penafsiran data. Teknik analisis data dilakukan melalui teknik deskriptif kualitatif. Penelitian ini dapat memberikan gambaran yang jelas, benar, dan lengkap, tentang peserta didik kelas X (MAS) Uminda Tanahkaraeng Kabupaten Gowa dalam hal proses berkarya seni kaligrafi Arab pada peserta didik kelas X (MAS) Uminda Tanahkaraeng Kabupaten Gowa.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS KELAS IV SD Nadira, Nurwindah; Faisal, Muh; Kartini, Kartini
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/pjp.v6i1.62093

Abstract

Permasalahan dalam penelitan ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS di kelas IV UPT SPF SD INPRES BTN IKIP 1 Makassar. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus, dimana taip siklus terdiri   dari 2 pertemuan dengan tahapan kegatan meliputi perencanaan, pelaksanan, observasi dan refleksi. Adapun subjek penelitian siswa kelas IV UPT SPF SD INPRES BTN IKIP 1 Makassar. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes dan dukumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu kualitatif dan kuantitatif. Hasil penilitian menunjukkan bahwa pada siklus I yang tuntas secara individual dari 20 siswa hanya 11 siswa atau 55% yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) atau berada pada kategori sangat rendah. Sedangkan pada siklus II hasil belajar siswa mengalami peningkatan dimana dari 20 siswa terdapat 18 siswa atau 90% telah memenuhi KKM. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS dikelas IV UPT SPF SD INPRES BTN IKIP 1 Makassar.
MANUSKRIP LONTARAK DALAM PATAHAN NARASI KEBUDAYAAN Faisal, Muh
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 2 No 1 (2012): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jh.v2i1.11741

Abstract

Penelitian ini merupakan studi fenomenologi terhadap praktik-praktik kebudayaan di Sulawesi Selatan. Di dalamnya menguraikan tentang bagaimana masyarakat menginterpretasikan manuskrip lontara sebagai sebuah sistem nilai yang beroperasi melalui praktik kebudayaan di Sulawesi Selatan. Transformasi praktik-praktik kebudayaan melalui informasi dan tekhnologi membuat wasiat kebudayaan perlu direkonfigurasi sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan, sehingga manuskrip lontara sebagai wasiat kebudayaan mampu mewujudkan identitas peradaban yang luhur dan adaptif pada setiap perubahan sektorial.Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur dengan menggunakan pendekatan interpretifisme simbolik Clifford Geertz yang kemudian diadaptasi melalui teori dan paradigma kritis post modern.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah kebudayaan kini mulai dikubur berdasarkan pertukaran kompleksitas ekonomi, politik, hukum dan agama sehingga sangat sedikit perwujudan kearifan budaya yang melebur ke dalam prilaku sosial, termasuk dalam menjalankan amanah kepemimpinan. Hasrat material dan gaya hidup glamour menjadi sistem nilai yang tak mampu lagi menerima wasiat lontarak, dari disini pula terjadi dorongan dan pengaruh mentalitas yang sempit antara nilai-nilai estetika dan etika kebudayaan. Salahsatu metode penyadaran wasiat kebudayaan yang sudah mulai hilang adalah mengangkat kembali falsafah dan nilai-nilai esensi kebudayaan dengan menggunakan pendekatan ontologis, pendekatan mitis dan pendekakatan fungsional, agar manuskrip lontara tidak lagi terseret lebih jauh dalam kekuatan naskah kapital. Kekuatan kapital melahirkan patahan-patahan narasi kebudayaan, sehingga wasiat lontarak hanya menjadi pesona manuskrip masa lalu. Tanda budaya tidak lagi mewakili kebenaran, representasi budaya tidak mewakili realitas dan informasi budaya tidak lagi mewakili ilmu pengetahuan.
ESTETIKA DALAM NARASI KEBUDAYAAN POPULER (Analisis Terhadap Pergeseran dan Perubahan Sistem Nilai) Faisal, Muh
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 1 No 1 (2011): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jh.v1i1.11780

Abstract

Hasil analisis literatur menunjukkan bahwa runtuhnya sekat-sekat wacana estetik (liberlism), dunia estetik memposisikan diri dalam situasi chaos dan anomali. Tidak ada lagi nilai-nilai, makna, kebenaran, dan keindahan absolut. Disisi lain, estetika mengalami kondisi kebuntuan paradigmatik, karena tatanan kebudayaan terus mengalami perubahan nilai. Sedangkan bingkai falsafahnya mengalami ‘retakan-retakan’ yang kian membesar pada segala aspek sektoral. Pelaku estetik dan pemikir estetika masa kini, secara tidak langsung memberi ‘tanda budaya’ dan menggiring kognisi sosial ke arah dunia yang serba beyond. Masyarakat seni cenderung mengabaikan nilai, norma, kepatutan, kebaikan, dan kearifan. Sejak media tayang elektronika mengalami kemajuan, goncangan peradaban disahkan melalui karya estetik (teror, pornografi, pembajakan, despritualisasi, dehumanisasi sampai demoralisasi).
KOMPARASI ESTETIK SENI GRAFFITI KARYA ALIASTIGA Muslimah, Siti Hanifah; Faisal, Muh; Lugis, M. Muhlis
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 13 No 1 (2023): HARMONI: APRIL 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jh.v13i1.12160

Abstract

This study aims to analyze aesthetic comparisons of graffiti art by Aliastiga from 2006-2022 in Makassar City. The analytical method used in this study is a qualitative descriptive analysis method, supported by the theory of Form Aesthetics from Dr. A.A.M Djelantik and the theory of Functional Aesthetics from Edmund Burke Feldman as a reference for analysis. The results of this study show that the graffiti artwork created by Aliastiga initially originated from an interest in art in the form of a character and writing. The work produced by Aliastiga from early 2006 has shown that artists are very talented and have good skills. Although in reviewing the weight of his work, Aliastiga does not have ideas and messages in his work, Aliastiga emphasizes artistic visuals in his work. Aliastiga graffiti art is not just a hobby, but in it becomes an artistic movement that tends to fight acts of vandalism.
PENGEMBANGAN DAN POLA PEMBINAAN INDUSTRI KREATIF ‘SONGKOK RECCA’ DESA PACCING KABUPATEN BONE Sumantri, Dody Syam; Faisal, Muh
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 13 No 2 (2023): HARMONI: OCTOBER 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jh.v13i2.12605

Abstract

The main problem in this research is how the development and pattern of fostering the Songkok Recca creative industry in Paccing Village, Awangpone District, Bone Regency. This study aims to determine the development of the Songkok Recca creative industry in Paccing Village, Awangpone District, Bone Regency and to determine the patterns of fostering and regenerating the Songkok Recca creative industry in Paccing Village, Awangpone District, Bone Regency. The method used in this research is descriptive qualitative method.The subjects in this research were craftsmen who had decades of experience and Songkok Recca entrepreneurs who had also carried out their activities for many years. This research data was obtained through observation techniques, interviews and documentation which were used to obtain concrete data related to this research problem.The results of this research show the development and pattern of fostering the Songkok Recca creative industry in Paccing village, Awangpone District, Bone Regency. Songkok Recca has undergone various developments, including developing motifs, developing shapes and developing the materials used. Likewise, the development of marketing for Songkok Recca productionIt has spread to overseas countries such as Australia and Malaysia. For training patterns for craftsmen carried out in the form of divisions. There are those that are built specifically to make just the base part, there are those that are built specifically to make only the surrounding parts and there are also those that are built to make from the base to the end a Songkok Recca. Furthermore, for regeneration training, the craftsmen hold training and training within their respective families which is intended as the next generation of their creative industry efforts so that the Songkok Recca creative industry in Paccing village, Awangpone subdistrict, Bone Regency continues to develop and be sustainable.