Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

THE EFFECTIVENESS OF THE DEVELOPMENT OF GROSS MOTORIC SKILLS AMONG PRESCHOOL CHILDREN BETWEEN PRE AND POST STIMULATION OF TRADITIONAL ENGKLEK GAMES Rose, Andiny; Rahmaningtyas, Indah; Rahayu, Dwi Estuning; Antono, Sumy Dwi
Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal Vol. 9 No. 3 (2025): Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal, July 2025
Publisher : UNIVERSITAS AIRLANGGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/imhsj.v9i3.2025.333-344

Abstract

Background: Gross motoric skills are essential abilities during preschool children's development, involving significant body movements such as running, jumping, and maintaining balance. One traditional Indonesian game, called “engklek”, is believed to support the development of children's gross motor skills. A lack of gross motor stimulation can negatively impact the child's growth and development. Therefore, it is crucial for parents, teachers, and guardians to ensure children engage in activities that stimulate gross motoric skills. Method: This study employed a pre-experimental design, specifically using a one-group pre-test and post-test design. The population consisted of 39 preschool children, with 36 respondents randomly selected through simple random sampling. The instrument used in this study was the traditional game of ”engklek” to collect data, with pre-tests and post-tests conducted to measure the respondents' ability to lift their legs according to their age. Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test, with significant results (p < 0.005).Results: The final results showed that stimulation using the traditional “engklek” game positively impacted the gross motor development of preschool children aged 5 to 6 years at Al-Amin Kindergarten in Kediri City. Discussion: This study will highlight the importance of paying attention to gross motor stimulation in preschool children, including through traditional games like “engklek”. It will also emphasize the need to monitor children's gross motor development according to their age to ensure optimal progress
BAHASA BAYI TANPA BIAS GENDER: MENINJAU POLA PERKEMBANGAN BAHASA BAYI LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN Hardjito, Koekoeh; Sholihah, Mariana Putri; Antono, Sumy Dwi
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i4.7273

Abstract

ABSTRACT Language development is an essential aspect of infant growth, reflecting cognitive and social abilities. Society often assumes that female infants develop language skills faster than males. This study aims to examine differences in language development between male and female infants without gender bias. A quantitative approach with a cross-sectional design was applied to 41 infants aged 6–12 months in the working area of Tanon Health Center, Kediri. Inclusion criteria included infants cared for directly by parents and without medical conditions affecting development. Data were collected through language development assessments categorized into four levels: not developed, emerging, developing as expected, and very well developed. The Mann–Whitney U test revealed no significant difference between male and female infants (p = 0.621). These results reject the assumption that gender determines language ability and emphasize that verbal stimulation and interactive environments play a more critical role. The findings provide insight for parents and healthcare professionals to promote equitable language stimulation without gender bias, supporting optimal communication development for all infants. ABSTRAK Perkembangan bahasa merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang bayi yang mencerminkan kemampuan kognitif dan sosial. Masyarakat sering berasumsi bahwa bayi perempuan memiliki perkembangan bahasa yang lebih cepat dibanding bayi laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau perbedaan tingkat perkembangan bahasa antara bayi laki-laki dan perempuan tanpa bias gender. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 41 bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tanon Kediri. Kriteria inklusi meliputi bayi yang diasuh langsung oleh orang tua tanpa gangguan medis yang memengaruhi perkembangan. Data dikumpulkan melalui observasi perkembangan bahasa yang dikategorikan menjadi empat tingkat, yaitu belum berkembang, mulai berkembang, berkembang sesuai harapan, dan berkembang sangat baik. Analisis menggunakan uji Mann–Whitney U menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara tingkat perkembangan bahasa bayi laki-laki dan perempuan (p = 0,621). Hasil ini menolak asumsi bahwa jenis kelamin menentukan kemampuan bahasa, dan menegaskan bahwa stimulasi verbal serta lingkungan interaktif memiliki pengaruh lebih besar. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar edukasi bagi orang tua dan tenaga kesehatan untuk memberikan stimulasi bahasa yang setara tanpa bias gender, guna mendukung perkembangan optimal pada semua anak.
Improving Sleep Quality in Third Trimester Pregnant Woman: The Effect of Chamomile Aromatherapy Ramadana, Rima Fitri; Antono, Sumy Dwi; Rahayu, Dwi Estuning; Hardjito, Koekoeh
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional Volume 10 Number 2 Year 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jkkt.v10i2.628

Abstract

Background: Sleep quality during pregnancy decreases significantly as pregnancy progresses. Poor sleep quality can be addressed with various methods, including aromatherapy as a relaxation technique. Chamomile aromatherapy contains compounds that increase gamma-aminobutyric acid (GABA) receptor activity, thereby promoting muscle relaxation and inducing sleepiness. This study aims to assess improvement in sleep quality in third-trimester pregnant women after receiving chamomile aromatherapy.  Methods: This study used a pre-experimental one-group pretest–posttest design. The sample consisted of 30 participants, all of whom were pregnant women in their third trimester. Data were collected using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire and an observation sheet. The chamomile aromatherapy intervention was administered before bedtime for 14 consecutive days by adding three drops of chamomile essential oil to a humidifier containing 100 ml of water, which was diffused for 10 minutes.  Results: A total of 53.3% of respondents had poor sleep quality before the chamomile aromatherapy intervention, which increased to 53.3% with excellent sleep quality after the intervention. The results of the Wilcoxon Signed-Rank Test showed a statistically significant improvement in sleep quality (p = <0.001). The Wilcoxon Signed Rank Test showed a significant improvement in sleep quality (p = <0.001).  Conclusion: Chamomile aromatherapy significantly improves sleep quality in third trimester pregnant women. Health workers, especially midwives and nurses, should provide education and guidance on the safe use of chamomile aromatherapy.
EFEKTIVITAS MEDIA INTEGRATING CARD TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI BALITA STUNTING USIA 24–59 BULAN Ayu Safitri, Dwi; Antono, Sumy Dwi; Rahmaningtyas, Indah; Rahayu, Dwi Estuning
coba Vol 14 No 1 (2025): November 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i1.889

Abstract

Pendahuluan: Kurangnya pengetahuan ibu tentang gizi anak merupakan salah satu penyebab utama tingginya kasus stunting di Indonesia. Ketidaktahuan terhadap pentingnya zat gizi seperti protein hewani, zat besi, dan vitamin sering kali menyebabkan pemberian makanan yang kurang sesuai, sehingga meningkatkan risiko malnutrisi kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variasi pengetahuan gizi ibu sebelum dan setelah menerima pendidikan kesehatan yang disampaikan melalui media Kartu Integrasi. Metode Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan strategi pra-tes dan pasca-tes pada satu kelompok. Sampel terdiri dari 79 ibu dengan balita, dan 45 peserta dipilih melalui sampling acak sederhana menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang terdiri dari 20 pertanyaan. Validitas kuesioner pengetahuan dievaluasi menggunakan uji korelasi Pearson, dengan nilai r berkisar antara 0,370 dan 0,870 (> Nilai rrtabel: 0,361), sehingga disimpulkan bahwa kuesioner tersebut valid. Hasil uji reliabilitas: uji cronchbach alpha lebihhbesar dari 0,60 yaitu 0,872-0,891, artinya reliabel. Kriteria Inklusi: Ibu yang tidak memiliki gangguan pendengaran dan gangguan penglihatan, dapat berkomunikasi dengan baik serta memiliki handphone. Analisis dilakukan menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil:Uji statistik menunjukkan nilai Asymp. Sig sebesar 0,001 (p < 0,05), yang menandakan adanya perbedaannsignifikan antara pengetahuan ibu sebelum dannsesudah mendapat edukasi menggunakan media Kartu Integrasi. Peningkatan paling terlihat terjadi pada pemahaman tentang makronutrien, mikronutrien, dan dampaknya terhadap pertumbuhan anak. Diskusi: Media Kartu Integrasi terbukti efektif sebagai sarana edukasi untukmmeningkatkan pengetahuannibu mengenai gizi balita. Media ini dapat dimanfaatkan dalam program promosi kesehatan, khususnya dalam mencegah stunting dengan meningkatkan kesadaran gizi di kalangan ibu. Kata Kunci: Pengetahuan, Gizi Balita, Kartu Integrasi
Efektivitas Pendidikan Kesehatan Melalui Media Audio Visual terhadap Pengetahuan Vulva Hygiene saat Menstruasi pada Remaja Awal Usia 11-13 Tahun di SMPN 4 Kediri Herawati, Sylviana; Titisari, Ira; Indriani, Ririn; Antono, Sumy Dwi
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v16i2.428

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia transisi, dengan remaja awal berada pada rentang usia 11–13 tahun. Berdasarkan data BPS tahun 2022, terdapat 32,4 juta remaja putri di Indonesia, termasuk 4,3 juta di Jawa Timur dan 34,76 ribu di Kota Kediri. Salah satu tanda pubertas adalah menstruasi, yang menyebabkan area genital menjadi lembap dan rentan infeksi. Oleh karena itu, penting bagi remaja putri memahami vulva hygiene, yaitu menjaga kebersihan area luar organ reproduksi untuk mencegah infeksi dan menjaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas pendidikan kesehatan melalui media audio visual terhadap pengetahuan tentang vulva hygiene saat menstruasi pada remaja awal usia 11-13 tahun di SMPN 4 kediri. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen One Group Pretest-Posttest Design. Pengambilan sampel sejumlah 60 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan, sebagian besar responden berada pada kategori pengetahuan cukup (50%) dan kurang (6,7%). Setelah intervensi, seluruh responden (100%) berada pada kategori pengetahuan baik. Uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest (p = 0,000), yang mengindikasikan adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi. Hasil ini menunjukkan bahwa media audio visual efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang vulva hygiene saat menstruasi. Media ini direkomendasikan sebagai metode edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja.
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Usia Arianti, Anggita Putri; Titisari, Ira; Antono, Sumy Dwi; Hardjito, Koekoeh
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v16i2.442

Abstract

Diabetes melitus gestasional (DMG) merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang umumnya muncul pada usia kehamilan sekitar 24 minggu dan ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah. Pengetahuan ibu hamil tentang DMG menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan dan pengelolaan, termasuk menjaga aktivitas fisik selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil usia kurang dari 24 minggu tentang DMG dengan aktivitas fisik sehari-hari di wilayah kerja Puskesmas Sukorame. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 40 ibu hamil yang dipilih melalui teknik random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan tentang DMG dan Baecke Physical Activity Questionnaire (BPAQ). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan positif antara tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik ibu hamil (r = 0,346; p = 0,029), dengan kekuatan hubungan sedang. Meskipun demikian, interpretasi hasil perlu dilakukan secara hati-hati karena instrumen aktivitas fisik belum sepenuhnya mencerminkan kondisi ibu hamil. Peningkatan pengetahuan diharapkan dapat mendorong ibu hamil untuk tetap aktif dalam batas aman, melalui aktivitas ringan hingga sedang. Tenaga kesehatan disarankan memberikan edukasi terarah dalam kelas ibu hamil dengan penekanan pada aktivitas fisik yang sesuai dan tidak membahayakan ibu maupun janin
Hubungan Pemahaman Project Based Learning Pada Mata Kuliah Kewirausahaan Dengan Minat Berwirausaha Mahasiswa Putri, Risma Yanuari; Rahmaningtyas, Indah; Antono, Sumy Dwi; Pratamaningyas, Susanti
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v16i2.429

Abstract

Project Based Learning merupakan metode pembelajaran aktif yang menekankan pada penyelesaian proyek nyata guna meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap materi kewirausahaan. Pemahaman tersebut diharapkan mampu mendorong minat berwirausaha, khususnya pada mahasiswa kebidanan yang dituntut mandiri dan inovatif dalam menghadapi dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemahaman Project Based Learning dalam mata kuliah kewirausahaan dengan minat berwirausaha mahasiswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif korelasi dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 58 mahasiswa dipilih menggunakan teknik stratified random sampling, dan data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pemahaman Project Based Learning dengan minat berwirausaha (r) sebesar 0,640 dan (p) 0,00. Semakin tinggi pemahaman mahasiswa terhadap konsep dan praktik kewirausahaan melalui Project Based Learning, maka semakin tinggi pula minat mereka untuk berwirausaha. Temuan ini menunjukkan bahwa metode Project Based Learning efektif dalam meningkatkan kesiapan berwirausaha mahasiswa kebidanan, serta perlu diintegrasikan lebih lanjut dalam kurikulum. Diharapkan hasil penelitian ini menjadi rujukan bagi institusi pendidikan dalam merancang strategi pembelajaran kewirausahaan yang lebih aplikatif dan mendorong kemandirian lulusan. Kata kunci: Project Based Learning, Minat Berwirausaha.
Efektivitas Kelas Prenatal Yoga Dengan Media Booklet Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Putri, Alvi Nur Puspita; Indriani, Ririn; Hardjito, Koekoeh; Antono, Sumy Dwi
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v16i2.432

Abstract

Beberapa keluhan selama masa kehamilan mengalami kecemasan dalam menjelang proses persalinan, khawatir akan kesehatan janin, serta kecemasan dalam menghadapi peran baru sebagai orang tua. Kecemasan dan depresi selama kehamilan menjadi masalah sebesar mencapai 12,5-42%. Di Indonesia, studi menunjukkan bahwa lebih dari 20% ibu hamil mengalami kecemasan dalam tingkat yang bervariasi. Kecemasan dan depresi dapat mengalami penyebab kematian tidak langsung atau komplikasi kehamilan dan persalinan, baik untuk ibu maupun bayi. Sebagai metode pengobatan non-farmakologis, yoga selama kehamilan dapat membantu mempersiapkan proses persalinan, mengurangi rasa nyeri, merilis stres dan kecemasan menjadi energi positif yang membantu meningkatkan keseimbangan emosi. Peneliti membuat media booklet sebagai alat edukasi untuk peserta kelas prenatal yoga dan berisi tentang manfaat yoga, teknik pernapasan, dan latihan fisik yang dapat dilakukan di rumah. Media booklet ini akan meningkatkan pemahaman ibu hamil tentang yoga prenatal dan memberikan panduan praktis tentang cara menjaga kesehatan fisik dan mental selama kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan pada ibu hamil sebelum dan sesudah kelas prenatal yoga menggunakan booklet. Jenis penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design dengan satu kelompok subjek. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner DASS-21, kemudian pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini yakni sebanyak 24 ibu hamil primigravida. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test yang menunjukkan p-value Test menunjukkan p-value = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan perbedaan tingkat kecemasan pada ibu hamil sebelum dan sesudah kelas prenatal yoga menggunakan booklet.