Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

EVALUATION OF TITER RESULTS ON WIDAL EXAMINATION BASED ON THE DURATION OF FEVER IN HOSPITAL GRANDMED LUBUK PAKAM Rahayu, Asvia; Krisdianilo, Visensius; Hutabarat, Sintya; Siregar, S'aadah; Rizky, Vincentia Ade
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v4i2.1010

Abstract

Kultur merupakan salah satu metode yang digunakan untuk diagnosis demam tifoid, namun di beberapa daerah seringkali tidak ada fasilitas untuk kultur, maka cara lain untuk membantu menegakkan diagnosis yang praktis dan tersedia di rumah sakit adalah dengan tes Widal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui evaluasi hasil titer pada pemeriksaan Widal berdasarkan lama demam di RS GrandMed Lubuk Pakam. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Patologi Klinik RS GrandMed Lubuk Pakam. Jenis penelitian ini adalah deskriptif yang dilaksanakan mulai bulan Mei 2021 sampai dengan Juni 2021. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 25 orang. Dari 25 sampel tersebut, hasil uji Widal dengan titer antibodi terhadap antigen O 1:80 adalah 2 orang, 1:160 orang, 1:320 orang, 2 orang. Titer antibodi terhadap antigen H 1:80 sebanyak 2 orang, 1:160 sebanyak 4 orang, 1:320 sebanyak 2 orang, dan titer antibodi terhadap antigen AH 1:80 sebanyak 6 orang, 1:160 sebanyak 5 orang dan 1:320 sebanyak 1 orang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 1:160 merupakan titer paling banyak ditemukan dengan titer antibodi tertinggi terhadap antigen H yaitu 1:320 lebih sering ditemukan pada durasi demam dengan kisaran 6-9 hari sedangkan titer antibodi tertinggi terhadap antigen AH adalah 1:320 ditemukan selama penelitian. demam dengan kisaran 6-9 hari.
WORKSHOP PENGGUNAAN SARI DAUN PACAR KUKU (Lawsonia inermis L) SEBAGAI PENGGANTI SAFRANIN PADA PEWARNAAN GRAM Siregar, Sa’adah; Rizky, Vincentia Ade; Krisdianilo, Visensius; Jayanti, Neti Eka; Sitanggang, Morischa Deyla
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 12 (2023): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v1i12.1968

Abstract

Gram staining is one way to differentiate gram-positive bacteria and gram negative bacteria. Gram staining in the laboratory is done with using a solution of gentien violet, iodine, alcohol, and safranin. Leaf henna nail (Lawsonia inermis L) is a plant that produces the reddish yellow molecule is called Lawsone. Additionally leaves henna nails It also contains anthocyanins which produce a reddish orange color. This Community Service aims to inform the audience about the benefits of henna leaf extract (Lawsonia inermis L) is effectively used as a substitute for safranin in gram staining. The results of the workshop show that the audience can understand the benefits of henna nail leaf extract as a substitute for safranin in gram staining, but this is only an alternative.