Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PERTOLONGAN PERTAMA PADA KASUS DIARE Yulita, Emi; Hayati, Izznirahma; Fentia, Lia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 5 (2024): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i5.1713-1718

Abstract

Menurut informasi baik dari Puskesmas maupun pihak berwenang setempat, masih ada ibu bersalin yang masih belum mengetahui cara menyiapkan larutan gula garam terlebih dahulu. bantuan. jika terjadi diare. . anak-anak Permasalahan ini bermula dari kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pertolongan pertama diare. Berbagai instansi, termasuk otoritas kesehatan, telah menyikapi permasalahan ini dengan memberikan pelatihan pertolongan pertama diare, namun hasilnya belum memuaskan, sehingga masyarakat belum memahami cara memberikan pertolongan pertama diare pada anak kecil.Berdasarkan permasalahan di atas, maka solusi yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan PKM ini adalah berwawasan sosial, yaitu. video tip untuk memberikan pertolongan pertama jika terjadi diare. Kegiatan ini berlangsung sebagai berikut: 1) kami mengawali dengan penjelasan diare, 2) kami menjelaskan pertolongan pertama diare dengan menayangkan video cara pembuatan gula garam, 3) kami menilai kemampuan masyarakat dalam membuat gula garam. solusi agar para ibu atau masyarakat dapat meningkatkan pengetahuannya seperti biasa. Sehingga para ibu atau masyarakat tidak lagi merasa takut atau tidak aman menghadapi kasus diareHasil dari kegiatan PKM ini diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri ibu atau pertolongan pertama pada kasus diare di masyarakat. agar jumlah tetes gula dan garam dapat ditingkatkan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.Manfaat yang diperoleh mitra adalah informasi dan pengetahuan mengenai diabetes dan pertolongan pertama pada kasus susu, serta kemungkinan deteksi dini dengan bantuan larutan gula garam.Kata kunci: Ibu; Diare; Larutan gula garamRingkasanMenurut informasi yang dihimpun baik oleh Puskesmas maupun pihak berwenang setempat, masih terdapat ibu-ibu yang tidak menyiapkan larutan gula garam untuk pertolongan pertama ketika anaknya meninggal. anak menderita diare . Hal ini menjadi permasalahan karena masyarakat masih belum memahami cara pertolongan pertama diare. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, beberapa pihak termasuk fasilitas kesehatan telah menyelenggarakan pelatihan pertolongan pertama diare. Namun hasilnya kurang memuaskan sehingga masyarakat belum begitu memahami cara memberikan pertolongan pertama pada diare, terutama pada anak kecil. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, solusi PKM ini menggunakan unsur sosial yaitu pelatihan video pertolongan pertama diare pada anak kecil, penilaian kemampuan masyarakat dalam menyiapkan larutan gula dan garam. Kegiatan PKM menggunakan bantuan untuk memberitahu ibu atau masyarakat tentang pentingnya pertolongan pertama pada diare.Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk menghindarkan para ibu atau masyarakat dari rasa takut atau tidak percaya diri terhadap kasus diare. Melalui kegiatan PKM ini kami berharap para ibu dan masyarakat semakin percaya diri dalam memberikan pertolongan pertama pada penyakit diare. meningkat dan produksi gula dan molase dapat ditingkatkan secara tepat dengan target yang telah ditentukan. Pasangan akan mendapat manfaat dengan mendapat informasi tentang cuci darah dan pertolongan pertama pada kasus cuci darah, dan deteksi dini dapat dilakukan dengan menyiapkan larutan gula-garam.
EDUKASI TENTANG ANEMIA & MASALAH GIZI YANG SERING TERJADI PADA REMAJA PUTERI DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DARI HULU Juwita, Ratna; Fentia, Lia; Islami Zalni, Rummy; Erika, Erika
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 4 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i4.1502-1510

Abstract

Anemia dan kekurangan gizi pada remaja putri merupakan faktor risiko signifikan yang dapat menyebabkan stunting pada generasi berikutnya. Upaya pencegahan stunting harus dimulai sejak masa remaja dengan meningkatkan kesadaran gizi dan memfasilitasi deteksi dini masalah kesehatan. Inisiatif layanan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja putri tentang anemia dan masalah gizi, sekaligus menilai kesehatan mereka melalui pengukuran kadar hemoglobin (Hb) dan status gizi di SMK Bina Profesi Pekanbaru. Kegiatan ini menggunakan teknik pendidikan kesehatan tentang anemia dan gizi, menilai pengetahuan melalui tes pra dan pasca, melakukan evaluasi kadar hemoglobin, serta mengukur tinggi dan berat badan untuk menentukan status gizi. Remaja putri yang didiagnosis menderita anemia atau status gizi tidak normal menerima bimbingan individual sebagai tindak lanjut kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 55% di kalangan remaja putri setelah intervensi pendidikan. Evaluasi kadar hemoglobin menunjukkan bahwa 10% remaja putri mengalami anemia. Evaluasi status gizi menunjukkan bahwa 35% remaja putri memiliki status gizi normal, 55% diklasifikasikan sebagai kurus, dan 10% dikategorikan sebagai overweight. Data menunjukkan bahwa masalah gizi di kalangan remaja putri di SMK Bina Profesi masih cukup signifikan, terutama persentase yang tinggi dari remaja dengan status gizi yang tidak memadai. Inisiatif layanan masyarakat ini secara efektif meningkatkan pemahaman remaja putri tentang anemia dan status gizi. Integrasi pendidikan dan penilaian kesehatan sangat penting sebagai strategi pencegahan untuk mencegah stunting dengan meningkatkan kesiapan gizi dan kesehatan remaja putri di SMK Bina Profesi Pekanbaru