p-Index From 2021 - 2026
8.988
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Biospecies Jurnal Kedokteran Brawijaya JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) BERITA BIOLOGI Lantanida Journal Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Kesehatan Komunitas Window of Health : Jurnal Kesehatan Indonesian Journal of Medicine Jambura Journal of Health Sciences and Research Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Jurnal Kesehatan Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Keperawatan Priority Journal of the Indonesian Medical Association : Majalah Kedokteran Indonesia PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Prima Medika Sains Jurnal Ners An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K) Jurnal Ilmiah METADATA Eureka Herba Indonesia Jurnal Kesehatan Tambusai MAHESA : Malahayati Health Student Journal Journal of Multidisciplinary Applied Natural Science Interdisciplinary Social Studies Jurnal EduHealth Journal of Current Health Sciences International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Buletin Kedokteran dan Kesehatan Prima Pharmaceutical Sciences and Research (PSR) International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) International Journal of Science and Environment Eduvest - Journal of Universal Studies Journal of Pharmaceutical and Sciences. Blantika : Multidisciplinary Journal Malahayati International Journal of Nursing and Health Science
Claim Missing Document
Check
Articles

EFEK EKSTRAK KUNYIT PUTIH (CURCUMA ZEDOARIA) SEBAGAI NEFROPROTEKTOR PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI TEMBAGA Fiska Maya Wardhani; Linda Chiuman; Chrismis Novalinda Ginting; Sahna Ferdinand Ginting; Ali Napiah Nasution
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 69 No 8 (2019): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jinma.v69i8.186

Abstract

Latar belakang: Pencemaran logam berat meningkat seiring dengan meningkatnya perkembangan industri. Paparan tembaga dalam jumlah besar dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan hati. Berdasarkan penelitian terdahulu rimpang kunyit putih (Curcuma zedoaria) memiliki manfaat diantaranya sebagai antioksidan, antiinflamasi, antiproliferasi, antikanker, dan antimikroba. Kurkumin yang terkandung dalam rimpang kunyit putih pada penelitian sebelumnya digunakan sebagai senyawa nefroprotektif.Tujuan: Penelitian ini bertujuan apakah rimpang kunyit putih (Curcuma zedoaria) memiliki efek nefroprotektif dengan paparan CuSO4 pentahidrat. Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan the post test only control group design. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Tikus putih jantan galur wistar dibagi menjadi enam kelompok; kontrol normal, kontrol kunyit putih (45 mg/ 200 g), kontrol CuSO4 pentahidrat, dan kelompok co-treatment (curcumin selama 14 hari diikuti CuSO4 selama 5 hari). Hasil: Data dianalisis menggunakan uji One Way Anova diikuti uji Post-Hoc LSD. Untuk Kelompok 4 (kelompok preventif) kadar ureum kreatinin serum tidak ada perbedaan yang bermakna dengan Kelompok 1 dan 2 (p > 0,05) dengan kerusakan struktur histologis yang ringan. Namun, didapatkan perbedaan yang bermakna (p < 0,05) pada Kelompok 3, 5, dan 6. Kesimpulan: Dosis ekstrak kunyit putih 45 mg/ 200 g menunjukkan adanya penurunan kadar ureum kreatinin serum dan kerusakan histologi jaringan ginjal yang ringan.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK RIMPANG KUNYIT PUTIH (Curcuma zedoaria) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR (Pityrosporum ovale) dan (Microsporum canis) Grandis, Lexandria; Chiuman, Linda; Wijaya, Linda Leonando; Indriani, Vidya; Lister, Gilbert
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 1 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v5i1.10516

Abstract

Abstrak Kunyit putih memiliki kandungan minyak atsiri. Ketombe merupakan suatu keadaan abnormal yang muncul di lapisan kulit bagian terluar dan ditandai adanya peradangan serta gatal-gatal disekitar kulit kepala. Tujuan daripenelitian tersebut untuk mengetahui efektivitas antijamur ekstrak rimpang kunyit (Curcuma zedoaria) terhadappertumbuhan jamur Pityrosporum ovale dan Microsporum canis. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimentallaboratorium dilanjutkan Posttest Only Group Design guna mengetahui efektivitas jamur ekstrak etanol rimpangkunyit putih (Curcuma zedoaria) pada pertumbuhan jamur Pityrosporum ovale dan Microsporum canis. Penelitian inimenggunakan metode difusi cakram dengan enam perlakuan yang terdiri dari kontrol negatif (aquadest), kontrolpositif untuk Pityrosporum ovale (miconazole), dan kontrol positif untuk Microsporum canis (itrakonazole) ekstrakrimpang kunyit putih konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Berdasarkan penelitian, ternyata ekstrak rimpang kunyitputih (Curcuma zedoaria) dapat menghambat pertumbuhan jamur Pityrosporum ovale dan Microsporum canis padakonsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100%. Kata Kunci : Ekstrak rimpang kunyit putih (Curcuma zedoaria), antijamur, Pityrosporum ovale, Microsporum canis
PERBANDINGAN POTENSI ANTIOKSIDAN PEMERANGKAPAN NO DAN OH EKSTRAK KULIT BUAH NAGA DENGAN SENYAWA KAEMPFEROL Novalinda Ginting, Elisa Chrismis; Chiuman, Linda
Jurnal Ilmiah METADATA Vol. 2 No. 2 (2020): Edisi bulan Mei 2020
Publisher : LPPM YPITI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.10101/metadata.v2i2.23

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu menguji aktivitas antioksidan dengan metode pemerangkapan NO dan OH dari ekstrak kulit buah naga (EKBN) dan senyawa kaempferol. NO (nitrat oksida) dan OH (radikal hidroksil) sangat penting dalam proses penuaan. Kaempferol memiliki nilai IC50 aktivitas antioksidan pemerangkapan NO lebih kecil sekitar 38,68±0,48 μg/mL daripada EKBN dengan IC50 sebesar 77,65±9,58 μg/mL. Hasil uji aktivitas antioksidan pemerangkapan OH, senyawa kaempferol memiliki nilai IC50 lebih rendah yaitu sebesar 29,94±1,17 μg/mL dibandingkan EKBN nilai IC50 64,63±1,26 μg/mL. Senyawa pembanding kaempferol memiliki aktivitas antioksidan yang lebih baik dibandingkan dengan EKBN.
GAMBARAN DIAGNOSTIK DAN PENATALAKSANAAN PASIEN PNEUMONIA ANAK RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DR PRINGADI MEDAN Chairun, Ryeo Ramadhan; Chiuman, Linda
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 3 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v5i3.13380

Abstract

Abstrak Penyakit infeksi pada jaringan paru ini disebut Pneumonia, Infeksi pada jaringan paru ini disebabkan olehmikroorganisme (Bakteri,Virus, Protozoa) tetapi bukan disebabkan oleh bakteri M.Tuberculosis. Penelitianini dilakukan bertujuan untuk dapat mengetahui Gambaran diagnostik dan penatalaksanaan pasienPneumonia anak rawat jalan rumah sakit umum DR Pringadi Medan. Beberapa penyebab tingginya kasuspneumonia pada anak antara lain sebagai berikut : anak yang masih berumur dibawah usia 1 tahun , lakilaki,anakdengan gizi buruk,anak lahir dengan berat badan yang rendah atau sangat rendah, asupannutrisi ASI yang tidak adekuat, polusi udara, faktor keluarga pada lingkungan anak, imunisasi yang tidaklengkap, kekurangan vitamin A, dan asupan MP-ASI yang tidak benar. Dengan menggunakan metodepenelitian case study diikuti juga dengan deskriptif retrospektif penelitian ini dilakukan, pada penelitianini sampel yang digunakan berupa 100 data rekam medis pasien diambil secara purposive sampling.Didapatkan hasil penelitian berdasarkan distribusi proporsi umur terdapat umur dibawah 1 tahunmemiliki persentase teringgi pada anak yang terkena Pneumonia, dibandingkan usia 2 hingga lebih 6tahun. Gejala klinis yang paling tampak pada anak yang terinfeksi pneumonia ialah Demam, Batukberdahak dan sesak nafas serta pada pemeriksaan fisik berupa auskultasi persentase paling tinggididapatkan suara nafas tambahan berupa ronkhi basah dan pemeriksaan foto thoraks menunjukkankonsolidasi paling banyak pada anak terinfeksi Pneumonia. Pada penatalaksanaan kepada anak yangterinfeksi Pneumonia diberikan Amoxilin sirup, Ambroxol sirup, Paracetamol sirup memiliki persentasetertinggi dalam kesembuhan.Kata Kunci : Pneumonia, Diagnostik dan Penatalaksanaan, RSU Pringadi Medan.
GAMBARAN DIAGNOSTIK DAN PENATALAKSANAAN PASIEN TUBERKULOSIS PARU ANAK RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. PIRNGADI MEDAN Varerina, Ria Br Perangin-angin; Chiuman, Linda
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 3 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v5i3.13373

Abstract

Abstrak TB pada anak tidak dapat dilepaskan dari persoalan TB orang dewasa yang ada disekitarnya sebagai sumberpenularan. Bahkan fenomena ini sangat mencemaskan, karena berpotensi mengganggu proses pertumbuhandan perkembangan, kecacatan, bahkan kematian. Tuberkulosis paru pada anak sering terjadi pada usia 0-14tahun, penyakit ini disebabkan karena adanya mycobacterium tuberkulosis. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui Gambaran Diagnostik dan Penatalaksaanaan Pasien Tuberkulosis Paru Anak Rawat Jalan di RumahSakit Umum Daerah Dr. Pringadi Medan Tahun 2017-2019. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif.Penelitian ini akan mendeskripsikan tentang Gambaran Diagnostik dan Penatalaksaanaan Pasien TuberkulosisParu Anak Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Medan. Pasien tuberkulosis anakberdasarkan umur terbanyak ada pada pasien umur 0 sampai 4 tahun (59%) sedangkan jumlah pasien palingsedikit berumur 10 sampai 14 tahun (9%). Berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki (57%), danterendah adalah perempuan (43%). Berdasarkan keluhan utama terbanyak adalah batuk (100%). Berdasarkankeluhan tambahan terbanyak adalah demam (57%) dan terendah adalah sesak nafas (21%). Berdasarkanpemeriksaan fisik yang paling banyak adalah ronki basah kasar (60%) dan terendah ronki basah halus (40%).Berdasarkan uji tuberkulin terbanyak adalah uji tuberkulin positif (100%). Berdasarkan radiologi foto thoraksterbanyak adalah milier (37%) dan terendah kavitas (31%). Berdasarkan penatalaksanaan terbanyak adalahalternatif pertama (55%), dan terendah adalah alternatif ketiga (16%). Kasus TB pada anak masih banyakditemukan, oleh sebab itu sangat perlu sosialisasi dan memberi informasi kepada masyarakat cara pencegahandan perlunya imunisasi BCG sejak lahir.Kata Kunci : Tuberkulosis anak, gambaran diagnostik, dan penatalaksanaan
HUBUNGAN KEBIASAAN BEROLAHRAGA, DAN STRESS TERHADAP HIPERTENSI PADAPOPULASI LANJUT USIA DI PANTI JOMPO PPOS GBKP SIBOLANGIT Bukit, Christin Debora; Yosefa, Stephanie Renata; Janice, Janice; Chiuman, Linda
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 1 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v6i1.16204

Abstract

Abstrak Populasi lansia lebih beresiko mengalami berbagai penyakit salah satunya hipertensi, oleh karena penurunan kesehatan mental dan fungsional. Olahraga yang teratur dapat mengurangi kadar hormonnorepinefrin yang berfungsi untuk menaikkan tekanan darah, sehingga lansia dengan hipertensi paling tidakperlu olahraga secara teratur selama 30 menit/ hari dalam seminggu. Selain itu, stress juga dapat menyebabkanmeningkatnya resistensi pembuluh darah perifer dan curah jantung karena peningkatan hormon adrenalin.Sehingga, penelitian ini ditujukan untuk menilai hubungan antara stress dan berolahraga terhadap penyakithipertensi pada lansia. Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan cross sectional design.Sejumlah 30 orang lansia dipilih dengan teknik pengambilan sampel jenuh. Parameter yang dievaluasi meliputikebiasaan berolahraga dan stress terhadap hipertensi pada lansia dan dianalisa dengan Chi-square. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa jumlah lansia penderita hipertensi yang tidak berolahraga sebesar 50% dan yangberolahraga sebesar 50%, dan juga jumlah lansia penderita hipertensi yang memiliki tingkat stress parah sebesar50%. Analisa Chi-square menunjukkan bahwa kebiasaan berolahraga (Nilai P = 1.000) dan stress (Nilai P = 0.200)tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap hipertensi. Dapat disimpulkan bahwa tidak dijumpaihubungan antara kebiasaan berolahraga dan stress terhadap hipertensi pada lansia di PPOS GBKP Sibolangit.Kata Kunci : Hipertensi; Stres; Kebiasaan Olahraga; PPOS GBKP; Sibolangit
HUBUNGAN TINGKAT STRES TERHADAP KEJADIAN DISMENORE PRIMER PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA Krishna, Priyanka; Leony, Catherine; Chiuman, Linda; Tanamal, Claudia
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 4 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v6i4.21667

Abstract

AbstrakDismenore primer dapat didefinisikan sebagai nyeri saat menstruasi namun bukan termasuk keadaan patologis pada panggul. Dismenore primer disebabkan oleh peningkatan sintesis prostaglandin endometrium yang salah satu penyebabnya adalah stres. Dalam beberapa penelitian dinyatakan, paling banyak stres dalam tingkat tinggi dialami oleh mahasiswa kedokteran daripada mahasiswa dengan program studi yang lain. Tujuan dilakukannya penelitian untuk mengetahui distribusi frekuensi tingkat stres dan juga kejadian dismenore primer beserta hubungan antara tingkat stres terhadap dismenore primer. Rancangan penelitian ini menggunakan metode survei analitik serta dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Sampel merupakan mahasiswi yang berasal dari Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia angkatan 2018 yang sesuai dengan kriteria eksklusi dan inklusi. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket, diolah dengan SPSS software dan dianalisis dengan Chi Square Test. Terdapat 66 responden, yang mayoritas berusia 20 tahun, yaitu sebesar 39 responden (59,1%). Responden yang mengalami dismenore primer yaitu sebesar 63 responden (95,5%). Dari 63 orang, responden dengan derajat dismenore sedang yaitu sebesar 50 responden (75,8%). Jumlah responden yang mengalami stres yaitu sebesar 34 responden (51,5%), dengan tingkat stres yang ringan yaitu sebesar 16 responden (24,2%). Dari uji statistik diperoleh nilai p=0,882 (p>0,05) sehingga tidak didapatkan hubungan yang signifikan antara tingkat stres terhadap kejadian dismenore primer. Kata kunci : Dismenore, Dismenore primer, Stres, Tingkat stres
Beban Kerja Mental Perawat Dengan Metode Rating Scale Mental Effort (RSME) Michael, Michael; Girsang, Ermi; Chiuman, Linda; Adrian, Adrian
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 5 No 01 (January 2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33368/woh.v0i0.833

Abstract

The nurse is a profession that determines the success of the hospital in the health service in the community due to the nurse role face the problem of the health of the patient continuously for 24 hours. High workload is a problem that often occurs in the workplace. Mental workload is the difference between the work load with the maximum capacity of the mental load of a person. This study aims to analyze the relationship multicarakteristik nurse with mental workload nurse General Hospital Royal Prima 2020 with the method of Rating Scale Mental Effort (RSME). This research type is quantitative analytic observational with the approach of cross-sectional studies and MANOVA. Data collection tool was a questionnaire. The sample in this study as many as 100 people. The results of the chi-square test showed no significant relationship between age of the nurses (p=0.001), gender of the nurse (p=0,025), the nutritional status of nurses (p=0,041), work station nurse (p=0.010), post work nurses (p=0.000), shift work nurses (p=0.000), the work of nurses (p=0.000) to the value of the mental workload of the nurse General Hospital Royal Prima 2020. The results of the multivariate test showed no relationship to age the nurse (Sig.0,010), nutritional status (Sig.0,030), office work (Sig.0,000), shift work (Sig.0,000), work period (Sig.0,000). No gender relationship (Sig.0,094), work station (Sig.0,053) against the mental workload of the nurse General Hospital (RSU) Royal Prima 2020. The Hospital is expected to improve the procedure of recruitment of nurses based on the characteristics and through a psychological test more stringent so as to absorb the nurses who have stress levels better. The nurse is expected to improve coping mechanism on the stressors that come that can do the heavy duty as a nurse.
PENGARUH KRIM EKSTRAK JINTAN HITAM (Nigella sativa) TERHADAP KADAR KOLAGEN DAN HIDRASI KULIT PADA TIKUS (Rattus norvegicus) GALUR WISTAR JANTAN YANG DIPAPAR SINAR ULTRAVIOLET-B Winda Sari; Linda Chiuman; Sahna Ferdinand Ginting; Chrismis Novalinda Ginting
BERITA BIOLOGI Vol 19, No 3A (2020)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/beritabiologi.v19i3A.3863

Abstract

Photoaging is caused by exposure to sunlight and ultraviolet radiation (UV-B) through the reactive oxygen species (ROS) molecules formation, resulting in decreased levels of collagen. It is characterized by wrinkles, sagging and rough surfaces. Black cumin has been used in medicine due to its high antioxidant potential. The aim of this study is to identify the effect of black cumin cream on collagen levels and hydration of the skin of Rattus norvegicus exposed to ultraviolet-B rays. This is experimental study in which 30 male Wistar strain rats were classified into 6 sub-groups, namely the KN group (without treatment), KP (getting Nivea cream moisturizer), P1 (basic cream ), P2 (black cumin seed extract cream 0.25%), P3 (cream 0.5%) and P4 (cream 0.75%). P4 rat collagen levels increased significantly before and after the intervention (24 ± 2.23 vs 42.6 ± 14.6, p <0.05).Cream with lower concentrations did not provide a significant increase (p> 0.05). P4 rats also showed increased skin hydration (38.6 ± 19.3 to 63.0 ± 4.47 (p <0.05)), and this was not found in other groups. The administration of topical black cumin seed extract 0.75% can inhibit decreased levels of collagen and increase skin tissue hydration.   
SEPSIS RISK FACTORS IN ELDERLY PATIENTS AT ROYAL PRIMA MEDAN GENERAL HOSPITAL Bagas Dwi Sanjaya; Michelle Hendriani Djuang; Fazwiansyah Darlin Muniro; Linda Chiuman
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 4, No 3 (2022): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v4i3.12488

Abstract

Abstract               Sepsis is a severe infectious disease accompanied by the discovery of a systemic response that can include hypothermia, hyperthermia, tachycardia, hyperventilation, and fatigue. Some studies suggest age is the most common risk factor for sepsis. The goal of the study was to determine the risk factors for sepsis in elderly patients associated based on age, gender, diagnosis, location of the infection, and length of treatment. The study used 100 samples of elderly patients aged 60 years diagnosed with sepsis. Descriptive analysis techniques with cross-sectional designs are used to explain the characteristics of each research variable. The results of the study explained that the risk factors for sepsis most in elderly patients by age are 70 years as many as 53 people (53.0%), female sex as many as 52 people (52.0%), endocrinological diagnoses as many as 24 people (23.5%), the location of lung infections as many as 20 people (19.6%), the length of treatment 3 to 7 days as many as 45 people (45%). Based on the results of the study showed that the elderly are an age that is susceptible to sepsis because the immune system and organ function will decrease with age. Endocrine diseases, such as diabetes mellitus, and infections of the lungs are the biggest risk factors for sepsis in the elderly.
Co-Authors Adrian Adrian Adrian Adrian Afina, Lubna Akalili, Cory Cintia Alexander Simanjuntak Alexander, Rico Amir, Widya Pasca Anditha, Arie Tika Anggraeni, Wenti Arif, Maria Nisaul Aulia, Rumi Azah, Yunita Wannur Bagas Dwi Sanjaya Bangun, Chrismas Gideon Bangun, Primta Binarwan Halim Br Ginting, Lois Eprillia Bukit, Christin Debora Chairun, Ryeo Ramadhan Chintya Darma, Gladys Chiuman, Veranyca Claudia Tanamal Colin, Vito Coray Carolyn Ruth Pardede, Eifel Datitha Alodia Br Kaban, Karina DEWI SARTIKA Dhillon, Jessyca Manishwer Kaur Dhillon, Neha Amar Dika Suranda Dwi Puspitasari Edy Fachrial Erika Erika Ermi Girsang Fahlevy, Ridho Fazwiansyah Darlin Muniro Febriani Simanjuntak, Lorena Felix, Jesslyn Fentia, Lia Ferdinand, Sahna Fiska Maya Wardhani gan, claris cyntha deninta Ginting, Astriani Natalia Br Ginting, Chirmis Novalinda Ginting, Chrismis Novalina Ginting, Chrismis Novalinda Ginting, Sahna Ferdinand Girsang, Ermi Gozali, Juliana Grandis, Lexandria Gusbakti Gusbakti Rusip hafizha, Shalli Haicha Pritama, Irza Halim, Angel Jonathane Halim, Michael Halim, Valencia Angelina Handayani, Rr. Anisa Siwianti hardiansyah siregar Harmileni Hasya, Muhammad Nawal Hestina Hidayatti, Mustika Iksen, Iksen Indriani, Vidya Intan Hasibuan, Febria Nurul Irwan Irwan irza Haicha Pratama Janice Janice Jannah, Ratu Mutiara Raudhatul Kosasih, Michaela Kotsasi, Fransisca Krishna, Priyanka Kurniawan, Gracella Verren Leony, Catherine Levinna, Levinna Liena, Liena lister , Clarissa Lister, Gilbert Lumbantobing, Christina J. R. Esmaralda Marfitania, Taranipa Maswarni Maulidza, Citra Puan Mawarni, Evi Michael Michael MICHELLE HENDRIANI DJUANG Mukti, Ade Indra Muna Soraya Putri Nadapdap, Thomson Nadia, Felanda A Nasution, Ali Napiah Nasution, Atika Rimalda Nasution, Isna Gita Amalia Nurlaela, Lia Olivia Laurent Ong, Gabriella Fransisca Ongko, Nicolas Xavier Pardianto, Gede Pasaribu, Jelita Pebriani Patriyuni, Tri Permata Khaira, Azzuhra Pinem, Sabriela Br Rambe, Natasya Septiana Razoki, Razoki Rizki, Kartika Sari Sagala, Agasy Gideon Admiral Sahna Ferdinand Ginting Saragih, Reyini Namora L. Sebayang, Dwi Putri Agita Sembiring, Mahral Effendi Sihombing, Bungaran Simarmata, Hans Pangestu Siti Hardianti, Siti Sitorus, Josua Panangian Stanliko, Stanliko Suandy, Suandy SUHARTOMI . Sulistijanto, Eddy Suyono, Tan Syahputra, Fahmi Syahputra, Hariyadi Dharmawan Tambunan, Andika Z Tambunan, Andika Zayani Tambunan, Ridhona Tanamal, Claudia Tandiono, Michelle Tarigan, Elviyanti Tarigan, Setia Budi Tengku Rachmi Hidayani, Tengku Rachmi Theresia, Yohani Tia Triyanti Tjendera, Mariaman Utami, Sherlinda Putri Utomo, Wilbert Waldo Varerina, Ria Br Perangin-angin Vera Estefania Kaban vera vera, vera VERONICA VERONICA Virgoh, Livia WAHYU WIDOWATI Wardhani, Fiska Maya Wijaya, Johanna Fransiska Wijaya, Linda Leonando Winda Sari Yosefa, Stephanie Renata Yuliansyah, Jeri Yulita, Emi Yusmaini, Yusmaini Zendrato, Ronauli Muliani