Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Implementasi Kebijakan Swasembada Gizi dalam Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Kabupaten Lampung Selatan Anita, Anita; Aprina, Aprina; Sudarmi, Sudarmi; Rusyantia, Anggun; Pranajaya, Pranajaya; Astuti, Titi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i3.13979

Abstract

ABSTRACT South Lampung Regent's Instruction Number 2 of 2020 through the Gerakan Swasembada Gizi as an effort to reduce stunting in 2018-2021 which must be implemented in all areas of South Lampung Regency. The aim of this research is to analyze the implementation of the Gerakan Swasembada Gizi Policy in efforts to prevent and overcome stunting in the South Lampung district. This was a qualitative descriptive study with a research instrument using a semi-structured interview guide. Data analysis was conducted using a deductive coding approach based on Grindle's theory, namely, policy content and context. In-depth interviews were conducted with eight regional apparatus organization (OPD) participants as key informants. Method triangulation was carried out by conducting Focus Group Discussions (FGD) in three policy-implementing groups at the community health center and sub-district levels with a total of 15 participants, and also an in-depth interview with seven village midwives, posyandu cadres, and parents with children at risk of stunting. The results show that all OPDs have the same understanding of the implementation of the Gerakan Swasembada Gizi policy. Technical instructions for implementing policies at the district level have been prepared well through a good practice book on efforts to accelerate stunting reduction. Obstacles that still arise are the absence of integrated program SOPs to increase a uniform understanding of the main duties and functions, no integration of integrated data from 64 stunting indicators spread across various OPDs, and rejection and perception of stigma among parents with children at risk of stunting, which causes decreased access to health services. Policy recommendations are provided regarding the need for integrated stunting data management, the need to create SOPs related to the integrated Gerakan Swasembada Gizi program, optimizing regional apparatus and cadres in implementing the Gerakan Swasembada Gizi, and optimizing behavior change campaigns. Keywords: Policy, Gerakan Swasembada Gizi, Prevention, Stunting  ABSTRAK Instruksi Bupati Lampung Selatan Nomor 2 Tahun 2020 melalui Gerakan Swasembada Gizi sebagai upaya penurunan stunting tahun 2018-2021 yang wajib dilaksanakan di seluruh wilayah Kabupaten Lampung Selatan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi kebijakan Swasembada Gizi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting di kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan instrumen penelitian menggunakan panduan wawancara semi-struktur. Analisis data dengan pendekatan koding secara deduktif berdasarkan teori Grindle yaitu isi dan konteks kebijakan. Wawancara mendalam dilakukan pada 8 partisipan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai informan kunci. Triangulasi metode dilakukan dengan melakukan Focus Group Discussion (FGD) pada tiga kelompok pelaksana kebijakan di tingkat puskesmas dan kecamatan dengan total 15 partisipan, serta wawancara mendalam pada 7 orang perwakilan bidan desa, kader posyandu dan penerima manfaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh OPD sudah memiliki pemahaman yang sama mengenai pelaksanaan kebijakan swasembada gizi. Petunjuk teknis pelaksanaan kebijakan di tingkat Kabupaten telah disusun dengan sangat baik melalui buku praktik baik upaya percepatan penurunan stunting. Kendala yang masih muncul adalah belum adanya SOP program terintegrasi untuk dapat meningkatkan pemahaman yang seragam terkait tupoksi; belum adanya integrasi data terpadu dari 64 indikator stunting yang tersebar di berbagai OPD; serta masih ada penolakan dan persepsi stigma pada orangtua dengan anak beresiko stunting yang menyebabkan menurunnya akses ke pelayanan kesehatan. Rekomendasi kebijakan diberikan terkait perlu adanya manajemen data stunting yang terintegrasi, perlu dibuatnya SOP terkait program terpadu Swasembada Gizi, mengoptimalkan perangkat daerah beserta kader dalam pelaksanaan gerakan Swasembada Gizi serta mengoptimalkan kampanye perubahan perilaku. Kata Kunci: Kebijakan, Swasembada Gizi, Pecegahan, Penanggulangan, Stunting
Peran Pola Asuh dan Stimulasi Orang Tua Terhadap Risiko Speech Delay Pada Anak Astuti, Titi; Aprina, Aprina; Anita, Anita
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.22610

Abstract

ABSTRACT Speech delay in children is a developmental disorder that can affect communication skills, learning processes, and social interactions. Parental parenting and stimulation are environmental factors that play an important role in children's speech development, the Lampung Provincial Health Office report reported 24 children with developmental disorders; Among them, 7 children (29.16%) were in the speech domain. To determine the role of parenting and parental stimulation on the risk of speech delay in preschool-age children. A type of quantitative research with an analytical design of a cross-sectional approach. The population is all pre-school age children with a research sample of 200 pre-school children selected by purposive sampling technique. The independent variables are parental parenting (democratic, authoritarian, permissive) and parental stimulation (good, enough, less), while the dependent variable is the incidence of speech delay. Data collection was carried out using questionnaires and observation sheets. Data analysis used Chi-Square test and logistic regression. The results of the parenting study were mostly authoritarian (53.0%), the stimulation of parents was mostly in the good category (53.5%), and the results showed that there was a significant relationship between parenting and the incidence of speech delay (p = 0.000; OR = 20.620), as well as between parental stimulation and the incidence of speech delay (p = 0.000; OR = 20.462). Children with authoritarian and less stimulated parenting have a higher risk of speech delay compared to children who are democratically raised and receive adequate stimulation. Parenting and parental stimulation play a significant role in the risk of speech delay in preschool-age children. Parents are expected to implement positive parenting and provide consistent stimulation to optimize children's speech development. Keywords: Parenting Style, Parental Stimulation, Speech Delay, Preschool Children.  ABSTRAK Speech delay pada anak merupakan gangguan perkembangan yang dapat memengaruhi kemampuan komunikasi, proses belajar, dan interaksi sosial. Pola asuh dan stimulasi orang tua merupakan faktor lingkungan yang berperan penting dalam perkembangan bicara anak, Laporan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dilaporkan 24 anak dengan gangguan perkembangan; di antaranya 7 anak (29,16%) pada domain bicara. Mengetahui peran pola asuh dan stimulasi orang tua terhadap risiko speech delay pada anak usia pra sekolah. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain analitik pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh anak usia pra sekolah dengan Sampel penelitian berjumlah 200 anak usia pra sekolah yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah pola asuh orang tua (demokratis, otoriter, permisif) dan stimulasi orang tua (baik, cukup, kurang), sedangkan variabel dependen adalah kejadian speech delay. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil penelitian pola asuh orang tua sebagian besar bersifat otoriter (53,0%), Stimulasi orang tua mayoritas dalam kategori baik (53,5%), dan hasil menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan kejadian speech delay (p = 0,000; OR = 20,620), serta antara stimulasi orang tua dengan kejadian speech delay (p = 0,000; OR = 20,462). Anak dengan pola asuh otoriter dan stimulasi yang kurang memiliki risiko lebih tinggi mengalami speech delay dibandingkan dengan anak yang diasuh secara demokratis dan mendapat stimulasi yang adekuat. Pola asuh dan stimulasi orang tua berperan signifikan terhadap risiko speech delaypada anak usia pra sekolah. Orang tua diharapkan menerapkan pola asuh positif dan memberikan stimulasi yang konsisten untuk mengoptimalkan perkembangan bicara anak. Kata Kunci: Pola Asuh, Stimulasi Orang Tua, Speech Delay, Anak Pra Sekolah
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kecemasan Pasien Pre Operasi Seksio Sesarea di Rumah Sakit Umum Handayani Kotabumi Bramita, Yosica; Astuti, Titi; Murhan, Al
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i8.15207

Abstract

ABSTRACT The average case of cesarean section in the world is around 5-15% per 1000 births in the world. In Indonesia, the incidence of cesarean section has increased, namely 80% of births are by cesarean section with an average of 17.6% of 78,736 births. In Lampung province in 2018 cases of cesarean section were around 13.2% of 2,644 births. At the Handayani Kotabumi General Hospital in 2020 there were 518 caesarean sections out of a total of 712 deliveries or (72.7%). Anxiety can be experienced by pre-cesarean section mothers because surgery is a potential or actual threat to a person's integrity that can evoke physiological and psychological stress reactions.The aim of this study was to determine the factors associated with the level of anxiety in preoperative cesarean section patients at Handayani Kotabumi General Hospital. Type of quantitative research with analytic survey design and cross sectional approach. The sampling technique uses a purposive sampling technique, a sample of 33 respondents. Time of study June 6-June 25 2022. Statistical tests using the Chi-Square test. The results showed that the majority of respondents experienced moderate anxiety (57.6%). Statistical test results obtained at age p-value (0.011) < α (0.05), education p-value (0.001) < α (0.05), parity p-value (0.002) < α (0.05), and husband's support p-value (0.004) < α (0.05). It can be concluded that there is a relationship between age, education, parity, husband's support and the anxiety of patients with preoperative cesarean section. Researchers hope that the factors associated with the anxiety of preoperative cesarean section patients can be considered so that various kinds of complications do not occur during the perioperative period. Keywords: Factors, Anxiety, Cesarean Section  ABSTRAK Kasus rata-rata seksio sesarea di dunia sekitar 5-15% per 1000 kelahiran di dunia. Di Indonesia angka kejadian seksio sesarea mengalami peningkatan, yaitu 80% metode persalinan dengan seksio sesarea dengan rata rata 17,6% kasus seksio sesarea dari 78.736 kelahiran. Di provinsi Lampung tahun 2018 kasus seksio sesarea sekitar 13,2% dari 2.644 kelahiran. Di Rumah Sakit Umum Handayani Kotabumi tahun 2020 seksio sesarea sebanyak 518 orang dari total 712 persalinan atau sebesar (72,7%). Kecemasan dapat dialami oleh ibu pre seksio sesarea karena tindakan pembedahan merupakan ancaman potensial maupun aktual pada integritas seseorang yang dapat membangkitkan reaksi stres fisiologis maupun psikologis.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi seksio sesarea di Rumah Sakit Umum Handayani Kotabumi. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan survey analitik dan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan teknik purposive sampling, sampel sebanyak 33 responden. Waktu penelitian pada 6 Juni- 25 Juni 2022. Uji statistik menggunakan uji Chi-Square.  Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden mengalami kecemasan sedang sebanyak (57,6%). Hasil uji statistik diperoleh pada usia p-value (0,011) < α (0,05), pendidikan p-value (0,001) < α (0,05), paritas p-value (0,002) < α (0,05), dan dukungan suami p-value (0,004) < α (0,05). dapat disimpulkan ada hubungan antara usia, pendidikan, paritas, dukungan suami dengan kecemasan pasien pre operasi seksio sesarea. Peneliti berharap agar faktor faktor yang berhubungan dengan kecemasan pasien pre operasi seksio sesarea dapat diperhatikan supaya tidak terjadi berbagi macam komplikasi selama periode perioperatif. Kata Kunci: Faktor-Faktor, Kecemasan, Seksio Sesarea
Edukasi dan Pelatihan Keluarga dan Kader Kesehatan tentang Pencegahan dan Perawatan Anak dengan Tuberkulosis Paru di rumah Desa Sidodadi Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu Anita, Anita; Aprina, Aprina; Astuti, Titi; Hasan, Amrul; Kadarusman, Haris; Siregar, Maria Tuntun; Fauziah, Raden Roro Nur
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.15071

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan salah satu negara dengan penderita Tuberkulosis (TBC) tertinggi ketiga di dunia dengan perkiraan jumlah orang penderita akibat TBC mencapai 845.000 dengan angka kematian 98.000 orang atau setara dengan 11 kematian/jam. Faktor risiko TBC pada anak diantaranya adalah status gizi, ASI eksklusif, riwayat kontak TBC, usia imunisasi BCG, keberadaan perokok dan sanitasi lingkungan. TBC pada anak dapat dicegah dengan meningkatkan status kesehatan & nutrisi yang baik, memutus rantai penularan TBC dengan  PHBS, mengubah perilaku anak, keluarga dan lingkungan secara terus menerus. Pengabdian bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dan Kader Kesehatan tentang pencegahan dan perawatan  TBC. Pelaksanaan kegiatan secara kelompok di Desa Sidodadi Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu, pada bulan Agustus 2024. Sasaran kegiatan adalah 20 keluarga yang memiliki balita resiko TBC. Kegiatan diawali dengan pelatihan dan edukasi, keberhasilan pelatihan diukur dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test. Hasil Pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan pengetahuan baik pada kelompok usia dewasa maupun kelompok keluarga dengan anak penderita TBC terkait perawatan balita/anak dengan TBC di rumah setelah dilakukan pelatihan keluarga dan kader kesehatan. Kata kunci: Anak, Pencegahan, Perawatan, TBC  ABSTRACT Indonesia is one of the countries with the third highest TB burden in the world with an estimated number of people falling ill due to TB reaching 845,000 with a death rate of 98,000 or equivalent to 11 deaths/hour. Risk factors for tuberculosis in children include nutritional status, exclusive breastfeeding, history of contact with tuberculosis, age of BCG immunization, the presence of smokers and environmental sanitation. Tuberculosis in children can be prevented by improving good health & nutrition status, breaking the chain of TB transmission with PHBS, changing the behavior of children, families and the environment continuously. The service aims to improve the knowledge and skills of families and Health Cadres about TB prevention and treatment. The implementation of group activities in Sidodadi Village, Pardasuka District, Pringsewu Regency, in August 2024. The target of the activity is 20 families with toddlers at risk of TB. The activity began with training and education, the success of the training was measured by comparing the results of the pretest and posttest. The results of this service show an increase in understanding and knowledge in both adult and child age groups related to the care of toddlers and children with tuberculosis at home after training families and health cadres. Keywords: Children, Prevention, Treatment, TB
Pemberdayaan Masyarakat untuk Mencegahan dan Menurunkan Stunting di Pekon Kanoman Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus Lampung Aprina, Aprina; Ahyanti, Mei; Hasan, Amrul; Astuti, Titi; Amatiria, Gustop; Nugroho, Ari; Mustafa, Annasari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.14864

Abstract

ABSTRAK Stunting pada anak balita merupakan konsekuensi dari beberapa faktor yang sering dikaitkan dengan kemiskinan termasuk gizi, kesehatan, sanitasi dan lingkungan. Beberapa penelitian di Indonesia menemukan bahwa kombinasi antara sanitasi yang tidak layak dan kualitas air minum yang tidak aman merupakan faktor risiko stunting. Permasalahan stunting dapat dicegah sebelum kehamilan dan pada masa kehamilan, dengan cara memberikan edukasi pada calon ibu dimasa prakonsepsi dalam mempersiapkan calon ibu. Pengabdian dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sehingga memiliki kemandirian dalam bidang Kesehatan dan peningkatan perekonomian keluarga. Kegiatan dilakukan dalam beberapa tahapan mulai bulan Maret hingga November 2023 di Pekon Kanoman Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus. Sasaran adalah WUS, remaja, keluarga yang memiliki balita stunting dan keluarga berisiko stunting. Telah terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang IMD, manajemen laktasi, Kesehatan reproduksi, pembuatan MP-ASI, terbangun 10 unit pembuatan SPAL percontohan dan 1 unit DAMIU. Kata Kunci: Infeksi, Gizi, Stunting  ABSTRACT Stunting in children under five is caused by factors that are generally associated with poverty, including nutrition, health, sanitation and the environment. Several studies in Indonesia show that the combination of inadequate drinking water sanitation and unsafe drinking water sanitation is a common cause of stunting. Conception problems before and during pregnancy can be prevented by providing education to prospective mothers during the preconception period in preparing future mothers. Services can increase people's knowledge and skills so that they have independence in the health sector and improve the family economy. Activities were carried out in several stages from March to November 2023 in Pekon Kanoman, Semaka District, Tanggamus Regency. The targets include WUS, teenagers, families with young children who may experience stunting, and families who are at risk of experiencing stunting. There is an increase in community knowledge and capacity regarding IMD, lactation management, reproductive health, MP-ASI production, 10 experimental SPAL manufacturing units and 1 DAMIU unit. Keyword: Infection, Nutrition, Stunting
Faktor Usia, Paritas, Jarak Kehamilan, Obesitas dan Riwayat Hipertensi dengan Terjadinya Pre Eklampsia Ibu Hamil di Kota Agung Kabupaten Tanggamus Anita, Anita; Astuti, Titi; Aprina, Aprina
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i7.20894

Abstract

ABSTRACT It is estimated that 10% of pregnant women worldwide experience preeclampsia, which causes 76,000 maternal deaths and 500,000 infant deaths each year. According to estimates by various global institutions, the maternal mortality rate in Indonesia is 173 deaths per 100,000 live births (Kompas, 2024). Tanggamus Regency is an area with the highest incidence of preeclampsia in Lampung. It was reported that there were 9 maternal deaths in 2024, caused by hemorrhage, infection, and eclampsia/preeclampsia, with deaths due to preeclampsia occurring in Kota Agung. The aim of the study is to determine the relationship between Age, Parity, Birth Spacing, Obesity, and a History of Hypertension with the occurrence of Preeclampsia in pregnant women in Kota Agung, Tanggamus Regency. Research method: Quantitative research, cross-sectional approach. The sample consisted of 70 pregnant women with gestational ages over 20 weeks. Chi-square test analysis. The results revealed that there is a relationship between Age, Parity, and Obesity. History of hypertension/chronic diseases with a p-value <0.05. There is no relationship between the distance of pregnancies and the occurrence of pre-eclampsia with a p-value >0.05. This study recommends that healthcare workers conduct early detection to identify risk factors in pregnant women related to risk factors, manage blood pressure, monitor kidney function (proteinuria and creatinine), and regularly monitor the condition of the fetus.  Keywords: Age, Parity, Distance, Obesity, Medical History, Pre-Eclampsia.  ABSTRAK Diperkirakan 10% ibu hamil diseluruh dunia mengalami preeklampsia, dan menjadi penyebab 76.000 kematian ibudan 500.000 kematian bayi setiap   tahunnya. estimasi yang dilakukan sejumlah lembaga dunia, angka kematian ibu di Indonesia sebesar 173 kematian per 100.000 kelahiran hidup (Kompas, 2024). Kabupaten Tanggamus merupakandaerah dengan tingkat kejadian pre eklampsia tertinggi di Lampung, Dilaporkan bahwa ada sebanyak 9 kematianibu pada tahun 2024, yang disebabkan perdarahan, infeksi, dan eklampsi/preeklampsi, kematian akobat pre eclampsia terdapat di Kota Agung. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran Faktor Usia, Paritas, Jarak Kehamilan, Obesitas Dan Riwayat Hipertensi Dengan Terjadinya Pre Eklampsia Ibu Hamil Di Kota Agung Kabupaten Tanggamus.  Metode penelitian: Jenis penelitian kuantitatif, pendekatan cross sectional. Sampel 70 ibu hamil dengan usia kehamilan di atas 20 minggu. Analisis uji Chi square. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat hubungan Usia,Paritas, Obesitas, Riwayat penyakit hipertensi/penyakit kronis dengan nilai p value <0,05.Tidak terdapat hubungan jarak kehamilan dengan kejadian pre eklampsia p-value >0,05.  Hasil penelitian ini merekomendasikan untuk tenaga kesehatan melakukan deteksi dini untuk mengidentifikasi factor risiko pada ibu hamil terkait factor risiko, melakukan manajemen tekanan darah, pemantauan fungsi ginjal (proteinuria dan kreatinin), dan pemantauan kondisi janin secara berkala. Kata Kunci: Usia, Paritas, Jarak, Obesitas, Riwayat Penyakit, Preeklampsia
Hubungan Pengetahuan dengan Kemampuan Keluarga dalam Merawat Stroke Aprina, Aprina; Astuti, Titi
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i3.13215

Abstract

ABSTRACTIntroduction: The prevalence of stroke in Lampung Province is 8.3%. Stroke patients who experience disability will lose their independence and become very dependent on other people. The role of the family is very important in helping patients meet their needs. The family's ability to care for patients is related to the theory of health behavior, namely knowledge, attitudes and actions. Purpose: This study aims to determine the relationship between knowledge and family ability in caring for stroke patients in the Natar Community Health Center working areaMethod: This research is a type of quantitative research using a cross sectional design. The research subjects were stroke sufferers in the Natar health center area, with a population of 35 patients with a sampling technique using purposive sampling. The research was conducted in May 2024 in the area. Natar Community Health Center work. Data collection uses a questionnaire, data analysis uses the Chi Square TestResult: Research results: Most respondents with fairly good knowledge, namely 16 (45.7%), and most respondents with low ability to care for stroke patients, namely 22 (62.9%), statistical test results show that respondents with poor knowledge good and had a low ability to care for stroke patients as many as 7 (77.8%). From the results of data analysis, the result was a p value = 0.004. This figure shows that the p value is <0.05, meaning that there is a relationship between knowledge and the family's ability to care for stroke patients in the Natar Community Health Center working areaConclusion: There is a relationship between knowledge and the family's ability to care for stroke patients in the Natar Community Health Center working area (p = 0.004. The community health center should facilitate increasing family and patient knowledge by making leaflets about stroke prevention so that families can fill their time by reading leaflets so as to increase family knowledge in implement preventive measuresKeywords: Keywords : Ability, Knowledge, Stroke    ABSTRAK Pendahuluan: Prevelensi stroke di Provinsi Lampung menjadi 8.3% , Pasien Stroke yang mengalami kecacatan akan kehilangan kemandirian dan sangat tergantung pada orang lain. Peran serta keluarga sangat penting membantu pasien dalam memenuhi kebutuhan, Kemampuan keluarga dalam merawat pasien berkaitan dengan teori perilaku Kesehatan yaitu pengetahuan, sikap, dan tindakan Tujuan: Penelitian mengetahui Hubungan Pengetahuan Dengan Kemampuan Keluarga Dalam Merawat Pasien Stroke Di Wilayah Kerja Puskesmas Natar.Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain Cross sectional, Subjek penelitiannya adalah penderita Stroke yang berada di wilayah puskesmas Natar, dengan jumlah Populasi sebanyak 35 pasien dengan tekhnik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling, penelitian di lakukan Pada bulan Mei 2024 di Wilayah Kerja Puskesmas Natar. Pengumpulan data menggunakan Kuesioner, analisis data menggunakan Uji Chi SquareHasil: Hasil penelitian Sebagian besar responden dengan Pengetahuan Cukup baik yaitu sebanyak 16 (45,7%), dan sebagian besar responden dengan Kemampuan merawat pasien stroke rendah yaitu sebanyak 22 (62,9%), Hasil uji statistic menunjukkan bahwa responden dengan Pengetahuan Kurang baik dan memiliku Kemampuan merawat pasien stroke rendah sebanyak 7 (77,8%), Dari hasil analisis data diperoleh hasil nilai p = 0,004. Angka tersebut menunjukkan bahwa nilai p < 0,05, artinya Ada Hubungan Pengetahuan Dengan Kemampuan Keluarga Dalam Merawat Pasien Stroke Di Wilayah Kerja Puskesmas Natar.Kesimpulan: Ada Hubungan Pengetahuan Dengan Kemampuan Keluarga Dalam Merawat Pasien Stroke Di Wilayah Kerja Puskesmas Natar (p = 0,004. hendaknya pihak puskesmas memfasilitasi peningkatan pengetahuan keluarga dan pasien dengan membuatkan leaflet tentang pencegahan Stroke agar keluarga dapat mengisi waktu dengan membaca leaflet sehingga meningkatkan pengetahuan keluarga dalam mengaplikasikan upaya pencegahanKata kunci: Kemampuan, Pengetahuan, Stroke