Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kecemasan Pasien Pre Operasi Seksio Sesarea di Rumah Sakit Umum Handayani Kotabumi Bramita, Yosica; Astuti, Titi; Murhan, Al
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i8.15207

Abstract

ABSTRACT The average case of cesarean section in the world is around 5-15% per 1000 births in the world. In Indonesia, the incidence of cesarean section has increased, namely 80% of births are by cesarean section with an average of 17.6% of 78,736 births. In Lampung province in 2018 cases of cesarean section were around 13.2% of 2,644 births. At the Handayani Kotabumi General Hospital in 2020 there were 518 caesarean sections out of a total of 712 deliveries or (72.7%). Anxiety can be experienced by pre-cesarean section mothers because surgery is a potential or actual threat to a person's integrity that can evoke physiological and psychological stress reactions.The aim of this study was to determine the factors associated with the level of anxiety in preoperative cesarean section patients at Handayani Kotabumi General Hospital. Type of quantitative research with analytic survey design and cross sectional approach. The sampling technique uses a purposive sampling technique, a sample of 33 respondents. Time of study June 6-June 25 2022. Statistical tests using the Chi-Square test. The results showed that the majority of respondents experienced moderate anxiety (57.6%). Statistical test results obtained at age p-value (0.011) < α (0.05), education p-value (0.001) < α (0.05), parity p-value (0.002) < α (0.05), and husband's support p-value (0.004) < α (0.05). It can be concluded that there is a relationship between age, education, parity, husband's support and the anxiety of patients with preoperative cesarean section. Researchers hope that the factors associated with the anxiety of preoperative cesarean section patients can be considered so that various kinds of complications do not occur during the perioperative period. Keywords: Factors, Anxiety, Cesarean Section  ABSTRAK Kasus rata-rata seksio sesarea di dunia sekitar 5-15% per 1000 kelahiran di dunia. Di Indonesia angka kejadian seksio sesarea mengalami peningkatan, yaitu 80% metode persalinan dengan seksio sesarea dengan rata rata 17,6% kasus seksio sesarea dari 78.736 kelahiran. Di provinsi Lampung tahun 2018 kasus seksio sesarea sekitar 13,2% dari 2.644 kelahiran. Di Rumah Sakit Umum Handayani Kotabumi tahun 2020 seksio sesarea sebanyak 518 orang dari total 712 persalinan atau sebesar (72,7%). Kecemasan dapat dialami oleh ibu pre seksio sesarea karena tindakan pembedahan merupakan ancaman potensial maupun aktual pada integritas seseorang yang dapat membangkitkan reaksi stres fisiologis maupun psikologis.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi seksio sesarea di Rumah Sakit Umum Handayani Kotabumi. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan survey analitik dan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan teknik purposive sampling, sampel sebanyak 33 responden. Waktu penelitian pada 6 Juni- 25 Juni 2022. Uji statistik menggunakan uji Chi-Square.  Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden mengalami kecemasan sedang sebanyak (57,6%). Hasil uji statistik diperoleh pada usia p-value (0,011) < α (0,05), pendidikan p-value (0,001) < α (0,05), paritas p-value (0,002) < α (0,05), dan dukungan suami p-value (0,004) < α (0,05). dapat disimpulkan ada hubungan antara usia, pendidikan, paritas, dukungan suami dengan kecemasan pasien pre operasi seksio sesarea. Peneliti berharap agar faktor faktor yang berhubungan dengan kecemasan pasien pre operasi seksio sesarea dapat diperhatikan supaya tidak terjadi berbagi macam komplikasi selama periode perioperatif. Kata Kunci: Faktor-Faktor, Kecemasan, Seksio Sesarea
Edukasi dan Pelatihan Keluarga dan Kader Kesehatan tentang Pencegahan dan Perawatan Anak dengan Tuberkulosis Paru di rumah Desa Sidodadi Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu Anita, Anita; Aprina, Aprina; Astuti, Titi; Hasan, Amrul; Kadarusman, Haris; Siregar, Maria Tuntun; Fauziah, Raden Roro Nur
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.15071

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan salah satu negara dengan penderita Tuberkulosis (TBC) tertinggi ketiga di dunia dengan perkiraan jumlah orang penderita akibat TBC mencapai 845.000 dengan angka kematian 98.000 orang atau setara dengan 11 kematian/jam. Faktor risiko TBC pada anak diantaranya adalah status gizi, ASI eksklusif, riwayat kontak TBC, usia imunisasi BCG, keberadaan perokok dan sanitasi lingkungan. TBC pada anak dapat dicegah dengan meningkatkan status kesehatan & nutrisi yang baik, memutus rantai penularan TBC dengan  PHBS, mengubah perilaku anak, keluarga dan lingkungan secara terus menerus. Pengabdian bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dan Kader Kesehatan tentang pencegahan dan perawatan  TBC. Pelaksanaan kegiatan secara kelompok di Desa Sidodadi Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu, pada bulan Agustus 2024. Sasaran kegiatan adalah 20 keluarga yang memiliki balita resiko TBC. Kegiatan diawali dengan pelatihan dan edukasi, keberhasilan pelatihan diukur dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test. Hasil Pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan pengetahuan baik pada kelompok usia dewasa maupun kelompok keluarga dengan anak penderita TBC terkait perawatan balita/anak dengan TBC di rumah setelah dilakukan pelatihan keluarga dan kader kesehatan. Kata kunci: Anak, Pencegahan, Perawatan, TBC  ABSTRACT Indonesia is one of the countries with the third highest TB burden in the world with an estimated number of people falling ill due to TB reaching 845,000 with a death rate of 98,000 or equivalent to 11 deaths/hour. Risk factors for tuberculosis in children include nutritional status, exclusive breastfeeding, history of contact with tuberculosis, age of BCG immunization, the presence of smokers and environmental sanitation. Tuberculosis in children can be prevented by improving good health & nutrition status, breaking the chain of TB transmission with PHBS, changing the behavior of children, families and the environment continuously. The service aims to improve the knowledge and skills of families and Health Cadres about TB prevention and treatment. The implementation of group activities in Sidodadi Village, Pardasuka District, Pringsewu Regency, in August 2024. The target of the activity is 20 families with toddlers at risk of TB. The activity began with training and education, the success of the training was measured by comparing the results of the pretest and posttest. The results of this service show an increase in understanding and knowledge in both adult and child age groups related to the care of toddlers and children with tuberculosis at home after training families and health cadres. Keywords: Children, Prevention, Treatment, TB
Pemberdayaan Masyarakat untuk Mencegahan dan Menurunkan Stunting di Pekon Kanoman Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus Lampung Aprina, Aprina; Ahyanti, Mei; Hasan, Amrul; Astuti, Titi; Amatiria, Gustop; Nugroho, Ari; Mustafa, Annasari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.14864

Abstract

ABSTRAK Stunting pada anak balita merupakan konsekuensi dari beberapa faktor yang sering dikaitkan dengan kemiskinan termasuk gizi, kesehatan, sanitasi dan lingkungan. Beberapa penelitian di Indonesia menemukan bahwa kombinasi antara sanitasi yang tidak layak dan kualitas air minum yang tidak aman merupakan faktor risiko stunting. Permasalahan stunting dapat dicegah sebelum kehamilan dan pada masa kehamilan, dengan cara memberikan edukasi pada calon ibu dimasa prakonsepsi dalam mempersiapkan calon ibu. Pengabdian dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sehingga memiliki kemandirian dalam bidang Kesehatan dan peningkatan perekonomian keluarga. Kegiatan dilakukan dalam beberapa tahapan mulai bulan Maret hingga November 2023 di Pekon Kanoman Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus. Sasaran adalah WUS, remaja, keluarga yang memiliki balita stunting dan keluarga berisiko stunting. Telah terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang IMD, manajemen laktasi, Kesehatan reproduksi, pembuatan MP-ASI, terbangun 10 unit pembuatan SPAL percontohan dan 1 unit DAMIU. Kata Kunci: Infeksi, Gizi, Stunting  ABSTRACT Stunting in children under five is caused by factors that are generally associated with poverty, including nutrition, health, sanitation and the environment. Several studies in Indonesia show that the combination of inadequate drinking water sanitation and unsafe drinking water sanitation is a common cause of stunting. Conception problems before and during pregnancy can be prevented by providing education to prospective mothers during the preconception period in preparing future mothers. Services can increase people's knowledge and skills so that they have independence in the health sector and improve the family economy. Activities were carried out in several stages from March to November 2023 in Pekon Kanoman, Semaka District, Tanggamus Regency. The targets include WUS, teenagers, families with young children who may experience stunting, and families who are at risk of experiencing stunting. There is an increase in community knowledge and capacity regarding IMD, lactation management, reproductive health, MP-ASI production, 10 experimental SPAL manufacturing units and 1 DAMIU unit. Keyword: Infection, Nutrition, Stunting