Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Teknika

APPLICATION OF ORTHOGONAL ARRAY L9 TO IMPROVE PRODUCTIVITY OF DIESEL DRIVE MACHINE R 175 Prihatin, Joko Yunianto; Kasih, Tota Pirdo
Teknika Vol 9 No 2 (2024): October 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/teknika.v9i2.389

Abstract

Mesin penggerak diesel R 175 merupakan engine yang cukup tangguh digunakan sebagai penggerak pada kebanyakan alat pertanian dan perkebunan juga perikanan hingga generator listrik. Contoh penerapannya di UMKM wilayah Kabupaten Sukoharjo Provinsi Jawa Tengah adalah pada pengolahan pengaduk dan pencetak tanah liat di ukm genteng. Permasalahan utama dewasa ini adalah bahwa penggunaan mesin diesel R 175 dikenal tidak tahan lama atau tidak awet, bahkan ada yang menyebutkan berasap hitam dan susah distarter (penyalaan awal engkol), dan rpm tidak stabil. Penyebab utamanya adalah kualitas sistem pengabutan bahan bakar pada injektor yang tidak sempurna, bahkan terkadang menetes atau tersumbat hanya menghasilkan diameter kabut 40 mm, dan menggunakan bahan bakar biosolar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai peningkatan pembentukan kabut melalui optimasi Taguchi orthogonal array L9. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan menerapkan 4 faktor dan 3 level pada respon pembentukan diameter kabut. Data diameter kabut injektor tersebut dilakukan analisa statistik Signal to Noise Ratio Larger The Better (SNR LTB) dan nilai efek tiap faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai peningkatan pembentukan kabut mesin penggerak R 175 yang dicapai adalah 27,84 mm atau meningkat 68,74% dari kondisi awal 40,5 mm menjadi 68,34 mm. Komposisi level faktor yang menghasilkan diameter hasil pengkabutan yang optimal adalah pada nomor pengujian ke 3 A1B3C3D3, yaitu nilai viskositas bbm menggunakan dexlite, jarak tuas pengungkit pompa 20 cm, waktu pemompaan 15 kali/30detik, setelan nozzle +3 putaran.
PENGARUH JUMLAH SUDU VAWT (VERTICAL AXIS WATER TURBINE) TERHADAP DAYA OUTPUT PLTA PIKO HIDRO Purwono, Arif Hidayat; Kasih, Tota Pirdo
Teknika Vol 9 No 2 (2024): October 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/teknika.v9i2.391

Abstract

Perkembangan perangkat listrik modern yang semakin hemat energi, memberikan peluang untuk dikembangkannya pembangkit listrik berskala kecil. Indonesia yang beriklim tropis, dan memiliki curah hujan yang tinggi bisa dimanfaatkan sebagai sumber tenaga alternatif memberikan potensi dikembangkannya pembangkit listrik skala piko di masa depan. Penelitian ini akan mengembangkan turbin skala piko berjenis Turgo berdiameter 380 mm dengan memvariasikan jumlah sudu 8, 12, dan 16. Penelitian menggunakan pengujian eksperimental melalui prototipe alat uji Vertical Axis Water Turbine (VAWT) skala laboratorium dengan menggunakan debit aliran yang tetap sebesar 18 l/min. Dengan menghubungkan rotor turbin dengan generator menghasilkan putaran rotor turbin sebesar 515,3 rpm pada sudu turbin 8, mengalami kenaikan 14% bila dibanding sudu 12 dan kenaikan 17% bila dibanding dengan sudu turbin 16. Hasil putaran rotor memiliki tren yang sama dengan hasil tegangan listrik dimana tegangan listrik pada turbin 8 menghasilkan 12,4 Volt pada sudu 12 dan 16 mengalami peningkatan 9 % dan 10 %. Hasil daya output generator terbaik sebesar 13,23 Watt didapatkan dengan menggunakan sudu 12. Hasil terbaik ini dapat direkomendasikan dalam pemilihan jumlah sudu pada Turbin Turgo VAWT berskala Piko.
PENGARUH KONDUKTIVITAS PANAS DAN MEDIA PENDINGIN TERHADAP SUHU MAKSIMAL DAN LAJU PENDINGINAN PADA PROSES INDUCTION HEATING BAJA AISI 4140 DAN 4340 Haikal, Haikal; Kasih, Tota Pirdo; Atmoko, Nugroho Tri
Teknika Vol 10 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/teknika.v10i1.390

Abstract

Pemanas induksi merupakan proses pemanasan modern yang bebas kontaminasi, bebas emisi sehingga pemanas induksi sangat dikembangkan dalam teknologi heat treatment. Penelitian ini berfokus pada pengaruh konduktivitas material baja AISI terhadap laju pemanasan, suhu maksimal serta laju pendinginan yang terukur ketika material uji dipanasi menggunakan mesin pemanas induksi (induction heating). Dua buah material AISI yakni AISI 4140 dan AISI 4340 digunakan dalam penelitian ini. Material AISI 4140 memiliki nilai konduktivitas termal 42,6 W/m.K dan AISI 4340 memiliki nilai konduktivitas termal 44,5 W/m.K. Material tersebut dipanaskan menggunakan pemanas induksi selama 15 menit kemudian didinginkan menggunakan media udara dan air. Pengukuran suhu dilakukan pada material memanfaatkan thermocouple yang dikombinasi dengan Arduino sehingga pengukuran suhu dapat direkam secara real time . Berdasarkan pengambilan data suhu pada spesimen ketika dipanaskan menggunakan pemanas induksi menunjukkan bahwa suhu maksimal yang terukur pada material uji yakni 747,75°C ketika material AISI 4140 akan tetapi jika menggunakan material AISI 4340 menghasilkan suhu maksimal yang lebih tinggi yakni 754,5°C. Sedangkan jika ditinjau dari laju pendinginan, laju pendinginan Baja AISI 4340 sebesar 0,14°C/s pada media pendingin udara dan 5,27°C/s pada media pendingin air. Sedangkan Baja AISI 4140 menghasilkan laju pendinginan 0,08°C/s pada media pendingin udara dan 4,75°C/s pada media pendingin air. Penurunan suhu rata-rata pada media pendingin udara antara Baja AISI 4140 dengan Baja AISI 4340 memiliki perbedaan sebesar 0,06°C/s dan pada media pendingin air memiliki perbedaan sebesar 0,52°C/s. Baja AISI 4340 lebih cepat membuang panas sedangkan Baja AISI 4140 lebih lama menyimpan panas. Hal tersebut mengindikasikan bahwa semakin besar konduktivitas panas suatu material maka semakin tinggi suhu yang terukur dan laju pendinginan semakin cepat.