Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Peningkatan Teknik Pounding Terinspirasi Happa-Zome dalam Kegiatan Pembuatan Tekstil Ramah Lingkungan di PPSA “Taruna Yodha” Sukoharjo Affanti, Tiwi Bina; Santoso, Ratna Endah; Sarwono, Sarwono -; Josef, Adji Isworo; Utami, Lira Anindita
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 15 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v15i1.3941

Abstract

This community service is carried out with the participation of PPSA “Taruna Yodha” children-in-care, in Sukoharjo, Central Java. By creation of textile products, the activity that incorporates an eco-friendly production process inspired by the Japanese Happa-zome technique (manual leaf-printing decoration technique) is chosen and improved for motivating environmental awareness while strengthening the entrepreneurial capacity of the beneficiaries. The service program is conducted by (in)direct presentation and mentoring, a participatory and iterative process from the beginning to the end. Within the program, design survey activity in the form of exploring the potential of nature is to be involved for introducing the surrounding natural environment while collecting leaf material. The results are; (1) Providing environmental awareness for beneficiaries through textile-making, (2) Happa-zome technique for interior textile product development, (3) Entrepreneurial program covering story-making and on-line marketing strategy
Perancangan Batik Tulis Warna Alam Teknik Negative Painting Dengan Inspirasi Semanggi Surabaya Nariswari, Syahda Putri; Affanti, Tiwi Bina
Hastagina : Jurnal Kriya Seni Vol 3 No 02 (2023): Hastagina : Jurnal Kriya dan Industri Kreatif
Publisher : Pusat Penerbitan LPPM ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/hastagina.v3i01.2733

Abstract

Perancangan berjudul “Perancangan Batik Tulis Warna Alam Teknik Negative Painting dengan Inspirasi Semanggi Surabaya” merupakan sebuah karya yang dilatarbelakangi oleh kurangnya minat masyarakat terhadap motif batik Semanggi Surabaya. Produk batik semanggi kurang berkembang dan berdaya saing dikarenakan adanya beberapa permasalahan salah satunya motif yang kurang variatif dan ketidakmampuan dalam menghadapi persaingan dengan produk batik lainnya. Tujuan dari perancangan ini adalah memberikan tampilan batik Semanggi Surabaya yang lebih menarik dan khas sesuai tren masa kini sehingga minat masyarakat terhadap motif batik ini dapat meningkat. Perancangan produk batik ini menerapkan metode pendekatan menurut SP. Gustami, yang mengemukakan 3 tahap 6 langkah. Ketiga tahap tersebut adalah tahap eksplorasi atau pengumpulan data, perancangan atau pembuatan sketsa dan desain, terakhir adalah perwujudan. Hasil perancangan ini sebagai berikut: (1) Motif semanggi, motif kerupuk, dan motif sambal. Perancangan ini berhasil membuat 6 desain panel. (2) Produk tersebut berupa kain panjang untuk wanita berusia 20-30 tahun kalangan menengah. Kain panjang tersebut menggunakan teknik batik tulis yang terinspirasi dari teknik negative painting pada cat air dan menggunakan pewarna alam berupa serbuk antara lain: tegeran, tingi, daun mangga, secang, dan teh hijau. Bahan untuk produk ini berupa kain katun sutra.
Perancangan Makrame Pada Objek Rak Display Purnamasari, Siti Wahyu; Affanti, Tiwi Bina
Ornamen Vol. 20 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v20i2.5424

Abstract

Perancangan ini membahas tentang rak display yang menggunakan teknik makrame sebagai elemen utamanya. Makrame adalah seni merajut atau mengikat tali yang telah lama ada dan dikenal di berbagai budaya di seluruh dunia. Teknik makrame diterapkan dalam konteks desain rak display yang fungsional dan estetis. Rak display digunakan sebagai tempat penyimpanan berbagai barang seperti buku, barang dekoratif, atau koleksi pribadi lainnya. Desain ini juga menawarkan estetika yang menarik dan memberikan sentuhan unik pada ruangan. Metode perancangan yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode penciptaan oleh Gustami, di mana proses penciptaan secara metodologis terbagi menjadi tiga tahapan utama, yaitu eksplorasi (perancangan ide, konsep, dan landasan), perancangan (rancangan desain karya), dan perwujudan (pembuatan karya). Perancangan ini memberikan kontribusi dalam menggabungkan seni tradisional seperti teknik makrame dengan desain modern yang fungsional. Dessain rak display dengan teknik makrame ini diharapkan dapat memperkaya ruang hidup pengguna dengan elemen dekoratif yang menarik dan dapat digunakan secara praktis.
Pemanfaatan Daun Ketapang sebagai Pewarna Alam Batik di IKM Batik Bayat Sarwono, Sarwono; Rudianto, M.; Affanti, Tiwi Bina; Santoso, Ratna Endah; Hidayat, Sujadi Rahmad
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 41 No. 1 (2024): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v41i1.8292

Abstract

Usaha batik warna alam di Daerah Bayat Klaten terdapat terkendala terkait harga bahan baku, sehingga memengaruhi penetapan harga jual produk. Penelitian diharapkan dapat merekomendasikan alternatif bahan baku warna alam sebagai subtitusi pewarna batik. Tumbuhan yang umum dijumpai di daerah setempat adalah pohon ketapang (Terminalia catappa). Pohon ketapang dimanfaatkan sebagai tanaman penghias atau tanaman peneduh yang banyak tumbuh di negara-negara tropis. Penelitian bertujuan untuk memanfaatkan daun ketapang sebagai bahan pewarna alam ramah lingkungan untuk memperoleh alternatif bahan dan keterjangkauan harga. Menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan pada perajin batik warna alam di daerah Bayat Klaten. Sampel penelitian adalah daun ketapang secara random sampling yang terbagi menjadi dua jenis yaitu daun ketapang berwarna hijau dan daun ketapang berwarna kemerahan. Penelitian diterapkan pada proses produksi batik cap, dengan proses penelitian meliputi tahapan mordanting; pengecapan; ekstraksi warna; penguncian warna dengan tunjung, kapur dan tawas. Dilakukan pengujian ketahanan warna terhadap pencucian, yang hasilnya dapat direkomendasikan untuk proses produksi batik. Hasil ekstraksi daun ketapang yang diterapkan pada kain batik menghasilkan pewarna yang mengarah ke warna kecoklatan. Daun ketapang dapat menjadi alternatif warna alam berdasarkan penggunaan daun yang dipilih serta dipengaruhi oleh bahan pengunci yang digunakan.
Efektivitas Penggunaan Tanah Liat Sebagai Pewarna Alami Pada Bima Sena Batik Bayat: Effectiveness of Using Clay as a Natural Colorant in Bima Sena Batik Bayat Wandari, Lisa Dewi; Rudianto, M; Affanti, Tiwi Bina; Sarwono, Sarwono; Santoso, Ratna Endah; Hidayat, Sujadi Rahmad
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 42 No. 2 (2025): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v42i2.8742

Abstract

Industri batik di Daerah Bayat Kabupaten Klaten telah mengalami perkembangan signifikan dengan pemanfaatan teknologi modern dan dukungan pemerintah daerah melalui pelatihan dan promosi produk. Tanah liat di Daerah Bayat yang melimpah memiliki kandungan 67 mineral penting (seperti zat besi, kalsium, magnesium, dan potassium) dengan variasi komposisi kimia yang berpotensi menghasilkan warna-warna alami (kuning, merah, atau coklat) untuk batik. Bima Sena Batik sebagai salah satu pelopor industri batik di wilayah Bayat masih terbatas dalam pemanfaatan tanah liat sebagai pewarna. Penelitian ini mengkaji proses ekstraksi, aplikasi, dan ketahanan warna dari tanah liat khas Daerah Bayat untuk pengembangan alternatif pewarna alami yang ramah lingkungan, memperkaya estetika corak dan warna batik yang khas sekaligus upaya pelestarian tradisi dan kearifan lokal dalam produksi batik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Analisis data dilakukan secara statistik deskriptif. Penelitian ini menggunakan variabel utama dan variabel kontrol yang berpedoman pada teori Sugiyono dengan tahapan penelitian perencanaan, pengumpulan data, pengolahan data, serta interpretasi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tanah liat khas daerah Bayat sebagai pewarna alami dapat menghasilkan warna yang efektif dan memiliki ketahanan yang baik terhadap pencucian serta gosokan. Proses fiksasi dengan kapur dan tunjung terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap ketahanan warna yang dihasilkan. Jumlah pencelupan tanah liat yang dilakukan (6x, 10x, dan 15x) berpengaruh terhadap intensitas dan ketahanan warna pada kain batik.