Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH LIVE SHOPPING DAN HARGATERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PENGGUNA SHOPEE (SURVEY PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI ADMINISTRASI BISNIS STIA AMUNTAI) Normilawati, Normilawati; Rifani, Jamil
Inovatif Jurnal Administrasi Niaga Vol. 6 No. 1 (2024): Inovatif Jurnal Administrasi Niaga
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/ijan.6.1.368

Abstract

Menginvestigasi bagaimana keputusan pembelian user Shopee pada mahasiswa program studi Administrasi Bisnis STIA Amuntai dipengaruhi harga dan live shopping menjadi tujuan dari studi ini. Tipe penelitian asosiatif dan metode analisis regresi linier berganda melalui perangkat statistic SPSS versi 29.0 diaplikasikan dalam penelitian pendekatan berbasis kuantitatif ini. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Analisis regresi linier berganda, uji asumsi klasik, uji reliabilitas, pengujian hipotesis (uji parsial (uji t) dan uji simultan (uji F) dan koefiesien determinan), serta uji validitas merupakan pendekatan analisis yang diaplikasikan. Adapun dalam studi ditemukan persamaan regresi berganda Y = 1,580 + 0,261X1 + 0,259X2. Pada uji F atau hipotesis secara simultan diperoleh temuan F hitung berjumlah 39,228 dan sig = 0,001 < 0,05 memperlihatkan jika harga dan live shopping secara simultan dan signifikan mempengaruhi keputusan pembelian pengguna Shopee. Sementara itu, variabel live shopping secara parsial memiliki dampak signifikan pada keputusan pembelian sebab value t tabel = 1,677 kurang dari t hitung = 3,486 dan value signifikansi kurang dari 0,05. Akan tetapi, harga tidak mempunyai dampak yang nyata pada keputusan untuk membeli sebab value signifikansi berjumlah 0,78 lebih tinggi dari 0,05 dan value t hitung berjumlah 1,800 lebih banyak dari t tabel yang bernilai 1,677. Diharapkan studi berikut dapat berkontribusi dalam kemajuan ilmu pengetahuan, bidang pemasaran utamanya, serta dapat menjadi referensi bagi pelaku bisnis pada peningkatan keputusan pembelian konsumen lewat strategi live shopping dan penetapan harga yang tepat.
Pelatihan Bisnis Model Canvas (BMC) untuk Meningkatkan Manajemen Bisnis yang Dituangkan dalam Sebuah Visualisasi Gambar atau Chart yang Terdiri atas Sembilan (9) Elemen pada Masyarakat di Desa Cangkering Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara Haris Fadillah; Fadillah, Haris; Yudianto, Ary; Rifani, Jamil; Hasanah, Nurul
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/s3ycqx97

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manajemen bisnis masyarakat Desa Cangkering, Kecamatan Amuntai Selatan, melalui pelatihan Business Model Canvas (BMC) sebagai alat pemetaan dan pengembangan model bisnis. Permasalahan utama yang ditemukan pada masyarakat adalah rendahnya pemahaman tentang manajemen bisnis modern, belum adanya model bisnis yang terstruktur, minimnya identifikasi nilai tambah produk, serta rendahnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan usaha. Untuk mengatasi persoalan tersebut, kegiatan dilakukan melalui metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, workshop penyusunan BMC, studi kasus, dan evaluasi partisipatif. Pelatihan dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan pelaku UMKM, ibu rumah tangga pelaku usaha, anggota karang taruna, dan pengurus BUMDes. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pemahaman peserta—dari 60% sebelum pelatihan menjadi 90% setelah pelatihan—serta terciptanya 25 Business Model Canvas yang disusun sesuai jenis usaha masing-masing peserta. Selain itu, kegiatan ini mendorong perubahan pola pikir masyarakat terhadap pentingnya perencanaan usaha, inovasi produk, serta strategi pemasaran berbasis pelanggan. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan BMC terbukti efektif sebagai pendekatan edukatif yang mampu meningkatkan keterampilan manajerial masyarakat desa serta mendukung terbentuknya model bisnis yang lebih terarah, profesional, dan berkelanjutan. Selain meningkatkan pemahaman manajerial jangka pendek, pelatihan Business Model Canvas (BMC) ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang terhadap pengelolaan usaha masyarakat. Penerapan BMC memungkinkan pelaku UMKM memiliki perencanaan bisnis yang lebih terstruktur, meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan pasar, serta memperkuat daya saing usaha lokal. Dalam jangka menengah (1–2 tahun), penggunaan BMC berpotensi mendorong peningkatan efisiensi operasional, inovasi produk, dan perluasan pasar, yang pada akhirnya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal Desa Cangkering secara berkelanjutan. Training on the Business Model Canvas (BMC) to Improve Business Management among Communities in Cangkering Village, South Amuntai District, Hulu Sungai Utara Regency Abstract This community service program aimed to enhance the business management capacity of the community in Cangkering Village, South Amuntai District, through training on the Business Model Canvas (BMC) as a tool for mapping and developing business models. The main problems identified included limited understanding of modern business management, the absence of structured business models, insufficient identification of product value-added aspects, and low utilization of digital technology in business management. To address these challenges, the program was implemented using interactive lectures, group discussions, BMC development workshops, case studies, and participatory evaluation. The training was conducted in a participatory manner involving micro and small enterprise (MSME) actors, entrepreneurial housewives, youth organization members, and BUMDes administrators. The results demonstrated a significant increase in participants’ understanding, rising from 60% before the training to 90% after the training, as well as the development of 25 Business Model Canvases tailored to the specific types of businesses operated by the participants. In addition, the program encouraged a shift in community mindset regarding the importance of business planning, product innovation, and customer-oriented marketing strategies. The program concludes that BMC training is an effective educational approach for improving managerial skills among rural communities and for supporting the development of more structured, professional, and sustainable business models. Beyond short-term improvements in managerial understanding, the Business Model Canvas (BMC) training is expected to generate long-term impacts on community business management. The application of BMC enables MSME actors to develop more structured business planning, enhance adaptability to market changes, and strengthen the competitiveness of local enterprises. In the medium term (1–2 years), the use of BMC has the potential to improve operational efficiency, foster product innovation, and expand market reach, ultimately contributing to the sustainable local economic growth of Cangkering Village.