Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

NATO: Kajian Implementasi Containment Policy Bidang Militer di Eropa (1949-1991) Yulita Dewi Purmintasari *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 10, No 2 (2013): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3383.76 KB) | DOI: 10.21831/socia.v10i2.5352

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kebijakan pembendungan komunisme yang dilakukan Amerika Serikat selama Perang Dingin dalam bidang militer. Menggunakan metode sejarah kritis yang terdiri dari empat langkah yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam usaha membendung komunisme Uni Soviet, terutama dalam bidang militer Amerika Serikat mendirikan pakta pertahanan bersama di Eropa, yaitu NATO. Berdirinya NATO mendapat respon dari Uni Soviet dengan mendirikan Pakta Warsawa sebagai tandingan NATO. Selain itu NATO juga memicu Amerika Serikat untuk mendirikan organisasi yang serupa sebagai usaha membendung komunisme Uni Soviet. NATO dan Pakta Warsawa sebagai simbol Perang Dingin saling unjuk kekuatan, baik dalam senjata konvensional maupun nuklir.Namun persaingan kedua pihak membawa kecemasan, sehingga diadakan perundingan-perundingan untuk mengurangi persaingan kekuatan tersebut.Runtuhnya Uni Soviet dan bubarnya Pakta Warsawa, membuat NATO kehilangan lawan dan arah kebijakannya. Kata kunci : NATO, Containment Policy
Value Historis Situs Kelenteng Pantulak Sebagai Sumber Belajar IPS Berbasis Pendidikan Multikulture Kelas VII di SMPN 3 Sungai Ambawang Emi Tipuk Lestari; Saiful Bahri; Yulita Dewi Purmintasari
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 16, No 2 (2019): SOCIA: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v16i2.28945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Value Historis situs Klenteng Pantulak tersebut, dan mengetahui pemanfaatan situs Klenteng Pantulak  sebagai sumber belajar  dalam pembelajaran IPS berbasis Pendidikan Multikulture  di SMPN 3 Sungai Ambawang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mix method. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelenteng Pantulak merupakan bentuk akulturasi suku Dayak, Melayu, Madura dan Cina menghasilkan keanekaragaman budaya dan perdamaian antar suku terjalin dengan baik hingga saat ini. Dalam pembelajaran IPS berbasis multikultur Klenteng Pantulak menjadikan sebuah sumber pembalajaran yang tepat dengan materi maupun kondisi siswa di SMP N 3 Ambawang yang multietnis.
TATUNG: PEREKAT BUDAYA DI SINGKAWANG Yulita Dewi Purmintasari dan Hera Yulita *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 14, No 1 (2017): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.477 KB) | DOI: 10.21831/socia.v14i1.15886

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki berbagai macam budaya, etnis, agama, bahasa, namun dapat bersatu dalam kemajemukannya. Hal ini merupakan kekayaan yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Kalimantan Barat merupakan  salah satu daerah rawan konflik yang sifatnya massif. Terlihat bahwa keberagaman etnis dan budaya di Kalimantan Barat selain merupakan kekayaan budaya juga menjadi salah satu sumbu pemicu konflik. Kota Singkawang merupakan daerah yang multi etnis. Etnis yang ada di kota Singkawang di antaranya adalah : etnis Cina, Melayu, Dayak, Jawa, Madura dan lain-lain. Meskipun terdiri dari berbagai etnis, namun kehidupan di kota Singkawang tidak pernah terjadi keributan antaretnis. Ruang budaya perlu dimanfaatkan lebih serius guna terciptanya keharmonisan antar-etnis dalam upaya meredam konflik. Wadah akulturasi Tionghoa dengan Dayak untuk berkolaborasi sebagai sarana nyata dalam rangka mewujudkan kerukunan yakni melalui Pawai Tatung yang merupakan upacara tahunan dalam merayakan Cap Go Meh di kota Singkawang, Kalimantan Barat.
PERISTIWA PEMBERANTASAN PGRS-PARAKU DI KALIMANTAN BARAT TAHUN 1967 (KAJIAN TEORI HEGEMONI GRAMSCI UNTUK PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL) Yulita Dewi Purmintasari
ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 10, No 1 (2014): ISTORIA Edisi Maret 2014, Vol. 14, No.1
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.434 KB) | DOI: 10.21831/istoria.v10i1.3601

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi yang objektif mengenai  peristiwa pemberantasan PGRS/Paraku di Kalimantan Barat, analisis teori hegemoni Gramsci terhadap peristiwa pemberantasan PGRS/Paraku, pembelajaran sejarah lokal melalui materi peristiwa pemberantasan PGRS-Paraku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk studi kasus terpancang. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan atau narasumber yang terdiri dari dosen dan mahasiswa. Teknik pengumpul data berupa observasi langsung dengan alat pengumpul data panduan observasi, komunikasi langsung dengan alat pengumpul data panduan wawancara.Berdarkan pembahasan penelitian yang telah diuraikan di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa PGRS/Paraku dibentuk ketika terjadi konfrontasi antara Indonesia Malaysia, dimana Soekarno tidak setuju terhadap pembentukan Federasi Malaysia. Sikap Soekarno ini  didukung oleh rakyat Kalimantan Utara. Namun ketika Orde Baru, kondisi menjadi berubah. PGRS/Paraku yang dulunya menjadi garda terdepan dalam konfrontasi akhirnya diperangi dan dibumihanguskan. Teori hegemoni Gramsci membantu dalam menganalisis peristiwa pemberantasan PGRS/Paraku. Hegemoni merupakan alat untuk melanggengkan kekuasaan. Dalam penumpasan PGRS/Paraku sebagai bentuk kecil hegemoni di Kalimantan Barat, tindakan kekerasan yang bersifat memaksa dilakukan oleh militer, dalam hal ini adalah angkatan darat. Soeharto memberi kontrol yang sangat ketat untuk dapat mengendalikan situasi di lapangan. Masyarakat Dayak di daerah perbatasan menghimpun kekuatan bersama-sama ABRI melawan komunis yang telah memecah belah mereka dan menumpas PGRS/Paraku.Kajian peristiwa pemberantasan PGRS/Paraku melalui kajian hegemoni Gramsci dapat menjadi suatu materi pembelajaran sejarah lokal. Mahasiswa dapat menggali sejarah lokal yang ada dan dapat menambah pengetahuan baik bagi mahasiswa maupun dosen serta dapat meningkatkan rasa nasionalisme pada mahasiswa generasi yang akan datang. Adapun saran yang dapat disampaikan bahwa penggunaan sejarah lokal suatu daerah harus terus dikembangkan agar pembelajaran sejarah tidak hanya mengkaji sejarah nasional saja. Hal ini dapat meningkatkan jiwa nasionalisme dan patriotisme. Kata Kunci : PGRS/Paraku, Hegemoni Gramsci
PENDEKATAN COOPERATIVE LEARNING DENGAN STRATEGI GAMES COMPETITION SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA Eka jaya puta utama; Emusti rivasintha; Yulita Dewi Purmintasari; Arif Januardi
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.792 KB) | DOI: 10.30870/candrasangkala.v2i1.1604

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penggunaan pendekatan Cooperative Learning dengan Strategi  Games Competition dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Materi Sejarah kelas VIII SMP Negeri 2 Sungai Raya?. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas.  Subyek dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sungai Raya tahun pelajaran 2015/2016. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, panduan observasi, panduan wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penellitian ini adalah Analisis hasil penelitian digambarkan dengan cara menggunakan triangulasi data. Indikator keberhasilan didasarkan dari kisi-kisi pengamatan aktivitas siswa yang meliputi :1) semangat siswa untuk mengikuti pembelajaran, 2) keaktifan dalam  menyelesaikan tugas  membuat pertanyaan dan jawaban, 3) keaktifan dalam menjawab pertanyaan, 4) keaktifan dalam menanggapi atas pertanyaan dari kelompok lain, 5) kerjasama dalam kelompok dalam menyelesaikan tugas berkompetisi dengan kelompok lain.Kesimpulan penelitian bahwa Pembelajaran IPS menggunakan pendekatan cooperative learning dengan strategi Games Competition dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kela VIII SMP Negeri 2 Sungai Raya, yaitu peningkatan aktifitas belajar siswa secara klasikal yaitu pada siklus I sebesar 65 % dan pada Siklus II sebesar 85 %, hal ini berarti ada peningkatan sebesar 20%. Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan cooperative learning dengan strategi Games Competition dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif dalam mengungkapkan pendapat, menghargai pendapat orang lain,berani bertanya, menanggapi, belajar berkompetisi secara jujur, serta mampu menumbuhkan rasa solidaritas siswa.
PENDAMPINGAN PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PERMAINAN EDUKATIF DI PAUD MEKAR KECAMATAN NOYAN Yulita Dewi Purmintasari; Sahid Hidayat; Yuver Kusnoto
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2018): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v2i2.974

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian untuk menguatkan pedidikan karakter melalui permainan edukatif di PAUD Mekar Kecamatan Noyan. Langkah-langkah yang dilakukan oleh tim dalam rangka melaksakan kegiatan ini adalah sebagai berikut: (1) Survey, (2) Pemantapan dan penentuan lokasi dan sasaran, (3) Pembelian bahan permainan edukasi, (4) pelaksanaan pendampingan penguatan pendidikan karakter melalui permainan edukatif. Penguatan pendidikan karakter untuk anak PAUD dapat dilakukan dengan menggunakan permainan edukasi. Ketika permainan itu digunakan dengan tepat dan dalam pengawasan guru maupun orang tua dapat ditanamkan nilai-nilai pendidikan karakter religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca dan peduli lingkungan. Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Permainan edukatif, PAUD
UPAYA PELESTARIAN CAGAR BUDAYA HOLLANDSCH INLANDSCHE SCHOOL (HIS) PERTAMA DI PONTIANAK Saiful Bahri; Yuver Kusnoto; Basuki Wibowo; Sahid Hidayat; Yulita Dewi Purmintasari; Emusti Rivasintha; Superman Superman
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2019): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v3i1.1222

Abstract

Abstrak Upaya pelestarian benda cagar budaya membutuhkan keterlibatan banyak pihak dan yang terpenting adalah keterlibatan  masyarakat, terutama pada benda cagar budaya yang masih dipakai (living monument). Pelestarian living monument terkadang lebih sulit, dikarenakan kurangnya pemahaman sang pemilik tentang pentingnya pelestarian benda cagar budaya miliknya.Masyarakat sudah semakin sadar dan kritis dalam usaha-usaha pelestarian Cagar Budaya khususnya yang berwujud bangunan. Beberapa Komunitas peduli Cagar Budaya sudah mulai bermunculan dan melakukan berbagai kegiatan nyata di berbagai daerah. Kenyataan ini menunjukkan anak muda telah mulai peduli akan kelestarian Cagar Budaya. Dalam usaha pelestarian ini terkadang masyarakat masih binggung dengan cara apa. Masyarakat yang menempati cagar budaya SD Negeri14 Pontianak, sebagai pihak sekolah menginginkan adanya pendampingan kepada siswa untuk memberikan pemahaman tentang pelestarian cagar budaya. Melihat usia siswa yang masih harus mendapatkan perhatian maka dari itu orang tua/wali murid tidak dapat lepas peran pada hal ini karena orang tua juga harus mendukung pelestarian cagar budaya.Tujuan Pengabdian adalah untuk mengetahui Pemahaman siswa dan wali murid terhadap pelestarian cagar budayadan memberikan pemahaman kepada siswa dan wali murid terhadap pelestarian cagar budaya. Hasil dan manfaat Kegiatan Pengabdian ini adalah mampu mengenalkan kepada siswa dan wali murid tentang cagar budaya terutama Cagar Budaya SD 14 Pontianak, memberikan kesadaran kepada siswa dan wali murid dalam pelestarian Cagar Budaya terutama Cagar Budaya SD 14 Pontianak, dan memberikan pemahaman siswa dan wali murid mengenai pentingnya pelestarian cagar budaya terutama cagar budaya SD 14 Pontianak.
PENGUATAN LITERASI DI SEKOLAH Superman Superman; Yulita Dewi Purmintasari; Rini Agustina
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2019): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v3i2.1505

Abstract

Pokok permasalahan yang dialami mitra dalam kegiatan pengabdian ini ialah masih rendahnya minat baca siswa, sarana kegiatan literasi di sekolah masih minim ditandai dengan belum adanya perpustakaan yang representatif. Tujuan dilakukannya pengabdian ini ialah untuk meningkatkan kapasitas serta tata kelola kegiatan literasi di sekolah. Metode yang digunakan ialah dengan pembenahan sarana fisik dan pelatihan tata kelola program GLS. Hasil dari kegiatan pengabdian ini siswa memiliki minat literasi dengan disediakannya pojok literasi di kelas dan dibuatkanya perpustakaan yang memadai bagi siswa untuk belajar di perpustakaan. Adanya pojok literasi dan perpustakaan mendorong terlaksananya Gerakan Literasi Sekolah di SMP Pancasila Sungai Kakap.
Pengembangan Subject Specific Pedagogy Cerita Rakyat Dayak Simpakng pada Kelas Sangsangan Sakolah Adat Arus Kualan Yulita Dewi Purmintasari; Ihsan Nurhakim
Jurnal Basicedu Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1742

Abstract

Pengembangan SSP cerita rakyat Dayak Simpakng pada kelas sangsangan di sakolah adat arus kualan bertujuan untuk mengembangkan SSP berupa bahan ajar dan worksheet cerita rakyat Dayak Simpakng dan untuk mengetahui kelayakan produk hasil pengembangan. Proses penelitian menerapkan metode penelitian pengembangan ADDIE. Hasil validasi bahan ajar cerita rakyat Dayak simpakng layak digunakan dengan skor rata-rata 4,27 kategori “sangat baik”. Hasil validasi worksheet layak digunakan dengan skor rata-rata 4,57 kategori “sangat baik”. Hasil evaluasi one to one terhadap bahan ajar “sangat baik” dengan skor rata-rata 4,5, dan respon siswa terhadap worksheet “sangat baik” dengan skor rata-rata 4,47. Hasil evaluasi small group terhadap bahan ajar “sangat baik” dengan skor rata-rata 4,29, dan respon siswa terhadap worksheet “sangat baik” dengan skor rata-rata 4,3
Pengembangan Subject Specific Pedagogy Cerita Rakyat Dayak Simpakng pada Kelas Sangsangan Sakolah Adat Arus Kualan Yulita Dewi Purmintasari; Ihsan Nurhakim
Jurnal Basicedu Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1742

Abstract

Pengembangan SSP cerita rakyat Dayak Simpakng pada kelas sangsangan di sakolah adat arus kualan bertujuan untuk mengembangkan SSP berupa bahan ajar dan worksheet cerita rakyat Dayak Simpakng dan untuk mengetahui kelayakan produk hasil pengembangan. Proses penelitian menerapkan metode penelitian pengembangan ADDIE. Hasil validasi bahan ajar cerita rakyat Dayak simpakng layak digunakan dengan skor rata-rata 4,27 kategori “sangat baik”. Hasil validasi worksheet layak digunakan dengan skor rata-rata 4,57 kategori “sangat baik”. Hasil evaluasi one to one terhadap bahan ajar “sangat baik” dengan skor rata-rata 4,5, dan respon siswa terhadap worksheet “sangat baik” dengan skor rata-rata 4,47. Hasil evaluasi small group terhadap bahan ajar “sangat baik” dengan skor rata-rata 4,29, dan respon siswa terhadap worksheet “sangat baik” dengan skor rata-rata 4,3