Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Empiricism Journal

Pengembangan Worksheet Berbasis Discovery Learning pada Materi Fisika Kelas XI untuk Mengetahui Peningkatan Hasil Belajar Sarriyani, Sarriyani; Sukroyanti, Baiq Azmi; Habibi, Habibi
Empiricism Journal Vol. 4 No. 1: June 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i1.1279

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui kriteria kelayakan worksheet berbasis discovery learning pada mata pelajaran fisika untuk SMA kelas XI semester II dari penilaian dosen ahli media, (2) Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan bahan ajar worksheet berbasis discovery learning. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan (Research and Development). Dengan menggunakan model pengembangan ADDIE, dimana model ADDIE terdiri dari 5 tahap pengembangan yaitu tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Uji kelayakan worksheet berbasis discovery learning menggunakan angket validasi ahli. Hasil belajar kognitif dapat diukur menggunakan soal pre-test dan pos-test. Teknik analisis data menggunakan normalized gain dan effect size. Hasil validasi ahli terhadap pengembangan worksheet berbasis discovery learning menyatakan bahwa sangat layak digunakan pada jenjang SMA khususnya pada pelajaran fisika dengan nilai rata-rata  82,6%. Produk yang dikembangkan berupa worksheet berbasis discovery learning ini mampu meningkatkan hasil belajar siswa dengan skor gain 0,43 dengan kategori sedang dan memiliki ukuran efek terhadap pengaruh penggunaan worksheet berbasis discovery learning dengan effect size sebesar 1,73 dengan kategori tinggi. Development of Discovery Learning-Based Worksheets for Grade XI Physics Subject to Determine Learning Outcomes Improvement Abstract This study aims: (1) determine the eligibility criteria of worksheets -based discovery learning in physics subjects, (2) finding out the improvement of student learning outcomes using worksheets-based discovery learning. This study is Research and Development using the ADDIE model. The ADDIE model consists of 5 stage, namely the analysis, design, development, implementation, and evaluation. The feasibility test of worksheets based  discovery learning uses an expert validation questionnaire. Cognitive learning outcomes can be measured using pre-test and post-test questions. The data analysis technique used normalized gain and effect size. The results of expert validation on the development of worksheets based on discovery learning stated that it was very feasible to use at the high school level, especially in physics lessons with an average value of 82.6%. The product developed in the form of discovery learning-based worksheets is able to improve student learning outcomes with a gain score of 0.43 in the moderate category and has an effect size on the influence of the use of discovery learning-based worksheets with an effect size of 1.73 in the high category.
Pengembangan Video Pembelajaran 2D untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika Siswa Hendra, Muh.; Habibi, Habibi; Sukroyanti, Baiq Azmi
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1313

Abstract

Tujuan dari pengembangan ini adalah menghasilkan produk video pembelajaran 2D untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ADDIE yang terdiri dari 5 tahap pengembangan yaitu tahap analysis, design, development, implementation dan evaluation. Hasil dalam penelitian ini berupa produk video pembelajaran berbasis 2D yang mengacu pada kurikulum merdeka belajar. Hasil validasi ahli terhadap materi dan desain pada video pembelajaran berbasis 2D dengan nilai rata-rata persentase dari keseluruhan validator yaitu 84% dengan kriteria (Sangat layak) dan dapat digunakan sebagai bahan atau media pembelajaran. Selain itu berdasarkan hasil analisis data skala pemahaman konsep belajar akademik terhadap peningkatan pemahaman konsep belajar siswa menggunakan video pembelajaran ini juga memiliki persentase kelayakan yaitu 82% dengan kriteria (sangat Termotivasi) dan hasil analisis dari tes soal uraian bedasrkan perhitungan skor N-Gain dari hasil Pretest-postest yang telah di berikan memiliki persentase interprestasi sebesar 0,39 dengan kriteria (sedang) artinya efektivitas video pembelajaran 2D dalam meningkatkan pemahamn konsep fisika siswa dapat disimpulkan bahwa video pembelajaran 2D mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa. 2D Learning Video Development for Improve Student's Understanding of Physics Concepts Abstract The purpose of this development is to produce 2D learning video products to improve students' understanding of physics concepts. The development model used in this development research is ADDIE, where the ADDIE model consists of 5 development stages, namely the analysis, design, development, implementation and evaluation stages. The results of this study are a 2D-based learning video product that refers to the independent learning curriculum. The results of expert validation of material and design in 2D-based learning videos with an average percentage value of all validators, namely 84% with the criteria (Very feasible) and can be used as learning materials or media. In addition, based on the results of data analysis on the scale of understanding academic learning concepts towards increasing students' understanding of learning concepts using this learning video, it also has an eligibility percentage of 82% with the criteria (highly motivated) and the results of the analysis of the essay test are based on the calculation of the N-Gain score from the Pretest results -The posttest that has been given has an interpretation percentage of 0.39 with the criterion (moderate) meaning that the effectiveness of 2D learning videos in increasing students' understanding of physics concepts can be concluded that 2D learning videos are able to improve students' understanding of concepts.
Pengembangan Modul Fisika Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pani, Andriadi; Sukroyanti, Baiq Azmi; Gummah, Syifaul
Empiricism Journal Vol. 5 No. 1: June 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i1.1314

Abstract

Tujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan prototype modul fisika berbasis masalah yang layak digunakan untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah ADDIE, dimana model ADDIE terdiri dari 5 tahap pengembangan yaitu tahap analysis, design, development, implementation dan evaluation. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Keruak dengan subjek uji coba pada tahap penerapan berjumlah 32 siswa. Ditinjau hasil berdasarkan analisis penilaian dua orang validator menunjukkan bahwa produk modul fisika yang dikembangkan memperoleh kategori  sangat layak untuk diterapkan. Kategori ini diperkuat juga oleh respon positip siswa terhadap modul fisika berbasis masalah sehingga efektif meningkatkan hasil belajar mereka. Efek penerapan modul fisika berbasis masalah memperlihatkan adanya peningkatan hasil belajar fisika siswa yang dalam hal ini berkategori sedang (N-gain=0,44). Penelitian ini disimpulkan bahwa produk modul fisika berbasis masalah secara umum lebih efektif meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan dengan bahan ajar yang biasa digunakan. Kedepannya, modul ini dapat menjadi salah satu alternatif bahan ajar yang digunakan oleh guru untuk mengeksplorasi tingkat kemampuan berpikir siswa dalam belajar fisika di sekolah. Development of Problem-Based Modules to Improve Student Learning Outcomes Abstract The aim of the research is to produce a prototype problem-based physics module that is suitable for use to improve student physics learning outcomes. The development used is the ADDIE model namely: analysis, design, development, implementation and evaluation stages. The research was conducted at SMA Negeri 1 Keruak with a sample of 32 students. The results based on the assessment analysis of two validators show that the physics module product developed is categorized as very suitable for application. This category is also strengthened by students' positive responses to the problem-based physics module so that it effectively improves their learning outcomes. The effect of implementing the problem-based physics module shows an increase in students' physics learning outcomes, which in this case is in the medium category (N-gain=0.44). This research concluded that problem-based physics module products are generally more effective in improving student learning outcomes compared to commonly used teaching materials. In the future, this module can become an alternative teaching material used by teachers to explore the level of students' thinking abilities in learning physics at school.
Sinergi Tradisi Perang Topat dan Tri Hita Karana: Studi Hubungan Antara Religi, Sosial, dan Lingkungan dalam Masyarakat Lombok Samsuri, Taufik; Sutajaya, I Made; Suja, Wayan; Astawa, Ida Bagus Made; Pahriah, Pahriah; Sukroyanti, Baiq Azmi
Empiricism Journal Vol. 5 No. 2: December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i2.2480

Abstract

Tradisi Perang Topat di Lombok merupakan salah satu warisan budaya yang mencerminkan harmoni antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan, sebagaimana tercermin dalam filosofi Tri Hita Karana. Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol toleransi antarumat beragama, tetapi juga sarana untuk menjaga keseimbangan ekosistem melalui penghormatan terhadap siklus agraris. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis Tradisi Perang Topat dalam konteks Tri Hita Karana, menyoroti tantangan pelestarian nilai-nilai tradisi ini di era modern, serta menawarkan solusi dan rekomendasi praktis untuk menjaga keberlanjutan tradisi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur, dengan mengumpulkan data dari artikel akademik, buku, dan dokumen digital. Analisis dilakukan berdasarkan tiga pilar Tri Hita Karana: Parahyangan (hubungan dengan Tuhan), Pawongan (hubungan dengan sesama), dan Palemahan (hubungan dengan lingkungan). Temuan menunjukkan bahwa Tradisi Perang Topat memainkan peran penting dalam memperkuat hubungan spiritual melalui doa lintas agama, menciptakan harmoni sosial melalui kerja sama lintas komunitas, dan menjaga keberlanjutan lingkungan melalui simbolisme agraris. Namun, tantangan seperti komersialisasi budaya, degradasi lingkungan, dan kurangnya keterlibatan generasi muda mengancam pelestarian nilai-nilai tradisi ini. Oleh karena itu, artikel ini merekomendasikan penguatan pendidikan berbasis kearifan lokal, revitalisasi tradisi dengan pendekatan kreatif untuk melibatkan generasi muda, serta pengembangan pariwisata budaya yang berkelanjutan. Tradisi Perang Topat tidak hanya relevan sebagai warisan budaya lokal tetapi juga memiliki potensi untuk menjadi model harmoni sosial dan pelestarian lingkungan yang dapat menginspirasi dunia. The Synergy of Perang Topat Tradition and Tri Hita Karana: A Study of the Relationship Between Religion, Society, and Environment in Lombok SocietyAbstractThe Perang Topat tradition in Lombok is a cultural heritage that reflects harmony between humans and God, fellow humans, and the environment, as embodied in the philosophy of Tri Hita Karana. This tradition not only symbolizes interreligious tolerance but also serves as a means to maintain ecosystem balance through respect for the agrarian cycle. This article aims to analyze the Perang Topat tradition within the context of Tri Hita Karana, highlighting the challenges of preserving its values in the modern era and offering practical solutions and recommendations for its sustainability. The method used is a qualitative approach based on literature review, collecting data from academic articles, books, and digital documents. The analysis is conducted based on the three pillars of Tri Hita Karana: Parahyangan (relationship with God), Pawongan (relationship with fellow humans), and Palemahan (relationship with the environment). The findings indicate that the Perang Topat tradition plays a crucial role in strengthening spiritual relationships through interreligious prayers, fostering social harmony through cross-community cooperation, and maintaining environmental sustainability through agrarian symbolism. However, challenges such as cultural commercialization, environmental degradation, and the lack of youth involvement threaten the preservation of these traditional values. Therefore, this article recommends strengthening education based on local wisdom, revitalizing traditions with creative approaches to engage younger generations, and developing sustainable cultural tourism. The Perang Topat tradition is not only relevant as a local cultural heritage but also holds potential as a model for social harmony and environmental preservation that can inspire the world.