Articles
Identification of Innovation Needs for Fetal Well-Being Monitoring: A Phenomenological Research
Purwati, Yuni;
Wahyuntari, Evi;
Cahya Subrata, Arsyad;
Anisa, Diah Nur
Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan INTEREST: Jurnal Ilmu Kesehatan Volume 14 Issue 2 November 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37341/interest.v14i2.618
Background: Counting fetal movements is a vital assessment to determine the well-being of the fetus that can be carried out independently by pregnant women. Pregnant women need to be provided with tools that are easy, practical, safe and economical so they can get accurate results. Objective: To develop a fetal movement counting tool that can be used independently by pregnant women. Methods: Qualitative phenomenological research, carried out 1 June-31 Juli 2024. Research using a focus group discussion approach on 8 participants, pregnant women's health workers at Bantul Regional Health Centers, Yogyakarta, Indonesia. Sample criteria: willing to be a participant, actively serving in the maternal health unit, working at a Community Health Center with the highest Infant Mortality Rate. The sample was selected using purposive sampling, analysis techniques using compression, presentation and drawing conclusions NVivo 12 Pro International software. Results: A total of 246 codes were generated, 7 categories, 4 themes, namely: (1) previous behavioral experience; (2) perception of the benefits of calculating fetal movements; (3) experience of techniques for calculating fetal movements; and (4) expectations of the tools needed. There was main topic is need for monitoring fetal movementsaya Conclusion: The themes obtained are the basis for formulating a design to develop a fetal movement monitoring tool that can be carried out independently by pregnant women. The themes obtained imply that health workers need to encourage the use of simple and easy-to-operate foetal movement monitors that can be used independently to improve pregnancy monitoring based on maternal empowerment.
Pengaruh Edukasi Pubertas Terhadap Tingkat Pengetahuan Pubertas di SD Negeri Glagah Umbulharjo Yogyakarta
Olivia Salsabila;
Diah Nur Anisa;
Warsiti
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.71417/galen.v2i1.161
Pubertas merupakan fase transisi biologis dan psikologis penting pada anak sekolah dasar, namun pengetahuan yang kurang sering memicu kecemasan dan perilaku higiene buruk. Penelitian ini bertujuan mengukur pengaruh edukasi pubertas terhadap tingkat pengetahuan siswa kelas 5 SD Negeri Glagah Umbulharjo, Yogyakarta. Menggunakan desain quasi-eksperimental one-group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol, penelitian melibatkan 46 siswa usia 10-12 tahun yang dipilih secara purposif dari populasi 81 siswa kelas 5. Data dikumpul melalui kuesioner pengetahuan pubertas tervalidasi dan dianalisis dengan distribusi frekuensi univariat serta uji Wilcoxon bivariat. Sebelum intervensi, 60,9% memiliki pengetahuan baik, meningkat menjadi 78,3% setelahnya, dengan peningkatan signifikan berdasarkan uji Wilcoxon (p=0,003). Edukasi pubertas secara signifikan meningkatkan pengetahuan pubertas siswa.
THE CORRELATION BETWEEN PERCEPTION AND HYPERTENSION EXERCISE ROUTINES ON THE QUALITY OF LIFE OF HYPERTENSIVE PATIENTS
Fathimatuzzahrah;
Dwi Sri Handayani;
Diah Nur Anisa
Journal of Indonesian Anesthesiology Nursing Vol. 1 No. 1 (2024): JIAN (Journal of Indonesian Anesthesiology Nursing)
Publisher : Keperawatan Anestesiologi Program Sarjana Terapan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31101/jian.v1i1.3929
ABSTRACT (A single paragraph of about 250 words maximum. For research articles, abstracts should give a pertinent overview of the work. We strongly encourage authors to use the following style of structured abstracts, but without heading) Background: Poor quality of life in hypertensive patients can increase the risk of complications, highlighting the importance of finding effective strategies such as hypertension exercise to stabilize blood pressure. Perception also plays a crucial role in disease management. Methods: This quantitative study employed an analytical correlational design with a cross-sectional approach. A purposive sampling technique was used to select 100 participants based on inclusion and exclusion criteria. The questionnaire measured perceptions of hypertension exercise and quality of life among hypertensive patients. Statistical analysis was performed using Kendall Tau. Results: The majority of respondents had positive perceptions (72, 72.0%) and regularly performed hypertension exercises (74, 74.0%). The analysis showed no significant correlation between perception and the quality of life of hypertensive patients (p-value 0.177), but there was a significant correlation between exercise routines and quality of life (p-value 0.020). Conclusion: There is no significant correlation between the perception of hypertension exercise and the quality of life in hypertensive patients in Pojok V Hamlet, Minggir, Sleman. However, a significant correlation exists between hypertension exercise routines and quality of life. It is recommended that patients engage more actively in hypertension exercises to improve their quality of life. Future researchers are encouraged to explore different research models and subjects
EFEKTIVITAS AROMATERAPI LEMON TERHADAP KELELAHAN IBU POSTPARTUM
Rosi, Qyna Tazkiyya;
Purwati, Yuni;
Anisa, Diah Nur
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 14 No 2 (2025): Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35328/2r3n3709
Kelelahan pascapersalinan (postpartum fatigue) dapat menghambat pemulihan fisik, psikologis, dan produksi ASI. Aromaterapi lemon menawarkan solusi non-farmakologis yang potensial karena kandungan linalool yang menenangkan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas aromaterapi lemon dalam menurunkan tingkat kelelahan ibu nifas. Studi ini menggunakan desain quasi-experimental one-group pretest-posttest terhadap 15 ibu nifas di Puskesmas Sleman yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Tingkat kelelahan diukur menggunakan Postpartum Fatigue Scale (PFS) dan dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan penurunan tingkat kelelahan yang signifikan secara statistik (p=0.010) setelah intervensi. Disimpulkan bahwa aromaterapi lemon efektif sebagai terapi komplementer untuk mengurangi kelelahan pada masa nifas.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI
Latifah, Rabilla Fajri;
Purwati, Yuni;
Anisa, Diah Nur
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 14 No 2 (2025): Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35328/d2vhf508
Keputihan merupakan masalah kesehatan reproduksi yang umum pada remaja putri dan sering kali berkaitan erat dengan praktik kebersihan diri atau personal hygiene. Meskipun pengetahuan dianggap sebagai fondasi perilaku sehat, masih terdapat kesenjangan antara pemahaman teoritis dengan kejadian keputihan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri di SMP Negeri 1 Sleman. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain korelasi menggunakan pendekatan cross-sectional. 5Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Sleman pada 23-27 Juni 2025. Sampel penelitian berjumlah 84 siswi kelas VII dan VIII yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang terdiri dari 10 butir pertanyaan pengetahuan personal hygiene dan 5 butir pertanyaan kejadian keputihan, yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data dilakukan dengan uji statistik Spearman Rank (α<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) memiliki tingkat pengetahuan personal hygiene yang baik. Namun, ditemukan sebanyak 4,8% siswi tetap mengalami keputihan patologis, sementara mayoritas lainnya mengalami keputihan fisiologis. Hasil uji Spearman Rank memperoleh nilai p-value 0,001 dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,353. Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara tingkat pengetahuan personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri. Semakin baik pengetahuan, maka semakin rendah risiko kejadian keputihan. Meskipun pengetahuan responden sudah baik, adanya kasus keputihan patologis menunjukkan perlunya intervensi yang lebih fokus pada penerapan praktik kebersihan secara konsisten.
Hubungan dukungan teman sebaya dengan perilaku vulva hygiene pada remaja putri
Rieke Diah Fitaloka;
Diah Nur Anisa;
Dwi Sri Handayani
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 3 (2026): March Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56922/quilt.v6i3.2565
Background: Poor vulva hygiene behavior can cause various negative impacts on the reproductive health of adolescent girls, such as vaginal discharge, urinary tract infections, reproductive tract infections, and long-term reproductive health problems. Purpose: To determine the relationship between peer support and vulva hygiene behavior among adolescent girls. Method: This study employed a quantitative design with a cross-sectional approach. The sampling technique used was purposive sampling. Data were collected using peer support questionnaires and vulva hygiene behavior questionnaires, then analyzed using the Spearman Rank correlation test. Results: The most respondents had a high level of peer support and good vulva hygiene behavior. Statistical analysis indicated a significant relationship between peer support and vulva hygiene behavior among adolescent girls, with a p-value of 0.000 and a correlation coefficient (r) of 0.717. Conclusion: There is a significant relationship between peer support and vulva hygiene behavior among adolescent girls. Good peer support plays an important role in improving healthy vulva hygiene behavior. Keywords: Adolescent Girls; Peer Support; Vulva Hygiene Behavior. Pendahuluan: Perilaku vulva hygiene yang tidak dilakukan dengan baik dapat menimbulkan berbagai dampak negatif pada kesehatan reproduksi remaja putri, seperti keputihan, infeksi saluran kemih, infeksi saluran reproduksi, hingga gangguan kesehatan reproduksi jangka panjang. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan teman sebaya dengan perilaku vulva hygiene pada remaja putri Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan teman sebaya dan kuesioner perilaku vulva hygiene, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Sebagian besar responden memiliki dukungan teman sebaya kategori tinggi dan perilaku vulva hygiene kategori baik. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan teman sebaya dengan perilaku vulva hygiene pada remaja putri, dengan hasil p value 0.000 dan korelasi r 0.717. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan teman sebaya dengan perilaku vulva hygiene pada remaja putri. Dukungan teman sebaya yang baik berperan dalam meningkatkan perilaku vulva hygiene yang sehat. Kata Kunci: Dukungan Teman Sebaya; Perilaku Vulva Hygiene; Remaja Putri.
Hubungan dukungan teman sebaya dengan kesiapan anak usia sekolah menghadapi menarche
Cahyaningrum, Mutiara Putri;
Warsiti, Warsiti;
Anisa, Diah Nur
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 4 (2026): April Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56922/quilt.v6i4.2681
Background: Menarche is the first menstruation that marks the onset of puberty in girls and often causes anxiety if not accompanied by adequate preparedness. Unpreparedness in facing menarche can lead to anxiety, fear, negative perceptions of menstruation, and difficulties in coping with physical and emotional changes during puberty. Purpose: This study aims to determine the relationship between peer support and the readiness of school-aged children. Methods: This research used a quantitative design with a correlation analysis method and a cross-sectional approach. The sample consisted of 53 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the contingency coefficient correlation test. Results: The majority of peer support has good support, namely 36 respondents (67.9%), and for readiness, the majority of readiness is good, as many as 37 female students (69.8%). The results of the Fisher's Exact Test analysis obtained a p-value = 0.001 < 0.05, this indicates that there is a significant relationship between peer support and the readiness of school-age children to face menarche. The correlation coefficient value is 0.437, which indicates the closeness of the relationship in the moderate category. Conclusion: There is a significant relationship between peer support and the readiness of school-aged children to face menarche with a moderate strength of association. Keywords: Menarche Readiness; Peer Support; School-Aged Children. Pendahuluan: Menarche merupakan menstruasi pertama yang menandai awal pubertas pada anak perempuan dan sering kali menimbulkan kecemasan apabila tidak disertai kesiapan yang memadai. Ketidaksiapan dalam menghadapi menarche dapat menimbulkan kecemasan, ketakutan, persepsi negatif terhadap menstruasi, serta kesulitan dalam menghadapi perubahan fisik dan emosional pada masa pubertas. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan teman sebaya dengan kesiapan anak usia sekolah menghadapi menarche. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode correlation analysis, dan pendekatan waktu yang digunakan adalah cross-sectional. Sampel diambil dengan Teknik purposive sampling sebanyak 53 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan di analisis menggunakan uji korelasi koefisien kontingensi. Hasil: Dukungan teman sebaya mayoritas memiliki dukungan baik yaitu 36 responden (67.9%) dan untuk kesiapan mayoritas kesiapan baik sebanyak 37 siswi (69.8%). Hasil analisis Fisher's Exact Test didapatkan hasil nilai p (value) = 0.001 < 0.05, maka hal ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan teman sebaya dengan kesiapan anak usia sekolah menghadapi menarche. Nilai koefisien korelasi sebesar 0.437, yang menunjukkan keeratan hubungan dalam kategori sedang. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan teman sebaya dengan kesiapan anak usia sekolah menghadapi menarche dengan keeratan hubungan dalam kategori sedang. Kata Kunci: Anak Usia Sekolah; Dukungan Teman Sebaya; Kesiapan Menarche.
Peran mekanisme koping terhadap kualitas hidup pasien kanker payudara
Salsabila Raudhatul Jannah;
Diah Nur Anisa;
Sarwinanti Sarwinanti
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 5 (2026): May Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56922/quilt.v6i5.2763
Background: Breast cancer is a chronic disease that not only impacts the patient's physical condition but also psychological, social, and spiritual aspects, especially in patients undergoing chemotherapy. Purpose: To determine the relationship between coping mechanisms and quality of life in breast cancer patients undergoing chemotherapy. Method: This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The study population was all breast cancer patients undergoing chemotherapy, with a sample of 20 respondents drawn using a total sampling technique. Coping mechanisms were measured using the Brief COPE questionnaire, while quality of life was measured using the WHOQoL-BREF. Data analysis was performed using the Spearman Rank test. Results: The majority of respondents had adaptive coping mechanisms (60%) and a good quality of life (65%). The Spearman Rank test showed a significant relationship between coping mechanisms and quality of life in breast cancer patients (p-value = 0.036) with a moderate correlation (r = 0.471). Conclusion: Coping mechanisms are significantly associated with quality of life in breast cancer patients undergoing chemotherapy. Keywords: Breast Cancer; Coping Mechanisms; Quality Of Life. Pendahuluan: Kanker payudara merupakan salah satu penyakit kronis yang tidak hanya berdampak pada kondisi fisik pasien, tetapi juga memengaruhi aspek psikologis, sosial, dan spiritual, terutama pada pasien yang menjalani kemoterapi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara mekanisme koping dengan kualitas hidup pasien kanker payudara yang sedang menjalani kemoterapi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi, dengan jumlah sampel sebanyak 20 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengukuran mekanisme koping dilakukan menggunakan kuesioner Brief COPE, sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan WHOQoL-BREF. Analisis data dilakukan dengan uji Spearman Rank. Hasil: Sebagian besar responden memiliki mekanisme koping adaptif (60%) dan kualitas hidup dalam kategori baik (65%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara mekanisme koping dengan kualitas hidup pasien kanker payudara (p-value = 0.036) dengan keeratan hubungan sedang (r = 0.471). Simpulan: Mekanisme koping berhubungan secara signifikan dengan kualitas hidup pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Kata Kunci: Kanker Payudara; Kualitas Hidup; Mekanisme Koping.
Pengaruh Edukasi Media Sinematografi Terhadap Pengetahuan Sadari Pada Siswi Kelas X Di SMA Negeri 2 Wates
Ani Kurniasih;
Dwi Sri Handayani;
Diah Nur Anisa
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61878/bnj.v8i2.657
Latar belakang: Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan metode deteksi dini kanker payudara yang penting, namun tingkat pengetahuan remaja putri mengenai SADARI masih belum optimal. Edukasi kesehatan melalui media audiovisual, khususnya media sinematografi, dinilai mampu meningkatkan pemahaman karena penyajian informasi yang lebih menarik dan mudah dipahami. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi media sinematografi terhadap tingkat pengetahuan pemeriksaan SADARI pada siswi kelas X di SMA Negeri 2 Wates. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan desain pretest–posttest with control group. Sampel berjumlah 116 siswi yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol menggunakan teknik proportional random sampling. Pengukuran pengetahuan SADARI dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan tingkat pengetahuan SADARI antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah pemberian edukasi media sinematografi (p = 0,000). Kesimpulan: Edukasi media sinematografi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan pemeriksaan SADARI pada siswi kelas X di SMA Negeri 2 Wates.
User Comfort with the F-KICO (Fetal Kick Count) Tool and Its Correlation with Maternal Fetal Attachment: A Cross-Sectional Study
Yuni Purwati;
Diah Nur Anisa;
Nuzul Fathu Rohman;
Norlaila Abu Samah
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 11 No. 1 (2026): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51851/jmik.v11i1.966
Introduction: Fetal movement monitoring is an important component of antenatal care to support fetal well-being and contributes to achieving Sustainable Development Goals (SDG) 3: Good Health and Well-Being through improved maternal and fetal health. The F-KICO (Fetal Kick Count) model has been developed and validated through expert review; therefore, a pilot study was conducted to evaluate user comfort and its relationship with maternal fetal attachment (MFA). This study aimed to examine the correlation between user comfort in using F-KICO and MFA. Methods: A pilot cross-sectional study was conducted among 100 pregnant women recruited from four Public Health Centers in Bantul, Indonesia (Kasihan I, Kasihan II, Bantul II, and Sedayu II). User comfort was measured using the Fetal Movement Monitoring User Comfort Scale (FMM-UCS), while MFA was assessed using an adapted Prenatal Attachment Inventory (PAI). Data were analyzed using descriptive statistics, the Kolmogorov–Smirnov normality test, and Pearson correlation analysis. Results: Most participants reported good comfort in using the F-KICO tool and demonstrated good MFA. Pearson correlation analysis revealed a significant positive relationship between user comfort and MFA (r = 0.462, p < 0.01), indicating that higher comfort in using the monitoring tool was associated with stronger emotional bonding between mother and fetus. Conclusion: The F-KICO model demonstrated a high level of user comfort and was positively associated with MFA. These findings suggest that user-centered fetal movement monitoring tools can support maternal engagement and strengthen the MFA. The results also highlight the potential of F-KICO for further development and evaluation in larger populations.