Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Hubungan dukungan teman sebaya dengan kesiapan anak usia sekolah menghadapi menarche Cahyaningrum, Mutiara Putri; Warsiti, Warsiti; Anisa, Diah Nur
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 4 (2026): April Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i4.2681

Abstract

Background: Menarche is the first menstruation that marks the onset of puberty in girls and often causes anxiety if not accompanied by adequate preparedness. Unpreparedness in facing menarche can lead to anxiety, fear, negative perceptions of menstruation, and difficulties in coping with physical and emotional changes during puberty. Purpose: This study aims to determine the relationship between peer support and the readiness of school-aged children. Methods: This research used a quantitative design with a correlation analysis method and a cross-sectional approach. The sample consisted of 53 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the contingency coefficient correlation test. Results: The majority of peer support has good support, namely 36 respondents (67.9%), and for readiness, the majority of readiness is good, as many as 37 female students (69.8%). The results of the Fisher's Exact Test analysis obtained a p-value = 0.001 < 0.05, this indicates that there is a significant relationship between peer support and the readiness of school-age children to face menarche. The correlation coefficient value is 0.437, which indicates the closeness of the relationship in the moderate category. Conclusion: There is a significant relationship between peer support and the readiness of school-aged children to face menarche with a moderate strength of association.   Keywords: Menarche Readiness; Peer Support; School-Aged Children.   Pendahuluan: Menarche merupakan menstruasi pertama yang menandai awal pubertas pada anak perempuan dan sering kali menimbulkan kecemasan apabila tidak disertai kesiapan yang memadai. Ketidaksiapan dalam menghadapi menarche dapat menimbulkan kecemasan, ketakutan, persepsi negatif terhadap menstruasi, serta kesulitan dalam menghadapi perubahan fisik dan emosional pada masa pubertas. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan teman sebaya dengan kesiapan anak usia sekolah menghadapi menarche. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode correlation analysis, dan pendekatan waktu yang digunakan adalah cross-sectional. Sampel diambil dengan Teknik purposive sampling sebanyak 53 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan di analisis menggunakan uji korelasi koefisien kontingensi. Hasil: Dukungan teman sebaya mayoritas memiliki dukungan baik yaitu 36 responden (67.9%)  dan untuk kesiapan mayoritas kesiapan baik sebanyak 37 siswi (69.8%). Hasil analisis Fisher's Exact Test didapatkan hasil nilai p (value) = 0.001 < 0.05, maka hal ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan teman sebaya dengan kesiapan anak usia sekolah menghadapi menarche. Nilai koefisien korelasi sebesar 0.437, yang menunjukkan keeratan hubungan dalam kategori sedang. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan teman sebaya dengan kesiapan anak usia sekolah menghadapi menarche dengan keeratan hubungan dalam kategori sedang.   Kata Kunci: Anak Usia Sekolah; Dukungan Teman Sebaya; Kesiapan Menarche.
Peran mekanisme koping terhadap kualitas hidup pasien kanker payudara Salsabila Raudhatul Jannah; Diah Nur Anisa; Sarwinanti Sarwinanti
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 5 (2026): May Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i5.2763

Abstract

Background: Breast cancer is a chronic disease that not only impacts the patient's physical condition but also psychological, social, and spiritual aspects, especially in patients undergoing chemotherapy. Purpose: To determine the relationship between coping mechanisms and quality of life in breast cancer patients undergoing chemotherapy. Method: This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The study population was all breast cancer patients undergoing chemotherapy, with a sample of 20 respondents drawn using a total sampling technique. Coping mechanisms were measured using the Brief COPE questionnaire, while quality of life was measured using the WHOQoL-BREF. Data analysis was performed using the Spearman Rank test. Results: The majority of respondents had adaptive coping mechanisms (60%) and a good quality of life (65%). The Spearman Rank test showed a significant relationship between coping mechanisms and quality of life in breast cancer patients (p-value = 0.036) with a moderate correlation (r = 0.471). Conclusion: Coping mechanisms are significantly associated with quality of life in breast cancer patients undergoing chemotherapy.   Keywords: Breast Cancer; Coping Mechanisms; Quality Of Life.   Pendahuluan: Kanker payudara merupakan salah satu penyakit kronis yang tidak hanya berdampak pada kondisi fisik pasien, tetapi juga memengaruhi aspek psikologis, sosial, dan spiritual, terutama pada pasien yang menjalani kemoterapi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara mekanisme koping dengan kualitas hidup pasien kanker payudara yang sedang menjalani kemoterapi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi, dengan jumlah sampel sebanyak 20 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengukuran mekanisme koping dilakukan menggunakan kuesioner Brief COPE, sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan WHOQoL-BREF. Analisis data dilakukan dengan uji Spearman Rank. Hasil: Sebagian besar responden memiliki mekanisme koping adaptif (60%) dan kualitas hidup dalam kategori baik (65%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara mekanisme koping dengan kualitas hidup pasien kanker payudara (p-value = 0.036) dengan keeratan hubungan sedang (r = 0.471). Simpulan: Mekanisme koping berhubungan secara signifikan dengan kualitas hidup pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi.   Kata Kunci: Kanker Payudara; Kualitas Hidup; Mekanisme Koping.
Pengaruh Edukasi Media Sinematografi Terhadap Pengetahuan Sadari Pada Siswi Kelas X Di SMA Negeri 2 Wates Ani Kurniasih; Dwi Sri Handayani; Diah Nur Anisa
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.657

Abstract

Latar belakang: Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan metode deteksi dini kanker payudara yang penting, namun tingkat pengetahuan remaja putri mengenai SADARI masih belum optimal. Edukasi kesehatan melalui media audiovisual, khususnya media sinematografi, dinilai mampu meningkatkan pemahaman karena penyajian informasi yang lebih menarik dan mudah dipahami. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi media sinematografi terhadap tingkat pengetahuan pemeriksaan SADARI pada siswi kelas X di SMA Negeri 2 Wates. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan desain pretest–posttest with control group. Sampel berjumlah 116 siswi yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol menggunakan teknik proportional random sampling. Pengukuran pengetahuan SADARI dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan tingkat pengetahuan SADARI antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah pemberian edukasi media sinematografi (p = 0,000). Kesimpulan: Edukasi media sinematografi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan pemeriksaan SADARI pada siswi kelas X di SMA Negeri 2 Wates.
User Comfort with the F-KICO (Fetal Kick Count) Tool and Its Correlation with Maternal Fetal Attachment: A Cross-Sectional Study Yuni Purwati; Diah Nur Anisa; Nuzul Fathu Rohman; Norlaila Abu Samah
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 11 No. 1 (2026): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Fetal movement monitoring is an important component of antenatal care to support fetal well-being and contributes to achieving Sustainable Development Goals (SDG) 3: Good Health and Well-Being through improved maternal and fetal health. The F-KICO (Fetal Kick Count) model has been developed and validated through expert review; therefore, a pilot study was conducted to evaluate user comfort and its relationship with maternal fetal attachment (MFA). This study aimed to examine the correlation between user comfort in using F-KICO and MFA. Methods: A pilot cross-sectional study was conducted among 100 pregnant women recruited from four Public Health Centers in Bantul, Indonesia (Kasihan I, Kasihan II, Bantul II, and Sedayu II). User comfort was measured using the Fetal Movement Monitoring User Comfort Scale (FMM-UCS), while MFA was assessed using an adapted Prenatal Attachment Inventory (PAI). Data were analyzed using descriptive statistics, the Kolmogorov–Smirnov normality test, and Pearson correlation analysis. Results: Most participants reported good comfort in using the F-KICO tool and demonstrated good MFA. Pearson correlation analysis revealed a significant positive relationship between user comfort and MFA (r = 0.462, p < 0.01), indicating that higher comfort in using the monitoring tool was associated with stronger emotional bonding between mother and fetus. Conclusion: The F-KICO model demonstrated a high level of user comfort and was positively associated with MFA. These findings suggest that user-centered fetal movement monitoring tools can support maternal engagement and strengthen the MFA. The results also highlight the potential of F-KICO for further development and evaluation in larger populations.