Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal ABDIMAS MUTIARA

PENINGKATAN MINAT DAN KONSENTRASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN KOTAK PAS PADA ANAK SEKOLAH SMP KELAS VIII DI LEMBAGA OSCI MEDAN Siahaan, Maniur Arianto; Aruan, Dyna Grace Romatua
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 2 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu metode paling efisien dan efektif untuk meningkatkan minat dan konsentrasi belajar siswa adalah metode permainan dengan menggunakan alat bantu kotak pas. Kotak pas dirancang guna membantu siswa meningkatkan pemahaman perhitungan dasar matematika melalui pemasangan perangkat kotak pas saat menjawab soal, disamping itu kotak pas dapat meningkatkan memori siswa dalam mengingat materi ilmu pengetahuan alam, serta memotifasi siswa untuk belajar melalui teknik permainan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melatih anak SMP kelas VIII terutama yang sedang belajar di Lembaga OSCI Medan, untuk menggunakan model pembelajaran permainan dengan menggunakan alat bantu kotak pas sebagai sarana penyebaran informasi kepada masyarakat luas. Adapun proses pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat dibagi menjadi tahap studi awal, pengenalan fasilitas, pelatihan siswa dan umpan balik. Pelaksanaan pengabdian menggunakan alat peraga kotak pas sebagai media belajar dengan metode permainan mencocokkan gambar yang ada di dalam buku dengan papan angka sangat berdampak positif bagi peningkatan minat belajar dan konsentrasi siswa sekolah menengah kelas VIII, disamping itu menambah semangat belajar siswa.
PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CUCI CAIR UNTUK SISWA SMA KELAS XII DI LEMBAGA BIMBINGAN ONE SCIENCE INSTITUTE MEDAN Siahaan, Maniur Arianto; Aruan, Dyna Grace Romatua
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam metode ini, siswa belajar suatu teori sambil mengerjakan aplikasinya. Dalam melakukan apa yang hendak dipelajari, dengan sendirinya ia akan menguasai gerakan-gerakan atau perbuatan-perbuatan yang tepat, sehingga ia bisa menguasai suatu hal yang dipelajari itu dengan sempurna. Oleh karena materi pelajaran kimia umumnya bersifat abstrak maka diperlukan suatu kegiatan pelatihan di sekolah yang dapat memfasilitasi para siswa untuk langsung mempraktekkan ilmu kimia yang telah diperolehnya dari sekolah. Pembuatan sabun cair bertujuan untuk menarik minat siswa dalam mempelajari ilmu kimia dan mengaplikasikan teori pelajaran yang diperolehnya di sekolah. Kegiatan ini dilakukan melalui tahapan-tahapan yaitu tahapan pertama adalah pendahuluan, tahapan kedua adalah tahapan sosialisasi, tahapan ketiga adalah pembuatan sabun cuci cair dan tahap evaluasi akhir. Adapun target yang ingin dicapai dalam pengabdian masyarakat ini adalah, dalam pelaksanaannya anak sekolah SMA kelas XII mampu membuat sabun cuci tangan cair, dan mengerti aplikasi dari teori yang didapat dari pembelajaran bidang studi Kimia di sekolah. Berdasarkan pengamatan selama kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, diperoleh hasil yang positif yaitu peserta menunjukkan perhatian yang baik terhadap materi dan dapat menerapkan pembuatan sabun cuci cair dengan baik.
PEMBAGIAN MASKER DAN PENDIDIKAN KESEHATAN DI SEKOLAH DASAR TUNAS KARTIKA – 3 DESA LALANG Romatua Aruan, Dyna Grace; Siahaan, Maniur Arianto; Tarigan, Malemta
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus Covid-19 di Indonesia bertambah setiap hari. Munculnya Covid-19 mempunyai dampak bagi kesehatan cukup besar pada masyarakat. Virus ini penyebarannya bila bagian tubuh kita kontak langsung dengan orang yang mengidap virus ini termasuk barang-barang yang telah tercemar virus Covid-19. Tujuan dilaksanakan pendidikan kesehatan dan pembagian masker ini salah satu pencegahan agar mengurangi penularan karena wabah ini bukan sekedar pandemi biasa. Upaya pencegahan yaitu dengan menjaga jarak, memakai makser, dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir. Diharapkan dengan pengabdian masyarakat ini adalah mampu menekan atau memperkecil terjadinya penyebaran penularan virus covid-19 dengan cara memakai masker pada saat berkatifitas di luar rumah. Selain itu mengingatkan dan memberi informasi kepada kepala sekolah dan beberapa guru tentang pentingnya melakukan protokol kesehatan dan menerapkannya kepada peserta didik agar tidak tertular virus ini. Setiap orang harus memiliki komitmen yang teguh untuk setia selalu melindungi diri dan keluarga dengan mematuhi protokol kesehatan.
PEMBAGIAN MASKER DAN PENDIDIKAN KESEHATAN DI GEREJA HKI TORNAGINJANG DESA PASARIBU TOBING KECAMATAN PASARIBU TOBING TAPANULI TENGAH Romatua Aruan, Dyna Grace; Siahaan, Maniur Arianto; Purba, Yunita
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengalaman Covid-19 di Indonesia yang telah lebih dari satu tahun memberikan kita pelajaran. Kita harus terus meningkatkan ketahanan kesehatan masyarakat, melalui upaya penceggahan penularan yang dikenal dengan istilah 3M (memakai masker, menjaga jarak menghindari kerumunan, dan mencuci tangan pakai sabun). Pengabdian masayarakat ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kesehatan dan pembagian masker sebagai salah satu cara pencegahan agar mengurangi penularan Covid-19. Selesainya melakukan pengabdian masyarakat diharapkan kepada masyarakat mampu menekan atau memperkecil terjadinya penyebaran penularan virus covid-19 dengan cara memakai masker pada saat berkatifitas di luar rumah. Selain itu mengingatkan dan memberi informasi kepada pemuka gereja bahwa betapa pentingnya melakukan protokol kesehatan dan tetap menyampaikannya kepada jemaat dan masyarakat agar tidak tertular virus ini. Diharapakan untuk tetap setiap orang memiliki komitmen yang teguh untuk setia selalu melindungi diri dan keluarga dengan mematuhi protokol kesehatan.
Pelatihan Pembelajaran Biokimia Dengan Aplikasi Pada Siswa/i Kelas XII SMA Di Lembaga OSCI Medan Sinaga, Eka Margaret; Siahaan, Maniur Arianto; Mahyudi
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pengetahuan tentang penggunaan teknologi augmented reality. Metode pelatihan ini juga bertujuan memberikan motivasi kepada siswa/I untuk berfikir kritis tentang penggunaan teknologi augmented reality dalam proses belajar. Diskusi ini digunakan sebagai media komunikasi saat pelatihan berlangsung sehingga muncul komunikasi dua arah antara pemateri dan siswa/i. Setelah informasi tersampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan instalasi aplikasi dengan bantuan pemateri. Setelah instalasi aplikasi selesai, dilanjutkan dengan demonstrasi melalui penggunaan teknologi augmented reality oleh pemateri. Setelah demonstrasi selesai, peserta diperkenankan untuk melakukan praktik langsung penggunaan teknologi augmented reality oleh pemateri tentunya dengan bimbingan pemateri. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan sebelum dan setelah kegiatan, metode tersebut dinilai efektif yang ditunjukkan dengan tingkat keberhasilan peserta dalam menggunakan aplikasi yang diperkenalkan saat kegiatan.
MANFAAT KULIT MANGGA SEBAGAI MASKER ORGANIK Siahaan, Maniur Arianto; Erdiana Gultom; Iman Susanti Tafonao; Anaria Laia; Widia Gea
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa kini, permintaan produk kosmetik di Indonesia semakin melonjak secara signifikan, bahkan kini kaum pria mulai tertarik kepada salah satu jenis kosmetik, yaitu skincare. Namun, kondisi aktual yang saat ini ditemui di kalangan masyarakat adalah banyak kalangan remaja yang masih belum mengetahui bahaya dan implikasi negatif dari setiap kosmetik yang digunakan. Selain itu, sebagian besar remaja juga belum mengetahui mengenai cara pemanfaatan potensi desa. Kolaborasi gagasan antara pembuatan masker organik untuk menghindari bahaya masker instan dan pemanfaatan potensi sumber daya alam desa merupakan solusi yang tepat. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi edukasi masker organik berbasis pemanfataan potensi 0yaitu limbah kulit mangga. Masker organik sangat aman dari bahan-bahan kimia yang dapat merusak kulit wajah. Masker organik lebih banyak mengandung nutrisi yang baik untuk kulit wajah dan dapat digunakan oleh semua jenis kulit wajah. Hasil kegatan pengabdian masyarakat menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman para peserta di setiap indikator yang telah ditentukan. Dengan kata lain, program ini telah berhasil memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
PEMANFAATAN SISA SAYUR DAN BUAH MENJADI EKOENZIM DI DESA NAGORI BANGUN Siahaan, Maniur Arianto; Erdiana Gultom; Vivi Purwandari; Muhammad Mukmin; Fabianus Siwanahono; Edison Halawa
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mitra dari Pengabdian pada Masyarakat ini adalah Desa Nagori Bangun. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah mengedukasi masyarakat mengenai cara membuat ecoenzym dengan memanfaatkan kembali sisa-sisa sampah organik rumah tangga terutama sisa sayuran untuk diolah menjadi ecoenzym. Metode pelaksanaan yang digunakan ada 2 tahapan yaitu : 1) Tahap Persiapan meliputi : Penyiapan bahan paparan, Diskusi dan sharing dengan anggota tim, Pencarian bahan paparan di internet dan buku, Penyiapan kuisener., dan Persiapan bahan untuk demonstrasi/praktek pembuatan ecoenzym, II) Tahap Pelaksanaan PkM di lokasi mitra : Penyebaran kuisener sebelum paparan, Pemaparan bahan paparan kepada masyarakat Desa Pandan Dulang, Praktek Pembuatan Ecoenzym dan Penyebaran kuisener setelah paparan. Target yang diharapkan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu bertambahnya pengetahuan masyarakat mengenai cara pembuatan dan manfaat ecoenzym yang dapat dibuat dari sampah sisa sayuran dan buah rumah tangga sehari-hari. Target ini tercapai, hal ini dapat dilihat dari hasil kuisioner yang disebar sebelum dan sesudah kegiatan PkM.
KENALI BAHAYA JAMUR PADA ROTI: EDUKASI PENYIMPANAN MAKANAN YANG AMAN DI LINGKUNGAN SMA NEGERI 13 MEDAN Zebua, Winda Irawati; Sipayung, Apriska Dewi; Siahaan, Maniur Arianto; Marti Silfia; Adinda M Purba; Putri Maria P Siregar
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6103

Abstract

Roti merupakan salah satu makanan pokok alternatif yang banyak dikonsumsi masyarakat karena praktis dan memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi. Namun, roti termasuk makanan yang mudah rusak karena rentan terhadap pertumbuhan jamur, terutama jika disimpan dalam kondisi lingkungan yang kurang tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMA Negeri 13 Medan mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan jamur pada roti tawar, khususnya suhu dan lama penyimpanan, serta bahaya kesehatan yang ditimbulkan jika mengonsumsi roti yang telah terkontaminasi jamur. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi dan eksperimen sederhana. Roti disimpan dalam tiga kondisi suhu yang berbeda (suhu ruang, suhu dingin, dan suhu panas) dan diamati selama lima hari. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa suhu berperan penting dalam kecepatan pertumbuhan jamur; suhu hangat mempercepat, sementara suhu dingin memperlambat pertumbuhan jamur. Siswa juga diberi penyuluhan mengenai mikotoksin seperti aflatoksin yang dihasilkan oleh jamur Aspergillus sp. dan dampaknya terhadap kesehatan manusia. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa, ditunjukkan oleh peningkatan skor dari pre-test ke post-test. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam membentuk kesadaran siswa untuk lebih bijak dalam mengonsumsi makanan serta memahami pentingnya penyimpanan makanan yang baik dan benar.