Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PKM Promkes Kelompok Masyarakat Tentang Adaptasi Kebiasaan Baru di Masa Pandemi COVID-19 di Kelurahan Bangetayu Wetan Supriyanti, Endang; Prihati, Dyah Restuning; Wirawati, Maulidta Karunianingtyas
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v3i1.50

Abstract

Adaptasi kebiasaan baru adalah tindakan atau perilaku yang dilakukan oleh masyarakat dan semua institusi yang ada di wilayah tersebut untuk melakukan pola harian atau pola kerja atau pola hidup baru yang berbeda dengan sebelumnya. Salah satu upaya untuk mewujudkan penerapan  adaptasi kebiasaan baru oleh semua masyarakat adalah dengan sosialisasi yaitu memberikan pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Masyarakat kelurahan Bangetayu Wetan belum tahu tentang arti dari adapatasi kebiasaan baru karena belum pernah mendapatkan pendidikan kesehatan tentang perilaku adaptasi kebiasaan baru. Kelurahan Bangetayu Wetan terletak sekitar 18 KM dari Universitas Widya Husada Semarang, merupakan kelurahan dengan kasus konfirmasi positif COVID-19 cukup tinggi. Sebagian besar masyarakat tidak patuh memakai masker pada saat keluar rumah dan beranggapan bahwa new normal adalah kembali hidup normal seperti sebelum terjadi pandemi covid-19. Tujuan dari pelaksanaan PKM ini adalah upaya peningkatan pengetahuan dan mengembangkan perilaku sehat untuk mencegah penularan COVID -19 khususnya di wilayah RT 11 RW 02 Bangetayu Wetan. Setelah dilakukan kegiatan PKM ini terjadi peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku masyarakat RT 11 RW 02 Bangetayu Wetan khususnya memakai masker dan mencuci tangan. Akan tetapi perubahan perilaku belum optimal karena masyarakat beranggapan wilayahnya masih aman dari COVID-19.
PROMKES PERAWATAN PENYAKIT KULIT DAN CACINGAN PANTI SOSIAL ANAK Prihati, Dyah Restuning; Supriyanti, Endang; Wirawati, Maulidta Karunianingtyas
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v4i1.55

Abstract

Faktor penyebab terjadinya penyakit kulit adalah kurang kebersihan pribadi meliputi kebersihan kulit, kebersihan rambut dan kulit kepala, serta kebersihan kuku. Kebiasaan personal hygiene yang kurang baik disebabkan oleh faktor keterbatasan informasi karena kurangnya pendidikan kesehatan di Panti asuhan. Panti asuhan memiliki risiko penularan penyakit kulit di antara penghuni panti asuhan. Identifikasi permasalahan yang berhubungan mitra yaitu pengetahuan penghuni panti sosial anak tentang masalah penyakit kulit dan cacingan masih kurang, belum ada penyuluhan tentang masalah penyakit kulit dan cacingan oleh petugas kesehatan, serta tidak adanya kader kesehatan di Panti Sosial yang membantu memberikan edukasi tentang penyakit kulit dan cacingan. Tujuan kegiatan PKM ini untuk menambah pengetahuan penghuni Panti Sosial Anak Kyai Ageng Fatah tentang penyakit kulit dan cacingan. Metode yang digunakan adalah promosi kesehatan yang meliputi penyuluhan penyakit kulit dan cacingan, pembentukan kader kesehatan, dan demonstrasi cuci tangan. Hasil kegiatan PKM menunjukkan sebanyak 30 (75%) anak mengalami peningkatan pengetahuan tentang penyakit kulit dan cacingan serta sebanyak 40 (100%) anak mampu melakukan cuci tangan. Upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran penghuni Panti Sosial Anak Kyai Ageng Fatah dan mengembangkan upaya deteksi dini untuk menurunkan morbiditas akibat kurangnya personal hygiene.
Hubungan Mekanisme Koping dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Terapi Hemodialisa di RS Permata Medika Semarang Aini, Dwi Nur; Wirawati, Maulidta Karunianingtyas; Noor, Mohammad Arifin; Ramadhani, Desi; Azkanni’am, Muhammad
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.22634

Abstract

Hemodialysis is carried out with the help of a dialyzer machine, where hemodialysis can reduce the risk of damage to vital organs due to the accumulation of toxic substances. The hemodialysis process is carried out permanently throughout the patient's life, usually 3 to 4 hours of treatment 2 days a week (Umami et al., 2019). Chronic kidney failure patients who undergo hemodialysis therapy for a long period of time will experience various physical and psychosocial problems. Psychosocial problems faced include anxiety, depression, social isolation, loneliness, helplessness and hopelessness. Chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis therapy must have adaptive coping mechanisms to deal with anxiety. (Siwi et al., 2020). The aim of this study was to determine the relationship between coping mechanisms and the level of depression in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis at Permata Medika Hospital Semarang. This type of research uses correlative descriptive with a sample size of 30 respondents using a purposive sampling technique. This research was conducted in the hemodialysis room at Permata Medika Hospital, Semarang. Based on the results of the Spearman Rank statistical test, a P value of 0.009 was obtained (P value <? (0.05)), which means that Ho was rejected and Ha was accepted, which means that there is a relationship between coping mechanisms and anxiety levels in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis in Permata Medika Hospital Semarang
PELATIHAN PERTOLONGAN KEGAWATDARURATAN BAGI KELOMPOK PKK DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMULASI DAN ROLEPLAY Wirawati, Maulidta Karunianingtyas; Nuraini, Dwi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29134

Abstract

Kegawatdaruratan dapat terjadi secara tiba-tiba, cepat dan tidak bisa diprediksi waktu terjadinya. Kegawatdaruratan sehari-hari dapat terjadi di aspek kehidupan seperti pada lingkungan sosial, lingkungan kerja, maupun di lingkungan rumah sekitarnya yang memerlukan pertolongan segera untuk menghindari kematian dan kecacatan. Kematian terjadi karena ketidakmampuan aspek pra rumah sakit yaitu keluarga, orang disekitar untuk dalam melakukan penanganan penderita yang ada pada fase gawat darurat (golden period). Kesulitan ini dapat disebabkan oleh parahnya situasi, peralatan yang tidak memadai, kurangnya sistem yang terintegrasi, dan kurangnya pengalaman manajemen kegawatdaruratan. Pelatihan kegawatdaruratan untuk keluarga dan masyarakat sekitar berupaya untuk meningkatkan kesadaran akan situasi darurat, mempersingkat waktu tanggap darurat, dan menurunkan tingkat kematian. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi : perijinan, observasi awal, persiapan, pelaksanaan, evaluasi. Pengabdian masyarakat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan pelatihan kegawatdaruratan dengan menggunakan pendekatan simulasi dan roleplay yang manfaatnya yaitu peningkatan ketrampilan pertolongan pertama pada kondisi gawat darurat