Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

KAJIAN FRAKSI VOLUME SERAT KOMPOSIT TANGKAI ILALANG TERHADAP SIFAT MEKANIK Nurhidayat, Achmad; Wijoyo, Wijoyo; Irnawan, Dody
JURNAL TEKNOSAINS KODEPENA Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknosains Kodepena Vol.2 Nomor 2 Januari 2022
Publisher : Kodepena (Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jtk.v2i2.43

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki pengaruh variasi fraksi volume serat komposit tangkai ilalang terhadap mekanik. Selain itu mengkaji kemungkinan potensi rumput ilalang mampu dimanfaatkan agar mempunyai nilai ekonomis misalnya peluang sebagai bahan panel. Metode penelitian dimulai dengan menyiapkan bahan yaitu serat tangkai ilalang sebagai filler, matrik yang digunakan yaitu dengan menggunakan resin epoksi. Variasi fraksi volume serat-resin yang digunakan untuk penelitian adalah 20%:80%, 30:70%, 40%:60%, 50%:50% dan 60%:40%. Alat penelitian meliputi pengaduk, meteran, timbangan, oven, cetakan, mesin uji bending dan impak. Adapun prosedur penelitian diawali penyiapan serat tangkai ilalang dan resin epoksi. Selanjutnya proses pencampuran matrik dan filler hingga menjadi spesimen. Kemudian dilakukan uji mekanik meliputi uji impak (ketangguhan) dan uji bending. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi volume berpengaruh pada sifat mekanik. kekuatan bending dan ketangguhan (kekuatan impak) terbaik terjadi pada variasi fraksi volume 40% serat dan 60% resin, dengan kekuatan bending sebesar 24,7 MPa serta nilai ketangguhan impak 3593 J/m². Kekuatan bending paling rendah terjadi pada fraksi volume serat 60% sebesar 19,3 MPa dan ketangguhan impak paling rendah pada fraksi volume 20% sebesar 1680 J/m².
KAJIAN VARIASI SEBUK KELAPA KOMPOSIT TEMPURUNG KELAPA TERHADAP SIFAT MEKANIK Nurhidayat, Achmad; Wijoyo, Wijoyo; Irnawan, Dody
JURNAL TEKNOSAINS KODEPENA Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Teknosains Kodepena Volume 3 Nomor 1 Agustus 2022
Publisher : Kodepena (Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jtk.v3i1.47

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai kekuatan mekanik variasi ukuran serbuk yang paling baik dari komposit tempurung kelapa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen, dengan variabel bebas variasi ukuran (mesh), variabel terikat kekuatan mekanik dan resin sebagai variabel kontrol. Penelitian diawali dengan menyiapkan bahan serbuk tempurung kelapa, resin BQTN 157 dan katalis. Alat yang digunakan ayakan (mesh), gelas ukur, cetakan, oven listrik, mesin bending dan mesin impak izod. Prosedur yang dilakukan dalam pengambilan data variasi ukuran serbuk tempurung kelapa diayak menggunakan mesh 40, 80, 120 dan 180. Selanjutnya di-oven pada temperatur 110 oC selama 45 menit hingga memiliki kandungan kadar air maksimal 4%. Selanjutnya serbuk tersebut dicampur dengan resin dengan perbandingan 40% serbuk tempurung kelapa dan 60% resin, diaduk selama 6 menit ditambah katalis 1%, diaduk selama 2 menit lalu dituang pada cetakan. Tahap pengujian untuk mengetahui kekuatan bending mengacu pada ASTM-6272 dengan metode four point bending dengan dimensi spesimen panjang 127 mm, lebar 12,7 mm, tebal 3,2 mm, sedangkan untuk pengujian impact izod mengacu pada ASTM D-5941 dengan dimensi spesimen panjang 80 mm, lebar 10 mm, tebal 4 mm. Hasil penelitian diketahui semakin serbuk tempurung kelapa kecil, maka kekuatan mekaniknya semakin meningkat. Kekuatan bending tertinggi sebesar 50,66 MPa dan ketangguhan impak tertinggi sebesar 3097,53 J/m2 yaitu pada serbuk ukuran lolos mesh 180. Potensi pemanfaatan secara ekonomis komposit serbuk tempurung kelapa cukup berpeluang, misalnya sebagai bahan panel.
PENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAM TERHADAP SIFAT MEKANIK BATU BATA MERAH Yulianto, Cita; Setyawan, Agus; Irnawan, Dody
JURNAL TEKNOSAINS KODEPENA Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Teknosains Kodepena Volume 3 Nomor 1 Agustus 2022
Publisher : Kodepena (Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jtk.v3i1.48

Abstract

Brick is a non-structural material that is widely used by the community in building houses in general. There are so many brick craftsmen scattered throughout the province of Central Java, but innovation is needed in the manufacture of these bricks, so research is needed to determine the effect of adding rice husk ash as a mixed material and the length of time for burning bricks on the mechanical properties of bricks in terms of the test. porosity, burn loss, and compressive strength, as well as knowing the percentage of addition of rice husk ash and the best burning time for bricks. This study uses a sample of bricks in the form of blocks with a length of 22.5 cm, a width of 11 cm, and a height of 4 cm and a cube shape with a side size of 5 cm. Variations in the composition of rice husk ash added were 0%, 5%, 10%, and 15%. Making bricks is done by molding a mixture of clay, water and husk ash by compacting, drying for 3 days and burning for 12 hours and 24 hours. Testing of mechanical properties of bricks includes porosity, burn loss, and compressive strength tests. The addition of rice husk ash with a composition percentage of 5% to 15% can affect the mechanical properties of bricks, namely reducing porosity and burning shrinkage and increasing the compressive strength of bricks. The burning time of the bricks also affects the mechanical properties of the bricks. Based on the test results, each of the best test values, namely the minimum porosity value was achieved at the percentage of rice husk ash as much as 5% by burning for 24 hours, namely 18.5%. The minimum burn loss value was achieved at 15% rice husk ash percentage by burning for 12 hours, which was 0.45%. The optimum compressive strength value was achieved at 5% rice husk ash percentage, which was 4.1 N/mm2 by burning for 24 hours.
KAJIAN KELAIAKAN BANGUNAN GEDUNG SMP AL FATTAH BOYOLALI LINGKUP ARSITEKTUR DAN STRUKTUR Irnawan, Dody; Tantowi, Mohammad Paesal
JURNAL TEKNOSAINS KODEPENA Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Teknosains Kodepena Volume 3 Nomor 1 Agustus 2022
Publisher : Kodepena (Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jtk.v3i1.49

Abstract

Buildings are places for humans to carry out various activities. Buildings also have a very important role in character formation, embodiment of productivity, and identity. In addition, the building also functions as a place for humans to carry out their activities, whether for daily or residential, religious, business, socio-cultural or special activities. In general, the inspection of the feasibility of the building is carried out by means of visual observation of the physical condition of the building on the components of Architecture, Structure and Test using tools. Based on the results of field observations for Technical Architecture which includes aspects of comfort, health, safety and structure, the AL-Fattah Junior High School building has fulfilled all the assessment points and it can be concluded that the Al-Fattah Junior High School building has met and is recommended to get a Function-worthy
BAMBU SEBAGAI MATERIAL KONSTRUKSI YANG MUDAH DIBENTUK PADA KONSTRUKSI BANGUNAN MENARA PENANGKAP EMBUN Irnawan, Dody
JURNAL TEKNOSAINS KODEPENA Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknosains Kodepena Vol.2 Nomor 2 Januari 2022
Publisher : Kodepena (Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jtk.v2i2.37

Abstract

Bambu memiliki sejarah panjang dan mapan sebagai bahan bangunan di seluruh dunia baik di daerah tropis maupun sub-tropis. Menurut Sharma di dunia tercatat lebih dari 75 negara dan 1250 spesies bambu, bambu juga tumbuh melimpah di seluruh kepulauan Indonesia, dan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia selama berabad-abad. Penelitian ini dilakukan di daerah mojosongo surakarta dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Bambu bisa lebih kuat dari beton dalam aspek kompresi atau tekan, yang merupakan sifat struktural yang baik untuk penggunaan konstruksi. Sifat mekanik bambu yang paling penting adalah memiliki kekuatan yang sama bahkan lebih tinggi dalam perbandingan atau rasio dengan material baja pada aspek ketegangan/kekakuan, yang ideal untuk penggunaan dalam konstruksi frame/rangka.
KAJIAN FRAKSI VOLUME SERAT KOMPOSIT TANGKAI ILALANG TERHADAP SIFAT MEKANIK Nurhidayat, Achmad; Wijoyo, Wijoyo; Irnawan, Dody
JURNAL TEKNOSAINS KODEPENA Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknosains Kodepena Vol.2 Nomor 2 Januari 2022
Publisher : Kodepena (Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jtk.v2i2.43

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki pengaruh variasi fraksi volume serat komposit tangkai ilalang terhadap mekanik. Selain itu mengkaji kemungkinan potensi rumput ilalang mampu dimanfaatkan agar mempunyai nilai ekonomis misalnya peluang sebagai bahan panel. Metode penelitian dimulai dengan menyiapkan bahan yaitu serat tangkai ilalang sebagai filler, matrik yang digunakan yaitu dengan menggunakan resin epoksi. Variasi fraksi volume serat-resin yang digunakan untuk penelitian adalah 20%:80%, 30:70%, 40%:60%, 50%:50% dan 60%:40%. Alat penelitian meliputi pengaduk, meteran, timbangan, oven, cetakan, mesin uji bending dan impak. Adapun prosedur penelitian diawali penyiapan serat tangkai ilalang dan resin epoksi. Selanjutnya proses pencampuran matrik dan filler hingga menjadi spesimen. Kemudian dilakukan uji mekanik meliputi uji impak (ketangguhan) dan uji bending. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi volume berpengaruh pada sifat mekanik. kekuatan bending dan ketangguhan (kekuatan impak) terbaik terjadi pada variasi fraksi volume 40% serat dan 60% resin, dengan kekuatan bending sebesar 24,7 MPa serta nilai ketangguhan impak 3593 J/m². Kekuatan bending paling rendah terjadi pada fraksi volume serat 60% sebesar 19,3 MPa dan ketangguhan impak paling rendah pada fraksi volume 20% sebesar 1680 J/m².
KAJIAN VARIASI SEBUK KELAPA KOMPOSIT TEMPURUNG KELAPA TERHADAP SIFAT MEKANIK Nurhidayat, Achmad; Wijoyo, Wijoyo; Irnawan, Dody
JURNAL TEKNOSAINS KODEPENA Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Teknosains Kodepena Volume 3 Nomor 1 Agustus 2022
Publisher : Kodepena (Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jtk.v3i1.47

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai kekuatan mekanik variasi ukuran serbuk yang paling baik dari komposit tempurung kelapa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen, dengan variabel bebas variasi ukuran (mesh), variabel terikat kekuatan mekanik dan resin sebagai variabel kontrol. Penelitian diawali dengan menyiapkan bahan serbuk tempurung kelapa, resin BQTN 157 dan katalis. Alat yang digunakan ayakan (mesh), gelas ukur, cetakan, oven listrik, mesin bending dan mesin impak izod. Prosedur yang dilakukan dalam pengambilan data variasi ukuran serbuk tempurung kelapa diayak menggunakan mesh 40, 80, 120 dan 180. Selanjutnya di-oven pada temperatur 110 oC selama 45 menit hingga memiliki kandungan kadar air maksimal 4%. Selanjutnya serbuk tersebut dicampur dengan resin dengan perbandingan 40% serbuk tempurung kelapa dan 60% resin, diaduk selama 6 menit ditambah katalis 1%, diaduk selama 2 menit lalu dituang pada cetakan. Tahap pengujian untuk mengetahui kekuatan bending mengacu pada ASTM-6272 dengan metode four point bending dengan dimensi spesimen panjang 127 mm, lebar 12,7 mm, tebal 3,2 mm, sedangkan untuk pengujian impact izod mengacu pada ASTM D-5941 dengan dimensi spesimen panjang 80 mm, lebar 10 mm, tebal 4 mm. Hasil penelitian diketahui semakin serbuk tempurung kelapa kecil, maka kekuatan mekaniknya semakin meningkat. Kekuatan bending tertinggi sebesar 50,66 MPa dan ketangguhan impak tertinggi sebesar 3097,53 J/m2 yaitu pada serbuk ukuran lolos mesh 180. Potensi pemanfaatan secara ekonomis komposit serbuk tempurung kelapa cukup berpeluang, misalnya sebagai bahan panel.
PENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAM TERHADAP SIFAT MEKANIK BATU BATA MERAH Yulianto, Cita; Setyawan, Agus; Irnawan, Dody
JURNAL TEKNOSAINS KODEPENA Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Teknosains Kodepena Volume 3 Nomor 1 Agustus 2022
Publisher : Kodepena (Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jtk.v3i1.48

Abstract

Brick is a non-structural material that is widely used by the community in building houses in general. There are so many brick craftsmen scattered throughout the province of Central Java, but innovation is needed in the manufacture of these bricks, so research is needed to determine the effect of adding rice husk ash as a mixed material and the length of time for burning bricks on the mechanical properties of bricks in terms of the test. porosity, burn loss, and compressive strength, as well as knowing the percentage of addition of rice husk ash and the best burning time for bricks. This study uses a sample of bricks in the form of blocks with a length of 22.5 cm, a width of 11 cm, and a height of 4 cm and a cube shape with a side size of 5 cm. Variations in the composition of rice husk ash added were 0%, 5%, 10%, and 15%. Making bricks is done by molding a mixture of clay, water and husk ash by compacting, drying for 3 days and burning for 12 hours and 24 hours. Testing of mechanical properties of bricks includes porosity, burn loss, and compressive strength tests. The addition of rice husk ash with a composition percentage of 5% to 15% can affect the mechanical properties of bricks, namely reducing porosity and burning shrinkage and increasing the compressive strength of bricks. The burning time of the bricks also affects the mechanical properties of the bricks. Based on the test results, each of the best test values, namely the minimum porosity value was achieved at the percentage of rice husk ash as much as 5% by burning for 24 hours, namely 18.5%. The minimum burn loss value was achieved at 15% rice husk ash percentage by burning for 12 hours, which was 0.45%. The optimum compressive strength value was achieved at 5% rice husk ash percentage, which was 4.1 N/mm2 by burning for 24 hours.
KAJIAN KELAIAKAN BANGUNAN GEDUNG SMP AL FATTAH BOYOLALI LINGKUP ARSITEKTUR DAN STRUKTUR Irnawan, Dody; Tantowi, Mohammad Paesal
JURNAL TEKNOSAINS KODEPENA Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Teknosains Kodepena Volume 3 Nomor 1 Agustus 2022
Publisher : Kodepena (Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jtk.v3i1.49

Abstract

Buildings are places for humans to carry out various activities. Buildings also have a very important role in character formation, embodiment of productivity, and identity. In addition, the building also functions as a place for humans to carry out their activities, whether for daily or residential, religious, business, socio-cultural or special activities. In general, the inspection of the feasibility of the building is carried out by means of visual observation of the physical condition of the building on the components of Architecture, Structure and Test using tools. Based on the results of field observations for Technical Architecture which includes aspects of comfort, health, safety and structure, the AL-Fattah Junior High School building has fulfilled all the assessment points and it can be concluded that the Al-Fattah Junior High School building has met and is recommended to get a Function-worthy