Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Ners

Pengaruh Pelatihan Manajemen Nyeri Bagi Perawat Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Penerapan Manajemen Nyeri di Irna Non Bedah Paru dan Saraf RSUP Dr. M Djamil Padang Wesnawati, Wesnawati; Arifin, Helmi; Nelwati, Nelwati
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.26684

Abstract

Salah satu indikator   mutu pelayanan kesehatan di ruang rawat inap adalah meningkatnya angka kenyamanan pasien atau nyeri terkontrol. Pengetahuan dan sikap yang akurat dalam penerapan manajemen nyeri merupakan prinsip penting  dalam  praktek  keperawatan  karena  berdampak  langsung  terhadap pasien.Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap perawat mengenai  manajemen  nyeri  adalah melalui  pelatihan.  Tujuan  penelitian  ini untuk menganalisis pengaruh pelatihan manajemen nyeri bagi perawat terhadap pengetahuan, sikap dan penerapan manajemen nyeri di IRNA Non Bedah Paru dan Saraf RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperiment  dengan pendekatan one group pre-post test design. Sampel penelitian  ini  adalah  perawat  pelaksana  yang  berjumlah  30  orang  diambil secara  total  sampling.  Penelitian  ini  menggunakan  kuesioner  dan  lembar observasi   yang   sudah   diuji   validitas   dan   reliabilitasnya.   Analisa   data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan,  sikap,  dan  penerapan  manajemen  nyeri  oleh  perawat  setelah pelatihan  secara  signifikan  (p<0,005).  Pelatihan  secara  berkelanjutan  dan evaluasi    penerapan    mengenai    manajemen    nyeri,    diharapkan    dapat meningkatkan kemampuan perawat dalam melaksanakan manajemen nyeri.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua, Lingkungan Teman Sebaya, dan Lingkungan Sekolah dengan Perilaku Bullying pada Remaja di SMK Kota Payakumbuh Tahun 2023 Wulandari, Destri; Nelwati, Nelwati; Dayati, Reni
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.22033

Abstract

Perilaku menyimpang pada remaja terjadi karena tugas perkembangan pada masa remaja yang tidak tercapai sehingga mengakibatkan remaja mengalami kesulitan emosi dan sosial seperti depresi, cemas, kesepian, dan kurangnya keterampilan sosial seringkali mencari cara untuk meredakan stres mereka. Beberapa remaja memilih untuk melampiaskan emosi mereka dengan cara yang tidak sehat seperti melakukan bullying. Faktor-faktor yang mempengaruhi remaja melakukan perilaku bullying adalah lingkungan teman sebaya (peer), lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat, lingkungan keluarga (pola asuh orang tua). Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan pola asuh orang tua, lingkungan teman sebaya, dan lingkungan sekolah dengan perilaku bullying pada remaja di SMK Kota Payakumbuh Tahun 2023. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan sampel 355 remaja SMK Kota Payakumbuh dengan purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Pengolahan data menggunakan SPSS untuk mengetahui hubungan antar variable. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari separuh responden memiliki perilaku bullying berkategori rendah (66,2%), pola asuh orang tua permisif (54,1%), lingkungan teman sebaya rendah (58,6%), dan lingkungan sekolah yang baik (89,9%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua (p= 0,000), lingkungan teman sebaya (p= 0,002) dan lingkungan sekolah (p= 0,005) dengan perilaku bullying pada remaja. Saran bagi institusi Pendidikan Sekolah dapat menerapkan kebijakan anti-bullying yang kuat, menyediakan pelatihan untuk staf dan guru tentang cara mengidentifikasi serta menangani kasus bullying, dan memperkuat pengawasan di area-area yang mungkin menjadi tempat terjadinya bullying pada remaja. Kata kunci : Perilaku bullying; pola asuh orang tua; lingkungan teman sebaya; lingkungan sekolah; remaja