Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Meningkatkan Rasa Ingin Tahu Siswa pada Pembelajaran IPA Melalui Model Discovery Learning Winda Oktaviani; Faizal Chan; Dwi Kurnia Hayati; Akhmad Syaferi
Al Jahiz: Journal of Biology Education Research Vol 1 No 2 (2020): Al Jahiz: Journal of Biology Education Research, Desember 2020
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Metro, Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.152 KB) | DOI: 10.32332/al-jahiz.v1i2.2755

Abstract

Penelitian ini berlatar belakang pada kenyataan bahwa rasa ingin tahu siswa pada pembelajaran IPA dikelas V SD Negeri 186/I Sridadi masih kurang dengan hasil obervasi rasa ingin tahu sebesar 26,66%. Pembelajaran yang mengedepankan interaksi satu arah dimana guru memiliki peranan utama dalam kegiatan pembelajaran di kelas menyebabkan proses pembelajaran yang berlangsung kurang menarik sehingga siswa mudah cepat bosan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran yang berdampak pada keinginan siswa untuk mengetahui lebih banyak tentang materi menjadi kurang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan rasa ingin tahu siswa pada pembelajaran IPA melalui model discovery learning pada siswa kelas V SD Negeri 186/1 Sridadi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, dimana data yang diambil yaitu berupa data observasi melalui lembar observasi rasa ingin tahu dan lembar observasi aktivitas guru. Penelitian ini dilaksanakan dengan 4 tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.Pada saat proses belajar mengajar kegiatan pembelajaran menerapkan model pembelajaran discovery learning. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan model discovery learning dapat meningkatkan rasa ingin tahu siswa pada mata pelajaran IPA. Berdasarkan lembar observasi rasa ingin tahu siswa menunjukkan adanya peningkatan, dengan hasil persentase rasa ingin tahu siswa sebesar 63% dengan kategori baik pada siklus I dan 81% dengan kategori sangat baik pada siklus II. Berdasarkan temuan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa rasa ingin tahu siswa pembelajaran IPA pada siswa kelas V SD Negeri 186/Sridadi dapat meningkat setelah diterapkan model discovery learning.
Analisis Faktor Rendahnya Motivasi Belajar Siswa dalam Proses Pembelajaran IPA di SD Negeri 80/I Rengas Condong Kecamatan Muara Bulian Rike Kurnia Sari; Faizal Chan; Dwi Kurnia Hayati; Akhmad Syaferi; Halimah Sa'diah
Al Jahiz: Journal of Biology Education Research Vol 1 No 2 (2020): Al Jahiz: Journal of Biology Education Research, Desember 2020
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Metro, Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.214 KB) | DOI: 10.32332/al-jahiz.v1i2.3146

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa pada saat pembelajaran IPA di kelas IV SD Negeri 80/I Rengas Condong ditemukan siswa ada yang mengantuk, mengobrol dengan teman, siswa tidak mengerjakan tugas, siswa tidak merasakan manfaat kerjasama saat guru menjelaskan materi pelajaran, dan tidak semangat ketika belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor rendahnya motivasi belajar siswa kelas IV mata pelajaran IPA di SD Negeri 80/I Rengas Condong Kecamatan Muara Bulian. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan tekik analisis datanya meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji validitas data menggunakan teknik triangulasi. Hasil analisis faktor rendahnya motivasi belajar siswa kelas IV mata pelajaran IPA di SD Negeri 80/I Rengas Condong Kecamatan Muara Bulian melalui 1) Disiplin belajar: ditemukan siswa yang tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru, memiliki partisipasi yang rendah dalam pembelajaran, asyik bercanda dan ngobrol, bukan membawa buku dan alat belajar. 2) Sikap belajar: ditemukan siswa yang tidak terlibat dalam diskusi kelas atau diskusi kelompok, dan siswa yang mandiri terhadap dinamika kelas. 3) Tingkat keaktifan: ditemukan siswa yang kurang mendengar penjelasan guru, siswa yang kurang memperhatikan tugas individu dan kelompok, siswa dengan rasa ingin tahu yang rendah, dan siswa yang kurang berani bertanya dan menjawab. 4) Kepuasan terhadap hasil belajar rendah: ditemukan 42% siswa memiliki nilai belajar dibawah KKM. 5) Hubungan siswa dengan siswa, serta siswa dengan guru kelas berjalan dengan baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar siswa kelas IV IPA karena rendahnya disiplin belajar, sikap belajar siswa yang tidak terlibat aktif dalam pembelajaran di kelas, tingkat aktivitas siswa yang kurang, dan tingkat kepuasan belajar yang rendah.
Penerapan Metode Outdoor Study pada Muatan IPA untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Kelas V Sekolah Dasar Renita Nuraini; Faizal Chan; Violita Zahyuni
Journal on Education Vol 5 No 4 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 4 Mei-Agustus 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The learning process will be more meaningful if it applies learning that can be a place for students to be able to improve cognitive abilities. This research is motivated by a problem, namely the low cognitive abilities of students in the science learning content of fifth grade students at SDN 14/I Sungai Baung. This is evidenced by the acquisition of a class average of 48 and still below the school completeness criteria. Therefore, the purpose of this research is to describe how the application of the outdoor study method to science content can improve the cognitive abilities of fifth grade students at SDN 14/I Sungai Baung. This research was conducted at SDN 14/I Sungai Baung in the even semester of the 2022/2023 academic year. This type of research is classroom action research, which consists of II cycles with research procedures carried out through 4 stages, namely planning, implementing, observing, and reflecting. The subjects of this study were fifth grade students at SDN 14/I Sungai Baung. Data collection techniques in this study were tests and observations. The results showed that by applying the outdoor study method to the science learning content of fifth grade students was able to improve students' cognitive abilities. This can be seen in the increase in student learning activities and this increase can be seen in the data analysis of each meeting cycle, namely the results of the initial test obtained the percentage of learning completeness, namely 28.6% with an average value of 50. In cycle I, the percentage of student learning completeness was obtained increased to 66.7% with an average value of 69.28. In cycle II the percentage of student learning completeness increased again to 95.2% with an average value of 80.05
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS WEBSITE MENGGUNAKAN GOOGLE SITES PADA MUATAN IPA KELAS V SUBTEMA MEMELIHARA KESEHATAN ORGAN PERNAPASAN MANUSIA DI SEKOLAH DASAR Aldi Ivandi Putra; Hendra Budiono; Faizal Chan
Jurnal Pendidikan Dasar Flobamorata Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Dasar Flobamorata
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar-Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/jpdf.v4i1.843

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis website menggunakan google sites pada muatan IPA kelas V subtema memelihara kesehatan organ pernapasan manusia di sekolah dasar dan untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran interaktif berbasis website menggunakan google sites pada muatan IPA kelas V subtema memelihara kesehatan organ pernapasan manusia di sekolah dasar. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model pengembangan DDD-E (Decide, Design, Develop, Evaluate). Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji coba validasi dari penilaian ahli materi mendapatkan rata-rata sebesar 4,63 dengan kategori sangat valid, penilaian dari ahli bahasa mendapatkan rata-rata sebesar 4,54 dengan kategori produk sangat valid serta penilaian dari ahli media mendapatkan rata-rata sebesar 4,30 dengan kategori sangat valid. Penilaian dari respon guru mendapat rata-rata sebesar 4,5 dengan kategori Sangat Praktis, dan penilaian dari respon peserta didik pada uji kelompok besar mendapat skor rata-rata 4,75 dengan kategori sangat praktis serta penilaian dari penilaian respon siswa pada uji coba kelompok kecil mendapat rata-rata 4,73 dengan kategori sangat praktis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis website menggunakan google sites pada muatan IPA kelas V subtema memelihara kesehatan organ pernapasan manusia di sekolah dasar secara keseluruhan dapat digunakan dalam proses pembelajaran di sekolah.
Analisis penerapan Profil Pelajar Pancasila pada pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam mencapai nilai gotong royong di kelas IV sekolah dasar Widya Rista Cahyani; Faizal Chan; Eka Sastrawati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4115

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, dimana data yang diambil yaitu berupa data observasi melalui lembar observasi pengamatan keterampilan pemecahan masalah siswa dan lembar observasi guru menerapkan model pembelajaran project based learning, serta dokumentasi. Penelitian ini dilakukan dengan empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan keterampilan pemecahan masalah siswa melalui penerapan model pembelajaran project based learning pada muatan IPA terlihat dari pertemuan pada siklus I pertemuan pertama sebanyak 43,14%, siklus I pertemuan kedua 53,57% dengan peningkatan sebanyak 10%. Pada siklus II pertemuan pertama 64,57% dengan peningkatan 11% dan pertemuan kedua telah tercapai kriteria ketuntasan keberhasilan sesuai dengan yang diharapkan oleh peneliti diperoleh sebesar 74,71%. Berdasarkan temuan hasil penelitian maka dapat disimpulkan keterampilan pemecahan masalah siswa pada muatan IPA di kelas V SDN 45/I Sridadi mengalami peningkatan setelah diterapkan model pembelajaran project based learning. Hal ini dibuktikan pada pertemuan terakhir pada siklus I persentase keterampilan pemecahan masalah siswa yaitu53,57%, kemudian pada pertemuan terakhir siklus II persentase keterampilan pemecahan masalah siswa mengalami peningkatan menjadi 74,71% dari jumlah siswa sebanyak 35 orang. Maka tindakan yang diberikan melalui penerapan model pembelajaran project based learning berhasil dalam meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa.
Meningkatkan Keterampilan Pemecahan masalah Melalui Project Based Learning pada Muatan IPA di Kelas V Sekolah Dasar Negeri 45/I Sridadi Widya Rista Cahyani; Faizal Chan; Eka Sastrawati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4150

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, dimana data yang diambil yaitu berupa data observasi melalui lembar observasi pengamatan keterampilan pemecahan masalah siswa dan lembar observasi guru menerapkan model pembelajaran project based learning, serta dokumentasi. Penelitian ini dilakukan dengan empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan keterampilan pemecahan masalah siswa melalui penerapan model pembelajaran project based learning pada muatan IPA terlihat dari pertemuan pada siklus I pertemuan pertama sebanyak 43,14%, siklus I pertemuan kedua 53,57% dengan peningkatan sebanyak 10%. Pada siklus II pertemuan pertama 64,57% dengan peningkatan 11% dan pertemuan kedua telah tercapai kriteria ketuntasan keberhasilan sesuai dengan yang diharapkan oleh peneliti diperoleh sebesar 74,71%. Berdasarkan temuan hasil penelitian maka dapat disimpulkan keterampilan pemecahan masalah siswa pada muatan IPA di kelas V SDN 45/I Sridadi mengalami peningkatan setelah diterapkan model pembelajaran project based learning. Hal ini dibuktikan pada pertemuan terakhir pada siklus I persentase keterampilan pemecahan masalah siswa yaitu53,57%, kemudian pada pertemuan terakhir siklus II persentase keterampilan pemecahan masalah siswa mengalami peningkatan menjadi 74,71% dari jumlah siswa sebanyak 35 orang. Maka tindakan yang diberikan melalui penerapan model pembelajaran project based learning berhasil dalam meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa.
Teachers Readiness In The Process Of Implementing The Independent Learning Curriculum In Elementary School Nurul Alga Fitri; Faizal Chan; Issaura Sherly Pamela
Tarbiatuna: Journal of Islamic Education Studies Vol 4 No 1 (2024): Tarbiatuna:  Journal of   Islamic Education Studies (In Press)
Publisher : PKP Pusat Jurnal LPPM IAi Nasional Laaroiba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/tarbiatuna.v4i1.5174

Abstract

This study aims to determine the readiness of teachers in implementing the Independent Curriculum in elementary schools. This research was conducted at the State Elementary School 34/I Teratai, Kec. Muara Bulian Kab, Batang Hari, Jambi Province. The type of research used is qualitative research with descriptive research. The research data were obtained through observation and interviews (as the main data) and document studies (as supporting data). The results in this study indicate that teacher readiness is an important component in curriculum implementation. teacher readiness in the process of implementing the independent curriculum at SDN 34/I is in the pretty good category. This is related to the teacher's presentation of the independent curriculum which shows that the teacher understands well the concept, objectives, mechanisms and structure of implementing the independent curriculum, but there are still a number of things that need to be studied further regarding lesson planning or making teaching modules. At the implementation stage the teacher has implemented the independent curriculum in accordance with government directives, namely carrying out project learning to strengthen the Pancasila student profile (P5) and differentiated learning. At the assessment stage the teacher carries out diagnostic, formative and summative assessments and processes these assessments to see the achievement of learning and become evaluation material. From the research results obtained, for the process of implementing the independent curriculum in the first year, schools and teachers are expected to always work together so that the process of implementing the independent curriculum is more optimal. It is hoped that the results of this study can have benefits for further research.
PELATIHAN PENGEMBANGAN DIRI KESENIAN HADROH PADA PESERTA DIDIK DI SDN 111/I MUARA BULIAN Faizal Chan; Alirmansyah Alirmansyah; Hendra Budiono
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19072

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah 1. meningkatkan kemampuan siswa dalam pengembangan diri seni hadroh. 2. meningkatkan pemahaman, kemampuan dan keterampilan siswa dalam pengembangan diri seni hadroh. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode interaktif, tahapan kegiatan ini adalah sebagai berikut: 1) Survei pendahuluan. 2) Pelatihan Pengembangan Diri Seni Hadroh. 3) Pembinaan pelaksanaan Pengembangan Diri Seni Hadroh Memberikan bantuan kepada sekolah mitra dalam pengembangan diri atau kegiatan ekstrakurikuler seni hadroh. Melatih, memberikan pemahaman, bimbingan dan arahan dalam proses pengembangan seni hadroh kepada peserta didik. Berdasarkan hasil pengabdian, pengembangan diri seni hadroh terlaksana dengan baik, siswa mampu bermain hadroh dengan sholawat dengan baik.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MYSTERY BOX BERBANTUAN QR CODE PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA MATA PELAJARAN IPAS KELAS V SEKOLAH DASAR Anggun Saptiani; Faizal Chan; Khoirunnisa
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11879

Abstract

This study was motivated by the limited use of interactive learning media in science and social studies (IPAS), particularly in teaching the human digestive system in Grade V elementary school. Learning activities were still dominated by lectures and textbooks, resulting in low student engagement and difficulties in understanding abstract concepts. This research aimed to develop a Mystery Box learning media assisted by QR Code that meets the criteria of validity and practicality. The study employed a Research and Development (R&D) approach using the 4-D model (Define, Design, Develop, and Disseminate). The research was conducted at SD Negeri 182/I Hutan Lindung involving expert validators, teachers, and Grade V students. Data were collected through observation, interviews, validation questionnaires, and practicality questionnaires. The validation results indicated that the media was categorized as very valid, with a score of 96.66% from media experts, 96.66% from material experts, and 100% from language experts. The practicality test showed that the teacher’s response reached 94.28%, categorized as very practical. These findings demonstrate that the QR Code-assisted Mystery Box media is feasible and practical to be implemented in IPAS learning on the human digestive system topic in Grade V elementary school.