Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Effectiveness of Rosemary Aromatherapy Diffuser on Student Learning Outcomes in the Covid 19 Era Nisa, Rif'atun; Faridasari, Ira
Journal Midwifery Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Gorontalo Vol 10, No 1 (2024): Journal Midwifery
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jm.v10i1.584

Abstract

In the field of education, Covid 19 has an impact on changes in learning methods and processes, making students often experience boredom, impaired concentration and stress, this can affect student learning outcomes. There are several alternatives that can be done as an effort to improve concentration in learning, one of which is the use of Aromatherapy. Rosemary can eliminate depression, stress, mental tension and lethargy. The purpose of this study was to determine the effectiveness of Aromatherapy Diffuser Rosemary on student learning outcomes in the Covid 19 pandemic era. This research is quantitative with a Quasi Experiment design. Data analysis uses univariate tests to measure variable frequencies. While the bivariate test uses the T-test. Respondents of this study were 100 3rd year students, consisting of students of DIII Midwifery, DIII Nursing and S1 Nursing Study Programs. The dose used was 6 drops of essential oil in a diffuser with 30 ml of water, for 30 minutes each meeting. And carried out for 2 months continuously.Based on the results of the T-test conducted, it can be seen that the significance value is smaller than the alpha value (0.000 <0.05). After the Rosemary Aromatherapy Diffuser intervention was carried out on students routinely in learning activities, respondents experienced an average increase in learning outcomes of 0.204. The results of this study indicate that there is an Effectiveness of Rosemary Aromatherapy Diffuser on Student Learning Outcomes in the Covid 19 Era.
PENGARUH MOBILISASI DINI TERHADAP INTENSITAS NYERI PASIEN POST OPERASI BEDAH UMUM DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK. III INDRAMAYU Faridasari, Ira; Kurniasih, Uun; Herlina, Lin; Muslimin, Muslimin; Sutarna, Agus; Mahasih, Teki; Sumarni, Sumarni
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan, berkaitan dengan kerusakan jaringan aktual maupun potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh mobilisasi dini terhadap intensitas nyeri pasien pasca operasi di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Indramayu tahun 2023. Metode penelitian menggunakan data primer melalui observasi Numeric Rating Scale dan data sekunder dari lembar pengisian. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata intensitas nyeri sebelum mobilisasi dini adalah 7,01 (kategori nyeri berat terkontrol), dengan mayoritas responden (62,8%) mengalami nyeri berat terkontrol. Setelah dilakukan intervensi mobilisasi dini, rata-rata intensitas nyeri menurun menjadi 4,31 (kategori nyeri sedang), dengan 83,7% responden berada dalam kategori nyeri sedang. Penurunan rata-rata intensitas nyeri sebesar 2,69 poin terbukti signifikan secara statistik (p-value < 0,001). Mobilisasi dini berperan dalam mengurangi nyeri melalui mekanisme penghambatan transmisi nyeri ke sistem saraf pusat dan meningkatkan sirkulasi darah. Faktor dukungan keluarga dan motivasi pasien juga memengaruhi keberhasilan intervensi ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Ada Pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Intensitas Nyeri Pasien Post Operasi Bedah Umum di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Indramayu.
PENGARUH TERAPI INHALASI UAP HANGAT DENGAN MINYAK KAYU PUTIH TERHADAP FREKUENSI NAPAS PADA ANAK BRONKOPNEUMONIA Anggraeni, Reni; Ira Faridasari
Jurnal Medicare Vol. 4 No. 3: JULY 2025
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v4i3.196

Abstract

Bronchopneumonia is one of the leading causes of morbidity in children and is often characterized by an increased respiratory rate due to airway disturbances. The management of bronchopneumonia requires not only pharmacological interventions but also non-pharmacological approaches. This study aims to determine the effect of warm steam inhalation therapy with eucalyptus oil on respiratory rate in children. A quantitative method was employed using a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group approach. The population consisted of 25 children diagnosed with bronchopneumonia. A sample of 10 children was selected using accidental sampling and divided into two groups: an intervention group and a control group. The results showed a significant decrease in respiratory rate following the warm steam inhalation therapy with eucalyptus oil. Before therapy, most participants had a respiratory rate of ≥ 40 breaths per minute. After one day of therapy, the majority experienced a reduction in respiratory rate to within the normal range for their age group. Statistical analysis yielded a p-value < 0.05, indicating a significant difference before and after the intervention.
Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut di SDN 1 Karangkendal Kabupaten Cirebon Ira Faridasari; Reni Aggraeni
Health Care : Journal of Community Service Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v3i2.119

Abstract

Oral health is an integral component of general health. It is also clear that the causative and risk factors for oral disease are often the same as those involved in general disease. Data from the Basic Health Research in 2018, Indonesia experienced 57.6% of dental and oral health problems. According to data from the Indonesian Health Survey (SKI, 2023), dental and oral health problems were 56.9%, which means there was a decrease of 0.7% from 2018. The purpose of the dental and oral health counseling activity is to introduce students to dental and oral health and the importance of maintaining dental and oral health. The target of this dental and oral health counseling was grade 2 students of SDN 1 Karangkendal, Kapetakan District, Cirebon Regency. This activity was carried out in class 2A. From the dental and oral health counseling activity, quite significant results were obtained. The results showed an increase in knowledge. Dental and oral health counseling at SDN 1 Karangkendal had a positive impact in increasing students' knowledge about the importance of maintaining dental and oral hygiene and health from an early age. With interactive delivery methods and direct practice, students become more aware of how to properly care for their teeth and mouth. This counseling also helps instill good habits in everyday life to avoid dental and oral diseases.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Stres Mahasiswa Dalam Penyusunan Skripsi Pada Mahasiswa Program Studi S-1 Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cirebon Lestari, Sri; Hikhmat, Rokhmatul; Kristanti, Iin; Ali, Muslimin; Faridasari, Ira; Suryanih, Siti
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil studi pendahuluan menunjukkan masih terdapat mahasiswa yang mengalami stres ketika menyusun skripsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat stres mahasiswa dalam Penyusunan Skripsi pada Mahasiswa Program Studi S-1 Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cirebon Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini, mahasiswa kelas reguler program studi S-1 Keperawatan STIKes Cirebon yang sedang menyusun skripsi berjumlah 74 orang, dengan sampel penelitian sebanyak 43 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner dukungan keluarga dan DASS (Depression Anxiety and Stress Scale) 42. Metode pengumpulan data menggunakan angket, analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian mengenai dukungan keluarga menunjukkan ada 25 orang (58%) lebih dari setengahnya responden mendapatkan dukungan keluarga yang baik. Dan mengenai tingkat stres hasilnya menunjukkan ada sebanyak 23 orang (53%) responden tidak mengalami stres (normal). Hasil uji statistik menunjukkan nilai P-value 0.026 yang berarti nilai P < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat stres mahasiswa. Diharapkan untuk mahasiswa yang sedang menyusun skripsi agar selalu berpikir positif sehingga memiliki mekanisme coping yang baik dan bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti faktor-faktor yang dapat mempengaruhi stres lainnya.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV/AIDS Ira Faridasari
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v10i2.17

Abstract

HIV/AIDS merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia yang sangat mengkhawatirkan dan mengancam kehidupan di karenakan sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit HIV/AIDS. Tingginya angka kejadian HIV/AIDS dianggap berhubungan dengan rendahnya pengetahuan mengenai HIV/AIDS. Pendidikan kesehatan pada remaja diperlukan untuk mencegah terjadinya penyakit HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di MA Pringgabaya Kabupaten Indramayu Tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian pre-eksperimental dengan one-group pretest- posttest design tanpa kelompok kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas X-XI MA Pringgabaya Kabupaten Indramayu yang terdiri dari 90 remaja. Sampel diambil dengan teknik total sampling, sehingga jumlah responden 90 responden. Teknik analisa data yang digunakan adalah uji Paired Sampel T Test. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan responden sebelum diberikan intervensi pendidikan kesehatan menunjukkan nilai rata-rata 60,90 dan sesudah diberikan intervensi pendidikan kesehatan menunjukkan rata-rata 85,16. Hasil uji statistik menggunakan uji Paired Samples T Test menunjukkan bahwa Asymp. Sig yang diperoleh sebesar 0,000 ɑ< 0,05, maka Ho ditolak, berarti terdapat perbedaan pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS.Kata kunci : HIV/AIDS, pendidikan kesehatan, remaja    ABSTRACTHIV / AIDS is one of the health problems in the world that is very worrying and threatening life because until now there is no cure for HIV / AIDS. The high rate of HIV / AIDS is considered to be associated with low knowledge about HIV / AIDS. Health education in adolescents is needed to prevent the occurrence of HIV / AIDS. The purpose of this study was the effect of health education on the level of knowledge of adolescents about HIV / AIDS in MA Pringgabaya in Indramayu District in2019. The type of research used is a type of quantitative research using a pre- experimental study design design with one-group pretest-posttest design without a control group. The population in this study was class X-XI MA Pringgabaya Indramayu Regency consisting of 90 adolescents. The sample is taken by the Total Sampling technique, so the number of respondents is 90 respondents. The data analysis technique used is the Paired Sample T Test.The results showed that the knowledge of respondents before being given a health education intervention showed an average value of 60.90 and after being given a health education intervention it showed an average of 85.16. The results of statistical tests using the Paired Samples T Test show that Asymp. Sig obtained is 0,000 ɑ <0,05, so Ho is rejected and Ha is accepted, meaning there is a difference in health education to the level of adolescent knowledge about HIV / AIDS.Keywords: HIV / AIDS, health education, adolescents
PENGARUH LATIHAN MENYIKAT GIGI TERHADAP KEMAMPUAN MENYIKAT GIGI PADA ANAK TUNAGRAHITA Sri Wulansari; Ira Faridasari
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v8i2.109

Abstract

Tunagrahita merupakan istilah untuk menyebut anak atau orang yang memiliki kemampuan intelektual di bawah rata-rata. Anak dengan tunagrahita memiliki ketidakmampuan beradaptasi dan tingkat kemandirian yang kurang. Pendidikan khusus anak tunagrahita untuk membangun kemandirian dan keterlibatannya dalam kehidupan sehari-hari dikenal dengan bina diri. Menyikat gigi merupakan bagian dari bina diri yang harus dikuasai oleh anak, namun masih banyak anak tunagrahita yang tidak mampu menyikat gigi secara mandiri. Kemampuan menyikat gigi anak tunagrahita dapat ditingkatkan dengan berbagai cara, salah satunya dengan memberikan pelatihan menyikat gigi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh latihan menyikat gigi terhadap kemampuan menyikat gigi pada anak tunagrahita di SLB C Pancaran Kasih Kota Cirebon tahun 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan one group pretest posttest. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh siswa SD di SLB C Pancaran Kasih data terbaru Agustus 2016 sebanyak 45 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, didapatkan jumlah responden yaitu sebanyak 10 anak. Data diperoleh dengan cara observasi dan dianalisis secara statistika menggunakan analisa uji paired t-test, dengan tingkat signifikasi 0,05.Hasil penilaian kemampuan anak sebelum dilakukan latihan menunjukkan keseluruhan anak yang mengikuti penelitian ini yaitu sebanyak 10 anak belum mampu menyikat gigi dengan benar. Setelah dilakukan latihan menyikat gigi sebanyak 8 kali selama 2 minggu, anak yang belum mampu berkurang menjadi 4 anak (40%), dan sebanyak 6 anak (60%) mampu menyikat gigi dengan benar. Berdasarkan hasil uji simple paired t-test didapatkan hasil pvalue = 0,000, maka ada pengaruh latihan menyikat gigi terhadap kemampuan menyikat gigi pada anak tunagrahita di SLB C Pancaran Kasih Kota Cirebon Tahun 2017.Kata kunci           : tunagrahita, latihan menyikat gigi, kemampuan  ABSTRACTMental retardation is a term used to refer to children or people who have below average of intellectual capacity. Children with mental retardation have an inability in adaptation and have the lowerlevel of independence. Special education for children with mental retardation is known as self-care, that is to make them involve in daily activities and make them realized to take care their life by themselves. Brush tooth is the part of self care, it must be mastered by children, but there are still many children with mental retardation who can’t brush their teeth independently. There so many ways to increase the ability brush tooth of children with mental retardation, one of them is giving them about training tooth brushing. The aim of the research is to know theeffectiveness of tooth brushing training of ability brushing tooth in child with mental retardation in SLB C Pancaran Kasih Cirebon city 2017. The method of this research is a quasi experiment with one group pretest posttest design. The population in this research are all elementary school student in SLB C Pancaran Kasih latest data 45 student in August 2016. The sampling technique used purposive sampling found the number of respondents as many as 10 children. Data obtained by observation and analyzed statistically using analysis of paired t-test, with a significance level of 0.05. The result showed that there are 10 children who not be able to brush their teeth correctly before they had have training about brushing teeth. After they have trained about to brush their teeth in 8 times in 2 weeks, there are 4 (40%) children who not be able brush their teeth, and there are 6 children (60%) who be able brush their teeth correctly. Based on a simple test of paired t-test showed the p value = 0.000, then there is the effect of training brush tooth of ability brush tooth in child with mental retardation in SLB C Pancaran Kasih Cirebon city 2017.Keyword               : Mental retardation, training tooth brushing, ability
HUBUNGAN PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN TINGKAT KEPADATAN LALAT DI TEMPAT PENAMPUNGAN SEMENTARA (TPS) Iin Kristanti; Lilis Banowati; Cucu Herawati; Thohir Thohir; Ira Faridasari
Jurnal Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v12i1.230

Abstract

Sampah yang mengalami penimbunan dapat dimanfaatkan oleh lalat sebagai sarang dalam proses perkembangbiakan penyakit. Kepadatan lalat di TPS Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon masih tinggi sehingga memerlukan pengelolaan sampah yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengelolaan sampah dengan tingkat kepadatan lalat.Jenis penelitian yaitu kuantitaif dengan desain penelitian cross sectional. Metode pengumpulan data dengan wawancara dan instrumen penelitian menggunakan Fly grill dan dibantu dengan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini yaitu 25 orang pengelola sampah dengan sampel penelitian total sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square.Hasil penelitian ada hubungan antara pemilahan sampah p=0,006, ada hubungan pengumpulan sampah p=0,013, dan ada hubungan antara pengangkutan sampah p=0,033 dengan tingkat kepadatan lalat di TPS Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon. Sebaiknya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memberi pelatihan kepada petugas TPS agar dapat menjalankan program dalam bidang pengelolaan sampah di TPS dengan baik dan memberi himbauan serta wawasan kepada masyarakat sekitar TPS tentang pengelolaan sampah yang baik.Kata kunci: Pengelolaan sampah, kepadatan lalat, tempat penampungan sementara  AbstractHoarded garbage can be used by flies as a nest in the process of disease breeding. The density of flies in the TPS Sumber District Cirebon Regency is still high, so it requires good waste management. The purpose of this study is to determinant the relationship between waste management and fly density.This type of research is quantitative with cross sectional research design. Methods of data collection by interview and research instruments using a fly grill and assisted by a questionnaire. The population in this study were 25 waste managers with a total sampling sample. Data analysis used the chi-square test.The results of the study there was a relationship between waste sorting p = 0.006, there was a relationship between waste collection p = 0.013, and there was a relationship between waste transportation p = 0.033 and the density level of flies in the TPS Sumber District Cirebon Regency It is better if the Environmental Agency (DLH) provides training for TPS officers so that they can run programs in the field of waste management at TPS properly and provide advice and insight to the community around the TPS about good waste management.Keywords: waste Management, Fly Density, Temporary shelter
HUBUNGAN ANTARA CARING DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN Ira Faridasari; Lin Herlina; Supriatin Supriatin; Fiti Pirianiti
Jurnal Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v12i2.252

Abstract

Kepuasan pasien merupakan faktor yang sangat penting untuk mengevaluasi mutu pelayanan keperawatan yang dilakukan oleh perawat di rumah sakit dan perilaku caring perawat adalah salah satu aspek yang berhubungan dengan pelayanan keperawatan karena caring mencakup hubungan antar manusia dan berpengaruh terhadap mutu pelayanan dan kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara caring dengan tingkat kepuasan pasien dalam pelayanan keperawatan. Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan analitik korelasi dan  pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini semua pasien Di Ruang Rawat Inap yang sedang menjalani perawatan yang berjumlah 100 orang dan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling sehingga diambil sebanyak 80 responden. Pengambilan data penelitian menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini berdasarkan analisa statistik uji dengan chi square menunjukan bahwa hubungan antara caring dengan tingkat kepuasan pasien dalam pelayanan keperawatan dengan nilai probabilitas (p =0,000). sehingga hasilnya ada hubungan caring dengan tingkat kepuasan pasien dalam pelayanan keperawatan. Sehubungan dengan hasil penelitian ini diharapkan perawat pelaksana dapat mengaplikasikan caring untuk membina hubungan saling percaya dengan pasien dan teruatama adalah untuk memberikan kepuasan kepada pasien yang kita rawat.Kata Kunci: Caring, Kepuasan Pasien Dalam Pelayanan Keperawatan Abstract Patient satisfaction is a very important factor to evaluate the quality of nursing services carried out by hospital nurses and caring behavior of nurses is one of the aspects associated with nursing services because caring includes relationships between humans and influences on service quality and patient satisfaction. The purpose of this study was to determine the relationship between caring and the level of patient satisfaction in nursing services. This type of research uses quantitative with analytic correlation and cross-sectional approach. The population in this study were all patients in the inpatient room were undergoing treatment totaling 100 people and sampling used the purposive sampling method so that 80 respondents were taken. Retrieval of research data using a questionnaire. The results of this study based on the statistical analysis of the test with chi square showed that the relationship between caring with the level of patient satisfaction in nursing services in the inpatient room with a probability value (p = 0,000). So, the result is a caring relationship with the level of patient satisfaction in nursing services. In connection with the results of this study, it is expected that the management nurses can apply caring to foster a trusting relationship with the patient and the most important thing is to provide satisfaction to the patients we care for.Keywords: Caring, Patient satisfaction in Nursing Services
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP SKALA NYERI Sri Lestari; Ira Faridasari; Rokhmatul Hikhmat; Uun Kurniasih; Aliyatul Rohmah
Jurnal Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v13i1.254

Abstract

Pembedahan merupakan suatu trauma yang menimbulkan keluhan nyeri pada penderitanya. Hampir semua pasien pasca bedah mayor mengeluh nyeri dan tidak tahu bagaimana cara untuk mengurangi nyeri tersebut. Perawat menggunakan pengetahuannya untuk dapat mengatasi masalah nyeri post bedah. Salah satu pendekatannya adalah dengan teknik nafas dalam yang dapat digunakan untuk mengontrol nyeri. Penelitian bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan penurunan skala  nyeri sebelum dilakukan teknik nafas dalam dengan sesudah dilakukan teknik relaksasi nafas dalam di Bangsal Bedah Rumah Sakit X Kabupaten Purwakarta. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan quasi eksperimen, populasi berjumlah 90 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive random sampling dengan accidental sampling di dapat sampel sebanyak 73 orang pada tanggal 14-30 November 2020 di Bangsal Bedah Rumah Sakit X Kabupaten Purwakarta. Hasil penelitian sebelum dilakukan teknik relaksasi napas dalam sebanyak 63,2% berada pada skala nyeri 3 (menderita). Sesudah dilakukan teknik relaksasi napas dalam diperoleh, 65,80%  mengeluh tidak nyaman (skala nyeri 2) . Setelah dilakukan uji t-test dengan nilai p value<0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan penurunan skala  nyeri sebelum dan setelah dilakukan teknik relaksasi napas dalam di ketahui setelah dilakukan uji statistik yaitu uji t-test dengan hasil t hitung = -14,623 dan nilai t tabel 1,666 yang berarti bahwa t hitung < t tabel oleh karena itulah maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan penurunan skala  nyeri secara signifikan antara sebelum dan sesudah dilakukan teknik relaksasi napas dalam pada klien post bedah.Kata Kunci: Teknik Relaksasi; Nyeri; Skala; Bedah Mayor ABSTRACTSurgery is a trauma that causes complaints of pain to the sufferer. Almost all patient post major surgery complained of pain and did not know how to reduce the pain. The nurse uses her knowledge to be able to solve post-surgical pain problems. One approach is deep breathing techniques that can be used to control pain. This study aims to determine the differences in pain scale reduction before doing deep breathing techniques and after doing deep breathing relaxation techniques in the Surgical Ward Hospital X in Purwakarta Regency. This type of research is a quantitative research using quasi-experimental, a population of 90 respondents with a purposive random sampling technique with accidental sampling and a sample of 73 people on November 14-30 2020 at the Surgical Ward Hospital X in Purwakarta Regency.The results of the study before the deep breath relaxation technique were carried out as many as 9 respondents (12.33%) were on a scale of 2 (uncomfortable), 46 respondents (63.2%) were on a scale of 3 (suffering) and as many as 18 respondents (24.65%) complained that they were very suffering or on a scale of 4. After doing deep breathing relaxation techniques, 16 respondents complained of pain on a scale of 3 (suffering) with a percentage of 21.90, 48 respondents (65.80%) complained of discomfort (scale 2) and the remaining 9 respondents (12.33%) is on a scale of 1 which is mild pain. After the t-test was carried out with a p value <0.05, it can be concluded that there is a difference in the decrease in pain scale before and after the deep breathing relaxation technique is known after the statistical test is carried out, namely the t-test with the results of t count = -14,623 and t table value of 1,666 which means that t count < t table because Therefore, it can be concluded that there is a significant difference in the reduction in pain scale between before and after the deep breathing relaxation technique was performed on post-surgical clients.Keywords: Relaxation Techniquies; Pain; Scale; Major SurgeryÂ