Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Isamic Communication Journal

Digitalization and the shifting religious literature of Indonesian Muslims in the Era of Society 5.0 Ichwan, Moh. Nor; Amin, Faizal; Khusairi, Abdullah; Andrian, Bob
Islamic Communication Journal Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2024.9.2.22515

Abstract

The advent of science and technology, which has resulted in the digitalization of the Indonesian Muslim community during the Industrial Revolution 4.0 and the advent of Society 5.0, has prompted a shift in the religious literature of Indonesian Muslims. This research aims to examine the impact of digitalization in the post-truth era on the behavior of Muslims who tend to seek solutions to their religious problems outside the traditional religious authority. The data sources for this study were collected through observation, interviews, and a review of relevant literature in the form of documents or online data. In terms of socio-religious factors, this research identified three key elements that have contributed to the shift in the religious literature of Indonesian Muslims from the ulama to social media. Firstly, the internet and social media provide Muslims with convenient access to information and resources that can address their daily religious concerns promptly and effectively. Secondly, the rise in community religious activity has not been accompanied by a corresponding increase in digital literacy, particularly in the use of social media. Thirdly, the solutions to religious problems obtained by Muslims through social media are immediate, leading to a less comprehensive and more partial understanding of Islam. Digitalization has led Indonesian Muslims to be more pragmatic in search of religious meaning. ***** Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermuara pada digitalisasi di era Revolusi Industri 4.0 menuju Society 5.0 saat ini telah menggeser literatur keagamaan umat Islam Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengkaji dampak digitalisasi di era post-truth terhadap prilaku umat Islam yang cenderung meninggalkan ulama dalam menyelesaikan masalah keagamaan yang dihadapinya. Sumber data dalam penelitian ini dikumpukan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka yang berupa dokumen atau data online. Secara sosio-religius, penelitian ini menemukan tiga aspek penting yang menjadi sebab pergeseran  literatur keagamaan umat Islam Indonesia dari ulama ke media sosial. Pertama,  mudahnya akses internet dan media sosial yang mampu menjawab secara cepat dan efisen atas problem yang dihadapi oleh umat Islam sehari-hari. Kedua, meningkatnya geliat kagamaan masyarakat yang tidak dibarengi dengan pemahaman yang baik tentang literasi digital dalam bentuk media sosial. Ketiga, solusi atas problem keagamaan yang diperoleh umat Islam melalui media sosial bersifat instan sehingga mengakibatkan pemahaman masyarakat atas agama Islam menjadi tidak kompehensif dan lebih bersifat parsial. Digitalisasi telah menyebabkan umat Islam Isndonesia menjadi lebih pragmatis dalam mencari makna dan pesan keagamaan.
Engaging audiences: A critical reflection on the Kaba Festival 2014-2024, West Sumatera Khusairi, Abdullah; Nurhayati, Meysanda
Islamic Communication Journal Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2025.10.1.25529

Abstract

Effective communication is a key factor in the development of arts and culture, especially in traditional festivals involving community participation. This article explores the Kaba Festival organized by Nan Jombang Dance Company, founded by Indonesian dance maestro Ery Mefri. Using a critical reflection approach, the study analyzes communication dynamics in the festival by observing the participation and appreciation of artists, cultural figures, and academics. Findings show that participatory and community-based communication strategies enhance audience and participant engagement. Despite limited human resources, the festival successfully strengthens Nan Jombang’s reputation, evolving from modest beginnings into a nationally and internationally recognized cultural platform. Now entering its 40th year, Nan Jombang’s experience forms the basis for a strategic five-year plan (2025–2030) focused on cross-sector collaboration, digital media optimization, and training in cultural journalism. The study offers a model for building a sustainable, globally relevant art ecosystem while preserving local traditions. ***** Komunikasi efektif menjadi salah satu kunci dalam pengembangan seni dan budaya, terutama dalam konteks festival tradisional yang melibatkan partisipasi elemen masyarakat. Artikel ini bertujuan mengeksplorasi penyelenggaraan Kaba Festival oleh Nan Jombang Dance Company, yang didirikan Maestro Tari Indonesia, Ery Mefri. Melalui pendekatan refleksi kritis, artikel ini menganalisis dinamika komunikasi dalam perjalanan Kaba Festival dengan meneliti partisipasi, dan apresiasi para seniman, sastrawan, budayawan hingga akademisi. Hasil penelitian menunjukkan, penggunaan strategi komunikasi partisipatif dan berbasis komunitas meningkatkan keterlibatan kehadiran peserta dan penonton. Efektivitas yang tinggi dengan keterbatasan human resource, telah mengantarkan Kaba Festival dalam posisi puncak eksistensi sebagai sebuah kegiatan seni menggerek nama Nan Jombang Dance; tumbuh dari keterbatasan dan terus berkembang tanpa batas. Nan Jombang berkembang sebagai platform kebudayaaan yang sangat diperhitungkan di kancah nasional dan internasional hingga berusia 40 tahun. Temuan ini menjadi dasar perumusan program strategis lima tahun (2025-2030) Kaba Festival yang mencakup penguatan kolaborasi lintas sektor, penggunaan media digital secara optimal dan pelatihan jurnalisme seni-budaya bagi pelaku seni dan jurnalis. Hasil penelitian bisa menjadi contoh dasar tumbuhnya ekosistem seni yang berkelanjutan dan relevan dengan dinamika global, sekaligus menjaga kekayaan tradisi lokal.
Digitalization and the shifting religious literature of Indonesian Muslims in the Era of Society 5.0 Ichwan, Moh. Nor; Amin, Faizal; Khusairi, Abdullah; Andrian, Bob
Islamic Communication Journal Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2024.9.2.22515

Abstract

The advent of science and technology, which has resulted in the digitalization of the Indonesian Muslim community during the Industrial Revolution 4.0 and the advent of Society 5.0, has prompted a shift in the religious literature of Indonesian Muslims. This research aims to examine the impact of digitalization in the post-truth era on the behavior of Muslims who tend to seek solutions to their religious problems outside the traditional religious authority. The data sources for this study were collected through observation, interviews, and a review of relevant literature in the form of documents or online data. In terms of socio-religious factors, this research identified three key elements that have contributed to the shift in the religious literature of Indonesian Muslims from the ulama to social media. Firstly, the internet and social media provide Muslims with convenient access to information and resources that can address their daily religious concerns promptly and effectively. Secondly, the rise in community religious activity has not been accompanied by a corresponding increase in digital literacy, particularly in the use of social media. Thirdly, the solutions to religious problems obtained by Muslims through social media are immediate, leading to a less comprehensive and more partial understanding of Islam. Digitalization has led Indonesian Muslims to be more pragmatic in search of religious meaning. ***** Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermuara pada digitalisasi di era Revolusi Industri 4.0 menuju Society 5.0 saat ini telah menggeser literatur keagamaan umat Islam Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengkaji dampak digitalisasi di era post-truth terhadap prilaku umat Islam yang cenderung meninggalkan ulama dalam menyelesaikan masalah keagamaan yang dihadapinya. Sumber data dalam penelitian ini dikumpukan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka yang berupa dokumen atau data online. Secara sosio-religius, penelitian ini menemukan tiga aspek penting yang menjadi sebab pergeseran  literatur keagamaan umat Islam Indonesia dari ulama ke media sosial. Pertama,  mudahnya akses internet dan media sosial yang mampu menjawab secara cepat dan efisen atas problem yang dihadapi oleh umat Islam sehari-hari. Kedua, meningkatnya geliat kagamaan masyarakat yang tidak dibarengi dengan pemahaman yang baik tentang literasi digital dalam bentuk media sosial. Ketiga, solusi atas problem keagamaan yang diperoleh umat Islam melalui media sosial bersifat instan sehingga mengakibatkan pemahaman masyarakat atas agama Islam menjadi tidak kompehensif dan lebih bersifat parsial. Digitalisasi telah menyebabkan umat Islam Isndonesia menjadi lebih pragmatis dalam mencari makna dan pesan keagamaan.