Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Kepribadian, Pendidikan, Ekonomi, Nilai Budaya dan Gaya Hidup dengan Kontrol Perilaku yang Dirasakan dalam Upaya Pencegahan Stunting Istiana, Dina; Jannah, Fitriatul; Erindia, Firnanda; Revani, Hilda Dea
PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ILMU KESEHATAN STIKES ADI HUSADA 2023 Vol 3 No 1 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Ilmu Kesehatan STIKES Adi Husada
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/prosiding.v3i1.659

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat global yang paling krusial karena berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan linear, perkembangan neurologis, dan kapasitas intelektual anak hingga dewasa. Penelitian ini bertujuan Untuk menganalisis hubungan antara faktor kepribadian, pendidikan, kondisi ekonomi, nilai budaya, dan gaya hidup dengan kontrol perilaku yang dirasakan oleh individu/ibu dalam upaya pencegahan stunting. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan besar sampel 114 ibu dengan balita usia 9-23 bulan di Puskesmas Saronggi, dipilih melalui simple random sampling. Variabel penelitian yaitu faktor personal yang terdiri dari kepribadian, pendidikan, ekonomi, nilai budaya & gaya hidup, dan emosi sebagai variabel independen serta kontrol perilaku sebagai variabel dependen, , instrumen penelitian berupa kuesioner dan data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh faktor personal (kepribadian, pendidikan, ekonomi, nilai budaya dan Gaya Hidup, dan emosi) terhadap sikap tingkah laku. Pada hasil pengujian yang tertera pada tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai T statistics sebesar 6,166 dengan nilai p-value sebesar 0,024. Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa nilai T statistics 0,05. Hal ini menunjukkan ada pengaruh yang signifikan faktor personal terhadap sikap tingkah laku. Saran: Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian dengan menambah variabel independen lain untuk mengetahui lebih luas faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita.
Analisis Beban Kerja Terhadap Kejadian Nyeri Leher Pada Fisioterapis Di Rumah Sakit Wilayah Jawa Timur Revani, Hilda Dea; Jannah, Fitriatul; Erindia, Firnanda; Istiana, Dina
PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ILMU KESEHATAN STIKES ADI HUSADA 2023 Vol 3 No 1 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Ilmu Kesehatan STIKES Adi Husada
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/prosiding.v3i1.660

Abstract

Latar Belakang: Fisioterapis merupakan tenaga kesehatan yang memiliki risiko tinggi mengalami gangguan muskuloskeletal, terutama pada area leher akibat aktivitas manual therapy, mobilisasi pasien, serta postur kerja yang tidak ergonomis. Gangguan muskuloskeletal pada fisioterapis dilaporkan terjadi pada berbagai negara, dengan prevalensi yang tinggi pada area leher. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, dimana proses pengumpulan data baik variabel dependen dan variabel independent dilakukan secara bersamaan pada suatu waktu tertentu. dengan besar sampel 147 penderita Nyeri leher di Rumah Sakit wilayah Jawa Timur, dipilih melalui purposive sampling. Variabel penelitian meliputi beban kerja sebagai variabel independen serta nyeri leher sebagai variabel dependen, instrumen penelitian berupa kuesioner dan data dianalisis menggunakan kolerasi regresi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara beban kerja dengan nyeri leher (p value : 0,001) pada Fisioterapis di rumah sakit wilayah Jawa Timur. Saran: Fisioterapis dianjurkan melakukan peregangan saat tidak sedang menangani pasien untuk membantu mengurangi risiko munculnya nyeri leher yang dapat berdampak negatif.
Prevalence, Risk Factors, and Impact of Bullying in Boarding School Environments: A Systematic Review Erindia, Firnanda; Firmansyah, Yura Witsqa; Orizani, Chindy Maria; Jannah, Fitriatul; Istiana, Dina; Suraya, Andi Safutra; Revani, Hilda Dea
Lontara Journal of Health Science and Technology Vol. 7 No. 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lontarariset.v7i1.641

Abstract

Bullying in boarding schools is a serious issue affecting students’ mental health, social relationships, and academic performance. Boarding schools, especially pesantren in Indonesia, present unique social and institutional contexts that may facilitate bullying. This study conducted a systematic review following PRISMA guidelines. Literature searches were performed in Scopus, ScienceDirect, PubMed, ProQuest, Web of Science, and Google Scholar for studies published between 2020 and 2025. Eligible articles focused on bullying in boarding schools and reported data on prevalence, risk factors, or impacts. Data were synthesized narratively. Bullying is common in boarding schools, including physical, verbal, and relational forms. Key risk factors include low self-esteem, limited resilience, negative parenting styles, unsafe school environments, and peer hierarchies. Bullying was associated with psychological distress, anxiety, depression, peer conflicts, reduced school engagement, and lower academic performance. Prevalence and severity varied across cultural and institutional contexts. Bullying in boarding schools is multifactorial, involving individual, familial, and school-level contributors. Unsafe climates and poor supervision intensify risks, while negative consequences extend beyond immediate harm to long-term mental health, social adjustment, and academic outcomes.