Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Pharmacy Genius

Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Gel Facial-Wash Ekstrak Kayu Secang Dan Daun Belimbing Wuluh Terhadap Propionibacterium acnes Hamidah, Ai' Wikri; Samodra, Galih; Prabandari, Rani
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 2 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i2.336

Abstract

Pendahuluan: Ektrak kayu secang (Caesalpinia sappan L.) dan daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) memiliki senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai agen antibakteri terhadap Propionibacterium acnes. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memahami karakteristik fisik dan daya hambat bakteri sediaan gel facial-wash ekstrak kayu secang dan daun belimbing wuluh. Metode: metode penelitian adalah eksperimen. Ekstrak diformulasikan dalam bentuk sediaan gel facial-wash. F1 menggunakan konsentrasi ekstrak kayu secang 5% dan daun belimbing wuluh 10%, F2 menggunakan konsentrasi ekstrak kayu secang 7,5% dan daun belimbing wuluh 7,5%, F3 menggunakan konsentrasi ekstrak kayu secang 10% dan daun belimbing wuluh 5%. Hasil evaluasi sifat fisik mencangkup uji organoleptik, uji pH, uji daya sebar, uji viskositas, uji tinggi busa, dan uji antibakteri menggunakan metode sumuran. Hasil: Hasil pada F1, F2, dan F3 memenuhi persyaratan sediaan gel facial-wash.  Namun, uji pH dan daya sebar pada F3 tidak memenuhi kriteria sediaan gel facial-wash. Hasil uji antibakteri sediaan gel facial-wash esktrak kayu secang dan daun belimbing wuluh metode difusi sumuran, pada kontrol positif 19,07 mm, F1 sebesar 11,53 mm, F2 sebesar 17,07 mm, dan F3 sebesar 20 mm. Kesimpulan: Sediaan gel facial-wash ekstrak kayu secang dan daun belimbing wuluh menghasilkan zona hambat yang kuat terhadap bakteri Propionibacterium acnes.
Pharmacogical Potential And Bioactivity Of Mangifera indica L.: A Scopus-Based Bibliometric Analysis Dwi Astuti, Niken; Octaviani, Peppy; Prabandari, Rani
Pharmacogenius Journal Vol 4 No 3 (2025): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v4i3.855

Abstract

Introduction: Mangifera indica L. (mango) is a tropical plant valued in traditional medicine and rich in bioactive compounds such as mangiferin, quercetin, and catechin, known for antioxidant, anti-inflammatory, antimicrobial, antidiabetic, hepatoprotective, and immunomodulatory activities. Despite increasing research, no comprehensive bibliometric mapping of its pharmacological potential and bioactivity has been conducted. Objective: To analyze global research trends, influential contributors, and thematic foci on the pharmacological potential and bioactivity of Mangifera indica L.  using a Scopus-based bibliometric approach. Method: Publications from 2015–2024 were retrieved from Scopus using defined Boolean search terms. Only English-language journal articles in the final publication stage were included, resulting in 305 records. Data were analyzed using Microsoft Excel 2021, Bibliometrix/Biblioshiny, and VOSviewer to evaluate performance indicators, thematic evolution, and network visualization of co-authorship, co-citation, and keyword co-occurrence. Kesimpulan: Annual publications peaked in 2023 (n=50) and 2024 (n=54), showing growing scholarly interest. Industrial Crops and Products was the most influential journal, strongly linked to Molecules and Food Chemistry. CASAS L and MANTELL C were the most productive authors (7 articles each), while Ho Chi Minh City University of Technology led institutional output (47 articles). India was the most prolific country and a central hub for collaborations. Keyword mapping revealed two clusters: phytochemistry and bioactivity, and methodological advances. Research on Mangifera indica L.  has expanded significantly in the last decade, bridging pharmacognosy, food science, and nanotechnology. However, gaps remain in translational research and clinical application.
Pharmacological Potential and Bioactivity of Pandanus spp.: A Scopus-Based Bibliometric Analysis Setiyoputro, Aji; Samodra, Galih; Prabandari, Rani
Pharmacogenius Journal Vol 4 No 3 (2025): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v4i3.861

Abstract

ntroduction: Pandanus spp. are tropical plants widely recognized for their ethnomedicinal use and diverse phytochemical constituents, including flavonoids, alkaloids, and phenolic compounds with pharmacological potential. Despite this, global research on Pandanus remains fragmented and lacks systematic mapping. Objective: This study aimed to perform a bibliometric analysis of Pandanus research related to pharmacological potential and bioactivity using Scopus-indexed literature. Method: A Scopus search was conducted using taxonomic and pharmacological keywords without time restrictions, limited to English-language articles, reviews, and conference papers. Eligible records were analyzed with Bibliometrix (Biblioshiny) for bibliometric indicators and VOSviewer for visualization. Metrics included publication trends, citations, authorship, institutional and country contributions, co-citation networks, and keyword co-occurrence. Conclusion: Between 1984–2024, publications exhibited steady growth, with early studies maintaining citation relevance for decades. Productivity was concentrated among a few authors, notably Nonato MG, supported by institutions such as Universiti Malaysia Terengganu and other Southeast Asian universities. Collaboration networks were primarily Asia-centered, with Indonesia and India as key hubs. Keyword mapping revealed four thematic clusters: phytochemistry and antioxidants, taxonomy and isolation, pharmacology and metabolism, and ethnomedicine. The Journal of Ethnopharmacology emerged as the primary publication outlet. Pandanus research reflects sustained interest, regional leadership, and thematic diversity. Broader international collaborations and advanced pharmacological investigations are essential to fully realize the therapeutic promise of Pandanus-derived compounds.
Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Gel Facial-Wash Ekstrak Kayu Secang Dan Daun Belimbing Wuluh Terhadap Propionibacterium acnes Hamidah, Ai' Wikri; Samodra, Galih; Prabandari, Rani
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 2 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i2.336

Abstract

Pendahuluan: Ektrak kayu secang (Caesalpinia sappan L.) dan daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) memiliki senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai agen antibakteri terhadap Propionibacterium acnes. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memahami karakteristik fisik dan daya hambat bakteri sediaan gel facial-wash ekstrak kayu secang dan daun belimbing wuluh. Metode: metode penelitian adalah eksperimen. Ekstrak diformulasikan dalam bentuk sediaan gel facial-wash. F1 menggunakan konsentrasi ekstrak kayu secang 5% dan daun belimbing wuluh 10%, F2 menggunakan konsentrasi ekstrak kayu secang 7,5% dan daun belimbing wuluh 7,5%, F3 menggunakan konsentrasi ekstrak kayu secang 10% dan daun belimbing wuluh 5%. Hasil evaluasi sifat fisik mencangkup uji organoleptik, uji pH, uji daya sebar, uji viskositas, uji tinggi busa, dan uji antibakteri menggunakan metode sumuran. Hasil: Hasil pada F1, F2, dan F3 memenuhi persyaratan sediaan gel facial-wash.  Namun, uji pH dan daya sebar pada F3 tidak memenuhi kriteria sediaan gel facial-wash. Hasil uji antibakteri sediaan gel facial-wash esktrak kayu secang dan daun belimbing wuluh metode difusi sumuran, pada kontrol positif 19,07 mm, F1 sebesar 11,53 mm, F2 sebesar 17,07 mm, dan F3 sebesar 20 mm. Kesimpulan: Sediaan gel facial-wash ekstrak kayu secang dan daun belimbing wuluh menghasilkan zona hambat yang kuat terhadap bakteri Propionibacterium acnes.
Evaluasi Fisik Facial Wash Ekstrak Daun Sirsak (Annona Muricata L.) Berbasis Gelling Agent Ulinnuha, Alvin; Fauziah, Fauziah; Kurniasih, Khamdiyah Indah; Nawangsari, Desy; Prabandari, Rani
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 3 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i03.396

Abstract

Pendahuluan: Perbedaan jenis Gelling Agent dapat memengaruhi sifat fisik dari sediaan dikarenakan perbedaan sifat fisika kimianya. Konsentrasi Gelling Agent yang tidak sesuai standar seperti pemakaian dengan konsentrasi tinggi atau bobot molekul besar dapat menghasilkan sediaan gel yang sulit dikeluarkan pada kemasan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisik, iritasi primer, dan hedonik sediaan gel Facial Wash ekstrak daun sirsak dengan variasi Gelling Agent Na-CMC, HPMC, Carbopol 940. Metode: Metode pada penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan 3 formula dimana formula 1 menggunakan basis Na-CMC, formula 2 menggunakan basis HPMC, dan formula 3 menggunakaan basis Carbopol 940. Hasil: Hasil uji sifat fisik sediaan menunjukkan semua formula memenuhi rentang persyaratan sifat fisik gel yang baik. Hasil uji iritasi diketahui bahwa semua formula tidak menimbulkan edema dan eritema pada hewan uji dan mendapatkan skor indeks iritasi primer sebesar 0,0. Hasil uji hedonik didapatkan hasil formula 3 menempati ranking pertama paling disukai kemudian formula 1 pada ranking 2 dan formula 2 pada ranking terakhir. Hasil pengujian statistik sifat fisik semua parameter menunjukan signifikansi < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan signifikan antara F1, F2, F3 kecuali parameter tinggi busa dan persen daya busa menunjukan tidak ada perbedaan sinifikan antara F1, F2, F3 dengan signifikansi > 0,05. Kesimpulan: Kesimpulan pada penelitian ini adalah semua formula memiliki sifat fisik yang baik, tidak menimbulkan iritasi dan memiliki hasil kesukaan yang berbeda beda.