Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Occupational Accident Investigation Which Results in the Amputation of Metal Manufacturing Workers ' Fingers Sukmandari, Erna Agustin; Pratiwi, Anggit
PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 1 (2020): PROMOTIF - JUNI
Publisher : PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.378 KB) | DOI: 10.31934/pjkm.v10i1.899

Abstract

Everyone who performs manual handling will be at risk for injury. Injuries are not only caused by the heavy burden that is handled but the light and repetitive work can pose a risk of injury. This research analyses the cause of the work accident on manual handling which resulted in the amputation of the fingers of the hand on the metal manufacturing workers. Research is done qualitatively with case studies. The main informant is a worker who has the iron plate clamping to the injury of the hand and amputation. The supporting informant is the HSE officer of the industry. Data analysis through interactive models with data validation using source triangulation. The main cause of the work accident is because of the movements performed at the time of removal of the piece of iron plates that were performed along with the co-worker manually handling were not coordinated. His fellow informant lifts the plate without giving command, so that the finger position of the main informant is pinned. The injuries experienced by the informant are more severe because the pieces of iron plates that will be lifted are still contained the remaining rough and sharp pieces that are eventually amputated on one of the right hand fingers.
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENILAIAN RISIKO PADAHOME INDUSTRI SEPATU A DI KABUPATEN TEGAL Erna Agustin Sukmandari; Triyono Rakhmadi
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri tekstil, kulit, alas kaki dan aneka merupakan salah satu kelompok industri andalan dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional 2015-2035. Identifikasi bahaya dan penilaian risiko merupakan langkah awal yang bisa dilakukan dalam mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja tentu saja bisa terjadi pada semua bagian dalam suatu industri, baik bagian produksi maupun bagian non produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahaya dan tingkat risiko bagian non produksi pada home industry sepatu X di Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan objek penelitian berupa pekerja, alat kerja, tempat kerja, dan sistem kerja di bagian non produksi industri sepatu. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Analisa data dilakukan dengan metode HIRA. Hasil penelitian menunjukkan bahaya pada bagian non produksi di home industry sepatu X sebagian besar berada pada tingkat risiko medium (tingkat bahaya sedang), dan hanya beberapa saja yang termasuk pada tingkat risiko high (tingkat bahaya serius) dan urgent (tingkat bahaya sangat tinggi). Penelitian lanjutan perlu dilakukan pada home industry yang lainnya sebagai pembanding untuk mengetahui tingkat risiko pada bagian non produksi.
HUBUNGAN PENGALAMAN KERJA, PENGETAHUAN K3, SIKAP K3 TERHADAP PERILAKU TIDAK AMAN PADA PEKERJA KONTRUKSI DI INSTITUSI X KABUPATEN TEGAL Anggit Pratiwi; Erna Agustin Sukmandari; Triyono Rakhmadi
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v10i2.157

Abstract

Pesatnya perkembangan industri jasa konstruksi memiliki risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi. Kecelakaan kerja secara umum disebabkan oleh dua hal yaitu perilaku tidak aman (unsafe act) dan kondisi kerja yang tidak aman (unsafe condition). Teori determinan perilaku manusia menurut Green, menerangkan bahwa perilaku manusia dibentuk dari pengetahuan, persepsi, sikap, keinginan, kehendak, motivasi dan niat pelakunya. Sedangkan hal tersebut didasari oleh pengalaman, keyakinan, fasilitas dan faktor sosio-budaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pengalaman kerja, pengetahuan K3, sikap K3 terhadap perilaku tidak aman pada pekerja konstruksi di institusi X Kabupaten Tegal. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sebagai subjek penelitian adalah pekerja konstruksi dengan jumlah 30 orang. Analisis instrumen dengan menggunakan uji korelasi product moment dari Pearson. Berdasarkan hasil analisis data tidak ada hubungan yang negatif dan signifikan antara pengalaman kerja t perilaku tidak aman (nilai signifikansi (p)=0,4599; p> 0,000; nilai korelasi (r)= -0,1402). Analisis hubungan antara pengetahuan K3 dengan perilaku tidak aman diperoleh nilai p sebesar 0,0000 <0,000, dengan nilai r sebesar –0,8190 yang berarti terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara pengetahuan K3 dengan perilaku tidak aman, semakin baik pengetahuan K3 maka perilaku tidak aman semakin berkurang. Pada analisis hubungan antara sikap K3 dengan perilaku tidak aman diperoleh nilai p sebesar 0,0000 <0,000, dengan nilai r sebesar –0,8312 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara sikap K3 dengan perilaku tidak aman, semakin baik sikap K3 maka perilaku tidak aman semakin menurun.
Occupational Accident Investigation Which Results in the Amputation of Metal Manufacturing Workers ' Fingers Sukmandari, Erna Agustin; Pratiwi, Anggit
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 1: JUNE 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.378 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v10i1.899

Abstract

Everyone who performs manual handling will be at risk for injury. Injuries are not only caused by the heavy burden that is handled but the light and repetitive work can pose a risk of injury. This research analyses the cause of the work accident on manual handling which resulted in the amputation of the fingers of the hand on the metal manufacturing workers. Research is done qualitatively with case studies. The main informant is a worker who has the iron plate clamping to the injury of the hand and amputation. The supporting informant is the HSE officer of the industry. Data analysis through interactive models with data validation using source triangulation. The main cause of the work accident is because of the movements performed at the time of removal of the piece of iron plates that were performed along with the co-worker manually handling were not coordinated. His fellow informant lifts the plate without giving command, so that the finger position of the main informant is pinned. The injuries experienced by the informant are more severe because the pieces of iron plates that will be lifted are still contained the remaining rough and sharp pieces that are eventually amputated on one of the right hand fingers.
Potensi Bahaya Kerja Pada Pekerja Industri Manufaktur Logam Sukmandari, Erna Agustin
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 4, No 2 (2018): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Oktober 2018
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.527 KB) | DOI: 10.29241/jmk.v4i2.119

Abstract

ABSTRAK Upaya yang paling mendasar dalam penerapan sistem manajemen keselamatandan kesehatan kerja pada perusahaan adalah melakukan identifikasi potensi bahaya agar dapat segera dilakukan upaya pengendaliannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik purposive sampling dalam penentuan sampelnya. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan utama maupun informan pendukung. Keabsahan data dengan metode triangulasi sumber dan member checking. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat lima jenis potensi bahaya pada pekerja manufaktur logam, yaitu bahaya asap, bahaya sinar, unsafe act, bahaya benda jatuh, dan bahaya serbuk besi. Asap hasil pengelasan dapat menyebabkan asfiksia dan manganisme. Sinar hasil pengelasan menyebabkan katarak dan kanker kulit. Unsafe act merupakan 88%penyebab kecelakaan kerja. Cedera yang paling umum dialami pekerja saat tertimpa benda yang jatuh adalah memar, patah tulang, strain, dan terkilir. Debu logam bukan hanya dapat menyebabkan pneumoconiosis saja, namun pada paparan yang tinggi dapat pula menyebabkan penyakit kanker, asma, allergic alveolitis, dan iritasi. Kata Kunci : Identifikasi Bahaya, Manufaktur Logam, Unsafe Act, Debu Logam
Workshop Identifikasi Bahaya Pada Tenaga Medis Dan Non Medis Di Rumah Sakit X  Kabupaten Tegal Pratiwi, Anggit; Sukmandari, Erna Agustin; Rosmalia, Rosmalia; Subekti, Agung Tyas
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 8 (2024): Juni
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/dxkfge67

Abstract

Rumah sakit merupakan tempat kerja yang padat karya, teknologi dan padat risiko. Dikatakan padat karya dan teknologi adalah karena merupakan tempat kerja yang mempunyai aktivitas yang beragam yang menggunakan berbagai peralatan teknologi sesuai dengan pekerjaannya. Dikatakan padat risiko adalah karena rumah sakit merupakan tempat dimana terdapat berbagai macam aktivitas pekerjaan yang berhubungan dengan peralatan kerja, mesin, bahan, serta sifat pekerjaan yang membwa risiko keslamatan dan kesehatan bagi pekerjanya. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah karena rumah sakit merupakan tempat kerja yang berisiko sehingga penting dilakukan pemberian edukasi kepada seluruh pekerja rumah sakit untuk mengetahui risiko bahaya apasaja yang terjadi sesuai dengan aktivitas pekerjan di masing – masing unit serta bagaimana cara pencegahan dan pengendalian yang dilakukan terhadap bahaya tersebut.  Metode pengabdian dilakukan dengan metode workshop, terdiri dari penyampaian materi, kemudian dilanjutkan kegiatan praktik melalui observasi dan pengisian form identifikasi bahaya, yang terakhir melakukan evaluasi dari pengisian form. Hasil pelaksanaan pengabdian ini menunjukkan bahwa tenaga medis maupun non medis telah memahami apasaja bahaya yang ada di tempat kerja dan bagaimana cara pengendaliannya, dilihat dari hasil jawaban form identifikasi bahaya. Saran bagi Rumah Sakit X Kabupaten Tegal, agar dapat melaksanakan kegiatan workshop ini secara berkala agar pelaksanaan K3 Rumah Sakit tetap berjalan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PEKERJA HARIAN LEPAS SEKTOR KONSTRUKSI WILAYAH KABUPATEN TEGAL TERHADAP KEPEMINATAN PESERTA ASURANSI BPJS KETENAGAKERJAAN Rosmalia, Rosmalia; Sukmandari, Erna Agustin; Atmoko, Dwi
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v15i2.659

Abstract

Sektor konstruksi memiliki aktifitas pekerjaan kompleks serta penggunaan tenaga kerja secara padat karya sehingga kemungkinan risiko bahaya yang berdampak cidera sampai meninggal dapat terjadi pada pekerjanya. Aspek penting dalam pemenuhan kompetensi tenaga kerja sektor konstruksi salah satunya pengetahuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja. Pekerja Harian Lepas (PHL) sebagai salah satu tenaga yang sering dijumpai pada proyek-proyek konstruksi, lemah dalam memperoleh perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja sebab tidak ada perjanjian kerja secara tertulis dari pihak pemberi kerja. Perekrutannya berdasarkan kebutuhan dan terbatas waktu sehingga bila mengalami kecelakaan kerja, tidak ada jaminan pembiayaan pengobatan atau biaya kematian yang wajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan PHL mengenai keselamatan kerja dan jaminan keselamatan kerja terhadap kepeminatan sebagai peserta asuransi jaminan keselamatan kerja yaitu BPJS Ketenagakerjaan. Metode penelitian berupa studi cross sectional dengan analisis deskriptif korelatif. Instrumen penelitian berupa kuesioner meliputi 4 aspek yaitu : tanggung jawab, keselamatan berbasis perilaku, alat pelindung diri, dan produk BPJS Ketenagakerjaan. Jumlah responden 112 pekerja proyek konstruksi di wilayah Kabupaten Tegal yang sedang berlangsung. Analisis data menggunakan aplikasi IBM SPSS 23 dengan uji statistik chi square. Hasilnya adalah karakteristik pekerja berdasarkan usia 97,3% merupakan usia produktif dan pendidikan 35,7% tamatan SD disusul 32,1% tamatan SMP. Pekerja sebanyak 22,6% tidak berminat menjadi peserta asuransi beranggapan jika ada kecelakaan kerja adalah tanggung jawab mandor atau pemberi usaha. Perilaku aman sekedar himbauan dari pemberi kerja/mandor sehingga perilaku rasa aman pekerja diciptakan berdasarkan pengalaman kerja masing-masing. Tidak tersedia APD pendukung bekerja di ketinggian, belum terpapar secara rinci tata cara mengikuti produk asuransi BPJS Ketenagakerjaan, serta rasa khawatir akan jumlah iuran yang nanti menjadi beban setiap bulan. Terdapat hubungan pengetahuan PHL tentang keselamatan kerja dengan peminatan peserta asuransi jaminan keselamatan kerja atau BPJS Ketenagakerjaan, dengan nilai p=0,009 < α dan nilai RR=0,653. Pekerja yang berpengetahuan K3 baik berpeluang 0,653 kali dalam kepeminatan peserta BPJS Ketenagakerjaan dibandingkan peserta yang kurang berpengetahuan K3.
Edukasi Sikap Kerja Ergonomis pada Pustakawan di Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Tegal Pratiwi, Anggit; Sukmandari, Erna Agustin; Rosmalia, Rosmalia; Subekti, Agung Tyas; Rakhmadi, Triyono; Atmoko, Dwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1166

Abstract

Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan aspek penting dalam menunjang produktivitas serta kualitas kerja tenaga perpustakaan. Masalah musculoskeletal pada pustakawan sering muncul karena sifat pekerjaan yang melibatkan posisi statis, gerakan berulang, dan beban kerja fisik ringan hingga sedang. Penerapan sikap kerja ergonomis pada pustakawan menjadi hal yang sangat penting, mengingat sebagian besar aktivitas kerja dilakukan dalam posisi duduk statis dan berhadapan dengan komputer dalam waktu yang cukup lama. Keluhan terbanyak pada punggung bawah dan bahu, terutama pada pustakawan yang bekerja lebih dari 5 jam sehari di depan computer. Pengabdian kepada Masyarakat ini diikuti oleh 10 pustakawan. Metode pelaksanaan dengan memberikan materi, praktik senam peregangan, pre-test dan post-test pada  pustakawan  di Unit Perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan  Daerah  Kabupaten Tegal. Media yang digunakan untuk edukasi  adalah melalui power point.  Setelah pemberian edukasi, ada sesi tanya jawab dan diskusi kepada para pemateri. Evaluasi kegiatan dengan mengadakan pre test dan post test. Selain itu ada  pemberian doorprize bagi  skor pre test dan pos ttest terbaik dan untuk peserta yang memberikan pertanyaan. Berdasarkan uji t-test didapatkan nilai p=0,001 (p<0,05) dan terdapat kenaikan skor pengetahuan tentang sikap Ergonomis di tempat kerja (Δ =18).