Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Hubungan Kadar HB, Lila dan Berat Badan Ibu Saat Hamil Berisiko dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 1-3 Tahun Hanum, Parida; Sumiaty, Sumiaty; Sumiati, Sumiati; Suryani, Suryani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i2.13230

Abstract

ABSTRACT Stunting is one of the targets of the Sustainable Development Goals (SDGs) which is included in the second sustainable development goal, namely eliminating hunger and all forms of malnutrition by 2020 and achieving food security. The aim of this research is to find out whether there is a relationship between Hb levels, LILA and maternal weight during pregnancy at risk with the incidence of stunting in children aged 1-3 years. The design used in this research is descriptive analytical with a cross sectional design. The population in this study was all 60 toddlers aged 1-3 years in Aek Raso Village, Torgamba District. The sampling technique used a total sampling of 60 people. Analysis of research data is univariate and bivariate analysis. The results of the study explained that based on the Chi Square test, it was found that there was a relationship between Hb levels (p value = 0.017), LILA (P value = 0.000) and maternal weight during risky pregnancy (p value = 0.004) with the incidence of stunting in children aged 1- 3 years. The conclusion of the research is that the relationship between Hb levels, LILA and maternal weight during pregnancy is at risk with the incidence of stunting in children aged 1-3 years. Keywords: HB Levels, LILA, Body Weight, Stunting  ABSTRAK Stunting merupakan salah satu target Sutainable Development Goals (SDGs) yang termasuk pada tujuan pembangunan berkelanjutan ke-2 yaitu menghilangkan kelaparan dan segala bentuk malnutrisi pada tahun 2020 serta mencapai ketahanan pangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada Hubungan Kadar Hb, LILA dan berat badan ibu saat hamil berisiko dengan kejadian stunting pada anak usia 1-3 tahun. Desain yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita 1-3 tahun di  Desa Aek Raso Kecamatan Torgamba sebanyak 60 orang. Tehnik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 60 orang. Analisa data penelitian adalah anlias univariat dan bivariat. Hasil penelitian menjelaskan bahwa berdasarkan uji Chi Square di dapatkan bahwa ada Hubungan Kadar Hb (nilai p=0,017), LILA (nilai P= 0,000) dan berat badan ibu saat hamil berisiko (nilai p=0,004) dengan kejadian stunting pada anak usia 1-3 tahun. Kesimpulan penelitian adalah Hubungan Kadar Hb, LILA dan berat badan ibu saat hamil berisiko dengan kejadian stunting pada anak usia 1-3 tahun. Kata Kunci: Kadar Hb, LILA, Berat Badan, Stunting
Pengaruh Menggendong Metode M Shape dengan Bonding Attachment dan Kualitas Tidur Bayi Hanum, Parida; Rita, Syarifah; Samra, Syarifah Zoehra; Ginting, Susiani; Wahyuni, Susi; Sari, Tania Permata; Aritonang, Murni
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i2.13405

Abstract

ABSTRACT Babies who are held and cuddled enough will become calm babies because they cry and fuss less. Thus, babies have lots of time and energy to grow and develop physically and interact with the environment. The purpose of this research is to determine the effect of carrying the M Shape method with bonding attachments and the quality of baby sleep. The type of research used was a quasi experiment with pre-test and post-test without control group design. The population in this study was all 50 babies who came to the Hj Rosdiana Midwife Practice. The subject sampling technique used a total sampling of 50 people. The type of data used in this research is primary and secondary data with a questionnaire instrument. Research data analysis was univariate and bivariate analysis using Wilcoxon. The results of the research explain the effect of carrying the M Shape method with bonding attachments and the quality of baby sleep with a P value of 0.016 and 0.002. This research is expected to provide information about the effect of carrying the M Shape method with bonding attachments and the quality of baby sleep. Keywords: Carrying M Shape, Bonding Attachments, Sleep Quality  ABSTRAK Bayi yang yang cukup digendong dan didekap alan menjadi bayi yang tenang karena lebih sedikit menangis dan rewel. Dengan demikian, bayi memiliki banyak waktu dan energi untuk tumbuh dan berkembang secera fisik dan berinteraksi dengan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Menggendong Metode M Shape Dengan Bonding Attachment Dan Kualitas Tidur Bayi. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasy experiment dengan pre-test and post-test without control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang dating ke Praktek Bidan Hj Rosdiana sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan subjek menggunakan Total sampling sebanyak 50 orang. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan sekunder dengan instrument kuesioner. Analisa data penelitian adalah anlias univariat dan bivariat dengan Wilcoxon. Hasil penelitian menjelaskan Pengaruh Menggendong Metode M Shape Dengan Bonding Attachment Dan Kualitas Tidur Bayi dengan nilai Pvalue 0,016 dan 0,002. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang Pengaruh Menggendong Metode M Shape Dengan Bonding Attachment Dan Kualitas Tidur Bayi. Kata Kunci : Menggendong M Shape; Bonding Attachment; Kualitas Tidur
Hubungan Ketepatan Penggunaan Baby Walker dengan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 12-18 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Kota Hanum, Parida; Kamaliah, Kamaliah; Purba, Junita; Karlina, Karlina; Nasution, Karlina Sari; Sitorus, Karolina
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i1.13200

Abstract

ABSTRACT Children's motor development is a mandatory thing that children must have and fulfill. In 2020, around 35.4% of children in Indonesia suffered from deviations in gross motor skills, fine motor skills, as well as mental and emotional disorders. The correct use of a baby walker is believed to be effective in helping children walk faster so that their gross motor development in terms of the process of learning to walk will be better. This study aims to determine the relationship between the accuracy of using a baby walker and the gross motor development of children aged 12-18 months in the Langsa City Health Center UPTD Work Area. This research is a quantitative research with a descriptive correlation type using a cross sectional design. The sampling technique in this research used a purposive sampling technique of 52 respondents. Researchers collected data directly from interviews with mothers and assessments of gross motor development (KPSP) of children aged 12-18 months. Data analysis was carried out univariate and bivariate using the chi square test. The results of the study showed that the majority of children aged 12-18 months were given inappropriate use of baby walkers, namely 32 respondents (61.5%). Most of the gross motor development of children aged 12-18 months was in the doubtful category, as many as 31 children (59.6%) and a small number had gross motor development in the deviation category, as many as 3 children (5.8%). There is a relationship between the accuracy of using a baby walker and the gross motor development of children aged 12-18 months with a p-value of 0.001 (p<0.05). The conclusion of this research is that there is a relationship between the accuracy of using a baby walker and the gross motor development of children aged 12-18 months in the UPTD Working Area of the Langsa City Health Center. It is hoped that breastfeeding mothers can obtain information regarding the proper use of baby walkers so that they can help the development of gross motor skills in children aged 12-18 months. Keywords: Baby Walker, Gross Motor, Children Aged 12-18 Months  ABSTRAK Perkembangan motorik anak menjadi satu hal wajib yang harus dimiliki dan dipenuhi oleh anak. Pada tahun 2020 sekitar 35,4% anak di Indonesia menderita penyimpangan dalam motorik kasar, motorik halus, serta penyimpangan mental emosional. Penggunaan baby walker yang tepat dipercaya efektif untuk membantu anak berjalan lebih cepat sehingga perkembangan motorik kasarnya dalam hal proses belajar berjalan akan lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ketepatan penggunaan baby walker dengan perkembangan motorik kasar anak usia 12-18 bulan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Langsa Kota. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis deskriptif korelasi menggunakan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 52 responden. Peneliti mengumpulkan data langsung dari hasil wawancara kepada ibu dan pengkajian perkembangan motorik kasar (KPSP) anak usia 12-18 bulan. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak usia 12-18 bulan diberikan penggunaan baby walker secara kurang tepat sebanyak 32 responden (61,5%). Perkembangan motorik kasar anak usia 12-18 bulan sebagian besar dalam kategori yang meragukan sebanyak 31 anak (59,6%) dan sebagian kecil memiliki perkembangan motorik kasar dalam kategori penyimpangan sebanyak 3 anak (5,8%). Ada hubungan ketepatan penggunaan baby walker dengan perkembangan motorik kasar anak usia 12-18 bulan dengan p-value 0,001 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan ketepatan penggunaan baby walker dengan perkembangan motorik kasar anak usia 12-18 bulan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Langsa Kota. Diharapkan bagi ibu menyusui untuk dapat memperoleh informasi mengenai penggunaan baby walker secara tepat agar dapat membantu perkembangan motorik kasar pada anak usia 12-18 bulan. Kata Kunci: Baby Walker, Motorik Kasar, Anak Usia 12-18 Bulan
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Dengan Pelaksanaan Perawatan Metode Kanguru Parida Hanum; Tyas Winasis; Titin sartika; Tia Oktaviani Tambunan; Trinias Oktaviani Hulu; Try Hidayati Siregar
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i3.13271

Abstract

ABSTRACT The kangaroo method of care is a method that has been proven to reduce the incidence of infections, breastfeeding problems and increase maternal satisfaction and improve the relationship between mother and baby. WHO reports that LBW has a risk of death 20 times greater than babies with normal birth weight. LBW are susceptible to infectious diseases because the body's anti-immune substances are less than perfect. The aim of this research was to determine the relationship between knowledge and attitudes with the implementation of the kangaroo method of care at UPT Puskesmas Sedinginan. This type of research uses descriptive correlation to see a relationship between knowledge and attitudes and the implementation of kangaroo method care. The population in this study were all mothers who gave birth to LBW babies, namely 50 people. The sample in this study was all mothers who gave birth to LBW babies, namely 50 people. Sampling in this study used the Total Sampling technique. Analysis of research data is univariate and bivariate analysis. The results of the research explain that there is a relationship between mother's knowledge and attitudes and the implementation of kangaroo method care with a P value of 0.006. It is hoped that this research suggestion can provide knowledge information to mothers about kangaroo care methods. Keywords: Knowledge, Attitude, Kangaroo Method  ABSTRAK Perawatan metode kanguru merupakan salah satu metode yang terbukti dapat menurunkan kejadian infeksi, masalah menyusui dan meningkatkan kepuasan ibu serta meningkatkan hubungan antara ibu dan bayi. WHO melaporkan, BBLR memiliki resiko kematian 20 kali lebih besar dari bayi dengan berat badan lahir normal. BBLR mudah mengalami penyakit infeksi karena zat anti kekebalan tubuh kurang sempurna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan pelaksanaan perawatan metode kanguru di UPT Puskesmas Sedinginan. Jenis penelitian ini menggunaan deskriptif korelasi untuk melihat sebuah hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan pelaksanaan perawatan metode kanguru. Populasi dalam penelitian ini adalah  seluruh ibu yang melahirkan bayi BBLR yaitu sebanyak 50 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang melahirkan bayi BBLR yaitu sebanyak 50 orang. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Total Sampling. Analisa data penelitian adalah anlias univariat dan bivariat. Hasil penelitian menjelaskan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan pelaksanaan perawatan metode kanguru di UPT Puskesmas Sedinginan dengan nilai Pvalue 0,006. Saran penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi pengetahuan kepada ibu tentang perawatan metode kanguru. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Metode Kanguru
JEJAK PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERADABAN DUNIA MUSLIM Anggraeni, Debby; Khairatul Dina; Muhammad Al Parisi; Muhammad Fauril Rizwan; Nurdiyana; Parida Hanum; Putra Naufal Ramadani; Taufik Hidayat
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2025): September-Desember
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v5i2.835

Abstract

Studi ini mengeksplorasi perkembangan historis dan kontribusi intelektual pemikiran pendidikan Islam terhadap pembentukan peradaban Muslim. Penelitian ini didasarkan pada pandangan bahwa pendidikan Islam merupakan sistem holistik yang telah membentuk kemajuan ilmiah, filosofis, dan budaya sepanjang sejarah Islam. Dengan menggunakan metode berbasis perpustakaan dengan pendekatan historis-filosofis, studi ini menganalisis sumber-sumber primer dan sekunder untuk merekonstruksi evolusi gagasan pendidikan Islam dari era klasik hingga relevansinya di masa modern. Temuan penelitian menunjukkan bahwa periode Abbasiyah menandai puncak kejayaan intelektual Islam, yang ditandai dengan integrasi ilmu -ilmu naqli dan aqli , penekanan pada etika dan adab , serta pertumbuhan lembaga-lembaga besar seperti Bayt al-Hikmah dan Nizamiyya. Kontribusi dari para cendekiawan seperti Al-Ghazali, Ibnu Khaldun, dan Al-Farabi secara signifikan membentuk tradisi intelektual global. Studi ini menyimpulkan bahwa merevitalisasi warisan yang kaya ini penting untuk mengatasi tantangan pendidikan kontemporer dan memperbarui peradaban Muslim yang progresif.
Hubungan Karakteristik, Pola Asuh dan Pengetahuan Ibu dengan Kejadian Diare pada Bayi 6- 12 Bulan Lassinar Br Pasaribu; Mervi Aprilda Putri; Ira Februani Damanik; Indah Frans Cornelia Zebua; Isa Nabila Br.Perangin Angin; Parida Hanum
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 5 (2025): Oktober 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i5.835

Abstract

Penyakit diare masih menjadi faktor utama yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas pada balita di negara berkembang. Di Indonesia, angka kejadian diare masih tinggi, terutama pada bayi berusia 6–12 bulan yang sedang berada pada masa transisi dari ASI ke makanan pendamping (MP-ASI) dengan sistem imun yang belum sempurna. Faktor-faktor yang memengaruhi kejadian diare pada bayi meliputi pengetahuan yang dimiliki ibu, pola asuh, dan karakteristik ibu. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui keterkaitan antara pola asuh, karakteristik ibu, dan pengetahuan dengan kejadian diare pada bayi berusia 6–12 bulan di PMB Pera tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross-sectional. Seluruh bayi berusia 6–12 bulan yang datang ke PMB Pera menjadi populasi penelitian ini, dengan total 50 responden yang dipilih melalui metode total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur karakteristik, pola asuh, pengetahuan dan kejadian diare. Data dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Penelitian ini menunjukkan adanya keterkaitan yang bermakna antara pengetahuan ibu (p=0,030), pola asuh (p=0,022), dan pendidikan ibu (p=0,039) dengan kejadian diare, sedangkan usia ibu, pekerjaan, dan paritas tidak berhubungan signifikan. Berdasarkan analisis multivariat, pola asuh teridentifikasi sebagai faktor yang paling berperan (p=0,044; Exp(B)=0,216). Kesimpulan penelitian ini adalah pola asuh yang baik menurunkan risiko diare sebesar 78,4%
Hubungan Dukungan Tenaga Kesehatan, Pengetahuan, dan Self-Efficacy Ibu dengan Kemampuan Merawat Bayi Baru Lahir Elfiranita Elfiranita; Parida Hanum; Katrin Agata Br Sinaga; Rani Rospi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1731

Abstract

Transisi dari fase prenatal ke pascanatal menjadikan bayi baru lahir berada dalam periode yang sangat rawan. Risiko infeksi akibat paparan virus dan bakteri sangat besar terjadi, terutama selama prosedur persalinan hingga saat-saat awal kehidupan di lingkungan baru. Fokus utama dari studi ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana keterkaitan antara dukungan dari petugas medis, tingkat pemahaman ibu, serta keyakinan diri (self-efficacy) terhadap kompetensi mereka dalam memberikan perawatan pada bayi baru lahir. Studi analitik ini menggunakan rancangan potong lintang (cross-sectional) dengan melibatkan 75 ibu nifas sebagai responden. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling, yang mencakup seluruh ibu nifas dengan bayi baru lahir di PMB Drima Yance Parhusif. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur dukungan tenaga kesehatan, pengetahuan, dan self-efficacy ibu, serta lembar observasi untuk menilai kemampuan merawat bayi baru lahir. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi masing-masing variabel dan bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antar variabel dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil analisis menunjukkan bahwa dukungan tenaga kesehatan (p=0,004), pengetahuan ibu (p=0,000), dan efikasi diri (p=0,014) memiliki hubungan signifikan dengan kemampuan perawatan bayi baru lahir. Ketiga faktor ini terbukti menjadi determinan penting dalam meningkatkan kemandirian ibu. Penelitian menyimpulkan bahwa kemandirian ibu dalam merawat bayi baru lahir sangat bergantung pada dukungan tenaga kesehatan sebagai edukator serta tingkat pengetahuan ibu. Namun, faktor self-efficacy menjadi jembatan kritis; rendahnya rasa percaya diri menghambat ibu untuk mempraktikkan perawatan bayi secara nyata meskipun mereka memiliki pemahaman teoretis yang memadai.
Hubungan Usia Ibu, Paritas, Pekerjaan dan Status Gizi dengan Kejadian BBLR pada Ibu Bersalin Enni Presmini Bohalima; Parida Hanum; Salsabila Putri; Natalia Hutagaol
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.2029

Abstract

Kondisi BBLR memberikan dampak dapat dirasakan lintas generasi. Individu yang terlahir dengan BBLR berisiko mengalami gangguan pertumbuhan fisik, termasuk defisit pada ukuran antropometri, hingga memasuki usia dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara usia ibu, paritas, status pekerjaan, dan kondisi gizi terhadap kejadian BBLR pada ibu yang menjalani persalinan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan retrospektif. Populasi mencakup seluruh ibu bersalin yang terdokumentasi dalam rekam medis RSU Royal Prima Medan selama periode Februari hingga Maret 2026, berjumlah 110 orang. Sampel ditetapkan sebanyak 86 responden melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan secara sekunder dari do      kumen rekam medis menggunakan lembar observasi/checklist yang mencakup variabel usia, paritas, pekerjaan, status gizi (LILA), dan berat badan bayi saat lahir. Proses pengumpulan data dimulai dari pengurusan izin administratif, koordinasi dengan unit rekam medis dalam menyeleksi dokumen berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, hingga pencatatan ke formulir observasi dan verifikasi kelengkapan data sebelum analisis statistik dilakukan. Analisis data menggunakan uji chi-square. Temuan penelitian mengindikasikan adanya hubungan bermakna antara usia ibu (p=0,000), paritas (p=0,000), pekerjaan (p=0,045), dan status gizi (p=0,000) terhadap kejadian BBLR. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa keempat variabel tersebut secara statistik berhubungan dengan kejadian BBLR pada ibu bersalin.
Hubungan Status Hipertensi dan Kadar Hemoglobin dengan Kejadian Prematur pada Ibu Melahirkan di Royal Maternity General Hospital Tahun 2024 Novi Budiani; Parida Hanum; Grace Rosmawati Purba; Fitriana Fitriana; Fitriani Fitriani; Nofri Yanti Nasution
Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi PSDKU D III Kebidanan Kampus Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/jurbidhip.vol12.iss1.375

Abstract

The main causes of neonatal mortality are LBW including prematurity, asphyxia and infection. The cause of preterm birth is largely unknown. One of the causes of prematurity is insufficient nutrition (anemia) and hypertension due to pregnancy. The purpose of this study was to determine the relationship between hypertension status and hemoglobin levels with the incidence of prematurity in mothers giving birth. The type of research used is quantitative using an analytic observational design research design with a retrospective approach. The population in this study were all mothers who gave birth at the Royal Maternity General Hospital which amounted to 285 people. The technique of taking subjects using simple random sampling as many as 74 people. The instruments used in this study were observation sheets to assess hypertension (blood pressure), and the value of hemoglobin (Hb) levels. The research data analysis was univariate and bivariate analysis with chi square test. The results explained that there was a relationship between hypertension status (p=0.002) and hemoglobin levels (p=0.000) with the incidence of preterm labor in mothers. The conclusion of this study is that there is a relationship between hypertension status and hemoglobin levels with the incidence of preterm labor in mothers.
Efektivitas Early Essential Newborn Care Dalam Peningkatan Termoregulation dan Pemberian ASI Pada Bayi Baru Lahir Risna Donawati Br Sinaga; Syakila Febriana Bako; Wilda Aliyah Simamora; Sari Derita; Parida Hanum
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62223

Abstract

Bayi baru lahir (BBL) hingga usia kurang dari 1 bulan merupakan kelompok umur dengan risiko gangguan kesehatan paling tinggi, karena pada masa ini berbagai masalah kesehatan dapat muncul. Selain itu, BBL harus segera beradaptasi dengan pengaturan suhu tubuh atau yang dikenal dengan termoregulasi. Oleh karena itu, diperlukan Early Essential Newborn Care (EENC) atau pelayanan neonatal esensial sebagai upaya untuk menunjang kesehatan bayi baru lahir. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas early essential newborn care dalam peningkatan termoregulasi dan pemberian asi pada bayi baru lahir. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan rancangan post-test only control group design. Sampel penelitian sebanyak 40 responden. Hasil penelitian yang dilakukan mengenai efektivitas Perawatan Esensial Dini Bayi Baru Lahir (EENC) dalam meningkatkan regulasi bayi dan hasil menyusui menggunakan uji Chi-Square. Nilai p yang diperoleh adalah 0,000, yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima, yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan atau efektivitas antara penerapan EENC dan peningkatan keberhasilan menyusui pada bayi baru lahir.
Co-Authors Angelina Katerine Silalahi Anggraeni, Debby Anisatul Hikma Aritonang, Murni Ashariah Rukmana Ritonga Bako, Sebri Elvia Idilo Bidaya, Ranta Indriani Br Kaban, Fitriana Br Purba, Sumaritoyani Budiani, Novi Cahaya Ramadan Tanjung Dela Pransiska, Putri Desiwati, Desiwati Dewi, Minati Dwi Putri Pratiwi Elfiranita Elfiranita Elis Anggeria Enni Presmini Bohalima Fatimah Sahara Feediia Mona Saragih, Elv. Fifi Ayu Effendi Fitri Anggraini Fitri Harahap, Rahmaini Fitriana Fitriana Fitriana Fitriana Fitriani Fitriani Fitriani Fitriani Ginting, Regina Lestari Br Ginting, Susiani Grace Rosmawati Purba Harefa, Novita Berlianti Henny Rista Hotnida Sari, Adek Hutabarat, Jona Justinar Indah Frans Cornelia Zebua Ira Februani Damanik Isa Nabila Br.Perangin Angin Juleha Juleha, Juleha Juliana Sibarani, Masintan Juni Ester Simamora, Putri Junienti, Junienti Kamaliah Kamaliah, Kamaliah Karlina Karlina Karsila, Karsila Katrin Agata Br Sinaga Kemalawati, Kemalawati Khadijah Khadijah Khairatul Dina Kristina L Silalahi Lassinar Br Pasaribu Lidia Rasmah Kitanta Br GInting Lidya Wati Maharani Maharani Manalu, Juli Yani Mariani Mariani Masrince Laia Mawar Wati Duha Mervi Aprilda Putri Muhammad Al Parisi Muhammad Fauril Rizwan Mutiara Fanny Ginting Nababan, Putri Yosevin Nadyyah, Khairun Nasution, Karlina Sari Nasution, Nur Sofiah Natalia Hutagaol Nofri Yanti Nasution Novi Budiani Nurdiyana Onis Pertiwi Parlaungan Widya Lora Sihombing Pelita Christina L. Tobing Purba , Firda Rebiani Br. Purba, Junita Purba, Pebriyanti Akbar Putra Naufal Ramadani Putri Anggraini Putri Dela Pransiska Putri Juni Ester Simamora Putri Yohana Eltania Rafianef, Ghina Zahwa Rahayu Lubis Rahmaini Fitri Harahap Rani Rospi Rasmaliah Rasmaliah Rasmaliah, Rasmaliah Ratna Wahyu Ningsih Risna Donawati Br Sinaga Rita, Syarifah Rosmawati Purba, Grace Rotua Lenawati Tindaon Rusiana Salsabila Putri Samra, Syarifah Zoehra Saragih, Okta Ade Putri Sarah Yosephine Pardede Sari Derita Sari, Tania Permata Serianti Setia Anggreani Sianturi, Firnawi Sihombing, Prita Irena Simamora, Lasria Sinaga , Junita Maria Medelina Sinaga, Elvina Sari Sitepu, Erlita Siti Arofah Siregar Sitorus, Karolina Sri Nova Julianti Sumaritoyani Br Purba Sumarni Sumarni Sumiati Sumiati Sumiaty Sumiaty Suryani Suryani Syakila Febriana Bako Syaputri, Ema Cory Taufik Hidayat Tia Oktaviani Tambunan Titin sartika Trinias Oktaviani Hulu Try Hidayati Siregar Turnip, Lasmaida Tyas Winasis Verawaty Fitrinelda Silaban Wahyuni, Susi Wilda Aliyah Simamora Wilda Sri Devi Lubis Yanti Nasution, Nofri Yohana Eltania, Putri Zebua, Juli Sulisto Fani