Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Realisasi Kesantunan Tindak Tutur Antara Mahasiswa dan Dosen dalam Interaksi Verbal di Universitas Surakarta Susylowati, Eka; Yulianti, Wiwik; Agung Ayu Dian Andriyani, Anak; Wisudawanto, Rahmat
JOURNAL OF EDUCATION FOR ALL Vol 1 No 1 (2023): Januari - Maret 2023
Publisher : Yayasan Arrahman Nahdlatul Wathan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61692/edufa.v1i1.8

Abstract

The purpose of this study is to find out the forms of speech acts between lecturers and students at Surakarta University in the verbal interactions in Surakarta University. The data in this study namely student and lecturer speech in teaching-learning interactions and outside teaching-learning interactions. Data collection was carried out by means of observation, interviews and notes. The results of this study indicate that the University of Surakarta includes locutionary, illocutionary, and perlocutionary speech acts. The most frequently occurring speech act is the illocutionary act which includes directives. The pragmatic power contained in conversations between lecturers and students in verbal interactions is realized through directive speech acts. The pragmatic powers found in the study including giving information, ordering, suggesting, praising and challenging.
PELATIHAN PUBLIC SPEAKING DAN DAKWAH yulianti, wiwik; Sawardi, FX; Yustanto, Henry; Syukri, Hanifullah; Sigit Widyastuti, Rr Chattri; Ginanjar, Bakdal
Jurnal Abdi Dharma Masyarakat (JADMA) Vol. 4 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : LPPM Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jadma.v4i2.7348

Abstract

Kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking merupakan hal penting penunjang penampilan seseorang. Ketrampilan ini perlu dilatih agar kelancaran menyampaikan pesan tepat dan sesuai sasaran. Remaja masjid merupakan salah satu elemen yang turut pula membantu kemakmuran masjid. Salah satu wujud kemakmuran masjid yang dilakukan oleh remaja masjid adalah turut pula mengisi kegiatan keagamaan melalui dakwah, ceramah, atau pidato. Begitu pentingnya public speaking bagi para remaja masjid inilah pelatihan public speaking dan dakwah untuk remaja masjid dilakukan. Melalui metode ceramah dan praktek inilah pelatihan itu dilakukan. Hal itu dilakukan agar remaja masjid se karanganyar memahami dan mengaplikasikan secara benar tentang Teknik berbicara di depan umum. Dengan melakukan kegiatan praktek berbicara di depan umum inilah peserta merasakan perbedaan penampilan dari yang semula mereka lakukan sebelum pelatihan dan sesudah mengikuti pelatihan. Dari hasil pelatihan, ditunjukkan bahwa pemberian materi pelatihan public speaking dan dakwah ini akan meningkatkan kemampuan dakwah secara baik dan terstruktur secara benar.
PELATIHAN PENULISAN NASKAH DAKWAH Yulianti, Wiwik; Sawardi, FX; Yustanto, Henry; Ginanjar, Bakdal; Widyastuti, Rr Chattri Sigit
Jurnal Abdi Dharma Masyarakat (JADMA) Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : LPPM Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jadma.v5i2.10048

Abstract

Kemampuan berdakwah dikalangan remaja perlu diasah sejak dini. Hal ini dilakukan agar ketrampilan menyampaikan isi dakwah menjadi terlatih. Untuk itu penting dilakukan agar setiap kali melakukan dakwah, kepiawaiannya menyampaikan materi dakwah tanpa kendala. Untuk mencapai hal itu dibutuhkan kesabaran dalam melatih dri dengan berbagai segi, termasuk dalam hal penulisan naskah dakwah.Kegiatan ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan bagaimana mempersiapkan sarana dakwah yang baik. Dengan pelatihan penulisan naskah dakwah ini , remaja masjid mampu menghasilkan rangkaian dakwah secara sistematis dan terstruktur. Dengan diadakannya pelatihan ini, remaja masjid se-Kabupaten Karanganyar mampu mengatur secara baik dan tertatata dalam berdakwah. Penguasaan Teknik penulisan yang tepat menjadi rumusan masalah yang akan dijawab untuk mengatasi permasalahan tersebut. Kegiatan diawali dengan test awal untuk melihat kemampuan peserta tentang menulis naskah. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang Teknik menulis naskah. Adapun Metode penulisan naskah yang digunakan sederhana yaitu membagi struktur naskah menjadi 1)Pembukaan, 2) Isi/konten 3) penutup. Setelah menerima materi yang disampaikan, peserta diberi tugas untuk membuat naskah sesuai dengan materi yang diberikan. Hasilnya, kemampuan peserta meningkat terutama dari sisi struktur tulisan naskah dakwah.
Memperjelas Variasi Bahasa Melalui Faktor Sosial dalam Percakapan Pemeran Tokoh di Media Webseries “Imperfect The Series S2 Episode 1-5”: Perspektif Sosiolinguistik Bhrata, Pramudya Dhana; Yustanto, Henry; Yulianti, Wiwik
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 14, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v14i2.708

Abstract

This paper aims to describe research information regarding language variations through socialfactors in the conversations of characters in the media webseries "Imperfect The Series S2 Episode 1-5":Sociolinguistic Perspective with analysis of the variety of language and speech that appears by the characters ofthe webseries "Imperfect The Seri S2 Episodes 1-5”. This research uses a qualitative descriptive approachbecause the data taken is in the form of written and unwritten word/sentence data. This qualitative researchmethod is used to help understand the social factors that influence the emergence of language variations in thelanguage used in each communication by the characters in the webseries "Imperfect The Series S2 Episode 1-5". The data collected in this research is descriptive data in the form of words/sentences of characters'conversations in the webseries "Imperfect The Series S2 Episode 1-5" using data transcription of the characters'utterances which contain variations/variety of language. The data source for this research comes from theWebseries "Imperfect The Series S2 Episode 1-5". Other supporting sources in this research are journals andarticles that are relevant to this research. In this research, the data collection techniques used include FreeListening Free Cakap (SBLC), katat techniques, and content analysis. The use of these techniques was chosenbecause it is in accordance with the research focus which relates to oral data that has been transliterated. Thedata analysis technique in this research was carried out through three stages, namely the first stage of datareduction, the second stage of data presentation, the third drawing conclusions. The results of this researchshow that there are variations in language in the utterances/utterances of each conversation in the role ofcharacters in the media webseries "Imperfect The Series S2 Episode 1-5" which is influenced by social factors.It can be concluded that in the research results there are 54 forms of language variations used by the charactersin the web series "Imperfect The Series S2 Episode 1-5". Of the 54 data, 22 data are forms of funnymispronunciations, 12 data are forms of language/abbreviated words, 5 data are shortened forms, and 2 dataare forms of interjections.
PDB UNMAS DENPASAR: PENGUATAN DESA WISATA BENGKALA UNTUK POKDARWIS BHASKARA WEDA DAN KELOMPOK TANI MANDI MADU Ida Ayu Putri Gita Ardiantari; Anak Agung Ayu Dian Andriyani; Agung Pandawana, I Dewa Gede; Putra Wirawan, I Putu Agus; Putra Salain, Putu Pradiva; Indah Mentari, Ni Made; Yogi Marantika, I Made; Dea Luna Valerina, Ni Komang; Sandra Dewi, Ni Putu Laksmi; Rai Subawa, Kadek Krisna; Dwiyana Putra, I Gusti Kadek Adrian; Intan Maulina, Ni Made; Yulianti, Wiwik
Jurnal Abdi Dharma Masyarakat (JADMA) Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jadma.v6i2.12698

Abstract

Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan. Universitas Mahasaraswati (UNMAS) Denpasar kembali melaksanakan kegiatan sebagai bukti nyata dalam mewujudkan konsep Kampus Berdampak di Desa Wisata Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng. Untuk tahun kedua, lebih memfokuskan pada peningkatan kompetensi Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Bhaskara Weda yang bertujuan untuk menemukan inovasi paket wisata Desa Bengkala yang inovatif dan ekonomis serta pendampingan dalam menyusun panduan praktis untuk merancang tour agar nantinya mampu membangun pengalaman berkesan bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Serta pendampingan kepada kelompok Tani Madu, untuk pemanfaatan SIMOTA (Sistem Monitoring Kondisi Tanah) berbasis IOT sebagai upaya membantu budidaya pertanian dengan pemanfaatan Smart Farming, serta pembuatan desain kemasan produk untuk bersaing di pasar global saat ini. Adapun permasalahan yang sedang dihadapi mitra kelompok sadar wisata (pokdarwis) adalah belum optimalnya wawasan serta pemahaman dalam menyusun panduan praktis untuk merancang paket tour yang inovatif dan ekonomis serta pemahaman untuk pemanfaatan SIMOTA ( Sistem Monitoring Kondisi Tanah) berbasis IOT. Adapun pendekatan yang telah dilaksanakan untuk mendukung berbagai kegiatan selama di Bengkala melalui Transfer Knowledge (TK), Technology Transfer (TT), Difusi Ipteks, dan Entrepreneurship Capacity Building. Metode pelaksanaan mencakup workshop dalam bentuk pelatihan, pendampingan intensif, serta fasilitasi kolaborasi lintas sektor antara akademisi, masyarakat, dan pemangku kepentingan terkait. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman serta keterampilan dalam menyusun paket wisata sebesar dan kemasan produk dan SIMOTA (Sistem Monitoring Kondisi Tanah) berbasis IOT. Terdapat peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menyusun paket wisata sebesar 90% yang menonjolkan ciri keunikan Bengkala, seperti seni tradisi, tarian kolok, serta berbagai atraksi berbasis kehidupan sehari-hari serta adanya workshop penggunaan SIMOTA dalam memanfaatkan lahan pertanian. Selain itu, monitoring serta evaluasi selama kegiatan terus dilaksanakan untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan tujuan awal. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan perekomonian masyarakat Desa wisata Bengkala melalui adanya program paket wisata serta sistem SIMOTA yang dapat membantu dalam budidaya pertanian dengan pemanfaatan Smart Farming. Serta workshop dalam pembuatan desain kemasan produk telah dilaksanakan dengan harapan kemasan yang unik dan memiliki nilai jual tinggi mampu menarik minat konsumen untuk membeli dan mengingat produk ciri khas Bengkala. Disamping itu, sama dengan workshop penyusunan paket wisata, untuk kelompok tani juga diadakan ujian Pre-test dan post-test. Hasil yang telah dilakukan menunjukkan juga adanya peningkatan rata-rata skor hingga 90%. Itu artinya, kelompok tani mandi madu dapat memahami dengan baik SIMOTA dan mampu membuat dezain yang mudah untuk diingat oleh masyarakat secara umum. Kegiatan ini diharapkan terus berlanjut sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan perekonomian warga kolok di Desa Bengkala.
KEMAMPUAN MEMPRODUKSI TEKS PROSEDUR KOMPLEKS DITINJAU DARI ASPEK STRUKTUR DAN KEBAHASAAN SISWA SEKOLAH MENENGAH DI KECAMATAN SEKONGKANG Yulianti, Wiwik; Mahsun, Mahsun; Burhanuddin, Burhanuddin
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 8, No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Agustus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v8i3.3540

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat kemampuan memproduksi teks prosedur kompleks ditinjau dari aspek struktur teks dan kebahasaan pada siswa sekolah menengah di Kecamatan Sekongkang. Penelitian ini dilatar belakangi pengembangan kurikulum 2013 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia menggunakan pendekatan pembelajaran bahasa berbasis teks. Penerapan pembelajaran bahasa berbasis teks ditujukan agar siswa dapat menggunakan bahasa sesuai konteksnya dan menjadi sarana pengembangan kemampuan berpikir mereka. Dengan kata lain, siswa diharuskan mampu untuk memproduksi teks. Salah satunya yaitu teks prosedur. Belajar mengenai teks prosedur kompleks sangatlah penting. Metode dan penyediaan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode simak dan metode cakap. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif secara bersamaan untuk memperkuat deskripsi terhadap data penelitian. Pada kemampuan kualitatif siswa dalam kegiatan memproduksi teks prosedur kompleks aspek struktur teks dalam penelitian ini dikategorikan telah mampu dilalui secara sistematis. Meskipun terdapat kelemahan siswa pada penegasan ulang yaitu pengamatan dan kesimpulan. Pada aspek kebahasaan digambarkan siswa Belum mampu memanfaatkan memanfaatkan aspek kebahasaan teks prosedur kompleks secara utuh. Kondisi tersebut tergambar pada kemampuan siswa rata-rata tidak memanfaatkan aspek kebahasaan secara maksimal. Hal tersebut terlihat pada data yang dihasilkan seperti pemanfaatan kata kerja, penggunaan konjungsi penghubung antar kalimat dan penggunaan konjungsi penghubung antar paragraf. Rentang skor perolehan siswa hanya mencapai 45,15 terkait dengan aspek kebahasaan ini. Sedangkan untuk total skor kedua aspek Nya mencapai 63,15. Ini menggambarkan bahwa kemampuan memproduksi teks tersedot konteks siswa ditinjau dari aspek struktur dan kebahasaan teks prosedur masih rendah
BIAS GENDER TERHADAP PEKERJAAN DALAM BAHASA INGGRIS DAN BAHASA JERMAN DALAM GOOGLE TRANSLATE Susanti, Monica Melinda Putri; Yulianti, Wiwik
Translation and Linguistics (Transling) Vol 3, No 01 (2023): Translation and Linguistics (Transling)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/transling.v3i01.72170

Abstract

The aim of this descriptive qualitative research is to compare the gender bias in the translation of Indonesian job names to English and German. This research was located in internet-based translation machine Google Translate. The examined data within are 22 Indonesian job names with its varied field. The samples are original job names in Indonesia, not the borrowed names from other languages and the ones with little potential of gender gap. This research is based on case study. With this method, researcher does translation of this data, but only ones in form of single nouns and nominal phrases. After that, English and German dictionaries were utilized to clarify, whether the results are classified as masculine, feminine or neutral. Human instrument is used with its capability and knowledge in gender classification of English and German job names. The outcome of this research reveal that in translation into English, the amount of masculine nouns emerge as the dominant or 13. The feminine nouns show up merely one. The number of the neutral one stands in between. The total is eight. This situation turns up as opposite in German. The neutral substantive can't be found. There are only 19 of masculine and three of feminine.Keywords: gender bias, google translate, job, translation
PANDANGAN MASYARAKAT MUDA DAN DEWASA PADA PENGGUNAAN KATA-KATA KASAR DALAM PERCAKAPAN Darmawan, Adhitya; Yulianti, Wiwik; Yustanto, Henry
Translation and Linguistics (Transling) Vol 4, No 3 (2024): Translation and Linguistics (Transling)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/transling.v4i3.82921

Abstract

This research analyses how young and old people have different views on swearing in conversation. There are several factors including, social, developmental, cultural, and individual factors that shape difference amongst the people. The views on the values are based on philosophical theory. The focus is not only on how people give their point of view on swearing in conversation but also what they think about their suggestion of the use of swearing. This is a qualitative research with sociolinguistic approach and uses observation where there are ten people who are asked to give opinions on swearing. The findings show that there are youngsters who view swearing as a regular phenomenon while the mature ones are rather the opposite. The discussion covers how the different age puts a gap on the understanding and usage of swearing. In conclusion, the opinions from ten people are seemingly contrast but what is similar is the suggestion from the interviewed people which is to adjust the use of swearing carefully.
RAGAM BAHASA SLANG OLEH REMAJA GEN Z PADA MEDIA SOSIAL TIKTOK (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) Tasyarasita, Aulia Zahra; Duhita, Meira Elok; Yulianti, Wiwik; Yustanto, Henry
Translation and Linguistics (Transling) Vol 3, No 2 (2023): Translation and Linguistics (Transling)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/transling.v3i2.74673

Abstract

This study is carried out to explore the forms and meanings of slang as a language variation in sociolinguistic used by Gen Z youths on social media TikTok. This research employed a descriptive qualitative method. The data collection technique used observing and note-taking techniques, then the data obtained was analyzed using data reduction methods, data presentation, and drawing conclusions. The data in this study were obtained by scrutinizing to words or phrases that contain slang and are written in videos uploaded on social media TikTok. This study found that there were 20 data containing slang, consisting of eight (8) data which were funny misspelled words, six (6) data which were abbreviated forms, five (5) data which were shortened forms, and one (1) data in the form of injection.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM INTERAKSI JUAL BELI DI PASAR JOHAR Maduwani, Jasmine Sobhita; Yulianti, Wiwik; Yustanto, Henry
Translation and Linguistics (Transling) Vol 4, No 1 (2024): Translation and Linguistics (Transling)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/transling.v4i1.85764

Abstract

The problems in this research are (1) how is the form of code-switching and code-mixing used by traders with buyers in Johar market, Semarang City? (2) how is the function of code-switching and code-mixing used by the sellers with buyers in Johar market, Semarang City? (3) how is the background factor of code-switching and code-mixing used by sellers with buyers in Johar market, Semarang City? The purpose of this research is (1) to describe the form of code-switching and code-mixing that happened in Johar market, Semarang City (2) to describe the function of code-switching and code-mixing that happened in Johar market, Semarang City (3) to describe the background factors of code-switching and code-mixing that happened in Johar market, Semarang City. This type of research is basic research. The level of this research is descriptive qualitative research. The data of this research are the utterances containing code-switching and code-mixing spoken by sellers and buyers in Johar market. The data source of this research is informants, namely buyers and sellers in Johar market. The data collection method used in this research is the listening method, the basic technique of tapping with the further techniques of simak libat cakap, simak bebas libat cakap, record, and note. The method used to analyze this data is using agih method and padan method.