Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

The Symbolic Meaning of Sikambang Anak Dance at the Upik Berau Studio, Air Berau Village, Mukomuko Regency, Bengkulu Province Juniarti, Tira Rofi; Erlinda; Surherni
Journal of Educational Review and Cultural Studies Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Regalia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61540/jercs.v2i1.73

Abstract

This research aims to determine the symbolic meaning of the Sikambang Anak dance at the Upik Berau Studio, Air Berau Village, Mukomuko Regency, Bengkulu Province. The research method used is a qualitative research method which is descriptive analysis, namely explaining and describing what is then analyzed. This research uses Ferdinand De Saussure's semiotic theory and Y. Sumandiyo Hadi's theory of form. The results of the research show that the symbolic meaning of the Sikambang Anak Dance at the Upik Berau Studio has its own meaning for the people of Air Berau village. The meaning conveyed can be seen from the form of the sikambang anak dance itself, starting from the movements. Properties and poetry (dendang). This dance has a meaning related to people's lives. The meaning of this dance teaches that problems in married life will be better if they are resolved amicably and don't make the wrong decisions. Kindness is always at the forefront of life
STUDI KOMPARATIF TARI BUAI-BUAI DI SANGGAR MINANG SAIYO DAN PERGURUAN SINGO BARANTAI DI KOTA PADANG Putri, Wilma Zuliyus; Erlinda; Surherni; Fikri, Muhammad
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.385

Abstract

Studi Komparatif Tari Buai-Buai di Sanggar Minang Saiyo dan Perguruan Singo Barantai di Kota Padang, ini bertujuan untuk menganalisis studi komparatif antara Tari Buai-buai di Sanggar Minang Saiyo dan Perguruan Singo Barantai. Penellitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis hal ini dilakukan untuk memaparkan dan mendeskripsikan data yang diperoleh dari lapangan secara detail dan akurat. Penelitian ini menggunakan teori komparatif yang dikembangkan oleh Poerwodarminto sebagai acuan untuk membandingkan dan menganalisis. Teori ini menyatakan study yang berarti inggin mendapat atau mempelajari sesuatu yang khusus dengan didorong oleh rasa ingin tahu terhadap sesuatu yang belum dipelajari dan dikenal. Sedangkan komparasi berasal dari bahasa Inggris Compare yang berarti membandingkan paling tidak ada dua masalah dan ada dua kesamaan serta perbedaan. Dalam penelitian juga mengunakan teori bentuk yang dikembakan oleh Y. Sumandiyo Hadi sebagai landasan tori untuk menganalisis. Teori ini mengatakan bahwa bentuk wujud yang diartikan sebagai hasil dari berbagai elemen-elemen dalam tari yaitu gerak, penari, kostum, rias, properti, musik, dan tempat pertunjukan.
Bentuk Penyajian Tari Piring Gelas Di Sanggar Kupek Beghaes Kabupaten Musi Rawas Utara Provinsi Sumatera Selatan Ayumi, Siska; Riyanti, Eva; Surherni; Syofia, Ninon; Maghfirah, Auliana Mukhti; Ariastuti, Idun
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 2 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Nusantara
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v2i5.6202

Abstract

Beghaes Studio, North Musi Rawas Regency, South Sumatra Province. The method used in this study is descriptive qualitative. The purpose of descriptive qualitative methods is to analyze situations or events as they exist, through observation, interviews, and documentation. This study utilizes the presentation form theory proposed by Y. Sumandio Hadi. The results indicate that the presentation form of the Piring Gelas dance is an innovation, based on the Piring Gelas dance, which was once a traditional dance and then transformed into a presentation form. In the Piring Gelas dance, each movement element not only functions aesthetically but also contains symbolic meaning related to the cultural values of the community.
Koreografi Tari Rantak Kudo Di Sanggar Sabirullah Matador Nagari Pasir Talang Timur Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan Junita, Ulfi; Surherni, Surherni; Hardi, Hardi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas Koreografi tari Rantak Kudo di Sanggar Seni Sabirullah Matador Nagari Pasir Talang Timur Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis yaitu seluruh data yang didapat baik data tertulis maupun data di lapangan dideskripsikan kemudian dianalisis. Teori yang digunakan yaitu teori Koreografi oleh Y. Sumandiyo Hadi. Hasil yang dicapai menunjukan bahwa tari Rantak Kudo kurang berkembang gerak-gerak tarinya serta motif gerak yang juga sangat sedikit.
Estetika Tari Lancang Kocik Suku Sakai di Pematang Pudu, Bengkalis, Riau: Perspektif Budaya dan Tradisi Hariyani, Fadillah; Irdawati, Irdawati; Surherni, Surherni
Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 7, No 1 (2023): Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bcdk.v7i1.4758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan estetika pertunjukan Tari Lancang Kocik yang merupakan warisan budaya masyarakat Suku Sakai di Kelurahan Pematang Pudu, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis untuk menggambarkan dan menganalisis bentuk, gerakan, serta nilai-nilai yang terkandung dalam tarian tersebut. Landasan teoretis yang digunakan meliputi teori estetika oleh Jacob Sumardjo dan Deni Junaedi serta teori bentuk oleh Y. Sumandiyo Hadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Lancang Kocik terinspirasi dari kehidupan sehari-hari masyarakat Sakai yang menggunakan perahu sebagai media berburu ikan dan alat transportasi untuk pindah tempat tinggal. Estetika tari ini diungkapkan melalui tiga elemen dasar: objek estetis, subjek estetis, dan nilai estetis, yang tercermin dalam gerak, musik, kostum, dan properti tari. Nilai estetis ini juga mencerminkan hubungan erat masyarakat dengan lingkungan alam sekitar. Tari ini menjadi simbol identitas budaya yang masih dipertahankan hingga kini
METODE PEMBELAJARAN TARI UNTUK MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI PADA ANAK USIA DINI DI SANGGAR PUTI JUNJUNG Wardhini, Sisca Angelia; Surherni, Surherni; Hardi, Hardi
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 10, No 2 (2024): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v10i2.5294

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan Meningkatkan Rasa Percaya Diri Pada Anak Usia Dini Melalui Seni Tari Di sanggar Puti Junjung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kualitatif yang bersifat deskriptif analisis yaitu menjelaskan serta menganalisis hal-hal yang terkait dengan meningkatkan rasa percaya diri anak usia dini. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori percaya diri yang dikemukakan oleh Novi Mulayani, selanjutnya teori kreativitas yang dikemukakan oleh Munandar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada dua metode pembelajaran tari yang diterapkan oleh pelatih sanggar Puti Junjung dalam meningkatkan rasa percaya diri anak usia dini yaitu metode imitatif dan metode kreatif. Metode imitatif merupakan pelaksaan atau peniruan gerak sudah dibakukan sedangkan metode kreatif adalah pelaksanaan gerak berdasarkan eksplorasi dan penemuan gerak individu.