Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Pengetahuan Produk Terhadap Niat Beli Produk Wardah Sebagai Kosmetik Halal Melalui Sikap Konsumen Veronica Moniaga; Tinneke E. M Sumual; Lydia Kumajas
Manajemen dan Kewirausahaan Vol. 4 No. 1 (2023): Manajemen dan Kewirausahaan
Publisher : Manajemen FEB Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/mk.v4i1.6789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan produk dan sikap konsumen terhadap niat beli. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan menjaring 75 responden dengan metode purposive sampling dimana kriteria responden adalah pengguna produk kosmetik halal. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan produk dan sikap konsumen mempengaruhi niat beli konsumen dan adanya peran mediasi yang ditunjukkan oleh sikap konsumen. Berdasarkan temuan ini, perusahaan sebaiknya memperhatikan pembentukan sikap konsumen sebagai landasan kebijakan strategi pemasaran.   This study aims to determine the influence of product knowledge and consumer attitudes on purchase intentions. This current study used a descriptive quantitative approach and netted 75 respondents with a purposive sampling method where the criteria for respondents were users of halal cosmetic products. The results showed that product knowledge and consumer attitudes influenced consumer purchase intentions and the mediating role shown by consumer attitudes. Based on these findings, companies should pay attention to the formation of consumer attitudes as the basis for marketing strategy policies.
ANALISIS TRANSFER PENGETAHUAN USAHA KECIL DAN MENENGAH DI TANA TORAJA Nikolas Fajar Wuryaningrat; Krisdayanti Rapa; Lydia I. Kumajas
JRMA (Jurnal Riset Manajemen dan Akuntansi) Vol 11, No 2 (2023): Periode Agustus - November
Publisher : Fakultas Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jrma.v11i2.1161

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas transfer pengetahuan usaha kecil menengah (UKM) usaha kopi di Tana Toraja. Literatur manajemen pengetahuan menjelaskan bahwa sumber daya pengetahuan sangatlah penting karena merupakan aset organisasi yang harus diperhatikan yang memberikan manfaat pada pengembangan kemampuan inovasi. Dalam penelitian ini, mengkaji hasil secara deskriptif. Responden penelitian adalah 153 responden. Hasil penelitiannya menjelaskan bahwa dimensi akivitas transfer pengetahuan mendonasikan pengetahuan dipersepsikan lebih sering dilakukan dibandingkan dengan aktivitas mengumpulkan pengetahuan. Dengan demikian, UKM Kopi Toraja lebih cenderung mentransfer pengetahuan dengan kerelaan hati dan relatif lebih spontan tanpa harus diminta terlebih dahulu.This study is intended to analyze the knowledge transfer activities of small and medium enterprises (SMEs) of coffee businesses in Tana Toraja. Knowledge management literature explains that knowledge resources are very crucial since it is an organizational asset that needs to be considered which provides benefits to the development of innovation capabilities. In this research, examine the results descriptively. The respondents were 153 respondents. The results of the study explain that the dimensions of knowledge transfer activities knowledge donating are perceived to be more frequently practiced compared to knowledge collecting activities. Thus, Toraja Coffee SME tends to transfer knowledge willingly and relatively more spontaneously without having to be requested first.
Preferensi Masyarakat Indonesia Dalam Penggunaan Uang Lydia Kumajas; Jessylistina Langie; Sevny Mokoagouw
Manajemen dan Kewirausahaan Vol. 5 No. 1 (2024): Manajemen & Kewirausahaan
Publisher : Manajemen FEB Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/mk.v5i1.8672

Abstract

Pandemi COVID-19 mengajarkan kita mengenai pentingnya dana darurat sebagai payung saat keadaan ekonomi buruk. Riset sebelunya menjelaskan bahwa pada masa COVID-19 preferensi masyarakat lebih memilih tabungan dan emas sebagai bentuk dana darurat. Akan tetapi preferensi masyarakat bisa berubah menyesuaikan dengan situasi dan kondisi, oleh karena itu penelitian ini bertujuan mengetahui preferensi masyarakat dalam menggunakan uang di masa sesudah COVID-19. Menggunakan metode riset deskriptif dari 162 responden, hasil riset menjelaskan bahwa preferensi masyarakat tidak berubah di era sesudah COVID-19, dimana sebagian besar masyarakat menggunakan uangnya yang didapat dari pendapatannya dan pinjaman lunak untuk tabungan, deposito dan emas. Hasil riset juga menjelaskan bahwa penggunaan uang untuk keperluan konsumtif tidak besar. Disimpulkan bahwa responden tampaknya sudah lebih memahami bahwa uang harus digunakan secara bijaksana. Adapun rekomendasi kebijakan yang disampaikan adalah peningkatan literasi keuangan, perlu diberikan kredit bunga 0% bagi sektor UMKM, peningkatan syarat pinjaman online, peningkatan jumlah jaminan LPS dan memperluas jaminan LPS ke emas.
Profitability in The Automotive and Component Industry Kumajas, Lydia I.; Wuryaningrat, Nikolas F.; Lembong, Herningsih S.
Asia Pacific Journal of Management and Education (APJME) Vol 4, No 3 (2021): November 2021
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.186 KB) | DOI: 10.32535/apjme.v4i3.1273

Abstract

The Covid 19 pandemic caused a slowdown in economic growth, which resulted in decreased production and sales of several industrial sectors. The automotive and components sectors faced the same condition, which impacted their production and sales. Paired sample t-test data analysis choose to analyses tend to measure the effect of Profitability during the pandemic and before the pandemic. The result of this study shows that even the automotive industry predicts having contraction on their Profitability at the pandemic period. However, the decline in sales and production is not always followed by a decline in financial performance, especially Profitability, due to financial management policies and efficiency factors. Hence, he automotive and components sub-sector in this study showed no significant difference in Profitability before the Covid 19 pandemic and during covid 19.
Persepsi Sosial Generasi Milenial di Saat Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru di Sulawesi Utara: Millennials' Social Perceptions When Implementing New Habit Adaptations in North Sulawesi Nikolas Fajar Wuryaningrat; Deitje Adolfien Katuuk; Lydia Ivana Kumajas; Ignatius Javier Couturier Tuerah
Society Vol 9 No 2 (2021): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v9i2.313

Abstract

In the current era of adapting new habits (abbreviated as Adaptasi Kebiasaan Baru or AKB), it is an opportunity for the millennial generation to get out of their ‘cage’ and do activities outside the home. This study aims to describe the perception of the millennial generation on the application of adopting new habits during the COVID-19 pandemic. This research was conducted using a survey research method with descriptive analysis techniques to obtain this description. In this research, millennials are represented by state university students in North Sulawesi Province. The sample of this study was 400 active student respondents. The data was collected through research instruments sent online with the Google Forms application. The study results indicate that millennials are worried when implementing new habit adaptations when they are active outside the home. The research results also show that the first thing they want to do is go to a house of worship. Millennials in North Sulawesi also perceive an excellent level of trust in local and central governments in dealing with the COVID-19 pandemic. It can be concluded that millennials in North Sulawesi are optimistic about their future sustainability.
DANA DARURAT DI MASA PANDEMI COVID-19 Lydia Ivana Kumajas; Nikolas Fajar Wuryaningrat
Modus Vol. 33 No. 1 (2021): MODUS
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v33i1.4061

Abstract

ABSTRACTIn financial management, the main issue in financial planning is estimating future cash flows, because it is influenced by various risks. One way to reduce risk is by placing an emergency fund. During the Covid-19 pandemic, the importance of financial planning was seen by placing an emergency fund when individuals, families, and companies experienced economic problems due to the Covid-19 pandemic. This study aims to describe the communities’ awareness and knowledge and their readiness to face ‘rainy day’ by preparing financial umbrella or emergency fund, and whether the greater the income, the greater the umbrella allocated as stated in Keynes's theory. Descriptive research methods are used to get this picture. Online survey with Survey Monkey application was conducted on a small portion of the community in various regions in Indonesia. The results of this study showed that 91 community members were aware of emergency fund, although not all of them prepared it. The interesting finding is that high-income respondents were not of the group which allocated bigger emergency fund. Hence, this could not give fit descriptions with Keynes Theory.        Keywords: Pandemic of Covid-19; rainy day; Keynes theory; emergency fund ABSTRAKDalam manajemen keuangan, kesulitan utama dalam membuat perencanaan adalah mengestimasi arus kas di masa depan, karena dipengaruhi oleh berbagai risiko. Salah satu cara untuk mengurangi risiko adalah membuat perencanaan keuangan dengan menempatkan dana darurat. Di masa pandemi Covid-19 ini terlihat pentingnya perencanaan keuangan dengan menempatkan dana darurat atau ketika individu/perusahaan mengalami masalah ekonomi akibat pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran kesadaran dan pengetahuan masyarakat dan kesiapannya menghadapi keadaan sulit ‘rainy day’ dengan menyiapkan dana darurat sebagai payung keuangan, dan apakah semakin besar penghasilan maka akan semakin besar dana darurat yang dialokasikan seperti yang dikemukakan dalam teori Keynes. Metode penelitian deskriptif digunakan untuk mendapatkan gambaran tersebut. Survei online dengan aplikasi Survey Monkey dilakukan pada sebagian kecil masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Hasil penelitian dari 91 responden sebagian besar sudah mengetahui mengenai dana darurat, akan tetapi walaupun mengetahui pentingnya dana darurat tidak semua sudah menyediakan dana tersebut. Menariknya, responden pada kelompok penghasilan tertinggi bukanlah kelompok yang mengalokasikan dana darurat paling besar. Dengan demikian, tidak terlalu memberikan gambaran yang sesuai dengan teori Keynes.Kata kunci: Pandemi Covid-19; risiko; teori Keynes; dana darurat
Market Reaction on The Announcement of SRI-KEHATI and FTSE4GBM Indices Lydia Ivana Kumajas; Sri Murni; Maryam Mangantar; Ivonne Stanley Saerang; Joy Elly Tulung
International Journal of Applied Business and International Management Vol 7, No 2 (2022): August 2022
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/ijabim.v7i2.1607

Abstract

This study aims to determine the market reaction to the announcement of additional shares on the SRI-KEHATI and FTSE4Good (F4GBM) Index during the Covid 19 2020 and 2021 periods. The indicator of market reaction is observed through Trading Volume Activity (TVA). The results show that there is a significant TVA around the announcement date on both observed indices, this study uses an event study
Financial Retirement Plan Based on Knowledge-Based View Theory Perspective Kumajas, Lydia Ivana; Wuryaningrat, Nikolas Fajar
Jurnal Manajemen Teknologi Vol. 21 No. 3 (2022)
Publisher : Unit Research and Knowledge, School of Business and Management, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2022.21.3.5

Abstract

Abstract. Retirement usually occurs in the age range of 55–65, depending on the type of job. However, during the COVID-19 pandemic, it may not be adequate to measure retirement only by age because many employees were forced to retire early. Thus, the issue of retirement planning has once again become a relevant issue to discuss. Most previous studies explain that retirement planning uses the theory of planned behavior, but unlike these, this study approaches retirement planning with the knowledge-based view theory. The theory of knowledge-based view can explain knowledge as a fundamental resource for an individual’s ability to plan retirement. Data was collected for this study from a survey for employees and professionals in Indonesia and was analyzed with PLS-SEM. Empirical evidence showed that knowledge sharing actually weakens the influence of family financial education on retirement planning. Therefore, it can be concluded that knowledge sharing cannot strengthen family education to make better retirement planning. This study also revealed the possibility that knowledge sharing could change employee retirement planning into other financial plans that are also beneficial for retirement.Keywords: Retirement planning; theory planned behavior; knowledge-based view; knowledge sharing; financial planning Abstrak. Pensiun biasanya diukur berdasarkan usia, dalam rentang usia 55-65 tahun, tergantung pada jenis pekerjaannya. Namun, di masa pandemi Covid-19, masa pensiun mungkin tidak lagi cukup diukur dengan hanya berdasarkan usia. Hal itu dikarenakan banyak karyawan yang terpaksa pensiun dini selama pandemi.  Dengan demikian pada masa pandemi isu perencanaan pensiun sekali lagi menjadi masalah yang menarik untuk didiskusikan. Sebagian besar penelitian sebelumnya menjelaskan perencanaan pensiun menggunakan dasar theory planned behavior (TPB), namun berbeda dengan banyak penelitian sebelumnya, dalam penelitian ini perencanaan pensiun didekati dengan teori knowledge-based view theory (KBV). Teori KBV diasumsikan bisa menjelaskan pengetahuan sebagai sumber daya mendasar bagi kemampuan individu untuk membuat perencanaan pensiun. Dalam survei yang dilakukan terhadap karyawan dan profesional di Indonesia. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan PLS-SEM. Bukti empiris menunjukkan bahwa berbagi pengetahuan justru melemahkan pengaruh antara pendidikan keuangan keluarga terhadap perencanaan pensiun. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa berbagi pengetahuan tidak bisa menguatkan pendidikan keluarga untuk membuat perencanaan pensiun yang lebih baik. Dalam penelitian ini juga diungkapkan adanya kemungkinan bahwa berbagi pengetahuan dapat membuat perubahan pada perencanaan pensiun karyawan menjadi rencana keuangan lainnya yang bermanfaat juga bagi masa pensiun, dimungkinkan untuk membuat perubahan dalam perencanaan pensiun menjadi bentuk lain dari perencanaan keuangan.Kata kunci: Perencanaan pensiun; theory planned behavior; knowledge-based view; berbagi pengetahuan; perencanaan keuangan
Preferensi Masyarakat Indonesia Dalam Penggunaan Uang Kumajas, Lydia; Langie, Jessylistina; Mokoagouw, Sevny
Manajemen dan Kewirausahaan Vol. 5 No. 1 (2024): Manajemen & Kewirausahaan
Publisher : Manajemen FEB Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/mk.v5i1.8672

Abstract

Pandemi COVID-19 mengajarkan kita mengenai pentingnya dana darurat sebagai payung saat keadaan ekonomi buruk. Riset sebelunya menjelaskan bahwa pada masa COVID-19 preferensi masyarakat lebih memilih tabungan dan emas sebagai bentuk dana darurat. Akan tetapi preferensi masyarakat bisa berubah menyesuaikan dengan situasi dan kondisi, oleh karena itu penelitian ini bertujuan mengetahui preferensi masyarakat dalam menggunakan uang di masa sesudah COVID-19. Menggunakan metode riset deskriptif dari 162 responden, hasil riset menjelaskan bahwa preferensi masyarakat tidak berubah di era sesudah COVID-19, dimana sebagian besar masyarakat menggunakan uangnya yang didapat dari pendapatannya dan pinjaman lunak untuk tabungan, deposito dan emas. Hasil riset juga menjelaskan bahwa penggunaan uang untuk keperluan konsumtif tidak besar. Disimpulkan bahwa responden tampaknya sudah lebih memahami bahwa uang harus digunakan secara bijaksana. Adapun rekomendasi kebijakan yang disampaikan adalah peningkatan literasi keuangan, perlu diberikan kredit bunga 0% bagi sektor UMKM, peningkatan syarat pinjaman online, peningkatan jumlah jaminan LPS dan memperluas jaminan LPS ke emas.
Persepsi Sosial Generasi Milenial di Saat Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru di Sulawesi Utara Wuryaningrat, Nikolas Fajar; Katuuk, Deitje Adolfien; Kumajas, Lydia Ivana; Tuerah, Ignatius Javier Couturier
Society Vol 9 No 2 (2021): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v9i2.313

Abstract

In the current era of adapting new habits (abbreviated as Adaptasi Kebiasaan Baru or AKB), it is an opportunity for the millennial generation to get out of their ‘cage’ and do activities outside the home. This study aims to describe the perception of the millennial generation on the application of adopting new habits during the COVID-19 pandemic. This research was conducted using a survey research method with descriptive analysis techniques to obtain this description. In this research, millennials are represented by state university students in North Sulawesi Province. The sample of this study was 400 active student respondents. The data was collected through research instruments sent online with the Google Forms application. The study results indicate that millennials are worried when implementing new habit adaptations when they are active outside the home. The research results also show that the first thing they want to do is go to a house of worship. Millennials in North Sulawesi also perceive an excellent level of trust in local and central governments in dealing with the COVID-19 pandemic. It can be concluded that millennials in North Sulawesi are optimistic about their future sustainability.