Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Pharmaqueous

KARAKTERISASI DAN ANALISIS MINYAK BULUS DALAM MINYAK KELAPA MENGGUNAKAN SPEKTROSKOPI FTIR Nurwahidah, Andri Tenri; Mardianah, Faiqoh; Setiyabudi, Lulu
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 2 No. 1 (2020): Volume 2, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v1i2.123

Abstract

Bulus (Amyda cartilaginea) merupakan hewan mirip kura-kura dengan tempurung lunak tekstur seperti tulang rawan (cartilago) yang dapat di jadikan minyak, minyak bulus diperoleh dari jaringan lemak bulus lalu dijadikan minyak menggunakan microwave selama 15 menit dengan suhu 100°C, minyak bulus (soft shell turtle oil) memiliki harga yang mahal yang dapat meningkatkan resiko kasus pemalsuan minyak di pasaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan profil spektrum minyak bulus dan minyak kelapa menggunakan metode kromatografi gas dan FTIR (Fourier Transform Infrared) untuk analisis kuantitatif metode ini cukup efektif, digunakan IR tengah dengan panjang gelombang (4000-400cm-1) presentase minyak bulus dan minyak kelapa mempunyai korelasi yang dekat dengan nilai prediksi FTIR didapatkan perbedaan pada daerah serapan 3007 cm-1 dan 1500-1000 cm-1. Diperoleh hasil uji karakteristik fisika-kimia minyak bulus berkisar antara : kadar air 0,10%, bilangan peroksida 0,14% dari hasil penelitian membuktikan bahwanilai tersebut memenuhi syarat uji kualitas minyak bulus pada SNI 01-3741-2013 dan international association of fish meal manufacturers.
Optimasi Formula Self Nanoemulsifying Drug Delivery System (Snedds) Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium Polyanthum) Sebagai Antibakteri Staphylococcus Aureus Indratmoko, Septiana; Fadilla, Vegga Dwi; Setiyabudi, Lulu
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 3 No. 1 (2021): Volume 3, Nomor 1, Mei 2021
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v3i1.269

Abstract

Daun salam (Syzygium polyanthum) merupakan tanaman yang cukup populer di Indonesia. Hasil ekstraksi daun salam diketahui memiliki kandungan flavonoid, tanin, dan alkaloid dimana senyawa-senyawa tersebut memiliki aktivitas sebagai antimikroba. Salah satu permasalahan yang sering terjadi di Indonesia yang merupakan negara tropis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri seperti Staphylococcus aureus. Ekstrak daun salam memiliki tingkat kelarutan yang rendah sehingga ekstrak daun salam ini diformulasikan menjadi sediaan SNEDDS. Formulasi dalam bentuk nanoemulsi diharapkan dapat meningkatkan daya kelarutan dan bioavailabilitas dari ekstrak etanol daun salam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi optimum formula SNEDDS ekstrak daun salam menggunakan Simplex Lattice Design beserta pengujian fisik nanoemulsi yang kemudian diujikan aktifitasnya sebagai agen antibakteri. Parameter uji fisik 14 formula diperoleh formula optimal SNEDDS ekstrak daun salam dengan komposisi 80% surfaktan, 10% kosurfaktan, dan 10% minyak pembawa dengan nilai desirability sebesar 0,997, dimana komposisi tersebut dapat melarutkan ekstrak sebanyak 10 mg/mL dalam sistem SNEDDS. Parameter pengujian fisik formula optimal SNEDDS diperoleh nilai transmitan sebesar 90,4%, ukuran partikel sebesar 15,8 nm, nilai potensial zeta sebesar -15,56 mV dengan waktu emulsifikasi mencapai 26,43 detik dan pengamatan stabilitas yang didapatkan stabil. Untuk pengujian antibakteri diperoleh hasil bahwa sediaan SNEDSS ekstrak daun salam memiliki aktifitas sebagai antibakteri karena menghasilkan zona bening sebesar 15 mm.