Adiredjo, Afifuddin Latif
Unknown Affiliation

Published : 37 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Penampilan Pertumbuhan dan Potensi Hasil Tujuh Galur Kacang Bambara (Vigna subterranea L. Verdcourt) Fauzia, Amelia; Kuswanto, Kuswanto; Adiredjo, Afifuddin Latif
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 5 (2023): Mei
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.05.04

Abstract

Kacang bambara (Vigna subterranea (L.) Verdcourt) termasuk dalam famili Leguminosae dan subfamili Papilionoideae. Kacang bambara memiliki kandungan protein dan karbohidrat yang baik untuk tubuh. Kacang bambara juga memiliki keunggulan dibanding tanaman lain yaitu tetap dapat tumbuh dan berproduksi dikondisi lingkungan yang kering. Komposisi nutrisi dan karakter kacang bambara yang tahan pada lingkungan kering dapat menjadikan tanaman ini berpotensi untuk dikembangkan. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penampilan pertumbuhan dan potensi hasil dari tujuh galur kacang bambara yang diuji. Sehingga didapatkan karakter yang berpotensi dapat dikembangkan menjadi varietas unggul. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Desember 2020 sampai Juni 2021 di Agro Techno Park, Badan Usaha Akademik Universitas Brawijaya, desa Jatikerto kecamatan Kromengan kabupaten Malang. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari empat ulangan. Setiap ulangan terdapat tujuh galur kacang bambara dintaranya adalah PWBG 5.2.1, SS 2.4.2, BBL 1.1, PWBG 6, SS 3.4.2, CCC 1.6, dan TVSU 8.6. Variabel pengamatan meliputi karakter kuantitatif dan kualitatif. Data kualitatif disajikan secara deskriptif dengan bantuan descriptor for Bambara Groundnut dari IPGRI. Data kuantitatif dianalisis secara statistik dengan analisis ragam uji BNJ taraf 5% , KKF, KKG dan heritabilitas. Berdasarkan Hasil penelitian didapatkan bahwa pertumbuhan ketujuh galur kacang Bambara tersebut memiliki penampilan yang bervariasi pada karakter tipe pertumbuhan, tinggi tanaman, jumlah daun, dan umur berbunga. Pada potensi hasil galur SS 3.4.2, SS 2.4.2, dan PWBG 6 memiliki potensi hasil yang melebihi dari galur pembanding TVSU 8.6 dengan rerata potensi hasilnya secara berurutan adalah 3,55 ton/ha, 3,35 ton/ha dan 3,36 ton/ha.
KARAKTERISASI 6 GENOTIPE CABAI RAWIT HIJAU (Capsicum frustecens) BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI Suyuti, Ivan; Purnamaningsih, Sri Lestari; Adiredjo, Afifuddin Latif
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 11 (2023): November
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.11.05

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frustecens) termasuk ke dalam tanaman hortikultura yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat maupun industri di Indonesia. Permintaan cabai meningkat setttiap tahnnya terutama saat hari besar keagamaan mencapai 10-20%, sedangkan produksi rata-rata mencapai 6-7 ton per ha. Hal ini mengakibatkan pemerintah harus melakukan impor untuk memenuhi permintaan. Varietas cabai rawit yang beredar di masyarakat saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat terutama pada tingkat produksi. Hal ini dapat terjadi karena varietas cabai rawit yang beredar memiliki tingkat produksi yang rendah sehingga perlu dilakukan perakitan varietas unggul melalui program pemuliaan tanaman. Karakterisasi merupakan langkah penting dalam pemuliaan tanaman cabai rawit. Karakterisasi bertujuan untuk mendeskripsikan sifat tanaman yang bernilai ekonomis sehingga dapat diketahui karakter unggul yang dapat dimanfaatkan. Karakterisasi tanaman dibagi menjadi yaitu karakter morfologi dan agronomi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan karakter morfologi dan agronomi keenam genotipe cabai rawit hijau. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang dilaksanakan pada bulan Juni-November 2022 di lahan CV. Borneo Seed yang berada di Kecamatan Karangploso, Malang. Bahan tanam yang digunakan adalah genotipe CRR03, CRG 18, CRC19, CRK27, CRS22, dan CRA43. Deskripsi karakter keenam genotipe cabai rawit hijau menunjukkan beberapa karakter yang tidak berbeda pada tiap genotipe meliputi bentuk daun, antosianin pada daun, antosianin node batang, pola bunga, pola buah, bentuk pangkal, bentuk ujung, bentuk buah dominan membujur, dan calyx. Karakter kuantitatif genotipe CRR03, CRK27 dan CRA43 memiliki hasil per hektar tinggi, umur panen paling genjah genotipe CRS22 dan CRC19. Pada karakter daya simpan buah paling lama adalah genotipe CRG18 sebesar 9,5 hari
Analisis Regresi dan Korelasi Beberapa Karakter Morfologi dan Agronomi pada Tanaman Melon (Cucumis melo L.) Generasi F3 Izzudin, Azzam; Adiredjo, Afifuddin Latif
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Melon (Cucumis melo L.) merupakan tanaman hortikultura penting di dunia yang banyak khasiat dan digemari karena rasa, nutrisi, serta bernilai ekonomis. Rerata produksi melon di Indonesia tahun 2017- 2021 menurun 20,1% dibanding tahun 2014. Minimnya variasi melon lokal dan bergantung benih impor mempengaruhi dominasi di pasar. Keragaman dan kualitas hasil buah menjadi faktor minat konsumen, alasan konsumsi buah-buahan impor sebesar 24% karena variasi buah. Upaya merakit varietas unggul memerlukan karakter penting sebagai pertimbangan seleksi yang efisien. Informasi tersebut bisa didapat dari analisis regresi dan korelasi antar karakter. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui fungsi regresi dan nilai koefisien korelasi antar karakter tanaman melon. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Juli 2023 di greenhouse Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur. Bahan utama penelitian yaitu populasi F3 hasil persilangan varietas Melindo dengan Madesta. Percobaan menggunakan 100 tanaman yang ditanam dalam polybag pada rancangan tanpa blok. Pengambilan data kuantitatif dari 20 sampel acak meliputi data panjang tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, panjang tangkai daun, dan jumlah buah per tanaman. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan beberapa fungsi regresi linier yang bersifat nyata taraf 5% yaitu hubungan panjang tanaman dengan jumlah daun, panjang tanaman dengan diameter batang, panjang tanaman dengan luas daun, jumlah daun dengan panjang tanaman, jumlah daun dengan diameter batang, jumlah daun dengan luas, diameter batang dengan panjang tanaman, diameter batang dengan jumlah daun, luas daun dengan panjang tanaman, dan luas daun dengan jumlah daun. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi tertinggi yaitu hubungan karakter panjang tanaman dengan jumlah daun (r = 0,9264).
Induksi Poliploidi Menggunakan Kolkisin pada Tanaman Bawang Putih (Allium sativum L.) Varietas Lumbu Kuning dan Lumbu Hijau Novitasari, Adin; Damanhuri, Damanhuri; Adiredjo, Afifuddin Latif; Soetopo, Lita
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i3.1369

Abstract

Bawang putih merupakan tanaman yang dibudidayakan melalui umbinya karena tidak mampu menghasilkan bunga. Hal tersebut mengakibatkan keragaman tanaman bawang putih rendah. Teknik-teknik pemuliaan tanaman dilakukan untuk memperoleh karakter yang diinginkan dan memperbaiki karakter yang telah ada. Salah satu teknik pemuliaan adalah pemuliaan mutasi menggunakan mutagen kolkisin.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kolkisin terhadap pertumbuhan, karakter fisiologi, jumlah kromosom, dan memperoleh nilai lethal concentration 50% (LC50) dari varietas Lumbu Kuning dan Lumbu Hijau. Penelitian dilaksanakan bulan Mei-September 2021 di Desa Ngroto Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode perlakuan pada tanaman tunggal yang disusun dalam barisan dengan perlakuan dua varietas Lumbu Kuning dan Lumbu hijau yang diberi larutan kolkisin (0, 750, 1000, 1250 dan 1500 ppm). Hasil analisis uji t memperlihatkan bahwa kolkisin konsentrasi 0-1500 ppm memberikan pengaruh nyata pada panjang tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang daun dan lebar daun. Tanaman triploid (2n=3x=24) memiliki jumlah dan kerapatan stomata lebih rendah dibandingkan tanaman diploid, namun ukuran stomata lebih besar. Varietas Lumbu Kuning adalah 698,055 ppm dan varietas Lumbu Hijau adalah 1383,041 ppm.
REGENERASI EMBRIO PISANG LIAR MELALUI KULTUR IN VITRO DENGAN APLIKASI SUKROSA, BENZYL ADENINE DAN POLYVINYLPIRROLIDONE Putri, Syafrilia Rahma; Roostika, Ika; Adiredjo, Afifuddin Latif; Saptadi, Darmawan
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 6 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai formulasi media yang optimal melalui penggunaan Benzyl adenine (BA), polyvinylpirrolidone (PVP), dan sukrosa untuk pertumbuhan eksplan embrio pisang liar SPN21, serta mengetahui pengaruh BA, PVP, dan sukrosa dal iam media in vitro terhadap perkecambahan dan pertumbuhan embrio pisang liar SPN-21. Dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap pada 360 biji embrio (setiap perlakuan diulang 5 kali dan satu  ulangan  terdiri dari  6 embrio), hasil  pengamatan dalam bentuk data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan analisis ragam  dengan taraf 5%. Formulasi media dengan penambahan sukrosa, BA dan PVP  memberikan  pengaruh yang nyata terhadap persentase daya tumbuh, rata-rata jumlah tunas dan rata-rata jumlah daun. persentase daya hidup, persentase daya tumbuh dan jumlah tunas, jumlah akar dan jumlah daunyang tertinggidiperoleh dari  media MS yang ditambah dengan sukrosa 4% danBA 0.5 mg/l (M7). Untuk variabel yang sama dan tinggi tunas perlakuan yang tertinggi diperoleh dari media MS yang ditambah  sukrosa 4% (M8). Embrio pisang SPN21 tidak menghendaki formulasi media yang kompleks untuk meregenerasikannya. Media MS yang mengandung sukrosa 4% merupakan formulasi yang tepat untuk kultur regenerasi embrio pisang liar SPN21.
KARAKTERISASI SIFAT MORFOLOGI GALUR-GALUR JAGUNG (Zea mays L.) MUTAN Sari, Diah Kartika; Sugiharto, Arifin Noor; Adiredjo, Afifuddin Latif
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 6 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mutasi adalah salah satu proses yang dapat meningkatkan keragaman. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan sifat morfologi galur-galur jagung mutan dilakukan pada bulan April hingga Agustus 2016 di Dusun Areng-areng, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Bahan yang digunakan adalah galur INCY mutan (400 ppm dan 600 ppm), INCY non mutan, INHY mutan (400 ppm dan 800 ppm), dan INHY non mutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beda nyata pada beberapa karakter kuantitatif antara galur INCY mutan dengan INCY non mutan yaitu jumlah hari benih berkecambah, diameter tongkol, bobot pipilan dan beda nyata antara galur INHY mutan dengan INHY non mutan yaitu umur berbunga jantan, umur berbunga betina, umur panen, diameter tongkol, dan bobot pipilan. Pada karakter kualitatif, beda nyata hanya ditunjukkan oleh galur INHY 400 ppm (mutan) yaitu bentuk ujung daun pertama, warna anther dan warna silk, warna biji, dan bentuk permukaan biji. Perubahan yang terjadi pada galur mutan menunjukkan bahwa proses mutasi masih berlangsung hingga generasi selanjutnya.
KERAGAMAN GENETIK 10 PLASMA NUTFAH PADI LOKAL (Oryza sativa L.) BERDASARKAN SIFAT KUANTITATIF DAN KUALITATIF Wijayadjati, Suryahadi; Pikukuh, Bambang; Adiredjo, Afifuddin Latif
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 6 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi atau beras (Oryza sativa L.) adalah makanan pokok di Indonesia. Permintaan terhadap beras oleh konsumen terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk. Salah satu solusi untuk mengelola plasma nutfah adalah dengan melakukan karakterisasi padi lokal untuk dapat mengidentifikasi karakter padi lokal yang memiliki potensi unggul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan karakterisasi pada 10 plasma nutfah padi lokal. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Februari – Juli 2016 di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur tepatnya di Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah 10 plasma nutfah padi lokal (kebo jambi, si kumis, kali badeng, longser, cemani, kapor, sempol, kahayan, pandan wangi, kali kumbo.). Nilai heritabilitas yang termasuk kriteria tinggi adalah karakter tinggi bibit, jumlah daun per bibit, total anakan tahap bunting, tinggi tanaman tahap matang susu,tinggi tanaman tahap pengisian, tinggi tanaman panen, panen anakan total, panen anakan produktif, panjang malai, total cabang malai sekunder per malai, gabah bernas per malai, bobot gabah bernas per malai, bobot, gabah hampa per malai, bobot gabah per tanaman, bobot 1000 butir. Nilai heritabilitas yang tinggi pada beberapa karakter akan membantu pemulia tanamandalam melakukan seleksi terhadapplasma nutfah padi lokal.
PENYERBUKAN PADA BUNGA SEMANGKA (Citrullus vulgaris) SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN BENIH UNGGUL Setyawan, Khaton Fajar; Adiredjo, Afifuddin Latif; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah semangka banyak digemari karena rasanya yang manis dan segar. Benih merupakan salah satu komponen dalam budidaya tanaman yang merupakan kunci keberhasilan usaha tani. Waktu penyerbukan menentukan keberhasilan produksi benih semangka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu penyerbukan terhadap hasil dan kualitas benih serta untuk mengetahui waktu yang tepat dalam melakukan penyerbukan buatan pada tanaman semangka. Penelitian dilaksanakan bulan Januari sampai bulan April pada lahan PT. East West Seed Indonesia di Desa Seputih, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan berupa waktu penyerbukan yaitu pukul 06.00-07.00 WIB (W1), pukul 09.00-10.00 WIB (W2), pukul 12.00-13.00 WIB (W3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu penyerbukan memberikan pengaruh nyata terhadap persentase keberhasilan polinasi, bobot buah pertanaman, diameter buah, jumlah benih pertanaman, bobot benih kering pertanaman, persentase benih bernas, bobot 1000 biji, keserempakan perkecambahan dan daya berkecambah.
PERSILANGAN BEBERAPA VARIETAS PADI GOGO DAN PADI SAWAH (Oryza sativa L.) UNTUK MENGHASILKAN F1 Yanuar, Aninda Dwi; Adiredjo, Afifuddin Latif
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi merupakan tanaman pokok hampir setengah populasi manusia di dunia. Permintaan terhadap ketersediaan padi sangat tinggi namun tidak diikuti dengan jumlah produksi yang tinggi pula. Salah satu penyebabnya adalah karena luas lahan sawah semakin berkurang. Hal ini dapat diatasi dengan upaya penggunaan varietas tahan pada lahan sub-optimal seperti lahan kering. misalnya varietas padi gogo. Persilangan antara padi gogo dan padi sawah diharapkan dapat menghasilkan benih F1. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juni 2017 di lahan sawah yang berlokasi di Jalan Hamid Rusdi Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Bahan tanam yang digunakan dalam penelitian ini adalah padi gogo varietas Situ Bagendit dan Towuti sebagai tetua betina, padi sawah varietas Ciherang, dan Cibogo sebagai tetua jantan. Data karakter kuantitatif dianalisis dengan uji-t tidak berpasangan (t-student unpaired) taraf 5%. Pengamatan dilakukan pada set persilangan yang berbeda dan pada hasil  tanaman kontrol. Hasil analisis menunjukkan tidak ada perbedaan nyata pada karakter kuantitatif yaitu keberhasilan persilangan dan masa pengisisan bulir pada set persilangan yang berbeda. Sedangkan pada hasil analisis yang dilakukan pada set persilangan yang berbeda dengan tanaman kontrol menunjukkan perbedaan nyata pada karakter panjang beras pecah kulit dan lebar beras pecah kulit. Pada karakter kualitatif, hasil menunjukkan warna kulit ari beras pada setiap set persilangan adalah coklat muda, sedangkan pada tanaman kontrol adalah putih. Bentuk beras pecah kulit pada F1 pada setiap set persilangan dan hasil tanaman kontrol padi gogo adalah ramping. Sedangkan bentuk beras pecah kulit pada padi sawah adalah sedang.
Evaluasi Kemajuan Genetik Seleksi Langsung dan Tidak Langsung Melalui Komponen Hasil Beberapa Galur Cabai Besar (Capsicum annuum L.) Shandila, Puji; Waluyo, Budi; Adiredjo, Afifuddin Latif
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai besar adalah tanaman hortikultura komersial yang penting di Indonesia karena aroma dan rasa yang pedas disukai oleh masyarakat. Salah satu satu permasalahan yang dihadapi ialah  penurunan produktivitas cabai besar. Solusinya adalah dengan meningkatkan produksi cabai besar yang dapat diawali dengan pemilihan genotip unggul. Pemilihan genotip unggul dapat dimulai dengan mengetahui parameter genetik seperti heritabilitas dan estimasi kemajuan genetik langsung. Selain seleksi langsung, perlu juga diketahui kemajuan gentik tidak langsung hasil melalui komponen hasil. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk menduga kemajuan genetik akibat seleksi langsung dan tidak langsung untuk hasil tinggi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Juli 2018 di Agro Techno Park, Jatikerto, Malang. Bahan penelitian terdiri dari 39 genotip cabai menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Berdasarkan hasil penelitian, nilai heritabilitas dan kemajuan genetik langsung yang tinggi diperoleh pada karakter jumlah buah per tanaman, bobot per buah, dan bobot buah per tanaman (hasil). Nilai kemajuan genetik tidak langsung melalui komponen hasil lebih rendah jika dibandingkan dengan nilai kemajuan genetik langsung terhadap hasil. Nilai efisiensi berkisar antara 0.01-0.89 yang artinya seleksi langsung terhadap bobot buah per tanaman akan lebih baik daripada seleksi tidak langsung bobot buah per tanaman melalui karakter lain.