Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENDAMPINGAN LEGALITAS USAHA UMKM BERUPA NIB DAN SERTIFIKAT HALAL DI KELURAHAN TINALAN - PESANTREN - KOTA KEDIRI Trimintarsih, Titin; Andriani, Desi Gita; Indrayany, Eka Sari; Lestari, Fajar
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/htcs7x33

Abstract

Legalitas usaha saat ini merupakan suatu keharusan bagi pelaku usaha. Terlebih saat ini dipermudah oleh pemerintah guna pengurusan NIB melalui OSS dan sertifikat Halal Gratis (SEhati ) melalui SI Halal.Target Pemerintah dalam hal ini menjadi Tugas BPJPH (Badan Penyeenggara Jaminan Produk Halal) memberikan fasilitas gratis sertifikat halal bagi satu juta pelaku usaha hingga 17 Oktober 2024.Karena itulah menjadi tanggungjawab moral bag penulis sekaligus selaku pendampin halal untuk mensosialisikan dan mendampingi pelaku usaha dalam melegalkan ijin usahanya. Yang menjadi target tama adalah pelaku usaha yang berada di Kelurahan Tinalan Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Langkap pertama menyosialisakan kepada perangkat kelurahan beserta jajarannya, diharapkan akan tersampaikan kepada pelaku usaha yang berada di wilayah RT masig-masing. Dari hasil sosialisasi di Kelurahan hanya warga dari RW 07 saja yang pelaku usahanya tertarik untuk melegalkan produknya untuk memiliki ijin NIB dan sertifikasi halal hanya 21 orang pelaku usaha saja, dimana 17 pelaku usaha mengurus NIB dan Halal, sedangkan 4 orang mengurus NIB saja. Hal ini dimungkinkan pelaku usaha yang lain sudah memiliki ijin usaha atau dimungkinkan karena kurangnya kesadaran dari warga selaku pelaku usaha untuk mendaftarkan usahanya. Hal ini dapat disimpulkan bahwa perlu adanya kerjasama yang lebih baik antara pemerintah kelurahan, pendamping halal dan pelaku usaha Abstrack Business legality is currently a must for business actors. Especially now that it is facilitated by the government to manage NIB through OSS and Free Halal certificates (Sehati) through SI Halal. The Government's target in this case is the task of BPJPH (Halal Product Assurance Organizing Agency) to provide free halal certificate facilities for one million business actors until October 17, 2024.That's why it is the moral responsibility of the writer's bag as well as a halal leader to socialize and assist business actors in legalizing their business licenses. The main target is business actors located in Tinalan Village, Kediri City Islamic Boarding School District. The first step of socializing to village officials and their staffs is expected to be conveyed to business actors in their respective RT areas. From the results of socialization in District Office only residents from RW 07 whose business actors are interested in legalizing their products to have NIB permits and halal certification are only 21 business actors, of which 17 business actors take care of NIB and Halal, while 4 people take care of NIB only. h good between the village government, halal companions and business actors. This is possible for other business actors to already have a business license or it is possible because of lack of awareness from residents as business actors to register their business. It can be concluded that there needs to be better cooperation between the village government, halal assistants and business actors
ORIENTASI PEMBERDAYAAN EKONOMI KELUARGA AKSEPTOR DI KAMPUNG KB KABUPATEN KEDIRI Trimintarsih, Titin; Utami Hanggondosari, Sri; Hariono, Jefri
Dharma Wiyata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2023): Dhama Wiyata
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pawyatan Daha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Keluarga Berkualitas (KB) adalah setingkat kelurahan dimana terdapat integrasi dan konvergensi penyelenggaraan, pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga dalam seluruh dimensinya guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, keluarga dan masyarakat.      Tercatat Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) kabupaten Kediri telah menetapkan 82 desa di 26 Kecamatan Kabupaten Kediri sebagai Kampung KB.  Sampel pada pengabdian Masyarakat ini adalah sebanyak 40 orang kader dari 5 desa mengikuti Orientasi Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Akseptor. Pada saat orientasi pemberdayaan ekonomi terdapat 4 kelompok yang masing-masing kelompok diikuti oleh 8 orang kader yang mewakili masing-masing desanya. Faktor pendukung adalah dana akan diambilkan dari dana APBD sehingga diharapkan perekonomian warga Kampung KB bisa terangkat dan dengan adanya gizi yang baik bisa mencegah stunting. Adapun faktor penghambat dari pelatihan ini adalah keterbatasan waktu pelatihan, dimana pelatihan harus selesai dalam waktu sehari yang telah ditentukan, dengan peserta yang cukup banyak   Karena itu pelatihan dirasa belum efektif dan dikawatirkan masih banyak yang belum memahami sehingga setelah pelatihan belum bisa menghasilkan karya sendiri apalagi harus ditugasi membagi ilmu kepada warga masyarakat yang lain.
PELATIHAN PENGEMASAN, LABEL DAN LAPORAN KEUANGAN PADA USAHA SAMBAL PECEL RANS KHAS KEDIRI Trimintarsih, Titin; Andriani, Desi Gita; Hariono, Jefri
Dharma Wiyata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): Dharma Wiyata
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pawyatan Daha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sambal pecel merupakan salah satu makanan khas Indonsesia yang berbahan dari kacang tanah yang yang  diberi tambahan bumbu. Salah satu dari pelaku usaha sambal pecel adalah RANS yang terdapat di kota Kediri. Namun dalam menjalankan usahanya selama ini terdapat dua aspek permasalahan yaitu aspek produksi dan manajemen. Aspek produksi meliputi tempat proses produksi masih belum higiens, juga proses pengemasan  sambal pecel yang masih menggunakan plastik tipis sehingga minyak dari sambal kacang bisa bocor dan  proses pengemasan dimasukkan dengan tangan telanjang tanpa sarung tangan atau sendok . Kemudian pada aspek manajemen yaitu manajemen pemasaran masih belum menggunakan label yang menarik yang mencantumkan legalitas produksi. Untuk manajemen keuangan sambal pecel RANS belum melakukan pencatatan keuangan dengan baik sehingga tidak mempunyai laporan keuangan usaha selama ini. Tujuan dari kegiatan ini yaitu menerapkan manajemen produksi meningkatkan higienisitas saat produksi dan pengemasan  dengan yang baik dan meningkatkan pemasaran melalui perbaikan kemasan, perbaikan label produksi menarik konsumen., serta memberikan pelatihan keuangan agar diketahui arus kas masuk dan keluar. Hasil dari kegiatan yaitu mitra telah mampu melakukan pengemasan dengan higienis dari sebelumnya, memiliki label dan kemasan yang lebih menarik , sudah menerapkan laporan keuangan dengan benar.
Efek Mediasi E-Wom, Dalam Hubungan Variabel Paid Promote, Content Marketing, Dan Keputusan Pembelian (Studi Kasus Akun Instagram @kedirikulinerku) Zakaria, Nizar; MZ, M. Zainudin; Trimintarsih, Titin; Yunus, Muhammad
REVITALISASI : Jurnal Ilmu Manajemen Vol 14 No 2 (2025): REVITALISASI : Jurnal Ilmu Manajemen
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/revitalisasi.v14i2.8057

Abstract

Abstract Pemasaran merupakan serangkaian tindakan yang dilakukan oleh suatu organisasi atau individu untuk mempromosikan, menjual, dan mendistribusikan barang dan jasa kepada pelanggan atau konsumen. Sementara itu, Assauri (2009) mengartikan pemasaran sebagai suatu kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan serta keinginan melalui suatu proses pertukaran. Menurut Tjiptono dkk. (2020), pemasaran adalah proses menciptakan, mempromosikan, mendistribusikan, dan menentukan harga barang dan jasa. (Kotler, Philip & Keller, 2016) mengartikan bauran pemasaran terdiri dari sekumpulan variabel yang dapat dikendalikan dan dapat digunakan oleh perusahaan untuk mencapai tingkat penjualan yang diinginkan di pasar sasaran. Bauran pemasaran dikelompokkan menjadi 4P (Product, Place, Price, Promotion). Dalam menentukan keputusan pembelian, konsumen seringkali melihat hasil penilaian orang lain melalui Google review, atau yang biasa disebut E-WOM. Teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dengan 16 indikator pertanyaan. Skala pengukuran dalam penelitian ini menggunakan skala Likert 1-5. Teknik analisis data menggunakan pendekatan Structural Equation Model (SEM) PLS (Partial Least Square) dengan bantuan aplikasi Smart PLS 3.0. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa digitalisasi penggunaan Instagram oleh pelaku usaha kuliner di Kota dan Kabupaten Kediri cukup efektif. Instagram, yang dimediasi oleh electronic word of mouth (e-WOM), berperan sebagai fasilitator dalam pengambilan keputusan konsumen.