Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Mengeksplorasi Pengaruh Lingkungan Belajar Luar Ruangan terhadap Keterlibatan Siswa dalam Penulisan Puisi: Studi Kasus di Lingkungan Pantai khoiri, m; Kusyairi, Kusyairi; Hasan, Syauki
CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Vol. 1 No. 5 (2024): CENDEKIA : Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah, Mei 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/mmzt4k80

Abstract

Evaluasi aktivitas dan kinerja siswa adalah hal yang paling penting. Memahami dampak berbagai metode pengajaran terhadap keterlibatan dan hasil siswa merupakan bidang minat utama bagi para pendidik dan peneliti. Peneliti melakukan studi observasional secara komprehensif. Observasi terfokus pada tiga aspek utama: bertanya, mengemukakan pendapat, dan penyelesaian tugas. Aspek-aspek ini dievaluasi dengan menggunakan skala penilaian yang ditetapkan mulai dari “sangat baik” hingga “tidak baik”. Skor aktivitas kelompok secara keseluruhan dihitung berdasarkan pengamatan ini, sehingga memberikan pandangan menyeluruh tentang partisipasi siswa. Hasil studi observasional menyoroti berbagai tingkat keterlibatan siswa dalam aktivitas yang berbeda. Meskipun siswa menunjukkan kinerja yang memuaskan dalam bertanya dan menyelesaikan tugas, masih ada ruang untuk perbaikan dalam mengungkapkan pendapat. Penggunaan lingkungan luar ruangan untuk kegiatan menulis puisi tampaknya berdampak positif terhadap keterlibatan dan kinerja siswa. Kesimpulannya, temuan ini menyoroti pentingnya pendekatan pengajaran yang beragam dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan hasil pembelajaran. Dengan memanfaatkan metode inovatif seperti pengalaman belajar di luar ruangan, pendidik dapat meningkatkan partisipasi siswa dan menumbuhkan lingkungan belajar yang lebih dinamis.
Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Siswa Kelas XI IPA 3 SMA Negeri 4 Pamekasan Kusyairi, Kusyairi; Khoiri, M.; Sahrullah, Sahrullah
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 5, No 2 (2023): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v5i2.3251

Abstract

Keberhasilan pembelajaran Bahasa Indonesia salah satunya ditentukan oleh model pembelajaran yang digunakan guru. Dalam hal ini model yang dipilih adalah model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar, respon, dan peningkatan prestasi belajar siswa kelas XI IPA 3 SMAN 4  Pamekasan pada pelajaran bahasa Indonesia pokok bahasan membaca pemahaman dengan menggunakan model pembelajaran CIRC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penggunaan model pembelajaran CIRC mencakup pembentukan kelompok secara heterogen, pemberian biografi tokoh, dilanjutkan dengan siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok serta menanggapinya, mempresentasikan hasil kerja kelompok, terakhir guru membuat kesimpulan dari keseluruhan kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penggunaan model CIRC dapat meningkatkan aktivitas belajar dari 37 siswa (siklus I) menjadi 43 siswa (siklus II), (2) respon siswa terhadap model pembelajaran CIRC mengalami peningkatan yaitu 12 siswa menjadi 26 siswa menjawab ya, dan (3) hasil tes belajar siswa juga meningkat dari 61,5 % (siklus I) menjadi 75,3 (siklus II).
Retorika Polisi Lalu Lintas di Kota Sampang Kusyairi, Kusyairi; Budiman, Hendry; Hayati, Nur
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 2, No 2 (2020): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v2i2.3127

Abstract

Penggunaan retorika terjadi pada Polisi Lalu Lintas dalam melaksanakan tugas memanfaatkan retorika untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya kesadaran berlalu lintas yang baik. Penelitian ini merupakan suatu upaya untuk mendeskripsikan retorika Polisi Lalu Lintas di Kota Sampang dalam menyusun kata-kata yang efektif dalam bertutur dan mendeskripsikan cara Polisi Lalu Lintas di Kota Sampang dalam menyampaikan gagasan sebagai usaha efektif dalam bertutur. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif ekplanatif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, susunan kata yang disampaikan Polantas Sampang saat melakukan operasi lalu lintas sudah menggunakan kata yang tepat dan efektif. Hal ini ditujukkan  dengan cara Polantas Sampang menyapa pengendara yang melanggar lalu lintas menggunakan  pertanyaan yang sopan dan tegas. Tuturannya memberi tahu pelanggaran, menindak, serta mendakwa para pelanggar lalu lintas. Selain itu, Polantas di Kota Sampang menyampaikan gagasan secara efektif kepada pengendara dengan tepat. Mereka menasehati dengan cara memberi arahan, memberi petunjuk yang sesuai dengan apa yang dilanggar supaya masyarakat paham apa yang disampaikan oleh aparat kepolisian.
Ragam Bahasa Gaul Pada Media Sosial: Analisis Sosiolinguistik Terhadap Identitas Generasi Z Linarsih, Yanti; Kusyairi, Kusyairi; Khoiri, Khoiri
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.11987

Abstract

Social media has become the main arena of communication for Generation Z, who are widely recognised as digital natives. A prominent linguistic phenomenon in their interaction is the use of slang, which is creative, dynamic, and rich in social meaning. This study aims to describe the forms of slang used on social media, analyse its social functions, and reveal its relation to the identity of Generation Z. The research employed a descriptive qualitative method with a sociolinguistic approach. Data were collected from posts, comments, and interactions of Generation Z on TikTok, Instagram, and Twitter/X through documentation, online observation, and note-taking. The analysis was carried out through identification, classification, and interpretation of social meaning. The findings indicate that slang encompasses new vocabulary, abbreviations, acronyms, code-mixing, and digital non-verbal symbols. Its social functions include strengthening solidarity, creating humour, delivering criticism, and asserting group identity. This study concludes that slang represents the identity of Generation Z and constitutes part of the dynamic development of the Indonesian language in the digital era.