Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

MODEL SPASIAL PERUBAHAN LAHAN SAWAH UNTUK MENDUKUNG KEBIJAKAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN (LP2B) DI KABUPATEN SELUMA M, Mujiono; Fitria, Indah
AGRITROP Vol 17, No 1 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.176 KB) | DOI: 10.32528/agritrop.v17i1.2193

Abstract

Penelitian dilakukan untuk : (1) membuat model spasial perubahan lahan sawah di kabupaten Seluma antara tahun 2000 - 2010, 2010 - 2019, dan 2000 – 2019, (2) membuat model spasial prediksi perubahan lahan sawah kabupaten Seluma tahun 2032. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif serta analisis menggunakan ArcGIS 10. 2, Envi 5. 1 dan IDRISI Selva 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak tahun 2000 – 2010 sawah berkurang seluas 765 ha sedangkan perkebunan dan lahan terbangun justru bertambah, masing-masing menjadi 15.871 ha dan 537 hektar. Kemudian, periode 2010 hingga 2019 perubahan lahan sawah menjadi penggunaan lainnya meningkat 100 persen (1.645 hektar). Sedangkan perkebunan bertambah sekitar 35 persen atau 5.609 hektar. Jadi, dalam kurun waktu 19 tahun kabupaten Seluma telah kehilangan 2.410 ha sawah, sementara di saat yang sama perkebunan mengalami peningkatan luas lahan sebesar 21.479 hektar. Perubahan banyak terjadi di bagian Selatan, sebab wilayah ini memiliki karakteristik fisik lereng 0 – 2 % atau terkategori datar sehingga mudah dibudidayakan. Hasil model spasial prediksi perubahan lahan sawah antara tahun 2019 hingga 2032 menunjukkan adanya penambahan lahan sawah seluas 557 hektar. Namun lahan perkebunan justru berkurang cukup signifikan yakni seluas 4.156 ha, sedangkan lahan terbuka justru bertambah 3.274 hektar.
Spatial Distribution of Agricultural Sector Key to Bengkulu Province's Economic Mujiono Mujiono; Rinto Noviantoro; Eko Sumartono; Ana Nurmalia
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.2.1.54-62

Abstract

Input Output (I-O) analysis is an analysis commonly used to analyze and find out the leading sectors in region. However, I-O analysis alone cannot say where the sector / industry base is located spatially and its distribution. Location Quotient (LQ) analysis is conducted to answer this question. The result of the combination of the two shows that the agricultural sector is still the leading sector for the economy of Bengkulu Province. While the agricultural base is found in five districts, including; Lebong Regency, Kepahiang Regency, Kaur Regency, Seluma Regency, and Muko-muko Regency. Overall, the agricultural sector in Bengkulu Province is still a key economic sector, so the development of the agricultural sector as a whole has the potential to have a big effect on the economy of Bengkulu Province itself.
MODEL SPASIAL PERUBAHAN LAHAN SAWAH UNTUK MENDUKUNG KEBIJAKAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN (LP2B) DI KABUPATEN SELUMA Mujiono M; Indah Fitria
AGRITROP Vol 17, No 1 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v17i1.2193

Abstract

Penelitian dilakukan untuk : (1) membuat model spasial perubahan lahan sawah di kabupaten Seluma antara tahun 2000 - 2010, 2010 - 2019, dan 2000 – 2019, (2) membuat model spasial prediksi perubahan lahan sawah kabupaten Seluma tahun 2032. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif serta analisis menggunakan ArcGIS 10. 2, Envi 5. 1 dan IDRISI Selva 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak tahun 2000 – 2010 sawah berkurang seluas 765 ha sedangkan perkebunan dan lahan terbangun justru bertambah, masing-masing menjadi 15.871 ha dan 537 hektar. Kemudian, periode 2010 hingga 2019 perubahan lahan sawah menjadi penggunaan lainnya meningkat 100 persen (1.645 hektar). Sedangkan perkebunan bertambah sekitar 35 persen atau 5.609 hektar. Jadi, dalam kurun waktu 19 tahun kabupaten Seluma telah kehilangan 2.410 ha sawah, sementara di saat yang sama perkebunan mengalami peningkatan luas lahan sebesar 21.479 hektar. Perubahan banyak terjadi di bagian Selatan, sebab wilayah ini memiliki karakteristik fisik lereng 0 – 2 % atau terkategori datar sehingga mudah dibudidayakan. Hasil model spasial prediksi perubahan lahan sawah antara tahun 2019 hingga 2032 menunjukkan adanya penambahan lahan sawah seluas 557 hektar. Namun lahan perkebunan justru berkurang cukup signifikan yakni seluas 4.156 ha, sedangkan lahan terbuka justru bertambah 3.274 hektar.
Teknologi Pengolahan Produk Pangan Berbasis Hasil Samping Kelapa Sawit Dan Pengelolaan Sampah Organik Di Desa Lawang Agung Hesti Nur'aini; Eko Sumartono; Andwini Prasetya; Mujiono Mujiono; Ana Nurmalia
Jurnal PADAMU NEGERI (Pengabdian pada Masyarakat Bidang Eksakta) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3142.499 KB) | DOI: 10.37638/padamunegeri.v3i1.445

Abstract

Desa Lawang Agung adalah salah satu desa yang terletak di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu. Desa ini memiliki potensi sumber daya yang baik, diantaranya di bidang perkebunan kelapa sawit. Salah satu permasalahan lingkungan yang dialami oleh Desa Lawang Agung adalah belum adanya sistem pengelolaan sampah yang baik. Telah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam pemanfaatan hasil samping kelapa sawit berupa jamur sawit menjadi produk pangan bernilai tinggi dan pengelolaan sampah rumah tangga menjadi pupuk organik dan eco enzyme yang memiliki manfaat serta nilai ekonomi yang tinggi. Kegiatan dilakukan dengan metode sosialisasi, penyuluhan, pelatihan dan praktik langsung di lapangan. Hasil kegiatan pelatihan teknologi pengolahan jamur menjadi dimsum, yang diikuti oleh pelatihan manajemen operasional dan pelatihan digital marketing dapat menjadi stimulan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Desa Lawang Agung. Hasil penyuluhan serta pelatihan instalasi dan teknologi pengolahan sampah menjadi organik dan eco enzyme dapat dimanfaatkan sebagai sebagai pupuk, karbol, pembersih alami, sabun cair alami, penjernih udara alami, penjernih air alami, hand sanitizer alami dan pestisida alami.
KESESUAIAN LAHAN DAN PRODUKTIVITAS UBI CILEMBU SEBAGAI KOMODITAS UNGGULAN DI KABUPATEN SUMEDANG Mujiono Mujiono; Kurniawati Sugiyo
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 44, No 3 (2019)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v44i3.2129

Abstract

This study aimed to determine the suitability of Cilembu sweet potato land. Land suitability assessment in this study was carried out by a method of matching between crop productivity and land characteristics as parameters with land suitability class criteria that have been prepared based on usage requirements or growing requirements of plants or other commodities evaluated. The results showed that 33% of the area in Sumedang district was physically very suitable for planting Cilembu sweet potato which covers the area of origin of Cilembu sweet potato as well as the surrounding area and areas in the north of the district. High yam productivity is found in the west of the district, including the area of origin of Cilembu sweet potatoes and their surroundings. The relationship of land suitability between Cilembu yam and productivity of Cilembu yam is shown by the alignment areas that are in harmony, (-), not suitable (+) and not suitable. The alignment areas that need attention are the aligned (-) and non-aligned (+) regions.
LEGALITAS USAHA DAN DESAIN PROMOSI YOSI’S CAKE & KITCHEN Mujiono Mujiono; Andwini Prasetya
Abdimas Galuh Vol 4, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v4i2.8535

Abstract

Wirausaha merupakan upaya untuk mengakselerasi pembangunan ekonomi di pedesaan. Tentunya sesuai dengan potensi daerah dan melibatkan pemuda di dalamnya. Salah satu pemuda yang cukup sukses menjalankan usaha adalah Yosi Oktantia Sarah. Pemuda 28 tahun tersebut telah menjalankan usahanya sejak tahun 2018 di desa Kampung Bogor Kabupaten Kepahiang menggunakan brand Yosi’s Cake & Kitchen. Produk yang dipasarkan beraneka ragam dan kekinian, seperti kue ulang tahun, kue pengantin, Bucket, tumpeng, sambel cumi-pete “seuhah” dan aneka makanan lainnya. Namun hingga saat ini usaha skala rumah tangga tersebut belum memiliki legalitas usaha dari pemerintah daerah. Desain promosi di media sosial juga masih terbilang cukup sederhana. Padahal, di zaman digital desain membuat promosi menjadi lebih menarik. Pada kesempatan Program Kemitraan Masyarakat Stimulus kali ini, pengabdi melakukan pendekatan partisipatif bersama mitra untuk berupaya; 1) meningkatkan legalitas usaha dari Surat Keterangan menjadi Nomor Induk Berusaha dan Sertifikat Produk Industri Rumah Tangga, 2) mendesain promosi menggunakan aplikasi berbasis website, yaitu Postermywall. Dari dua pokok kegiatan tersebut diharapkan Yosi’s Cake & Kitchen lebih percaya diri dalam menjalankan usaha serta terampil dalam mengkomunikasikan produknya.
Cluster Analysis of The Potential Palawija Plants in Central Java Province Mujiono Mujiono; Eko Sumartono
Jurnal Social Economic of Agriculture Vol 11, No 2 (2022): December
Publisher : Agribusiness Department, Agriculture Faculty, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j.sea.v11i2.57432

Abstract

This study aims to research the potential of secondary crops in Central Java exploitation cluster analysis (non-hierarchical) and maping employing a geographic information system. processing was allotted using SPSS 15.0 and Arcgis 10. 2. The results showed that Sukoharjo, Kudus, Demak, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Brebes, Magelang town, Surakarta City, Salatiga City, city City, Pekalongan City, Tegal City had low potential (cluster 3), whereas Cilacap, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Boyolali, Wonogiri, Grobogan, Blora, Rembang, Temanggung, High Potential are classified as medium. The regions with high potential for secondary crops are Banyumas, Purbalingga, Magelang, Klaten, Karanganyar, Sragen, Pati, Semarang, Kendal, and Batang.
Analisis Tingkat Partisipasi dan Persepsi Anggota Afinitas (Kelompok Dahlia Sejahtera) Terhadap Program Desa Mandiri Pangan Nuzula Nuzula; Ana Nurmalia; Mujiono Mujiono
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : UNIVED Press, Dehasen University Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.136 KB) | DOI: 10.37676/agritepa.v5i1.724

Abstract

Penelitian untuk menganalisis tingkat partisipasi dan persepsi anggota kelompok afinitas (dahlia sejahtera) terhadap Program Desa Mandiri Pangan di Desa Padang Serai, Kabupaten Kampung Melayu, Kota Bengkulu. Penelitian ini dilakukan secara sengaja. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan petani yang digunakan sebagai responden dengan menggunakan kuesioner (kuesioner) dan dianalisis secara deskriptif menggunakan tabulasi dan deskripsi verbal. Sampel dalam penelitian ini ditentukan oleh 32 responden, yaitu semua anggota kelompok afinitas yang ditemukan di Desa Padang Serai, Kabupaten Kampung Melayu. Tingkat partisipasi dalam Program Desa Mandiri Pangan memiliki rata-rata 28,13 yang berarti dalam kategori sedang dan untuk tingkat persepsi responden rata-rata 33,06. Kondisi ini menunjukkan bahwa anggota kelompok afinitas (dahlia makmur) memiliki persepsi yang tinggi atau baik terhadap Program Desa Mandiri Pangan (DMP) di Desa Padang Serai, Kabupaten Kampung Melayu, Kota Bengkulu. Kata Kunci : Tingkat Partisipasi, Persepsi, Program Desa Mandiri Pangan
PENDAPATAN DAN STRATEGI PEMASARAN PETANI MELON DI KABUPATEN SELUMA Wahyudi Wahyudi; Evi Andriani; Ana Nurmelia; Mujiono Mujiono
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : UNIVED Press, Dehasen University Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/agritepa.v7i1.999

Abstract

This study aims to determine the income and marketing strategies of melon farmers in Seluma Regency. The study was conducted in July 2019. The population in this study amounted to 20 melon farmers. The type of data used in this study are primary data and secondary data. Data analysis methods used in this study are quantitative analysis and qualitative analysis. Quantitative analysis is used to calculate the level of income of melon cultivation with the calculation of farm income analysis. Meanwhile, qualitative analysis is used to determine the development strategy of melon cultivation using SWOT analysis. From this research, the average income of melon farmers in Seluma District was Rp 9,835,112,500 with an income of Rp 13,527,800,000 and expenditure costs of Rp 3,692,687,500. The strategy used in improving the marketing of melons is to sell melons with various processed variants of melons, marketing melons can be done with a partnership system, creating special transportation facilities in the process of melon distribution and increasing sales by adding product innovation Keywords : Melon, Revenue, Marketing strategy
Pengolahan Tulang Ikan Selengek Menjadi Kaldu Bubuk Sebagai Produk Pangan Berdaya Saing Kawasan Kota Tuo Bengkulu Revi Yuliana; weny Listiana; Hadiwia Kusuma; Mujiono Mujiono; Diah Azhari
Jurnal Dehasen Untuk Negeri Vol 2 No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jdun.v2i2.4553

Abstract

Fish bone is a residual form of fish processing which has not been utilized much and has high potential to be developed as a value-added product. In the Tuo Bengkulu City area, fish are a source of income for the local community, but this potential has not been maximized due to a lack of knowledge and skills in processing fish bones. One of the types of fish in question is the selengek fish or also known as the selengek fish. The meat from the selengek fish can be used as a raw material for making dim sum, dumplings, nuggets and meatballs. Meanwhile, the bones can be processed into powdered broth or food seasoning ingredients. In order for meat and bones to be made into products that have added value, it is necessary to innovate and create products made from selengek fish. In addition, in order for the product to become a new business opportunity, it is necessary to carry out a business feasibility calculation that is used to measure the chances of success for a business in the future. We carried out the activity we meant with the management of the Kelompok Pemanfaatan dan Pemeliharaan (KPP) Kota Tuo.