Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

STRATEGI GURU DALAM MENANGANI ANAK DENGAN KECENDERUNGAN HIPERAKTIF Elis Mulyawati; Fanny Rizkiyani; Anita Kresnawaty
EduChild: Majalah Ilmiah Pendidikan Vol 5, No 1 (2021): EDUCHILD MEI 2021
Publisher : Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan sebuat studi kualitatif yang bertujuan untuk mengekplorasi karakteristik anak dengan kecenderungan hiperaktif, strategi, dan kendala yang dihadapi guru dalam membantu anak-anak tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak dengan kecenderungan hiperaktif memiliki karakteristik sulit berkonsentrasi dan duduk diam, mudah bosan dan teralihkan perhatiannya, dan memiliki kecenderungan mengganggu anak lain. Beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk membantu anak-anak tersebut adalah penataan tempat duduk yang sesuai, teguran yang proporsional, kontrak belajar, dan pengawasan perilaku secara terus menerus. Kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan strategi-strategi tersebut adalah keterbatasan kompetensi guru dalam membantu anak dengan kecenderungan hiperaktif, keterbatasan pilihan media pembelajaran, dan tidak tersedianya guru pendamping. Hasil ini menunjukkan pentingnya kompetensi guru dalam membantu anak dengan kecenderungan hiperaktif atau anak berkebutuhan khusus secara umum, kompetensi guru dalam mengembangkan media pembelajaran, dan ketersediaan guru pendamping.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN INKLUSI PADA ANAK USIA DINI anita kresnawaty; Rina Heliawati
EduChild: Majalah Ilmiah Pendidikan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) perlu dilaksanakan sejak dini, karena masa usia dini adalah masa dimana proses pertumbuhan dan perkembangan dalam berbagai aspek sedang mengalami masa yang pesat dalam rentang perkembangan hidup manusia. Melalui pendidikan inklusif, anak yang mempunyai hambatan, belajar bersama dengan anak pada umumnya dengan tujuan mengoptimalkan seluruh aspek perkembangan anak. Masalahnya tidak semua sekolah dapat menyelenggarakan pelayanan pendidikan terhadap ABK sesuai standar. Penelitian ini di fokuskan pada manajemen pembelajaran anak usia dini berkebutuhan khusus di Pendidikan Anak Usia Dini dilaksanakan. Tujuan penelitian diarahkan pada manajemen pembelajaran di PAUD bagi ABK oleh Kepala sekolah dan guru. Manfaat penelitian ini diharapkan Menambah khasanah ilmu manajemen pendidikan, khususnya dalam Manajemen Pembelajaran pendidikan inklusif  Pada Anak Usia Dini, Memberi masukan kepada guru dalam upaya mengimplememtasikan manajemen pembelajaran Pendidikan inklusif pada Anak Usia Dini. Prosedur penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Tekhnik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, studi dokumentasi; data diuji dengan menggunakan metode trianggulasi sumber dan ketekunan pengamatan untuk mengetahui keabsahan data. Temuan penelitian ini yaitu: (1) Sekolah merumuskan perencanaan pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus, tetapi karena polanya terintegrasi dengan kurikulum anak pada umumnya maka rumusannya mengacu pada pembelajaran pada umumnya. (2) Orang tua yang menutupi hambatan yang di miliki anak, bahkan orangtua tidak mau menerima bahwa anaknya memiliki kebutuhan khusus. (3) Tidak sejalannya pola bimbingan anak berkebutuhan khusus di sekolah dengan di rumah. Dari hasil penelitian ini disarankan,(1) Kepemimpinan kepala sekolah mempunyai peran penting dalam mewujudkan sekolah inklusi, terutama bagaimana mengembangkan budaya organisasi yang inklusif, mendorong kinerja guru lebih tinggi dalam mengembangkan kurikulum anak berkebutuhan khusus, memotivasi guru, melakukan kerjasama dengan berbagai pihak (orangtua, para ahli, dan stakeholder lainnya). Kepala sekolah perlu merumuskan peraturan sekolah tentang standar operasional prosedur untuk mendorong masyarakat sekolah dengan orang tua murid guna meningkatkan kerjasama yang lebih kondusif bagi sekolah inklusi. (2) Anak adalah titipan dari Allah SWT, tidak ada anak yang lahir ke dunia tanpa dibekali potensi, di balik keterbatasan, pasti tersimpan kelebihan yang tersembunyi. Untuk itu perlu dorongan dari orangtua dalam mengoptimalkan segala aspek perkembangan anak berkebutuhan sejak dini.
Institutional Management Planning In Improving The Quality Of Paud In Kindergarten Naurahhuda Karawang Anita Kresnawaty; Iim Wasliman; Hanafiah; Faiz Karim Fatkhullah
International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) Vol 1 No 4 (2022): IJHESS-FEBRUARY 2022
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.489 KB) | DOI: 10.55227/ijhess.v1i4.119

Abstract

Abstract Early childhood education (PAUD) is a strong foundation in preparing the nation's next generation to continue education at the next level. Early childhood is the basic human foundation in placing important stimulations that can jump-start children's growth and development functions including cognitive development, language, physical motor, social emotional, religious and moral development as well as art development. This study aims to determine the planning in the management of Early Childhood Education. The research method used is descriptive qualitative with literacy studies and involves research subjects, namely at Naurahhuda Kindergarten, Karawang. The conclusion in this study is that the management of Early Childhood Education requires clear planning for the management of PAUD and managers must understand management standards for the management of directed and better Early Childhood Education. Understand the principles of management and the main tasks of the functions of each stakeholder involved in it
Persepsi Pembelajaran Membaca Kritis Cerita Anak Melalui Blended Learning Sebagai Implementasi Kebijakan MBKM Zubaedah Wiji Lestari; N Yeffa Afnita Apriliyani; Ahmad Salmun; Anita Kresnawaty
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i2.11621

Abstract

The Critical Reading Learning Perceptions Using Children Story Through Blended Learning As An Implementation of MBKM ABSTRAKPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran membaca kritis dengan bahan ajar cerita anak melalui blended learning, dan mengevaluasi persepsi mahasiswa dan stakeholder terhadap pembelajaran membaca kritis cerita anak melalui blended learning sebagai   implementasi   kebijakan MBKM di Perguruan Tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode survey. Partisipan adalah 88 mahasiswa semester tiga dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Instrumen yang digunakan adalah ceklist observasi, kuesioner dengan pertanyaan tertutup dan terbuka melalui google form. Analisis dari implementasi membaca kritis bahan ajar yang diberikan dengan blended learning menunjukkan bahwa selama pembelajaran mahasiswa memperoleh pengetahuan baru mengenai cara meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui cerita anak. Dari kuesioner yang diberikan diperoleh informasi bahwa mahasiswa dan stakeholder memberikan respon yang positif dan memberikan opini bahwa membaca kritis dapat dilakukan pada bidang ilmu lain dan dianggap mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dan selanjutnya dapat diimplementasikan saat mengajar membaca pada anak usia dini.Kata kunci: membaca kritis, cerita anak, blended learningABSTRACTThe research is conducted to analyze the implementation of critical reading learning using children story through blended learning and to evaluate stakeholders and students towards critical reading learning through blended learning using children story as the implementation of MBKM in Higher Education. The research uses qualitative approach with survey design. The participants are 88 students from 2 studies program, those are English Education study program and Indonesian Education Study Program. The instruments to collect the data are observation checklist and questionnaire (open-ended and closed-ended) through google-form. The implementation analysis of critical reading of teaching materials provided with blended learning shows that during learning students gain new knowledge about how to improve critical thinking skills through children’s stories. From questionnaire given, information was obtained that students and stakeholders gave positive responses and gave opinions that critical reading can be done in other fields of science, and is considered capable of improving students’ critical thinking skills and can then be implemented when teaching reading to early childhood.Keyword: Critical Reading, Children Story, blended learning
Penerapan Balanced Scorecard dalam Evaluasi Kinerja Sekolah Menengah: Kajian Kualitatif di SMAN 1 Parungkuda Kresnawaty, Anita; Sunarsah, Eli; Budiman, Isep; Sriyanti, Ika
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 3 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i3.1633

Abstract

This study aims to analyze the application of Balanced Scorecard (BSC) in improving school performance at SMAN 1 Parungkuda. The method used is qualitative with a literature study approach and field observation through interviews and descriptive questionnaires. The results show that the application of BSC provides a comprehensive framework to evaluate and formulate performance improvement strategies through four perspectives: financial, customer, internal process, and learning and growth. This study confirms the importance of integrating BSC into the school management system to achieve continuous improvement.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Balanced Scorecard (BSC) dalam meningkatkan kinerja sekolah di SMAN 1 Parungkuda. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan observasi lapangan melalui wawancara serta kuesioner deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa penerapan BSC memberikan kerangka kerja yang komprehensif untuk mengevaluasi dan merumuskan strategi perbaikan kinerja melalui empat perspektif: keuangan, pelanggan, proses internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Studi ini menegaskan pentingnya pengintegrasian BSC ke dalam sistem manajemen sekolah untuk mencapai peningkatan berkelanjutan.
Evaluasi Kinerja Satuan Paud: Perspektif Balanced Scorecard Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan di TK Sabili Bandung Kresnawaty, Anita; Solikhah, Solikhah; Hendarty, Tety; Warman, Warman; Datau, Sjahriani
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i3.1494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di TK Sabili Bandung dengan menggunakan pendekatan Balanced Scorecard (BSC) sebagai alat ukur kinerja yang komprehensif. BSC digunakan untuk menilai kinerja berdasarkan empat perspektif utama, yaitu perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, dan pembelajaran serta pertumbuhan. Melalui evaluasi ini, diharapkan dapat mengidentifikasi area-area yang perlu diperbaiki guna meningkatkan mutu pendidikan di TK Sabili. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan BSC mampu memberikan gambaran menyeluruh tentang kinerja PAUD, sekaligus menjadi dasar strategis dalam perencanaan peningkatan mutu layanan pendidikan. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengelola TK Sabili dalam mengoptimalkan kinerja dan mewujudkan visi misi pendidikan berkualitas bagi anak usia dini.
PENGELOLAAN SAMPAH DARI RUMAH DEMI DESA YANG RAMAH PROGRAM KULIAH KERJA NYATA (KKN) DESA BABAKAN PEUTEUY Kresnawaty, Anita; Lutfiah, Isma; Inayah Nata Buwana, Yasmin; Abdul Fadzar, Teguh; Anjelita, Wina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 9 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i9.3648-3656

Abstract

Pengelolaan sampah menjadi salah satu permasalahan krusial yang dihadapi oleh masyarakat pedesaan, termasuk di Desa Babakan Peuteuy, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Permasalahan yang teridentifikasi adalah belum adanya sistem pengelolaan sampah rumah tangga, serta tidak tersedianya Tempat Penampungan Sementara (TPS) seperti bank sampah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah tangga, serta memberikan edukasi terkait strategi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara, penyuluhan, diskusi kelompok, serta praktik langsung pengelolaan sampah. Hasil dari kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman warga, terbentuknya kebiasaan memilah sampah, dan inisiatif untuk mengembangkan program berkelanjutan seperti bank sampah. Program ini memberikan kontribusi positif dalam membangun budaya lingkungan bersih dan sehat di desa serta menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah lain.
Persepsi Pembelajaran Membaca Kritis Cerita Anak Melalui Blended Learning Sebagai Implementasi Kebijakan MBKM Lestari, Zubaedah Wiji; Apriliyani, N Yeffa Afnita; Salmun, Ahmad; Kresnawaty, Anita
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i2.11621

Abstract

The Critical Reading Learning Perceptions Using Children Story Through Blended Learning As An Implementation of MBKM ABSTRAKPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran membaca kritis dengan bahan ajar cerita anak melalui blended learning, dan mengevaluasi persepsi mahasiswa dan stakeholder terhadap pembelajaran membaca kritis cerita anak melalui blended learning sebagai   implementasi   kebijakan MBKM di Perguruan Tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode survey. Partisipan adalah 88 mahasiswa semester tiga dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Instrumen yang digunakan adalah ceklist observasi, kuesioner dengan pertanyaan tertutup dan terbuka melalui google form. Analisis dari implementasi membaca kritis bahan ajar yang diberikan dengan blended learning menunjukkan bahwa selama pembelajaran mahasiswa memperoleh pengetahuan baru mengenai cara meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui cerita anak. Dari kuesioner yang diberikan diperoleh informasi bahwa mahasiswa dan stakeholder memberikan respon yang positif dan memberikan opini bahwa membaca kritis dapat dilakukan pada bidang ilmu lain dan dianggap mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dan selanjutnya dapat diimplementasikan saat mengajar membaca pada anak usia dini.Kata kunci: membaca kritis, cerita anak, blended learningABSTRACTThe research is conducted to analyze the implementation of critical reading learning using children story through blended learning and to evaluate stakeholders and students towards critical reading learning through blended learning using children story as the implementation of MBKM in Higher Education. The research uses qualitative approach with survey design. The participants are 88 students from 2 studies program, those are English Education study program and Indonesian Education Study Program. The instruments to collect the data are observation checklist and questionnaire (open-ended and closed-ended) through google-form. The implementation analysis of critical reading of teaching materials provided with blended learning shows that during learning students gain new knowledge about how to improve critical thinking skills through children’s stories. From questionnaire given, information was obtained that students and stakeholders gave positive responses and gave opinions that critical reading can be done in other fields of science, and is considered capable of improving students’ critical thinking skills and can then be implemented when teaching reading to early childhood.Keyword: Critical Reading, Children Story, blended learning
Participatory Management of School Principles in Building Early Childhood Education Teachers’ Professionalism: A Case Study Kresnawaty, Anita; Shofiyullah, Shofiyullah
Edukasi Vol 13 No 1 (2026): Edukasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran |in progess|
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, South Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/ejpp.v13i1.34410

Abstract

Early Childhood Education (PAUD) teacher professionalism plays a crucial role in improving the quality of early childhood education, while school principals, as educational leaders, determine the success of teacher development and competency enhancement. This study aims to analyze the implementation of participative management by the principal in fostering PAUD teacher professionalism at RA Al Muawanah, Tasikmalaya, using the theoretical frameworks of moral leadership (Sergiovanni), developmental supervision (Glickman), and self-efficacy (Bandura). A qualitative approach with a case study design was employed, involving one principal and four teachers as participants. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation, and then analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. Data validity was strengthened through source and method triangulation. The findings indicate that the integration of participatory planning, dialogic supervision, professional development through training and discussions, systematic performance evaluation, and motivation and rewards simultaneously enhances teacher professionalism. Teacher professionalism is most evident when the principal acts as a moral leader emphasizing ethical values, a supervisory facilitator supporting reflection and mentoring, and a provider of successful experiences that strengthen teacher self-efficacy. A supportive school culture further reinforces the effectiveness of these strategies. These findings contribute theoretically by expanding understanding of applying moral leadership, developmental supervision, and self-efficacy theories within the context of Islamic-based PAUD. Practically, this study provides guidance for school principals and policymakers in designing adaptive, value-oriented teacher development programs that sustainably enhance teacher professionalism.
Strategi Pengelolaan Barang Bekas yang Baik dalam Pendidikan Anak Usia Dini Anita Kresnawaty
Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran (JIEPP)
Publisher : ELRISPESWIL - Lembaga Riset dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiepp.v4i1.364

Abstract

Peran pengelola PAUD diantaranya menjabarkan visi misi dan tujuan yang akan dicapai dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia, menganalisis tantangan, peluang memanfaatkan semua sumber daya yang mendukung penyelenggaraan, memaksimalkan kekuatan yang dimiliki lembaga dan meminimalkan kelemahan yang ditemukan di lembaga sehingga dapat dijadikan dasar untuk menyususn rencana kerja strategis untuk peningkatan mutu layanan pendidikan anak usia dini. Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan bagaimana penyelenggaraan pendidikan anak usia dini dengan melaksanakan Program pemanfaatan Barang bekas dalam upaya peningkatan mutu pendidikan anak usia dini di PAUD Bella kampung Warung Domba Kabupaten Bandung Barat. Penguatan pendidikan karakter yang dicanangkan oleh pemerintah untuk mempersiapkan generasi abad 21 berdasarkan Revolusi industri 4.0 yaitu Religius, Nasionalis, Mandiri, Gotong royong dan Integritas merupakan proses yang berlangsung lama, oleh karena itu anak-anak harus mendapatkan pendidikan karakter sejak dini dengan didukung oleh lingkungan yang berkarakter. Perwujudan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat yang berjalan baik dapat menjadikan perkembangan karakter yang optimal bagi anak.