Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perilaku Membaca Mahasiswa Kedokteran di Era Digital: Studi Preferensi Format dan Faktor Pendorong Minat Baca Al Husna, Hana Isnaini; Khadafianto, Fuad
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 9, No 2 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.9.2.255-274

Abstract

Perubahan dalam pola pembelajaran di era digital mendorong perlunya pemahaman lebih mendalam mengenai perilaku membaca mahasiswa, khususnya di bidang kedokteran yang menuntut literasi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan frekuensi membaca, preferensi format bacaan, dan faktor-faktor yang memengaruhi minat baca mahasiswa kedokteran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 mahasiswa kedokteran di salah satu universitas di Indonesia. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa membaca setiap hari atau hampir setiap hari, meskipun dengan durasi yang bervariasi antara 15 menit hingga 2 jam. Jenis bacaan yang paling dominan adalah buku teks akademik, dengan preferensi format bacaan digital (PDF) yang diakses melalui tablet. Motivasi membaca didominasi oleh kebutuhan akademik, meskipun minat pribadi tetap berperan. Faktor lingkungan, khususnya lingkungan kampus, terbukti berpengaruh signifikan terhadap minat membaca mahasiswa (p = 0,025). Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami kebiasaan membaca mahasiswa kedokteran di era digital serta menyoroti pentingnya penciptaan ekosistem literasi yang mendukung, termasuk optimalisasi peran perpustakaan sebagai pusat akses informasi. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi institusi pendidikan tinggi dalam merancang strategi peningkatan literasi akademik secara berkelanjutan.
Optimalisasi Pencapaian Kompetensi Peresepan melalui Integrasi Gamifikasi dalam Learning Management System (LMS) dan Pemanfaatan e-Portfolio pada Tahap Pendidikan Klinis: Analisis Konseptual dan Tinjauan Naratif Jeem, Yaltafit; Wijaya, Diani Puspa; Rizkawati, Muflihah; Miladiyah , Isnatin; Rahmawati, Riana; Desrini, Sufi; Khoiriyah, Umatul; Khadafianto, Fuad; Cahyaningrum , Yeny Dyah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5866

Abstract

Latar Belakang: Kompetensi peresepan merupakan pilar fundamental dalam pendidikan kedokteran di Indonesia, namun insiden kesalahan peresepan yang berdampak pada kesalahan pengobatan (medication errors) masih sangat tinggi, terutama di kalangan dokter muda. Kesalahan ini sering kali dikaitkan dengan pendidikan farmakologi klinis yang tidak adekuat, beban kognitif yang tinggi, dan kurangnya kesiapan dalam lingkungan klinis nyata. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengonseptualisasikan bagaimana model pembelajaran yang mengintegrasikan Pembelajaran Berbasis Kasus (Case-Based Learning/CBL) yang diperkaya gamifikasi dalam Learning Management System (LMS) dan Portofolio Elektronik (e-Portfolio) dapat mengoptimalkan pencapaian kompetensi peresepan pada tahap pendidikan klinis. Metode: Studi ini menggunakan pendekatan analisis konseptual dan tinjauan naratif. Studi ini mensintesis literatur mengenai kesalahan peresepan, mekanika gamifikasi, dan teori pembelajaran mandiri (self-regulated learning) untuk membangun kerangka pedagogis yang dapat diterapkan pada pengaturan klinis. Hasil: Analisis menunjukkan bahwa gamifikasi mengatasi hambatan motivasi dan keterlibatan dalam latihan peresepan yang repetitif melalui mekanisme seperti pemantauan kemajuan dan umpan balik real-time. Secara bersamaan, e-Portfolio memfasilitasi pembelajaran mendalam dengan mendukung Self-Regulated Learning (SRL), pemantauan kompetensi longitudinal, dan praktik reflektif. Kesimpulan: Potensi integrasi CBL dengan gamifikasi dengan e-Portfolio menciptakan ekosistem pendidikan komprehensif yang mengatasi tantangan kognitif dan struktural pendidikan peresepan, yang pada akhirnya bertujuan untuk memenuhi standar kompetensi nasional dan meningkatkan keselamatan pasien.