Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JIMTEK

Kuat Tekan Beton Dengan Menggunakan Limbah Pecahan Keramik Sebagai Bahan Agregat Kasar Ditambahkan Dengan Zat Aditif. Eko Komajaya; Dine Agustine; Hafiz Abdillah; Lily Arlianti
JURNAL ILMIAH FAKULTAS TEKNIK Vol 1 No 1 (2020): MARET - JUNI 2020
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.707 KB)

Abstract

Teknologi beton mempunyai potensi yang luas dalam bidang konstruksi sehingga beton merupakan salah satu bahan yang banyak digunakan untuk pembuatan bangunan. Tidak selamanya beton terbuat dari campuran semen, air, pasir dan kerikil. Salah satu alternatif pengunaan agregat kasar yaitu dengan menggunakan limbah industri keramik.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh menggunakan  pecahan keramik sebagai agregat kasar terhadap kuat tekan dan kuat geser, serta memanfaatkan limbah keramik dalam campuran beton untuk mengurangi jumlah limbah yang berserakan dan merusak estetika lingkungan.Metode penelitian mencari standard surface drink (SSD) menggunakan SNI 1970-2008, zat aditif yang digunakan sebanyak 2% dari silica fume, benda uji menggunakan kubus 15x15x15cm dan balok berdimensi 60x15x10cm dengan tulangan utama 10mm dan cincin 8mm jarak antara cincin 20cm. Dari pengujian yang dilakukan dengan kuat tekan beton rencana K-225 dengan limbah keramik mampu mencapai 192,8 kg/cm2, dengan penambahan agregat kasar sebanyak 20% mampu mencapai 183,5 kg/cm2, dengan pengurangan keramik sebanyak -20% mampu mencapai 179 kg/cm2,   dan uji geser mampu mencapai 47,86 Kn, jika dilihat dari syarat berat isi beton normal sebesar 2200 – 2500 kg/m3, dengan penggunaan limbah keramik didapat hasil berat 2195 kg/m3, maka bisa disimpulkan bahwa berat isi keramik lebih ringan dibandingkan kerikil tetapi memiliki kuat tekan yang hampir mendekati menggunakan agregat kasar kerikil.
Pembuatan Asam Oksalat Dari Campuran Sekam Padi Dan Sabut Kelapa Dengan Metode Hidrolisis Alkali Destrina J Wulandari; Sri Yanti; Lily Arlianti
JURNAL ILMIAH FAKULTAS TEKNIK Vol 2 No 1 (2021): Maret - Juni 2021
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1621.23 KB)

Abstract

Latar Belakang: Limbah sekam padi dan sabut kelapa dapat diolah menjadi bahan yang memiliki manfaat secara ekonomis. Keduanya memiliki komponen utama yaitu selulosa yang dapat diolah dan dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan asam oksalat dengan cara hidrolisis alkali. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membuat asam oksalat dari campuran sekam padi dan sabut kelapa dengan metode hidrolisis alkali, dilanjutkan dengan mencari persentase massa campuran sekam padi dan sabut kelapa dengan variasi yaitu 100%:0%; 70%:30%; 50%:50%; 30%:70% dan 0%:100% serta suhu hidrolis dengan variasi 80°C, 90°C dan 100°C yang dapat menghasilkan asam oksalat dengan kadar tertinggi. Metode: Asam oksalat diperoleh dari beberapa tahap meliputi hirolisis alkali menggunakan larutan NaOH, pengendapan dengan CaCl2 dan pengasaman dengan H2SO4. Analisis bahan baku yang dilakukan adalah analisis kadar air dan kadar selulosa sekam padi dan sabut kelapa. Hasil yang diperoleh kadar air sekam padi sebesar 11,33% sedangkan sabut kelapa 31%. Untuk hasil kadar selulosa dari sekam padi sebesar 32% dan sabut kelapa 43,12% . Hasil dan Kesimpulan: Pada penelitian ini menghasilkan asam oksalat yang dianalisis dengan titrasi permanganometri mencapai yield optimum pada perbandingan massa campuran sekam padi dan sabut kelapa 30%:70% dan suhu hidrolisis 80°C sebesar 3248,5 ppm. Analisis kualitatif menggunakan FTIR (Fourier Transform Infra Red) menunjukkan bahwa telah mendekati asam oksalat standar maupun asam oksalat dari bahan dengan kandungan selulosa lainnya. Hasil asam oksalat ini berpeluang untuk pengembangan lebih lanjut dengan peningkatan efisiensi proses reaksi dan produk yang lebih murni. Kata kunci: asam oksalat, hidrolis alkali, sabut kelapa, sekam padi
Ketahanan Degradasi Lapisan Bening Poliuretan Berbasis Akrilik Poliol Dengan Hexan Diisosianat Oleh Accelerated Weathering Nur Wahyuning; Khamaludin Khamaludin; Lily Arlianti
JURNAL ILMIAH FAKULTAS TEKNIK Vol 3 No 1 (2023): Mei - Oktober 2023
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/jimtek.v3i1.3797

Abstract

Proses automotive coatings melibatkan tahapan persiapan bodi mobil, yaitu primer surfacer, basecoats, dan clearcoats. Clearcoat merupakan lapisan bening poliuretan yang terbentuk dengan merekasikan poliol (-OH) dan isosianat (-NCO-). Poliuretan digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk coatings pada otomotif. keunggulan poliuretan dalam automotive coatings mencakup kemampuannya untuk melindungi cat kendaraan dari kerusakan akibat bahan kimia dan sinar matahari, memberikan efek kilau yang menarik pada kendaraan, serta tahan terhadap goresan dan korosi. Namun demikian, terdapat kelemahan lapisan poliuretan pada kendaraan, yaitu kurangnya kestabilan terhadap sinar matahari yang dapat menyebabkan perubahan lapisan bening poliuretan menjadi kekuningan atau bahkan menyebabkan perubahan warna pada warna asli kendaraan. Salah satu metode yang digunakan untuk mengevaluasi ketahanan lapisan poliuretan terhadap sinar matahari adalah proses percepatan degradasi cuaca (accelerated weathering). Perubahan fisik yang terjadi pada lapisan setelah menjalani proses degradasi dapat diukur dengan memantau retensi kilau dan perubahan dimensi ketebalannya. Penelitian ini melaksanakan serangkaian uji dengan berbagai variasi komposisi perbandingan OH/NCO, dengan rasio antara 1:1, 2:1, 3:1, 4:1, 5:1, dan 6:1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi OH/NCO dengan rasio 2:1 menghasilkan hasil yang paling optimal dalam menjaga ketahanan terhadap sinar matahari, tanpa mengalami perubahan lapisan poliuretan menjadi kekuningan atau merusak warna asli kendaraan.
Rancang Bangun Aplikasi Posyandu Berbasis Android Menggunakan UML (Studi Kasus: Posyandu Dahlia Perumahan Total Persada) Devit Fatahila; Diah Rahmawati; Lily Arlianti
JURNAL ILMIAH FAKULTAS TEKNIK Vol 3 No 2 (2023): November 2023 - April 2024
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/jimtek.v3i2.3792

Abstract

This research is focused on the design and development of an Android-based Posyandu application using the Unified Modeling Language (UML) approach. Specifically, it examines the case study of Posyandu Dahlia at Total Persada Housing. The purpose of this research is to provide assistance to developers in designing Android-based Posyandu applications by utilizing UML modeling. The findings of this study indicate that the application of UML significantly enhances the quality and efficiency of system design. UML enables development teams to create applications with a well-organized structure, proper functionality, and optimal interaction between components. Therefore, the use of UML can be considered a highly valuable approach in designing public health applications like Posyandu Dahlia. The aim is for this application to contribute to the tasks of the cadres and participants of Posyandu Dahlia.
Pemanfaatan Campuran Pati Singkong Dan Pati Ubi Jalar Sebagai Bahan Baku Pembuatan Plastik Biodegradasi Agustina, Mistiyawati Eka; Arlianti, Lily; Nurlatifah, Ismi
JURNAL ILMIAH FAKULTAS TEKNIK Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/jimtek.v4i1.4801

Abstract

Plastic waste is already polluting the environment both land and oceans, as plastic consumption continues to increase. Biodegradable plastics are an effort to reduce environmental pollution, biodegradation plastics are plastics made from natural materials usually biodegradable plastics made from natural starch. Cassava starch is the most widely used type of starch and is developed for the manufacture of biodegradable plastics, and sweet potatoes are tubers whose starch content is quite numerous even though it has not been widely developed into plastic material. This research aims to produce natural plastics that can replace conventional plastics and reduce environmental pollution due to plastic waste. The study was conducted with variations in the composition of starch mixtures (50:0 gr, 35:15 gr, 25:25 gr, 15:35 gr, 0:50 gr) and variations in drying temperatures (40°C, 50°C, 60°C).In this study carried out organoleptic test, thickness value test, water absorption value test and degradation test. The results of this study showed biodegradable plastics that have the best characteristics are in the variation of the composition of the mixture 50:0 gr at a drying temperature of 60°C, with a thickness value of 0.11 mm and a water absorption value of 36.5%, but the rate of degradation in this variation is very slow