Claim Missing Document
Check
Articles

WILLINGNESS DAN ABILITY TO PAY STUDI KAWASAN PARIWISATA PANTAI SLOPENG, KABUPATEN SUMENEP, MADURA Moh Harun; Anita Intan Nura Diana
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.051 KB) | DOI: 10.24929/ft.v5i1.340

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan kota atau wilayah berimplikasi pada meluasnya kawasan terbangun dan menyebarnya lokasi pemenuhan kebutuhan kehidupan. Salah satu bentuk kebutuhan manusia adalah kawasan pariwisata. Kota Sumenep merupakan salah satu kota dengan tujuan pariwisata pantai. Pariwisata pantai yang berada di Kota Sumenep adalah pantai slopeng dan pantai lombang. Menguntip dari website Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (DISBUDPARPORA), fasilitas yang akan dikembangkan yaitu fasilitas penginapan (hotel dan motel), kolam renang, dan sarana bermain di laut (menyelam, banana boat, berperahu dll). Karena keterbatasan dana Pemerintah Kabupaten Sumenep, harus ada fasilitas yang di prioritaskan. Penelitian Diana, Harun, & Jasuli (2016) tentang prioritas pengembangan fasilitas wisata bahari pantai slopeng menggunakan AHP menyatakan bahwa fasilitas bermain di laut yang memiliki bobot terbesar, artinya fasilitas bermain dilaut merupakan prioritas utama responden untuk dikembangkan.Terpilihnya fasilitas bermain di laut untuk dikembangkan, maka pihak pemerintah Kabupaten Sumenep membutuhkan dasar penetapan tarif. Tujuan dari penelitian ini adalah “mengetahui Willingness To Pay (WTP) dan Ability To Pay (ATP) masyarakat terhadap rencana pengembangan di kawasan wisata pantai slopeng”.Penentuan sampel menggunakan snowball sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Analisis data menggunakan contingent valuation method (WTP survey) untuk mengetahui willingness to pay dan travel cost method (TCM) untuk mengetahui ability to pay responden.Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa ATP minimum responden sebesar Rp 5000,- ATP maksimum responden sebesar Rp 900.000,- dan rata-rata ATP sebesar Rp 96.000,-. Nilai WTP minimum responden untuk fasilitas Hotel/Motel sebesar Rp 100.000,- WTP maksimum responden sebesar Rp 300.000,- dan rata-rat WTP responden sebesar Rp 126.785,7143. Nilai WTP minimum responden untuk fasilitas lainnya (banana boat, menyelam, berperahu) sebesar Rp 20.000,- WTP maksismum responden sebesar Rp 100.000,- dan rata-rata WTP responden sebesar Rp 23.870,9677.
IbM PEMBANGUNAN DESA WISATA MELALUI KONSEP LOCAL COMMUNITY BASED Mohammad Harun; Anita Intan Nura Diana; Rillia Aisyah Haris
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.549 KB) | DOI: 10.24929/ft.v5i2.397

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang diandalkan pemerintah untuk memperoleh devisa dan penghasilan non migas. Desa Semaan, Kecamatan Dasuk dan Desa Belluk Ares, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep merupakan dua Desa yang sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi tempat tujuan pariwisata yang berbasi masyarakat lokal (local community based). Di Desa Semaandan Desa Belluk Ares banyak kegiatan wisata yang dapat dinikmati misalnya, menikmati indahnya pantai slopeng dan pantai tanerros, rokat tase’(petik laut), tari muang sangkal, saronen Madura, dan batu cenneng. Beberapa permasalahan diantaranya : 1)Kurangnya kesadaran dan respon masyarakat lokal terhadap pembangunan desa wisata sebagai upaya peningkatan perekonomian masyarakat, 2) Belum adanya komunitas atau masyarakat lokal yang secara resmi membentuk kelompok sadar wisata (POKDARWIS), 3) Belum tersedianya sarana penunjang (tempat) bagi komunitas masyarakat untuk berdiskusi dan menuangkan ide-ide pembangunan desa wisata, 4) Belum banyaknya jumlah masyarakat yang memiliki pengetahuan dan kemampuan mengoperasikan komputer dan internet, 5) Kurangnya media informasi dan promosi wisata terkait keberadaan tempat-tempat wisata di Desa Semaan dan Desa Belluk Ares, Kabupaten Sumenep, 6) Kurangnya pengetahuan tentang sistem manajemen dan strategi promosi desa wisata. Hasil kegiatan meliputi kegiatan sosialisasi pentingnya desa wisata, pembentukan pokdarwis, pendampingan penyusunan program kerja, pembuatan gazebo, serah terima gazebo, sosialisasi pengelolaan website, sosialisasi manajemen dan strategi promosi, serta serah terima Laptop. Setelah dilakukan evaluasi dan monitoring terhadap kedua desa mitra, Desa Semaan memiliki rasa tanggung jawab yang lebih tinggi untuk mengembangkan desa wisata dibandingkan dengan Desa Belluk Ares.
PEMETAAN INFRASTRUKTUR WISATA DI WILAYAH DARATAN KABUPATEN SUMENEP Anita Intan Nura Diana; Darma Jasuli
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.7 KB) | DOI: 10.24929/ft.v5i2.399

Abstract

Dari masalah yang dilihat peneliti pada objek penelitian meliputi : Dalam rangka menyambut Visit Sumenep 2018 Pemerintah Kabupaten Sumenep sudah mempersiapkan berbagai hal untuk memperkenalkan potensi obyek wisata yang ada di Kabupaten Sumenep, terutama membuat pemetaan potensi obyek wisatanya. Namun masih belum ada gambaran jelas tentang keadaan infrastruktur penunjang yang ada pada obyek wisata, mulai dari segi infrastruktur jalan secara geografis serta kondisi dan kelengkapan infrastruktur penunjang yang ada pada obyek wisata. Maka dari itu penulis mempunyai inisiatif untuk memetakan kondisi infrastruktur jalur menuju obyek wisata dan infrastruktur penunjang yang ada pada obyek wisata. Penulis lebih memfokuskan penelitian pada obyek wisata yang ada di wilayah daratan Kabupaten Sumenep dikarenakan kebanyakan warga luar sumenep maupun warga sumenep sendiri masih banyak yang belum banyak tahu tentang potensi wisata yang ada di wilayah daratan. kebanyakan obyek wisata yang di kenal oleh masyarakat adalah wisata kepulauan, Padahal di wilayah daratan juga mempunya banyak potensi wisata yang tidak kalah menarik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa,sebagian besar obyek wisata yang ada di wilayah daratan Kabupaten Sumenep sudah memiliki kelengkapan infrastruktur yang mencukupi untuk menunjang kebutuhan wisatawan saat berada di dalam obyek wisata dengan kondisi yang cukup bagus dan masih bisa digunakan, tapi masih ada beberapa obyek wisata yang ketersediaan infrastrukturnya masih kurang dan harus di kembangkan guna memenuhi kebutuhan wisatawan, seperti Pantai Ponjhuk Talango, Pantai Badur, Goa Payudan, Air terjun Dhurbugan, Air Terjun Basoka Rubaru dan Kota Tua Sumenep. Dan mendapatkan titik kordinat obyek wisata yang bisa digunakan sebagai acuan dalam menentukan rute wisata yang akan di tuju, dengan titik awal di Jl. Sumenep-Pamekasan.
ANALISIS KARAKTERISTIK MANAJEMEN PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG DI KABUPATEN SUMENEP TAHUN 2017 Anita Intan Nura Diana; Ach. Desmantri Rahmanto
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.514 KB) | DOI: 10.24929/ft.v6i1.418

Abstract

Industri jasa konstruksi merupakan industri yang memiliki karakteristik-karakteristik khusus yang sulit untuk diantisipasi karena unik, sumber daya fluktuatif, melibatkan banyak pihak dan kepentingan, masalah kondisi alam dan tidak adanya standart yang baku. Umumnya pihak-pihak yang terlibat dalam konstruksi adalah kontraktor, pemilik (owner), konsultan, tenaga kerja, asuransi, pemerintah, supplier material dan lainnya. Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian non eksperimen yaitu penelitian yang pengamatannya dilakukan terhadap sejumlah variable menurut apa adanya dengan menggunakan metode survei. Dimana dalam menentukan tingkat kualitas sumber daya tenaga kerja proyek konstruksi gedung diperlukan adanya pengumpulan data serta informasi terkait proyek konstruksi gedung di Kabupaten Sumenep. Dari hasil penyebaran kuisioner kepada 40 responden yang mewakili kontraktor masing-masing di peroleh informasi bahwa lebih dari 85% responden menjawab ya untuk masing-masing item pertayaan dan 15% responden menjawab tidak untuk masing-masing item pertanyaan. Hal ini berarti responden yang mewakili kontraktor masing-masing telah menerapkan manajemen proyek konstruksi dengan baik. Variable memiliki nilai Asymp.sig < 0,05, artinya terima Ha (variable yang diteliti memberikan kontribusi terhadap beberapa aspek manajemen proyek.
PRODUK UNGGULAN BERNILAI EKONOMIS BERBAHAN DASAR SAMPAH NON ORGANIK DALAM MENCEGAH KERUSAKAN LINGKUNGAN DESA KARANGANYAR KABUPATEN SUMENEP Dwi Deshariyanto; Anita Intan Nura Diana; Aryo Wibisono
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8114 KB) | DOI: 10.24929/ft.v6i2.619

Abstract

Dalam rangka mengemplementasikan pengurangan sampah plastik, Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam hal ini adalah Badan Lingkungan Hidup (BLH) mencanangkan untuk memberlakukan plastik berbayar kepada pelaku usaha seperti pusat perbelanjaan (Jar, 2016). Walaupun program pemerintah ini dapat mengurangi timbulan sampah yang semakin meningkat tiap tahunnya, tetapi butuh inovasi kreatif yang didominasi oleh masyarakat untuk mengurangi timbulan sampah serta meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Produk ekonomi kreatif ini akan mendukung program pemerintah tahun 2018 yaitu Visit Sumenep 2018. Menurut Kepala Disbudparpora Kabupaten Sumenep, pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap beberapa lokasi wisata yang ada di Kabupaten Sumenep, contohnya pantai slopeng, yang berada di Kecamatan Dasuk. Tempat wisata yang dikelilingi oleh pohon kelapa dan gunung pasirnya akan menjadi kawasan mainan di laut. Pantai lombang yang dikenal pasir putihnya dan pohon cemara udangnya ini akan menjadi wisata alam. Pulau Gili Iyang yang kaya akan oksigen, mencapai 20,9 persen akan menjadi wisata kesehatan. Pulau Gili Labak di Kecamatan Talango yang terkenal dengan ekosistem lautnya, akan menjadi wisata alam dan kerajinan (News Madura, 2017). Walaupun pihak Disbudparpora hanya memetakan beberapa daerah saja sebagai kawasan wisata, kawasan lain yang berada disekeliling juga dapat memperlihatkan potensi yang dimiliki. Hasil analisis baik secara kualitatif maupun kuantitatif yang dilakukan mulai tahap persiapan sampai tahap pelaksanaan, semuanya berjalan lancar. Warga Desa Karanganyar sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sosialisasi dan pelatihan, hal ini dapat dilihat dari beberapa dokumentasi di bab sebelumnya. Secara kuantitatif pemahaman warga tentang kebersihan lingkungan, prosedur pembuatan miniatur kerapan sapi, dan prosedur pembuatan website secara garis besar ada peningkatan yang cukup signifikan, hal ini dapat dilihat pada hasil analisis yang dijelaskan pada bab sebelumnya baik berupa tabel rekapitulasi kuisioner pra dan pasca sosialisasi/pelatihan maupun pie chart. Adapun rencana selanjutnya yang akan dilaksanakan adalah monitoring dan pendampingan, publikasi media elektronik sebanyak mungkin, dan penyusunan laporan akhir.
KARAKTERISTIK KOMODITAS BATU KERIKIL DAN PASIR HITAM UNTUK BAHAN BANGUNAN DI KABUPATEN SUMENEP Subaidillah Fansuri; Anita Intan Nura Diana
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5574.965 KB) | DOI: 10.24929/ft.v6i2.621

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia yang semakin bertambah, berbanding lurus dengan pertambahan kebutuhan penduduk terhadap sandang, pangan dan papan. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk maka semakin meningkat jumlah kebutuhan masyarakat dalam meningkatkan taraf hidup yang layak misalnya pembangunan infrastruktur jalan, bangunan gedung dsb. Pembangunan infrastruktur pasti membutuhkan material yang bermacam-macam seperti bahan campuran beton, membutuhkan pasir, kerikil, semen dan air. Karakteristik sifat beton memiliki kuat tekan tinggi namun lemah dalam kuat tarik maka dari itu dalam proses pembuatan beton dibutuhkan bahan yang bermutu untuk menjaga kualitas beton. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data primer. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Dalam hal ini peneliti melakukan uji laboratorium yaitu percobaan kadar air pasir; percobaan berat jenis pasir; percobaan berat voleme pasir; test kebersihan pasir terhadap lumpur (endapan); test kebersihan pasir terhadap lumpur (pencucian); percobaan kadar air batu pecah; percobaan berat jenis batu pecah; percobaan berat voleme batu pecah; test kebersihan batu pecah terhadap lumpur (pencucian); Test Keausan Agregat Kasar. Teknik analisis data akan dilakukan dengan langkah-langkah berikut : 1) Survey lokasi; 2) Pengambilan sampel; 3) Uji laboratorium. Hasil percobaan kadar air agregat kasar untuk Desa Batuan 5,02%; Desa Batu Putih 1,83%; Desa Dasuk 2,08%; Desa Rubaru 1,93%; Desa Lenteng 2,04%. Hasil percobaan berat jenis kering agregat kasar untuk Desa Batuan 2,42 gr; Desa Batu Putih 2,39 gr; Desa Dasuk 2,45 gr; Desa Rubaru 2,53 gr; Desa Lenteng 2,32 gr. Hasil percobaan berat volume agregat kasar untuk Desa Batuan 1814,5 Kg/m3; Desa Batu Putih 2230,5 Kg/m3; Desa Dasuk 1977,5 Kg/m3; Desa Rubaru 2075,5 Kg/m3; Desa Lenteng 1852,5 Kg/m3. Hasil percobaan kebersihan agregat terhadap kadar lumpur agregat kasar untuk Desa Batuan 1 %; Desa Batu Putih 0,5 % ; Desa Dasuk 0,5 %; Desa Rubaru 0,5 %; Desa Lenteng 0,7 %. Hasil percobaan keausan agregat kasar untuk Desa Batuan 19,8 %; Desa Batu Putih 29,6 % ; Desa Dasuk 26,2 %; Desa Rubaru 24,8 %; Desa Lenteng 25,6 %. Hasil percobaan kadar air agregat halus untuk pasir pasuruan 14,15%; dan pasir pasirian 8,93%. Hasil percobaan berat jenis kering agregat halus untuk pasir pasuruan 2,27gr ; dan pasir pasirian 2,8 gr. Hasil percobaan berat volume agregat halus untuk pasir pasuruan 1459,3Kg/m3 ; dan pasir pasirian 1749,3 Kg/m3. Hasil percobaan kadar lumpur (pengendapan) agregat halus untuk pasir pasuruan 5,26 %; dan pasir pasirian 9 %. Hasil percobaan kadar lumpur (pencucian) agregat halus untuk pasir pasuruan 6,26 %; dan pasir pasirian 7,9 %.
PENGARUH KUAT TEKAN BETON DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH SERBUK BESI SEBAGAI ADMIXTURE AGREGAT HALUS Subaidillah Fansuri; Anita Intan Nura Diana
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/ft.v8i1.918

Abstract

This study aims to determine the effect of the addition of iron powder waste as fine aggregate admixture to concrete compressive strength and to find out the optimum compressive strength of concrete after adding iron powder waste as fine aggregate admixture. Making concrete using iron powder is expected to be able to utilize iron powder waste that is not used anymore. Research results show that there is a significant influence with the addition of iron powder, but the addition of iron powder that is too excessive can also reduce the strength of the concrete itself. Good use of iron powder is at a variation of 10% - 30% with an optimum characteristic compressive strength of 21.42 N / mm2 and an effect of 26% - 60%.
PENGARUH PENGGANTI LIMBAH PECAHAN GENTENG SOKKA DALAM PEMBUATAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN BETON Subaidillah Fansuri; Anita Intan Nura Diana; Dwi Deshariyanto
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/ft.v8i2.983

Abstract

The research aims to see the effect of substitute tile waste waste in making concrete on concrete compressive strength. as a fine aggregate of the compressive strength of concrete as well as knowing the optimum compressive strength of concrete after the addition of powder waste from roof tiles as fine aggregate. Making concrete using sokka tile waste powder is expected to be able to utilize sokka tile waste powder that is no longer in use. The experimental method used in this research method. A normal concrete experiment was carried out with 20 MPa concrete quality which was given roof tile waste with variations of 0%, 10%, 20%, 30%, 40% and 50% of the weight of fine aggregate and compressive strength was tested with a sample specimen shaped cube size 15 x 15 x 15 cm at the age of 14 days. Effect of tile powder substitutes from mixed variations of 10%, 20%, 30%, 40%, 50%. This means that the variation of the tile roofing mixture mixture used has a simultaneous effect on the compressive strength of concrete. From the results of data analysis using the SPSS 20 for windows program which shows the value of tcount = 2.504> ttable = 1.745 so that it can be concluded that there is a significant effect between substitute variations in tile powder replacement on the value of concrete compressive strength. The use of tile powder more than 20% of the weight of the fine aggregate used has increased significantly, but not more than 50%. From this it can be concluded that the maximum compressive strength of concrete after the addition of tile waste is at the addition of 20% -50% tile waste with a concrete compressive strength value of 310-385 kN, which can be seen in the crushed pressure value in table 3 (concrete compressive strength test results).
ILUSTRASI, INSPIRASI DAN KREASI GAMBAR PERUMAHAN BERWAWASAN LINGKUNGAN DENGAN PROGRAM 3D SKETCHUP Subaidillah Fansuri; Anita Intan Nura Diana
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/ft.v8i1.1324

Abstract

Housing is a place where a house is built in groups such as a good urban settlement which is equipped with facilities and infrastructure along with public utilities for livable houses. Many housing developments in Sumenep, but not in accordance with the existing Indonesian National Standard. The purpose of environmentally friendly housing is where the housing is in accordance with the provisions of the Indonesian national standard which concerns various aspects of housing planning. The large amount of open land in Sumenep Regency is an asset to the development of Sumenep Regency, whose population is increasing every year. Because of that, we need a program that will facilitate the public's understanding of buildings by construction implementers to conceptualize environmentally friendly housing. The program that will later be outlined in a settlement framework is the concept of a creation and inspiration of housing images with the 3D Sketchup program. Implementation by means of training or workshops on how to design environmentally friendly housing concepts with the 3D Sketchup program which later can be used as an implementation concept in implementing housing infrastructure development which will be carried out by construction implementers in Sumenep Regency.
PERBANDINGAN MODEL STRUKTUR MENGGUNAKAN METODE MATRIKS DENGAN PROGRAM SAP 2000 Subaidillah Fansuri; Dwi Deshariyanto; Anita Intan Nura Diana
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/ft.v9i2.1585

Abstract

Technological developments in the field of civil engineering have been increasing. One example is the use of computer programs in structural analysis. With this program, engineers often use the program a lot compared to manually. This of course causes the use of manual methods to be increasingly abandoned. Several methods can be used in analyzing the structure, either manual method or by using a computer program. These methods have different paths in analyzing the structure. Based on these differences, a comparative analysis was carried out between the manual method (Matrix Method) and computer program (SAP 2000 Program) related to the calculation results obtained from each method. The object of study analyzed is the Structural Model. The analytical method used is the comparative analysis method. This analysis is related to the comparison of the two methods, namely the Matrix Method and the Sap 2000 Program related to the results of the calculation of the internal forces that will be compared the magnitude and difference and the level of the resulting magnitude. The results of the analysis show that the values generated in the two methods of structural analysis are not the same. Comparison of the results of the structural analysis of the two methods on each rod has a different value difference. Based on the frequency value, each force in the structural analysis has a different level of magnitude. In all structural models of each rod there is a large difference and there is a small difference.